Istri Titipan Talak 3

Istri Titipan Talak 3
Bab 30. Identitas baru Winda


__ADS_3

"Winda..."


Hanya kata itu yang keluar dari mulut kedua lelaki yang sama-sama merindukan Winda. Bayu berjalan mendekati rombongan para model tersebut. Dimas juga tidak mau ketinggalan.


"Bayu, mau apa kau?!" bentak Dimas.


"Sudah aku bilang, dia bersamaku."


Dimas berhenti. Benarkah selama ini Bayu bersama Winda? Namun belum sempat Dimas berpikir lebih jauh, terdengar suara pertengkaran Bayu dan dua orang berbadan kekar.


"Kalian jangan begitulah. Aku cuma mau bicara dengan Winda. Tolonglah bapak-bapak," kata Bayu memohon.


"Disini tidak ada yang bernama Winda, jadi silahkan anda pergi," kata salah satu laki-laki itu.


Mereka mendorong tubuh Bayu hingga hampir terjatuh. Dimas ingin tertawa melihat Bayu, tetapi dia berusaha menahannya.


"Bayu, bukankah kamu bilang Winda selama ini bersamamu? Mana, omong kosong," kata Dimas senang karena Bayu berbohong padanya tentang Winda.


Bayu hanya bisa menghela nafas. Rencananya ingin membuat Dimas menyerah menunggu Winda, kini gagal sudah. Bahkan Winda tiba-tiba saja muncul dihadapan mereka.


Dengan berbekal keyakinan bahwa wanita itu adalah Winda, Dimas berusaha mendekati wanita itu yang beranjak pergi. Dimas berusaha mengejarnya, namun lagi-lagi dua lelaki yang ternyata adalah pengawal pribadinya itu menghalangi Dimas mendekat.


"Silakan nona masuk ke mobil. Sebelum jam 10 Nona sudah harus ada di rumah," kata salah satu pengawalnya.

__ADS_1


"Winda..."


Wanita itu masuk kedalam mobil tanpa menoleh sedikitpun pada Dimas. Dimas memanggilnya namun dia tidak peduli.


Dimas berhenti berusaha. Dia berdiri menatap mobil yang membawa pergi wanita yang mirip istrinya.


Sementara itu didalam mobil, matanya mulai berkaca-kaca. Dan tak lama kemudian dia menangis. Ternyata wanita itu memang Winda. Tetapi dia sengaja berpura-pura tidak mengenali suaminya maupun Bayu.


Karena ada satu tujuan yang ingin dia selesaikan.


Flashback on


Malam itu saat Dimas mengajaknya makan malam, Winda berdandan secantik mungkin untuk menyenangkan suaminya. Karena Winda tahu, malam ini pasti Dimas akan memberikan kejutan untuknya.


Winda bergegas keluar untuk menunggu taksi yang dipesannya yang kebetulan datang terlambat. Saat itu tiba-tiba seseorang menyergapnya dari belakang dan memberinya obat bius hingga Winda tidak sadarkan diri. Ketika dia sadar, dia sudah ada di rumah sakit diluar negeri.


Ternyata dia diselamatkan oleh seorang nenek yang kini menjadi nenek angkatnya waktu dia dilemparkan ke sungai yang sangat dalam oleh orang yang tidak dikenal dari atas sebuah jembatan. Untung saja waktu itu mobil nenek melintas di dekat jembatan tersebut dan segera menolongnya.


Dia menjalani perawatan dan dia sempat koma selama satu bulan. Tanpa identitas, Winda pun berganti identitas baru menjadi Terra Yasmin. Tera Yasmin adalah cucu satu-satunya nenek Merri yang meninggal karena penyakit kanker otak diusianya yang ke 17 tahun.


Winda bukan memilih hidup bergelimang harta bersama sang nenek. Namun ketika Winda kembali, dia melihat Dimas bersama Maya yang dalam keadaan hamil. Satu kesalahan Winda, dia terlalu egois tanpa bertanya ataupun mencari kebenaran dari apa yang dilihatnya. Karena baginya, apa yang dilihatnya saat itu adalah kebenaran.


Akhirnya Winda memutuskan untuk menjadi seorang model sekaligus belajar menjadi calon pewaris bisnis sang nenek. Saat ini dia kembali hanya untuk mencari pelaku penculikan atas dirinya 2 tahun yang lalu. Sebelum itu dia tidak akan membuka jati dirinya. Dia akan hidup sebagai Tera.

__ADS_1


Flashback off


Tiba-tiba mobil mengerem mendadak.


"Nona, kita sudah sampai," kata pak Parjo, sopir pribadi Winda alias Tera.


Winda bergegas keluar dari mobil dan diikuti kedua pengawalnya yang naik mobil lain.


"Kalian pulang saja malam ini. Aku sudah sampai di rumah," kat Winda.


"Tidak bisa nona. Kami akan tetap berjaga di luar rumah. Kami akan bergantian," jawab salah satu pengawalnya.


"Sudah ada pak Parjo dan bik Nah yang tinggal bersamaku," kata Winda lagi.


"Ini adalah perintah Nyonya besar nona. Kami tidak berani melanggar. Tolong biarkan kami melaksanakan tugas kami," kata yang satunya.


Winda hanya bisa mengiyakan saja. Mereka memang memiliki tugas yang harus mereka lakukan. Mereka hanya melaksanakan perintah dari nenek.


Winda bergegas masuk dan mandi agar suasana hatinya kembali tenang setelah bertemu suami dan mantan suaminya. Winda mencoba untuk beristirahat, namun bayangan Dimas selalu berada di pelupuk matanya.


Sebenarnya aku sangat merindukan kamu mas Dimas.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2