
Masih di Caffe tempat Dika dan Cullen berada, sekarang mereka sudah berhenti mengintai wanita lewat cermin karena tidak ada satupun wanita yang membuat Dika tertarik bahkan Cullen sampai lelah di buatnya yang ini terlalu kurus lah,yang itu terlalu seksi lah,yang satunya lagi kulitnya hitam itu semua alasan yang keluar dari mulut Dika
"Nah itu tuh cantik,putih,pakaian tertutup dan mestinya kurus gue mau kenalan sama cewek itu aja gimana caranya?"Tanya Dika menunjuk wanita yang sedang duduk sendirian sambil memainkan ponselnya
"Hmm bagus juga selera lo tapi sayang dia udah punya pacar Ta yang lain ajalah"Cullen menepuk bahu Dika
"Sok tau lo buktinya dia sendiri"
"Nah itu pacarnya"Cullen menunjuk pria yang baru datang kemudian pria itu duduk di samping wanita yang Dika maksud
"Lah... iya-ya kok lo tau?"
"Ya taulah dari tadi aku perhatiin dia tuh main hp terus dan setelah itu dia menengok jam tangannya lalu menoleh ke kiri dan ke kanan seperti menunggu seseorang dan feeling aku ternyata benar yang dia tunggu itu pacarnya"Jelas Cullen sambil mengaduk aduk jus alpukatnya kemudian meminumnya
"Jeli banget mata lo Yo dari sekian banyak orang disini lo hanya memperhatikan cewek itu atau gimana sih? perasaan gue liat mata lo liar deh"
"Sembarangan kalau ngomong lo pikir mata gue hewan"Gerutu Cullen tidak terima matanya dikatai liar "Gue liat-liat sekilas aja tadi"Ucapnya
"Nah itu cocok buat lo Yo"Dika menunjuk wanita yang memakai jilbab pashmina dengan kacamata bulatnya putih,cantik,manis juga kebetulan sedang tertawa dengan lawan bicaranya
"Gak usahlah di terlalu sempurna buat gue"Ucap Cullen merendah
"Oh iya lo kan buaya jadi gak cocok sama yang jalurnya berlawanan"Celetuk Dika yang mendapat tatapan tajam dari Cullen "Buaya wujud manusia maksudnya"Dika kembali menghirup kopi panas rasa Copucinonya
"Itu Ta yang kita incar pas banget selera lo Ta"Seru Cullen menunjuk wanita yang duduk di sofa juga memesan meja yang tertutup seperti mereka,wanita itu cantik dengan rambut yang lurus sebahu dan juga memakai baju lengan panjang dan rok panjang berwana warni
__ADS_1
"Lumayan,terus gimana kenalannya? masa aku tiba-tiba masuk bilang 'Mbak boleh kenalan gak?' dikira gue jelangkung datang tak diantar pulang tak di undang"
"Kebalik woi datang tak diundang pulang tak diantar"Ralat Cullen "Lo kesana pura-pura cari sesuatu di sofa"Cullen mulai mengajari sahabatnya dalam memperkenalkan diri memang Cullen sangat ahli dalam hal ini apalagi dalam berkata-kata manis di hadapan semua perempuan yang pernah berhubungan dengannya,seringkali ia menggombal dengan kata-kata yang sudah ia pakai untuk merayu mantannya tidak heran ia di juluki sebagai Playboy atau bisa di sebut Buaya Sulamatan (Buaya Sultan Tampannya kelewatan)
"Seolah-olah lo cari dompet lo yang hilang disana,nanti pas ceweknya bilang 'Cari apa mas?' nah lo jawab 'Cari pacar kaya kamu' dan kalau dia bilang 'Ah mas bisa aja' lo duduk deh di sofa dekat dia terus lo bilang 'Boleh kenalan gak?' kalau di jawab 'boleh' lo kenalan deh sama dia terus jangan lupa minta nomor teleponnya"Jelas Cullen panjang lebar
"Buset dah ribet amat urusannya"
"Ya udah lo kesana gih jangan lupa pake senyuman maut lo semoga berhasil"
Dika mendengus "Dipikir gue dia apa pake senyuman maut segala mentang-mentang dia lebih tampan dari pada gue,ya kalau gue sih gantengnya di bawah standar eh maksudnya dia atas rata-rata masa ia di bawah standar?"Gerutu Dika dalam hati kemudian bangkit dari duduknya menuju meja di sebelahnya "Lo harus bisa Dika jangan mau kalah sama buaya itu"Ucapnya menyemangati diri sendiri
Kemudian Dika melakukan aksinya sesuai perintah Cullen dengan seolah-olah mencari sesuatu di dekat wanita itu,wanita itu awalnya cuek saja dengan keberadaan Dika,mungkin ada yang tertinggal pikirnya, sekitaran 5 menit Dika di sana akhirnya rasa penasaran wanita itu muncul juga "Cari apa ya mas?"Tanya wanita itu
Wanita itu tersenyum "Yakin mas mau jadi pacar saya?" Jawaban tidak terduga dari mulut wanita itu
Dika tersenyum canggung kemudian mengangguk "Iya kalau bisa kita---"Ucapnya terpotong oleh kedatangan seorang anak kecil
"Mamiiiiii"Panggil anak itu memeluk wanita yang ia gombal
Dika mematung tidak percaya "Dia siapa Mi?"Tanya Pria yang baru datang bertanya pada wanita itu
"Ini Pi mas ini katanya mau jadi pacar mami"Jawab wanita itu mengadu pada suaminya
Dengan susah payah Dika menelan ludahnya yang terasa sangat amat sulit di telan kalau bisa ingin sekali rasanya ia di kubur hidup-hidup dari pada mati memalukan seperti ini "Berani sekali kau merayu Istriku"Ucap Pria itu yang langsung melayangkan bogem mentah di pipi Dika sehingga mengeluarkan darah segar di sudut bibirnya, kemudian ketiga keluarga itu keluar dari Caffe tersebut
__ADS_1
"Dasar Suneo kurang ajar!,buaya kampret!"Umpatnya dengan muka memerah
...🔥🔥🔥...
"Loh Ta? lo kenapa?"Tanya Cullen yang mendapati Dika yang duduk di depannya dengan muka kusut dan sudut bibir terluka "Gimana berhasilkan?"
Dika membuang napas kasar"Iya berhasil, berhasil di pukul suaminya"Cullen tertawa keras sampai-sampai matanya berair "Seneng kan lo liat gue menderita kaya gini?"
"Senang di atas penderitaan sahabat sendiri gapapa lah asalkan jangan atas penderitaan orang lain aja kasian soalnya aku yang senang dia yang menderita hahaha"Ucap Cullen kembali tertawa
~Info~
Reader : "Kok Dika manggil Cullen 'Yo'?"
Author : "Dika itu sebenarnya manggil nama Suneo yang di ambil ujungnya,yang gak mungkin juga kan di panggil 'Sun' atau 'Neo' dengernya aneh aja gitu jadi aku ralat aja jadi 'Suneyo' jadi ngambil nama ujungnya 'Yo'
Reader : "Oh... Gitu ya Thor?
Author : "Ya iya gitu, Gimana? gimana? lucu nggak? di bab ini ? gak lucu yah? sorry! garing yah? padahal aku yang buat ngakak sendiri lho besok baru tentang Andra dan Bintang ya!"
Reader : "Lucu kok Thor"
Author : "Sip! 🤗"
...LIKE KOMEN VOTE! 5 POINT SANGAT BERHARGA BUAT AKU DAN SATU LIKE KAN MENAMBAH SEMANGAT AKU JADI TEKAN TOMBOL LIKE DAN KOMEN BIAR AKU TAU TANGGAPAN TENTANG KALIAN...
__ADS_1