Istri Titipan Talak 3

Istri Titipan Talak 3
Bab 36. Aku harus pergi lagi?


__ADS_3

Bayu mulai meracau sendiri tanpa ditanya. Begitu banyak hal yang selama ini tidak Winda ketahui, akhirnya malam ini terkuak sudah. Winda merasa sedih, sakit hati dan kesal pada Bayu setelah mendengar secara langsung dari mulut Bayu.


Menyembunyikan rahasia yang membuat Winda merasa tidak berguna sebagai seorang wanita. Tiga tahun menikah dengan Bayu, tanpa seorang anak. Apalagi Winda yang dijadikan kambing hitam atas semua ini.


Akan tetapi, selama dua tahun ini, Winda sudah menemukan kebahagiaan yang mematahkan tuduhan Bayu padanya. Karena itu, Winda tidak kaget atas penjelasan Bayu.


Winda meminta kedua pengawalnya untuk mengurus dan menghubungi asisten Bayu agar datang mengurus Bayu. Sementara Winda pergi dengan pak Parjo kembali ke rumah.


Setelah mengetahui jika Bayu bukan pelakunya, Winda berencana untuk membuka jati diri di hadapan semua orang. Winda ingin siapapun pelakunya, akan merasa terusik saat tahu dia sudah kembali dalam keadaan hidup.


Namun, tiba-tiba sang nenek menghubunginya untuk memintanya kembali. Winda bingung, tidak tahu harus bagaimana. Hal itu akhirnya menjadi dilema bagi Winda.


Saat Winda memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia, Winda memang sudah berjanji pada nenek untuk kembali dalam waktu satu bulan. Baik pelakunya ketemu atau tidak, Winda harus kembali ke rumah nenek di luar negeri.

__ADS_1


Winda tidak menyangka jika pada akhirnya perasaannya pada Dimas akan membuatnya enggan untuk kembali menemui nenek. Kesalahpahaman tentang hubungan Dimas dan Maya, sempat membuat Winda memilih mundur dan pergi dari hidup Dimas selama dua tahun. Dan tidak terbersit niat Winda untuk kembali pada Dimas.


Maya adalah cinta pertama Dimas, dan Winda hanyalah orang yang tidak sengaja hadir dalam hidup Dimas. Winda tidak memiliki kepercayaan diri untuk bisa masuk dalam hati Dimas yang sudah terisi cinta Maya.


Tetapi, saat melihat sampai saat ini Dimas tidak pernah rujuk kembali dengan Maya, hati Winda bergetar kembali.


Meskipun dengan berat hati, Winda memutuskan untuk kembali pada nenek dan meninggalkan Dimas. Sebelum itu, dia pergi menemui Zaki yang ternyata sudah mengetahui keberadaan Winda sejak setahun yang lalu. Namun, Winda melarang Zaki memberitahu Dimas. Hanya keluarga Winda saja yang tahu jika Winda masih hidup dan tinggal di luar negeri.


Winda datang ke toko dengan memakai masker agar tidak ada yang mengenalinya.


"Mbak Winda," ucap Zaki senang.


"Apa kabar? Kamu masih sama seperti dulu. Tidak ada yang berubah," ucap Winda sambil tersenyum dibalik maskernya.

__ADS_1


"Akhirnya mbak Winda menemui aku juga. Aku, paman, bibi, ayah dan ibuku sangat kangen denganmu mbak Winda. Apakah kamu ada rencana untuk menengok mereka?" tanya Zaki.


"Zaki, aku ada sedikit masalah. Aku harus segera kembali keluar negeri. dan entah kapan aku akan kembali kesini," kata Winda sedih.


"Mbak, tidakkah ada yang bisa membuat mbak Winda tetap tinggal di kota ini? Mas Dimas misalnya?" tanya Zaki.


"Aku sebenarnya ingin tinggal. Tetapi aku tetap harus pergi. Ada satu hal yang tidak kalian ketahui yang membuatku harus pergi," kata Winda.


"Mbak, apakah sepenting itu?" tanya Zaki penasaran.


"Iya, Zaki. Kecuali jika aku sakit dan tidak bisa pergi jauh."


"Apakah mbak Winda begitu takut dengan nenek sehingga mbak Winda lebih mementingkan dia daripada siapapun?"

__ADS_1


"Dia yang menyelamatkan aku. Karena dialah, aku sekarang bisa ada di hadapanmu. Jadi apapun keinginan nenek, aku harus memenuhinya selama aku bisa."


Zaki tertegun dan hanya bisa menghela nafas.


__ADS_2