
11.46
~Cafeira~
"Vin... gak lo samperin? dia nungguin loh"Ucap Cio yang melihat Dya dan kedua sahabatnya yang sedang duduk tidak jauh dari mereka.
"Biarin, sekali-sekali jual mahal"Ucap Ravin sembari tersenyum sinis. Capek juga ternyata ngejar-ngejar cinta tapi belum pasti pikirnya.
"Cih... sejak kapan lo mikirin harga diri?"
"Diem lu!"
"Oiya lo kan gak punya harga diri hahaha"
"Vin... bukannya dia cowok kemarin yang kita ajak taruhan ya?"Tunjuk Sandy pada pemuda yang seumuran dengan mereka.
"Lah... iya"Kejut Cio "Tapi kok dia deketin Ayang beb lo Vin? jangan-jangan---"
Braaakk !!
Tiba-tiba Ravin menggebrak meja "Jangan-jangan apa?!"Bentak Ravin.
Mata Cio jadi melotot "Jangan-jangan itu...."Cio menguncupkan telapak tangannya kemudian ia satukan.
"Tenang Vin..."Ucap Sandy menarik tangan Ravin menyuruh pemuda itu duduk dengan tenang.
"Mending samperin"Usul Cio "Apa gue bilang tadi, ngejar cinta itu gak perlu mikirin harga diri.Kan gini jadinya lu kalah cepat"Ejek Cio menepuk pundak Ravin yang sedang menahan amarahnya melihat Dya tertawa bersama pemuda yang beberapa hari yang lalu taruhan bermain basket dengan timnya.
Tanpa Ba Bi Bu Ravin beranjak dari duduknya menuju meja Dya, ia berusaha bersikap tenang
"Hai sayang..."Seru Ravin langsung merangkul bahu Dya dan duduk di sampingnya.
Sementara Echi dan Lara menginyit geli, mereka sudah biasa melihat Ravin yang begitu terobsesi dengan sahabatnya.Hingga tak heran bila Ravin bersifat seolah pacarannya Dya.
"Apaan sih"Dya menepis tangan Ravin dan menggeser posisinya.
"Lo Ravindra kan?"Tanya Pemuda itu.
"Ah,iya kenal juga lo. Lo Varo kan?"Jawab Ravin yang di jawab anggukan oleh pemuda berbola mata legam itu.
"Lo kenal sama Varo?"Tanya Dya pada Ravin.
Ravin menaikan alisnya sebelah, memandang remeh Pemuda bernama Varo itu "Kenal,yang kemarin kalah taruhan itu"Ucap Ravin santai sembari tersenyum miring.
Varo terkekeh,nampak jelas dari wajah Ravin seolah ingin mengajaknya ribut "Lo pacaran sama dia Ya?"Tanya Varo menunjuk Ravin.
"Eng---"
"Ya jelaslah kita pacaran,kan sayang"Potong Ravin semakin menggeser posisinya ke arah Dya yang lagi-lagi menggeser posisinya juga hingga di ujung kursi Ravin Mendekapnya.
Varo tertawa melihat hal itu,ia beranjak dari kursinya kemudian membelah posisi Ravin yang menempel pada Dya. Varo menyingkirkan Ravin hingga ia berada di tengah-tengah Dya dan Ravin.
"Mana ada orang pacaran kaya gitu,pacaran tuh kaya gini"
Cup...
__ADS_1
Varo mengecup singkat pipi Dya yang refleks berdiri.Sementara yang lain terkejut membelalakkan matanya, terlebih lagi Ravin yang sudah naik darah.
"Varo !"Pekik Dya.
"Ups... sorry beb"Ucap Varo tanpa rasa bersalah,ia sengaja membuat Ravin terbakar api cemburu.Ahh rasanya senang sekali bisa membalas dugong itu,eh tapi dua dugong lagi kemana? pikir Varo.
Ravin berdiri menatap tajam Varo "Siapa dia Anin?"Tanya Ravin serius pada Dya.
"Gue pacarannya! mau apa lo?"Tantang Varo.
Bugh ! Bugh !
Ravin melayangkan tinjunya ke arah wajah tampan Varo.Tidak di pungkiri lagi wajah Varo memang tampan,bahkan lebih tampan di banding Ravin, Alisnya tebal,bibir tipis dan seksi,hidung mancung dan memiliki aura positif. Siapa pun yang dekat dengannya baik perempuan maupun laki-laki akan merasa nyaman.
Tidak tinggal diam Varo membalas Ravin dengan tinjauannya, sementara Dya berusaha melerai keduanya untuk segera berhenti.
"What ! ada apa ini ! Varo !!"Pekik seorang gadis yang wajahnya sama seperti Varo.
"Kenapa kalian membuat keributan di Cafe gue !!"Pekiknya lagi yang membuat Ravin dan Varo berhenti bergulat.
"Kak, kenapa Varo sampai berkelahi dengan cowok ini"Tanyanya lagi sambil menunjuk Ravin.
Dya membawa Ravin duduk kembali, begitu juga dengan gadis yang bernama Vira itu juga menenangkan kembarannya "Varo-nya tuh nyari gara-gara"Gerutu Dya. "Lo juga, ngapain sih pake acara memukul-mukul segala? Varo itu sepupu gue !"
"Apa ?"Pekik Ravin menatap murka pada Varo yang tersenyum sambil menyesap kopinya.
"Dan Lo juga Varo ! ngapain lo ngaku-ngaku jadi pacar gue ? dan pake acara cium-cium gue segala lagi"Ucap Dya yang membuat Ravin mungut-mungut mendukung.
"Apa ?"Kali ini Vira yang memekik kaget,ia memukul lengan saudara kembarnya "Varo !! gue bilangin ke papi Lo ya !"
Ya, Varo dan Vira ini anak dari Cullen dan Elsa. Mereka memiliki anak kembar yang umurnya hanya berbeda 1 tahun dari Dya. Dan sepertinya buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya, buktinya Varo memiliki sifat tak jauh berbeda dari sang Papi.
"Jadi Varo ini sepupu lo?"Tanya Ravin.
"Iya,dan ini Vira kembarnya"Jawab Dya sekalian memperkenalkan Vira.
"Dunia memang sempit"Cicit Ravin, mengambil tissue kemudian mengelap pipi Dya yang telah di nodai oleh sepupunya sendiri.
Ah... jantung Dya deg-degan lagi melihat mata Ravin yang begitu dekat dengannya "Gue aja"Ucap Dya yang ingin mengambil alih tissue dari tangan Ravin.
"Diem !"Tekan Ravin melototi Dya yang membuatnya tidak bisa apa-apa. Setelah mengusap pipi Dya dengan tissue Ravin meniupnya.
Huusss !
Tidak dapat di gambarkan lagi wajah Dya saat ini sudah seperti lele rebus,merah,panas dan aneh.
Varo yang melihat itupun memutar bola matanya malas "Ck... bibir gue gak ada t*i ayamnya kali"Merasa kesal sendiri.
"Takut aja, ada t*i gigi nempel"
Varo melempar gulungan tissuenya ke arah Ravin yang siap menghindar "Lo kira gigi gue apaan?"
"Gigi kuda"Jawab Ravin.
"Sembarangan! gue gosok gigi gak kaya lo ya, yang cuma 2 kali sehari.Gue gosok gigi 7 kali sehari di tambah pake Listerine jadi makin kinclong"Ucap Varo.
__ADS_1
"Sejak kapan lu gosok gigi 7 kali sehari? perasaan lo paling malas sikat gigi"Celetuk Vira yang membuat tawa Ravin pecah.
Aish... adiknya itu tidak bisa diajak kerjasama. Jangan terlalu jujur napa pikirnya "Lu aja gak tau"Cibirnya.
Ravin menepuk tangannya ke udara. Dan seketika kedua prajuritnya datang dan ikut bergabung bersama.
Ini dia dugongnya Batin Varo. Ia juga tidak mau kalah,Varo menyatukan Jempolnya dengan jari tengah kemudian menjentikkan jarinya hingga menimbulkan bunyi. Dugaan kalian benar, teman-teman Varo yang super duper ganteng itu datang.
"Duduk"Perintah Varo yang langsung dituruti oleh 2 temannya.
"Hai ubur-ubur"Sapa Cio yang mendapat sikutan dari Ravin.
"Jangan sok akrab"Ketus Varo.
"Siapa yang sok akrab,orang cuma nyapa wleek"Ejek Cio menjulurkan lidahnya.
Varo tidak menggubris perkataan Cio,ia malah menatap tajam Ravin yang juga menatap tajam dirinya. Keduanya seperti mengadu kekuatan lewat mata yang seakan ingin menelan manusia hidup.
"Ck.... jangan pandang-pandang entar jatuh cinta"Celetuk Vira menutup mata Varo dengan tangannya.
"Bener !! BTW kenalan dong, nama lo siapa? gue Cio"Seru Cio Mengulurkan tangannya yang langsung di sambut hangat oleh Vira.
"Gue Vira,adiknya Varo"Ucap Vira sembari tersenyum.
"Oh,adiknya ubur-ubur"
"Kalian kenapa sih? kok kaya liat musuh gitu?"Tanya Vira yang melihat tatapan kakaknya pada Ravin.
"Memang musuh"Jawab Ravin dan Varo bersamaan.
"Ck... dari pada bermusuhan mending damai aja"Sambung Dya.
"Betul banget! karena menurut Kamus Besar Bahasa Yunani bermusuhan itu tidak baik"Kelakar Cio.Pemuda itu memang juara ketika mencairkan suasana.
"Nggak akan"Jawan Ravin dan Varo bersamaan lagi.
"Kalau kalian gak mau damai,gue gak mau temenan sama lo lagi. Dan gue gak mau jadi sepupu lo lagi"Tunjuk Dya pada Ravin dan Varo.
"Oke,oke gue mau damai. Cuma Demi Dya"Ucap Varo mengacungkan genggaman tangannya pada Ravin yang ragu-ragu menyambutnya. Jujur Varo pernah memiliki perasaan pada sepupunya sendiri yaitu Dya. Namun, mengingat Dya itu sepupunya ia berusaha menyingkirkan perasaan itu yang kini tinggal secuil upil.
"Cuma Demi Anin"Ucap Ravin.
.
.
.
.
.
TOLONG DIBACA!
Mau cerita, Sekarang banyak sekali novel-novel yang menceritakan hal-hal yang berada di luar negeri. Seperti Inggris, Jepang,AS dan Korea.kaya film action gitu, menceritakan tentang misteri,keunikan dan strategi yang bagus. alur ceritanya keren.Jujur aku mau buat juga🥺 sekali-kali pake kata baku.Tapi pembaca aku sedikit 🥺 masa harus promosi lagi?. bayangin aja promosi ke kolom komentar share ke 100 org yang mampir cuma 1 2 3 org🥺 makanya aku milih buat lanjutin cerita ISP karena masih ada yang favoritin. Rencananya mau bikin judul "Doom palace" \= Istana Malapetaka latarnya Paris-Korea.
__ADS_1
...LIKE KOMEN DUKUNGANNYA...