Istri Titipan Talak 3

Istri Titipan Talak 3
Bab 56. Memasang CCTV


__ADS_3

Pada akhirnya, Dimas memutuskan semua hubungan dengan Maya dan Deni, demi keutuhan rumahtangganya. Dimas mulai fokus dengan pekerjaannya dan terutama dengan Winda dan Twins V.


Dimas mendekati Vani, yang kemarin masih marah padanya karena masalah Deni. Dimas berusaha mengambil hati gadis kecil yang hatinya lembut seperti maminya.


"Vani, Vano. Lihat, papi bawa permen manis kesukaan kalian. Sini, sayang."


"Papi, Vano mau," kata Vano sambil mengambil permen dari tangan Dimas.


"Vani, tidak mau ini?"


Vani berjalan pelan ke arah Dimas yang menyadari jika Vani masih marah padanya. Vani mengambil permen dari tangan Dimas, sambil tetap memperlihatkan wajah yang masam. Dimas meraih tubuh kecil Vani dan didudukkan diatas pangkuannya.


Vani hanya diam karena ada rasa ketakutan yang masih tersimpan di hatinya.


"Vani, Papi bukakan permennya sekarang ya?"


"Papi, apa Papi akan pelgi bersama anak Papi yang kemalin?" tanya Vano.


Dimas terkejut dengan pertanyaan Vano.


"Vano, siapa yang bilang? Anak Papi hanya Vano dan Vani. Papi akan terus ada di samping kalian."


"Benalkah, papi tidak akan pergi?" tanya Vani.

__ADS_1


"Vani, sayang. Papi tidak akan kemana-mana. Papi janji, Papi akan selalu bersama kalian."


"Kalau begitu, papi milik kami kan?" tanya Vani.


"Tentu saja. Papi milik kalian, dan juga Mami tentunya."


Dimas berhasil menumbuhkan rasa memiliki atas dirinya pada kedua anaknya. Meski begitu, Dimas masih harus terus menjaga kepercayaan Twins V padanya.


Winda yang baru saja selesai mandi, segera bergabung dengan suami dan Twins untuk ikut bermain dan bercanda.


Dimas menikmati hari, dimana bisa bermain kembali dengan Twins V tanpa beban. Senyum dan tawa menghiasi kembali rumah Dimas yang sempat kehilangan arah.


"Bagaimana kalau akhir pekan, kita pergi jalan-jalan ke taman? Siapa mau ikut?" tanya Dimas.


"Aku."


"Aku."


"Mami, Vani nggak mau ikut kalau nggak ada mami," kata Vani manja.


"Mami akan usahakan menyelesaikan pekerjaan mami sebelum akhir pekan. Kita memang harus pergi berlibur kayaknya."


"Twins masih terlalu kecil untuk diajak berlibur ke tempat yang jauh. Lebih aman, kita ke taman saja," kata Dimas.

__ADS_1


"Kita nurut saja kata papinya Twins. Memang mas Dimas tidak ada jadwal operasi?"


"Nggak ada. Mulai sekarang, aku tidak ambil jadwal hari libur. Karena hari libur waktunya untuk keluarga."


Dimas tersenyum senang melihat raut wajah istri dan anak-anaknya tampak bahagia mendengar perkataannya. Semoga saja semua sesuai harapannya.


Keputusan yang diambil Dimas untuk tidak lagi terlibat dengan Maya dan anaknya, membuatnya merasa tenang. Setidaknya, tidak ada lagi ketakutan karena dianggap menyembunyikan sesuatu yang dapat merusak hubungannya dengan Winda dan Twins V.


Dimas semakin bahagia, setelah mendengar kabar bahwa ayah kandung Deni sudah mau mengakui Deni sebagai anaknya setelah melakukan tes DNA. Bisa dipastikan, jika mereka akan segera menikah untuk memberi status pada Deni.


Dengan begitu, tidak ada kekhawatiran lagi di hati Dimas akan mendapat gangguan dari Maya.


Sebenarnya, masih ada satu hal yang masih mengganjal di hati Dimas. Peristiwa penculikan Winda, masih menjadi tanda tanya yang belum terjawab hingga kini. Menurut Winda, Bayu tidak berhubungan dengan penculikan itu. Namun, Dimas ingin membuktikannya sendiri.


Dimas tidak rela, ada orang yang ingin menyakiti Winda. Jika dulu Dimas bisa memaafkan semua kesalahan Bayu, karena Dimas merasa bersalah pada Bayu. Tetapi jika niat Bayu menyakiti Winda, Dimas tidak akan pernah memaafkan orang itu.


Dimas terkendala bukti. Kejadian itu sudah lama sekali. Sedangkan di rumah, tidak ada CCTV yang bisa menjadi bukti. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan lagi, Dimas segera memasang CCTV di rumahnya terutama di depan pagar dan halaman rumah.


Tentu saja, setelah berdiskusi dengan Winda.


Meskipun kali ini Dimas tidak bisa mencari tahu kebenaran 2 tahun lalu, Dimas berharap suatu saat semua itu akan terungkap.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2