Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 81: Bete


__ADS_3

Matahari berganti dengan cahaya rembulan yang terang benderang. Dikamar yang penuh warna kuning dan biru itu ada seorang gadis yang sedang dilanda kegelisahan dan kebingungan.


"Sebenarnya Ravin itu siapa sih? kenapa dia bisa tau alamat rumah ku? hmm sebaiknya aku selidiki dulu"Gumam Dya yang sedang bersandar di kepala ranjang,ia membuka ponselnya lalu menekan alpikasi Instag*am kemudian mengetik nama Ravindra di kolom pencarian.


"Ini bukan sih? tapi kok profilnya hitam? dan postingannya gambar pemandangan semua? tapi namanya Instag*amnya Raviin_mttrt ?. gak jelas!"Melempar ponselnya ke sembarang arah,Dya berfikir keras untuk mencari tahu siapa Ravin sebenarnya "Apa tanya Ayah aja ya? siapa tau, Ayah tau?"Gumamnya bertanya pada diri sendiri.


Dya menurunkan kaki jenjangnya dari ranjang kemudian melangkah pergi menuju ke bawah menemui sang Ayah yang sedang di ruang kerjanya.Dengan berjalan gontai Dya langsung berlendeh di leher Ayahnya sesekali memijit bahu pria berkacamata itu.


"Mau apalagi?"Tanya Andra yang sudah tahu putrinya kalau begini pasti minta sesuatu.


Dya tersenyum kemudian mengambil kursi plastik dan duduk di sebelah Andra yang sedang fokus membaca berkas "Mau informasi"Jawab Dya menatap wajah serius sang Ayah.


"Namanya Ravindra Marshel,dia dari keluarga yang baik-baik kakak tidak perlu khawatir. Ayahnya seorang fotografer profesional yang mempunyai cabang dimana-mana, Marshel Motret nama cabang tersebut,Ravindra juga mengikuti jejak Ayahnya yang menjadi fotografer. Sekarang dia usaha sendiri dengan mendirikan sebuah studio bernama Ravin Motret. Ibunya sudah pergi meninggalkan dirinya dengan ayahnya ke Belanda"Jelas Andra panjang lebar.Sepertinya Pria yang sudah bisa di sebut paruh baya itu sudah tau kalau sang putri menginginkan informasi tersebut,inilah yang disukai oleh Dya.Ayahnya itu selalu peka tanpa di jelaskan panjang lebar.


Dya tampak mungut-mungut mengerti dengan perkataan Andra,pantas saja postingan Instagr*mnya gambar pemandangan semua pikirnya "Hmmm kalau tentang Zidan Yah?"Tanya Dya semakin mendekatkan wajahnya ke sang Ayah yang dari tadi hanya mencuekan dirinya.


Pletak!


Secara spontan Andra meletakkan pulpen yang dipegangnya ke meja dengan sedikit keras "Kenapa kakak bertanya tentang dirinya?"Tanya Andra menatap sang putri penuh selidik.


Glek!


"A.... itu Yahhh Dya pengen tau aja"Jawab Dya tergagap yang kemudian berdiri dan melangkah.


Deg!


Oh Ya Tuhan.... bolehkah aku minta padamu memutar waktu 10 menit yang lalu? ingin rasanya menghilang dari sana.Langkah Dya berhenti ketika melihat tubuh tegap Zidan yang berada di samping pintu.Oh tidak! pipinya sudah memerah, ternyata Zidan sudah dari tadi disana,tapi kenapa aku tidak melihatnya?


"Kakak mau nanya tentang Zidan'kan? tanya aja ke orangnya langsung,itu dia"Ucap Andra menunjuk Zidan dengan pulpennya.


Oh... good! Ayah ini tidak bisa di ajak kompromi


Akhirnya Dya hanya bisa terkekeh menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian berlari kecil menuju keluar dan...


Brukkk!


Sialnya ia malah menabrak pintu yang membuat dirinya refleks memegang dahinya yang sedikit memar akibat menabrak pintu,jangan ditanya kondisi mukanya yang sudah seperti kepiting rebus.


"Skkttt....aww"Desis Dya meringis kesakitan.


"Nona! Nona tidak apa-apa?"Tanya Zidan panik membantu Dya berdiri.


"It is okay"Ucapnya mengangkat tangan.


Andra terkekeh geli melihat tingkah putrinya yang salah tingkah sampai menabrak pintu yang jelas-jelas besar dan sangat kelihatan.

__ADS_1


"Ayah!"Pekik Dya yang melihat sang Ayah tertawa kecil "Dya gak mau tau, besok-besok Pintu Ayah ini harus di ganti! masa pintunya warna bening transparan Yah? dah gitu kinclong lagi"Gerutu Dya.


"Kau dengar Zidan? putri kesayanganku ini minta pintunya diganti"Ucap Andra pada Zidan yang menatap tajam Dya.


Oh good! aku sampai lupa janjiku pada Zidan agrhh


Dya menghela napas "Gak jadi Yah"Ucap Dya berlalu pergi.


...💃💃💃...


Keesokan harinya....


"Pagi bebebnya Ravin"Seru Ravin yang sudah ada di atas motor keren miliknya "Loh... pagi-pagi kok mukanya udah asem gitu? kenapa?"Tanya Ravin melihat gaya Dya yang tampak tak bersemangat.


Dya tidak menggubris perkataan Ravin,buatnya Ravin hanya sekedar bercanda mungkin ia harus terbiasa dengan Ravin yang memanggilnya dengan bermacam ragam,Dya langsung memasang helm warna birunya kemudian naik ke motor Ravin begitu saja.


Ravin tersenyum menghidupkan mesin motornya yang siap meluncur membelah jalan ibu kota dengan hati bahagia dan riang hingga sampai ke tempat tujuan.


"Dah nyampe"Ucap Ravin melepas helmnya,merasa tidak ada jawaban hingga pergerakan dari gadis yang ada di belakangnya ia turun "Beb? hellowwww"Ravin melambaikan tangannya depan muka Dya yang kelihatan melamun "Anin....? Anindya!"Pekik Ravin kesal, sebenarnya apa sih yang di pikiran Bebeb Aninnya itu?


Sontak hal itu membuat Dya terperanjat kaget "I-iya?"Melepas helmnya "Udah nyampe?"Tanyanya.


"Lu mikirin apa sih? sampai segitunya,mikirin hutang gak mungkin,mikirin beban hidup juga gak mungkin, atau.... mikirin gue ya?"Goda Ravin menyenggol bahu Dya.


"Iyaaa lagi mikirin gimana caranya nyingkirin lo dari hidup gue!"Sembur Dya melangkah pergi meninggalkan Zidan yang mengejarnya.


"Eh ada teteh Echi, kalian udah lama nunggu?"Balas Ravin dengan segaris senyum.


"Lumayan"Jawab Echi.


"Lu kenapa Ya? mukanya di tekuk gitu?"Tanya Lara pada Dya "Lu apain sahabat gue?"Tanyanya pada Ravin.


"Mana gue tau,dari tadi memang gitu"Jawab Ravin mengangkat Sambil kedua bahunya.


"Lagi Bete"Jawab Dya singkat.


Lara, Echi dan Ravin melongo dengan jawaban Dya yang sangat lemah seperti tidak makan tiga bulan.


"Bete kenapa Beb?"Tanya Ravin.


"Beb!"Pekik Lara dan Echi serempak.


"Belum jadian,lagi pedekate aja"Ucap Ravin yang sudah tau keterkejutan dua gadis itu.


"Lo suka sama Dya?"Tanya Echi.

__ADS_1


"Hmmm"Jawab Ravin.


Lara dan Echi mengangguk mengerti "Oya kalian liat duo prajurit gue gak?"Tanya Ravin.


"Hadir!"Seru Cio tiba-tiba datang bersama Sandy.


"Panjang umur!"Seru Ravin menepuk bahu Cio.


"Pendek napas"Tambah Cio diiringi tawanya.


"Aamiin"Sambung Sandy dengan ekspresi datarnya.


Cio memukul kecil lengan Sandy, temannya itu seenaknya aja mengaminkan "Lo ngapain bilang Aamiin O'on!"Gerutu Cio "Kan yang datang kita berdua,lo doain diri lo sendiri pendek napas?"


"Astaghfirullah"Ucap Sandy baru sadar, sementara yang lain hanya menggelengkan kepalanya.


Cio melirik Arlojinya "Bentar lagi dosen datang, yuk masuk"Merangkul bahu Ravin begitu saja.


"Bentar"Ravin berjalan kearah Dya yang masih termenung melipat kedua tangannya depan dada "Gue ke kelas dulu ya,jangan sering melamun, baliknya tunggu gue diparkiran"Ucap Ravin menatap wajah Dya yang sendu "Coba senyum dulu"Pinta Ravin.


Dya hanya tersenyum paksa dan singkat "Yang ikhlas"Ucap Ravin,Dya menghela napas entah kenapa dia tidak bisa membatah omongan pemuda itu.


Dya tersenyum selebar mungkin, secantik mungkin dan semanis mungkin yang membuat Ravin tersenyum tipis tapi dalam hatinya bersorak-sorak bahkan berjingkrak-jingrak.


"Gitu dong kan cantik"Ucapnya mengacak-acak rambut Dya yang memutar bola matanya malas.Kemudian Ravin berlalu pergi dengan kedua sahabatnya.


"Omaygat...! Dya! tadi itu kaya adegan film korea sumpah!"Seru Lara merasa dirinya baper melihat adegan tadi.


"Gimana ya rasanya kepala kita di elus-elus seseorang? kalau gue jadi elu Ya,udah gue peluk tuh Ravin bawa kerumah buat jadi pajangan"Ucap Echi yang belum pernah merasakan indahnya dunia percintaan.


"Biasa aja"Ucap Dya yang belum merasakan apa-apa ketika di dekat Ravin.


.


.


.


.


.


Catatan penulis!


Gue mau cerita gengs hiks...

__ADS_1


Gue lagi insekyur sama cerita sebelah yang endingnya uuwuuw banget,nyambung, tulisannya rapi dan masuk akal.Gak kaya cerita gue ini yang gak ada menarik-menariknya gak masuk akal lagi hiks 🤧 judulnya aja "istriku seorang peri" tapi gue bangga sih karena view-nya 12rb hiks walaupun menurut kalian sedikit hiks... dan likenya 2rb lebih hiks.... terhura banget gue sama klean yang masih bertahan sama cerita recehku ini Terimakasih atas dukungannya:) love you so much ❤️


...LIKE KOMEN DUKUNGANNYA...


__ADS_2