Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 92 :Hadiah ultah


__ADS_3

Akhir pekan adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang. Dimana di hari itu orang-orang akan bersantai-santai dan menghabiskan waktunya bersama keluarga.Atau ada juga yang masih sibuk dengan pekerjaannya yang tak habis-habis.


"Udah siap?"Tanya Ravin melihat Dya yang keluar dari kamar.


Ya, Pemuda itu menginap dirumah Andra. Dya yang meminta pacarnya untuk menginap, awalnya Ravin menolak karena harus tidur dengan tukang somay yang menurutnya sangat tidak menyenangkan. Jangan ditanya Ravin dan Zidan tidur, sudah seperti macan dan harimau, yang macan tidak mau berbagi selimut sementara harimau tidak mau berbagi kekuasaan.


Dya yang merasa ditanya mengerutkan dahinya "Udah siap kemana?"Tanyanya balik, Pemuda itu tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang jelas-jelas ia tidak tau arahnya kemana.


"Kencan"Bisik Ravin.


Dya langsung membelalakkan matanya "Kenapa gak bilang dari tadi !"Kesal Dya memukul lengan Ravin yang hanya terkekeh.


"Kan aku udah kirim pesan ke kamu"


"Pesan? ohh astaga! Hp aku kan layarnya pecah jadi warna biru-biru gitu. Jadi aku lupa pindahin kartu SIM-nya"


"Kok bisa sampai pecah?"


"Itu gara-gara kamu !"


"Kok gara-gara aku?"


"Iya, gara-gara kamu mutusin telfon sepihak. Jadi aku banting deh HPnya. Untung punya Hp cadangan"Ucap Dya dengan santainya.


"Ya ampun.... pagi-pagi begini kenapa ribut-ribut sih? kalian berdua !"Si Ratu heboh merasa terganggu dengan suara Dya yang melengking "Kamu ngapain belum mandi? ini apaan coba? masih pake Pyama dan rambut kucel gini?"Laura memutarkan badan Dya yang bingung "Dan...."Mendekatkan wajahnya dan menajamkan indra penciumannya.


"Astaga ! bau Jugong !"Pekik Laura mendorong Dya masuk dalam kamar.


Dya yang tak terima dikatai bau Jugong refleks mencium bajunya. Dan ternyata benar, ia jadi mendelik "Baunya kecut dan asem tapi kenapa dia bilang bau Jugong?. Ahhh dasar aneh !"Gerutunya kesal. ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, ia juga tidak tahu kenapa dia disuruh siap-siap.


Selang beberapa menit Dya sudah siap dengan polesan make up tipis dan natural dengan baju santainya seperti biasa. Ia menyemprotkan parfum mahal miliknya dan kemudian merapikan sedikit bajunya yang berantakan. Dya membuka pintu dan....


"HAPPY BIRTHDAY !!!"Seru Ravin,Angga,Allan dan siapa lagi kalau bukan teriaknya paling kencang.


Terkejut, itu yang dirasakan oleh Dya melihat bibi,paman beserta pacarnya memakai topi kerucut dan sebuah kue besar berwarna kuning campur biru di tangan Ravin. Dan tidak lupa di tengah-tengah kue tersebut ada gambar Spongebob. Siapa lagi kalau bukan ide bibinya bahkan ia tidak ingat ulang tahunnya sendiri.


"Request dulu"Ucap Ravin ketika Dya hendak meniup lilinnya.


Dya tersenyum kemudian memejamkan matanya dan berdoa "Semoga Allah selalu menyertakan kebahagiaan pada keluarga hamba" Setelah berucap demikian di dalam hati Dya meniup lilinnya.


"Yeay !"Sorak semuanya diiringi tepuk tangan.

__ADS_1


"Happy growing my love (Selamat bertambah usia Cintaku)"Ucap Ravin dengan manisnya.


Dya tersenyum menampakkan gigi putihnya serta lesung pipi yang tak pernah hilang di pipinya "Hug?" Merentangkan kedua tangannya yang langsung disambut hangat oleh Ravin.


"Iiihh kalian ini depan orang tua gak boleh peluk-pelukkan"Cegah Laura memisahkan Dya dan Ravin yang memandang Laura tak suka. Namun wanita itu tidak memperdulikan tatapan keponakannya.


...🤸🤸🤸...


Makan-makan sambil bercengkrama bersama sangatlah menyenangkan terlebih lagi Angga dan Ravin membuat suasana riuh dengan gelak ketawa Dya,Laura dan Allan.


Di hari sebelumnya Laura sudah merencanakan untuk membuat kejutan pada keponakannya. Dan makanan yang tersedia ini adalah masakan yang ia pesan dari tetangga sebelah yang memang membuka Catering makanan untuk acara pernikahan atau hajatan.


"Oya Zidan mana?"Tanya Dya melihat sekeliling rumah besar tersebut.Tentu hal itu membuat raut wajah Ravin berubah seketika.


"Tadi aku liat dia di kolam renang"Jawab Angga.


Mata Dya tertuju pada kolam renang dan ternyata benar, Zidan baru saja keluar dari sana "Zidan !"Panggilnya yang membuat Zidan menoleh "Sini" Sambungnya.


Tanpa bertanya Zidan berjalan menuju meja makan "Ada apa?"Tanyanya.


"Makan dulu, pasti lo belum makan kan?"Tanya Dya. Bukan tanpa alasan Dya mengajak Zidan makan bersama, tapi ia merasa tidak enak saja. Dia dan keluarganya enak-enakan makan sementara Zidan menyendiri dan merasa terasingi, pikir Dya. Kalau masalah ART, hari Minggu mereka libur sehingga hanya Zidan yang orang lain di rumah Andra.


"Saya makannya nanti saja Nona"Ucapnya merasa tidak enak.


Laura jadi tertawa mendengarnya "Dya... Dya... mana ada orang ulang tahun minta hadiah. Yang ada orang yang ngasih lo hadiah bukan malah lo yang minta"Cerocos Laura.


"Terserah gue lah"Sewot Dya kembali menatap Zidan menunggu jawaban dari Pria itu.


Zidan merogoh saku hoodie-nya dan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah jambu, sebenarnya ia sudah tau dari kemarin bahwa Nona mudanya besok ulang tahun dari Laura yang memintanya membelikan lilin angka.


"Sebenarnya saya mau berikan ini malam, tapi Nona meminta sekarang. Yasudah saya berikan"Ucap Zidan meletakkan kotak tersebut di meja yang langsung di ambil oleh Dya.


"Jangan bukan sekarang"Cegah Zidan.


"Kenapa?"Tanya Dya, Zidan hanya melirik Laura,Angga dan Ravin. Dya yang mengerti Zidan tidak mau hadiahnya di lihat orang lain pun mengangguk mengerti.


"Kamu ?"Dya menatap pemuda sebleng di sebelahnya.


"Entar malam"Jawab Ravin terkesan ketus.


...***********...

__ADS_1


Malam harinya Ravin membawa wanitanya jauh dari keramaian kota, Dya hanya mengikuti saja kemana Ravin membawanya. Yang pasti ia merasa senang hari ini ulang tahunnya bersama dengan orang-orang terdekatnya meskipun tanpa Andra dan Bintang.


Tiba di tempat tujuan, Ravin menutup mata kekasihnya dengan kain.Awalnya Dya tidak mau dan setelah Ravin bujuk-bujuk dengan rayuannya barulah Dya mengiyakan.


Dya merasa angin kencang menerpa tubuhnya sehingga membuat dress berwarna abu-abu miliknya berkibar bak bendera. Begitu juga dengan rambutnya yang habis di sapu angin.


"Udah sampai ?"Tanya Dya tanpa melepas genggaman tangannya pada Ravin yang tersenyum melihat wajah Dya terpancar oleh cahaya bulan.


"Sudah" Jawab Ravin.


"Boleh buka?"


"Boleh"


Dengan segera Dya membuka ikatan kain yang menutup matanya, dan seketika mata Dya berbinar-binar melihat keindahan langit dari dekat dan rumah penduduk yang kelihatan kecil dimatanya serta lampu kelap-kelip yang bermacam ragam warna.


Ia berbalik badan segera memeluk kekasihnya. Namun, ia terpaku refleks menutup mulutnya dengan tangan. Sungguh ini diluar dugaannya. Kini pemuda bernama panjang Ravindra Marshel itu menyodorkan sebuah cincin dengan tempat bludru berwarna merah.


"Will you marry me?"Ucap Ravin dengan seutas senyum yang mengembang di bibirnya.


"Aku mengatakan ini karena cuaca cukup bagus.Aku mengatakannya karena aku menyukai senyummu yang manis itu.Aku mengatakannya karena kau adalah cinta pertamaku.Heii kamu, yang sedang menatap wajahku. Kheysha Anindya Putri maukah kamu menjadi mempelai dari pria bodoh dan sebleng bernama Ravindra Marshel ini?"


Tidak ada jawaban. Dya masih syok apa yang telah dilihatnya, apakah secepat ini? dan Kata-kata Ravin sangat menyentuh hati hingga tenggorokannya sampai tak mampu berbicara.


Ravin terkekeh, ia tau gadis di depannya itu terkejut.


"Kamu bisa menerimanya kan? Sekarang ini, aku benar-benar ingin memilikimu. Ayo menikah, terlalu melelahkan mengantarmu pulang dan pergi meninggalkanmu di saat hatiku masih ingin dekat denganmu"


.


.


.


.


.


.


Maaf, Kata-kata terbatas cobalah periksa kembali beberapa hari lagi 😜

__ADS_1


Next bab ada sebuah kejutan. Up tidak menentu. Author masih ujian🙏


...MINTA LIKE SAMA BUNGA AJA🥺...


__ADS_2