
Seluruh keluarga sudah bersiap berangkat ke bandara ketika nenek sudah memberitahu bahwa penerbangan dari Singapura akan segera berangkat.
Satu jam kemudian, Dimas dan Winda berangkat lebih dulu ke bandara di susul keluarga pak Dirga. Sedangkan, Zaki bertugas menjemput keluarga Winda.
Rencananya, mereka akan berkumpul di rumah Dimas dan akan menjadi pertemuan besan. Mereka akan sama-sama, mengucapkan terimakasih pada nenek, karena sudah menyelamatkan dan merawat Winda.
Di bandara, Dimas tampak gugup. Dia tidak menyangka, bisa memiliki anak dari Winda. Anak yang sangat dia harapkan bisa memperkuat hubungan pernikahannya dengan Winda.
Terdengar suara pemberitahuan kalau penerbangan Singapura-Jakarta sudah tiba. Hati Dimas berdebar kencang seperti sedang mengadakan kencan pertama. Demikian juga pak Dirga, Bu Sapna dan Lilis. Mereka sudah tidak sabar ingin melihat anak Winda dan Dimas.
Diantara puluhan orang-orang yang keluar dari area penumpang, berjalanlah seorang wanita paruh baya sedang menggandeng seorang anak perempuan yang sangat cantik. Berambut panjang dan berkulit putih bersih.
Terlihat sangat imut dan menggemaskan.
Saat melihat Winda, anak perempuan itu berlari pelan karena usianya yang belum genap 2 tahun.
"Anakku," gumam Dimas.
"Benar, mas Dimas.
"Mami..."
"Sayang..."
__ADS_1
Anak perempuan itu memeluk Winda dengan erat. Pertemuan ibu dan anak itu membuat haru. Terutama Dimas, dia ingin sekali memeluknya. Tapi belum sempat tercapai keinginannya, tiba-tiba seorang anak laki-laki berteriak dari arah samping.
Anak itu sedang marah dengan seorang wanita muda. Meski dibujuk seperti apapun, anak itu tetap saja tampak kesal.
"Mami..."
Semua mata menoleh kearah anak laki-laki itu dan mereka kaget. Mereka bingung, sebenarnya anak Winda yang mana?
Anak itu mendekati Winda dan ikut memeluk Winda.
"Sayang..."
"Mami, ana papi?"
"Oke. Sesuai janji mami, mami pergi mau mencari papinya Vano dan Vani. Kalian lihat, ini papi kalian," kata Winda sambil menunjuk ke Dimas.
Vano dan Vani tersenyum melihat Dimas, lalu mereka bersama-sama mendekati Dimas.
"Papi..."
Vano dan Vani memeluk Dimas yang tak dapat membendung airmata yang tiba-tiba menetes diujung matanya. Dimas tidak percaya, berharap memiliki anak dan ternyata mereka kembar. Memiliki dua anak sekaligus, sangat menyenangkan.
Disaat kedua anaknya sedang bersama Dimas, Winda memperkenalkan nenek Fara pada keluarganya. Winda senang karena meski baru pertama kali bertemu, mereka sudah terlihat akrab.
__ADS_1
"Sebaiknya, kita segera pulang. Kasihan anak-anak," kata ayah Dirga.
Mereka segera menuju mobil Dimas dan mobil ayah Dirga. Nenek dan Vano Vani naik mobil Dimas dan Winda. Sedangkan baby sitter Vano Vani naik mobil ayah Dirga.
Selama perjalanan, Vano Vani tiada hentinya bertanya dan berbicara meski belum jelas benar kata-katanya. Nenek Fara dan Winda kewalahan menjawab pertanyaan yang entah apa maksudnya.
Dimas tersenyum melihat tingkah anak-anaknya yang menggemaskan. Seandainya dia tidak sedang menyetir, dia pasti sudah ikut mencubit pipi mereka.
"Nggak boleh ganggu papi, papi sedang nyetir ya?" kata Winda memperingatkan anak-anaknya.
"Ngelti mami," jawab mereka bersamaan.
Vano dan Vani memang diajarkan sejak dini untuk tidak mengganggu orang yang sedang menyetir. Karena itu bisa berakibat fatal dan sangat berbahaya.
Dimas tersenyum melihat kelucuan kedua anaknya yang kini diam dan tidak lagi bergerak bebas seperti sebelumnya. Tidak lama kemudian keduanya sudah tertidur dalam pangkuan Winda.
Di rumah Dimas, Zaki dan keluarga Winda sudah sampai dan mereka bersiap menyambut kedatangan anak Winda dan sang nenek. Mereka juga sudah tidak sabar ingin melihat cucu mereka.
Sampai di rumah Dimas, Dimas membantu Winda mengangkat Vano dan Vani yang tertidur sejak diperjalanan pulang. Jadi seluruh keluarga hanya bisa menunggu sampai mereka berdua terbangun untuk melihat dengan baik keluarga baru mereka.
Mereka kini, hanya mengucapkan banyak terimakasih pada nenek Fara. Nenek Fara ternyata memang orang yang baik dan terlalu baik karena dia sangat menyayangi Winda dan kedua anaknya.
Bersambung
__ADS_1