Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 15


__ADS_3

Malam berganti pagi kini matahari kembali melakukan tugasnya yang tiada henti-hentinya untuk menyinari bumi dari kegelapan malam


Seseorang yang sedang bergulit manja dengan guling dan selimutnya yang membuat seseorang tersebut enggan beranjak dari tempat tidur empuknya sambil tersenyum membayangkan ia sedang menjadi ratu dari raja tampan,bertubuh kekar dan berwibawa mencium sang ratu yang adalah dirinya,wajah mereka semakin dekat,semakin dekat,lebih dekat dan sayangnya mimpi itu pun buyar seketika mendengar gedoran pintu membuat mimpinya segera berakhir


"BINTANG! BUG.... BUG... BUG..."Teriak Dika sambil menggedor pintu kamar Bintang


Ceklek....


"Kenapa?"Tanya Bintang dengan rambut yang berantakan, mata yang setengah tertutup dan suara serak khas bangun tidur


"Masih nanya kenapa? kita kesiangan Bintang!,tadi Andra telfon gue katanya lo kerja jadi assistennya dan sekarang lo cepet mandi deh pergi bareng aja"Gerutu Dika


Bintang langsung membelalakkan matanya ia baru ingat bahwa hari ini ia bekerja menjadi assisten Andra "Astaga lupa kak"


"Gue tunggu lima menit lo udah mandi dan pake baju"


"Hah? tap..."Bintang terkejut bagaimana bisa Dika menyuruhnya dalam waktu lima menit sudah mandi dan berpakaian? sedangkan ia mandi saja kurang lebih 7 menit apalagi berpakaian? manalagi ia memasang make up segala itung-itung 20 menit


"Waktu mulai dari sekarang!"Potong Dika, Bintang pun langsung menutup pintu kamarnya dan masuk ke kamar mandi ia akan mandi secepat mungkin kalau bisa dalam waktu satu menit selesai


10 menit kemudian


"Tit... tit... tit..."Suara klakson mobil terdengar menandakan orang yang berada di dalam mobil sedang tidak sabar menjalankan mobilnya


"Iya,iya bentar"Ucap Bintang Sambil mengunci pintu rumah


🥀


🥀


🥀


🥀


"Lo tunggu dimobil aja gue masuk dulu kedalam"Ucap Dika membuka pintu mobil,

__ADS_1


Bintang menjawabnya dengan anggukan


Tidak usah susah payah menjemput Andra ke dalam rumah orangnya baru saja keluar dari rumah menuju mobil yang biasa ia naiki


"Pagi bos"Sapa Dika seraya mengikuti langkah Andra lalu Dika membukakan pintu untuk Andra masuk setelah itu baru ia lagi


Sudah biasa dengan Andra yang tidak menjawab sapaannya jadi Dika tidak heran dengan Andra hanya diam saja


"Pagi pak bos"Sapa Bintang dengan senyum manisnya,Andra tidak bergeming ia hanya memasang muka datar tanpa ekspresinya


"Ni orang kenapa coba? mukanya datar gitu?, kemaren aja ketawa lah ini? seperti kena sambar petir aja untungnya gak kejang-kejang"Batin Bintang menggerutu


"Kok panggilnya pak bos Bin? gak ada romantis-romantisnya apa? panggil Mas kek, panggil sayang kek, panggil ayang beb kek, kan dengarnya kaya ada manis-manisnya gitu"Celetuk Dika mulai menghidupkan mesin mobil


"Hah? enggaklah ini kan lagi kerja kak masa aku panggil bos aku sayang? kan kerja harus propetional"Ucap Bintang sambil melirik Andra disampingnya


"Professional Bintang!"Ralat Dika "Ngomong aja kaya anak kecil"Cibirnya


"Ya itu maksudnya"


"STOP!!!"Teriaknya sambil merentangkan kedua tangannya


"Astaghfirullah Siska?"Ucap Dika terkejut langsung menghentikan mobilnya


Kemudian Siska menghampiri mobil Dika dan langsung masuk ke mobil duduk di samping Andra yang sebelahnya ada Bintang, Bintang yang merasa dirinya mengganggu mereka pun pindah duduk ke depan disamping Dika,Andra hanya terdiam saja entah apa yang membuatnya hari ini terdiam seperti patung bergerak


"Aku ikut kalian"Ucap Siska, kemudian Dika melanjutkan perjalanan menuju perusahaan


"Sayang aku kangen,kamu gak kangen sama aku?"Ucapnya sambil bergelayut manja di lengan Andra,Andra tetap tidak bergeming sedikitpun "Kamu kok tega sih batalin pernikahan kita?, emangnya kurang aku apa coba? udah cantik,pinter,kaya emang siapa sih calon istri kamu pasti orangnya pake guna-guna tuh gak mungkin kamu langsung ajak dia nikah"Ucapnya


"Ekhem,hem huft... panas banget ya kak padahal tadi dingin-dingin aja kenapa jadi panas gini?"Ucap Bintang berdehem sambil pura-pura panas padahal masih pagi di tambah lagi AC di dalam mobil


Dika yang mengerti ucapan Bintang yang bermaksud menyindir menahan senyumnya "Ah... iya panas banget ya,kamu mau minum?"Ucapnya sambil menyodorkan botol air mineral yang ada di saku pintu mobil,dan bodohnya Bintang menerima botol air minum itu begitu saja bahkan meneguknya, padahal Dika hanya berbasa-basi "Bintang! jangan diminum, air itu udah dua Minggu di mobil ini"Cegah Dika dan.....


"Biiiuuyurrr"Air yang di minum Bintang muncrat seketika untungnya tidak muncrat ke muka Dika kalau tidak hanya tuhan yang tau eh kan Author yang bikin cerita hehehe

__ADS_1


"Ah... gapapa kak pasti masih bersih kok"Ucapnya geram sambil meremas-remas lengan Dika,kenapa Bintang tidak marah atau teriak? karena malu sama dua pasangan yang ada di belakang mereka yang memandang pandangan menelisik geli


~Perusahan Biantara~


"Siska sebaiknya kamu pulang saja sebentar lagi aku ada meeting sama klien"Ucap Andra mengusir Siska secara halus


"Baiklah aku akan pergi tapi besok aku kesini lagi untuk menemuimu sayang"Ucap Siska beranjak pergi


Bintang sedari tadi hanya diam mematung di tempat duduk tanpa melakukan apa-apa ia hanya menyaksikan Andra yang serius bekerja dan Siska yang sibuk berselfi dengan handphonenya pikirnya sama saja ia tidak bekerja karena ia sangat tidak dibutuhkan


"Ekhem pak, apa bapak mau assisten bapak yang cantik,putih dan mulus ini hanya diam mematung memakan gaji buta? ini sama saja saya tidak usah bekerja"Ucap Bintang dengan PDnya, Kemudian Andra mendekati Bintang dan duduk di sebelahnya


"Kalau gitu pijatkan kaki saya"Ucapnya mengangkat kakinya ke atas meja


"Lagi-lagi bapak memerintahkan tugas yang seharusnya tidak saya kerjakan,kalau bapak mau saya pesan tukang pijat plus luluran mau pak? biar kulitnya mulus kaya punya saya pak"Ucap Bintang tanpa rasa malu


"Astaga ni cewek narsis banget"Batin Andra, Bintang hanya menahan senyumnya


"Jangan banyak protes kerjakan saja yang saya kerjakan!"Tegas Andra, Bintang mulai memijat kaki Andra dengan ekspresi sangat geram ingin sekali ia cakar-cakar muka yang akan menjadi suaminya itu


"Ooaawaallaah soswet benget sih"Ucap Dika tiba-tiba datang "Oiya Ndra tadi manager Restoran Biantara telfon gue katanya ada yang mau dia omongin sama lo"Lanjutnya


"Ya sudah kalau gitu setelah meeting sama klien baru bertemu dengannya di restoran"Ucap Andra menurunkan kakinya hingga Bintang terperanjat


L


I


k


E


Maaf kalau kata-katanya kurang nyambung karena Author masih belajar


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2