
Matahari mulai naik hingga berada di atas kepala, waktu sudah menunjukkan pukul 12.09 siang.Dengan kesal Dya menendang ban motor Ravin, sudah 10 menit sang pemilik motor itu tak kunjung datang juga.
"Beb... jangan di tendang,my gold silverku nanti lecet"Entah dari mana pemuda itu datang,ia tiba-tiba mengelus motor kesayangannya yang berwarna hitam berlapis emas dan silver itu.
"Bab beb bab beb! lo lama banget sih! panas tau gak!"Gerutu Dya kesal.
"Ya sorry,Lo kenapa sih Beb? dari pagi bawanya kesel,ketus mulu kenapa? coba cerita"Ucap Ravin memasang helmnya.
"Gak per---"Ucap Dya menggantung ketika Ravin memasangkan helm ke kepalanya,matanya dan Ravin bertemu saling pandang detik berikutnya mereka mengerjap.
"Kok kamu tambah cantik sih,keliatan dari dekat?"
"Mau jauh,mau dekat tetap cantik gue"Ucap Dya penuh percaya diri.
Ravin tersenyum menanggapi "Mau kemana?"Tanyanya yang sudah menaiki motor.
"Terserah"Jawab Dya.
Ravin tersenyum penuh arti "Okeh mari kita jalan-jalan"Seru Ravin menjalankan motornya dengan kecepatan normal.
"Kita mau kemana?"Tanya Dya setengah teriak sebab mereka sedang berada di jalan.
"Ikutin aja"Jawab Ravin.
"Awas kalau macam-macam"
"Gak bakalan.Pegangan yang erat"
Dya mengeratkan pegangannya pada jaket kulit milik Ravin "Udah..."
"Jangan gitu"Tiba-tiba Ravin menarik tangan Dya hingga tidak ada jarak diantara mereka.
Dya memblalakkan matanya terkejut kemudian menepuk paha Ravin "Modus lo ya!"Pekik Dya melepaskan tangannya dari rengkuhan Ravin,namun pemuda itu menahannya.
"Udah gini aja"Cegah Ravin.
Dengan menghela napas Akhirnya Dya mengeratkan pelukannya menikmati angin yang menerpa wajah cantiknya, sementara Ravin tersenyum kegirangan di dalam hatinya terdapat bunga-bunga cinta yang bertaburan.Nyaman
Di tempat yang sejuk dengan di tumbuhi pepohonan di sekelilingnya,air jernih mengalir dengan tenang dan bunyi percikan air yang mengalir deras dari ketinggian tebing membuat mata berbinar melihat keindahannya.
"Suka?"Tanya Ravin melihat Dya yang menatap kagum dengan keindahan sungai tersebut,Dya mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
Jepret...
Ravin tersenyum melihat hasil Gambarnya yang sangat cantik dan estetik "Cantik"Gumamnya yang membuat Dya menoleh.
"Lo fotoin gue?"Tanya Dya yang di jawab anggukan oleh Ravin "Lain kali kalau mau fotoin orang itu izin dulu,jangan asal jepret aja"Ucapnya melepaskan sepatu kemudian duduk di batu besar dan merendam kakinya di air sungai.
"Oke,jadi gue boleh nih fotoin lo?"Tanya Ravin melakukan hal yang sama seperti gadis itu.
"Boleh"Jawab Dya diiringi anggukan kepala.
Lagi-lagi Ravin tersenyum,ia berjalan di tengah-tengah sungai yang dangkal "Senyum ya 1 2 3"Ravin melihat hasil fotonya dan lagi-lagi ia tersenyum melihat gambar Dya yang tersenyum manis dan sangat menggemaskan "Sekali lagi ya 1 2 3"Kali ini Ravin mengulum senyum melihat wajah Dya yang ada di kamera dengan mulut monyong dan mata di julingkan. Ingin sekali Ravin menelan hidup-hidup gadis itu.
"Bagus gak?"Tanya Dya antusias.
Ravin memperlihatkan hasil potretannya "Bagus"Puji Ravin.
Dya terlihat puas dengan hasil fotonya "Sekarang gue yang fotoin lo"Ucapnya mengambil kamera dari tangan Ravin.
"No!"Cegah Ravin menutup kamera dengan tangannya.
"Kenapa?"Tanya Dya.
"Gue gak suka difoto"
"Oke,mana HP lo?"Pinta Ravin menadahkan tangannya.
"Buat apa?"
"Udah sini aja"
Tanpa bertanya lebih lanjut Dya langsung memberikan ponsel iPhonenya ke Ravin yang membuka kamera kemudian merangkul bahu gadis itu dan jepret...
hasil gambar pun jadi aneh ketika Dya memasang muka risih dengan kelakuan Ravin yang sok akrab "Senyum dong,yang bener"Ucapnya kembali merangkul bahu Dya yang refleks tersenyum menapakkan deretan giginya.
"Kamu kok cantik banget sih!"Kesal Ravin menyiram Dya dengan air.
"Ravindra!"Tak tinggal diam Dya pun membalas Ravin dengan siraman air juga,dan terjadilah main siram-siraman dan kejar-kejaran,keduanya larut dalam tawa dan canda yang dibuat oleh keduanya.
Tanpa Dya sadari hatinya saat ini sedang bahagia dengan keberadaan Ravin yang berada disisinya yang selalu membuatnya jengkel,marah,tertawa dan tersenyum,Hari itu mereka lalui dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.Dya seolah lupa apa yang membuatnya kesal sejak pagi tadi.
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu...
__ADS_1
Dengan wajah yang berseri-seri Dya masuk dalam rumahnya sambil bernyanyi ria,ia berjalan menuju dapur untuk menghilangkan rasa haus di tenggorokannya.
Usai meneguk habis air putih,Dya berbalik menuju kamarnya hingga di tengah-tengah tangga,Dya berpapasan dengan Zidan yang tersenyum tipis pada Nona mudanya.Namun raut wajah Dya yang tadinya berseri-seri berubah seketika menjadi datar tanpa ekspresi apapun, ingatannya kembali pada pagi hari saat Dya ingin turun kebawah,ia mendengar Zidan berbicara sesuatu dengan ponsel yang di tempelkan ke telinganya.
"Iya,aku tadi udah sholat kok,kamu juga jangan lupa sholat.Jaga kesehatan jangan sampai lelah"
"........"
"Iya sayang aku juga"
Percakapan singkat itulah yang dari tadi pagi mengganggu pikirannya. Ia tidak menyangka di balik sikap Zidan yang dingin dan selalu berbicara formal,Zidan juga bisa seromantis itu bahkan sangat perhatian.
Dya menahan sakit hatinya,kembali masuk ke dalam kamar menatap pantulan dirinya di cermin. "Apa aku salah jatuh cinta? kenapa aku selalu salah orang? aku ini kurang apa? aku cantik! aku mempunyai segalanya! tapi kenapa setiap orang yang aku cintai menghiyanatiku?"Ucap Dya bermonolog sendiri pada saat itu.
(Balik ke yang tadi)
Ting....
Pesan masuk membuyarkan lamunan Dya yang sedang tengkurap di ranjang sambil mengutak-atik laptopnya,ia meraih ponselnya ternyata notif dari Instagr*m.
Senyum Dya langsung mengembang tatkala melihat postingan Instagr*m Ravin yang bergambarkan dirinya yang sedang tersenyum hangat dan manis,tidak hanya itu backgroundnya yang bergambar pemandangan membuat fotonya menjadi estetik dan menarik.
Eh, tunggu-tunggu caption-nya bikin salfok (Salah fokus) 'Duduklah di sampingku, akan kuceritakan segalanya kecuali perpisahanđź–¤' Oh No! kata-kata itu berhasil membuat gadis itu guling-guling.
Eh,apa? guling-guling? "Apaan sih! gak mungkin,gak mungkin!"Ucapnya berusaha menyingkirkan pikiran tentangnya yang mulai suka pada Ravin "Kok aku jadi salting gini sih?"Menutup ponselnya kemudian memegang mukanya yang terasa merah dan sedikit panas hanya karena melihat caption tersebut.
.
.
.
.
.
.
Catatan penulis!
Mulai ketahap yang serius ya gengs:) maaf jika penulisannya kurang nyambung atau tidak jelas. Author masih sekolah jadi harap maklum jika masih banyak kekurangan 🙂
__ADS_1
...LIKE KOMEN DUKUNGANNYA...