
Tanpa sadar hari demi hari berlalu...
Bintang yang sedang menggendong anaknya kini tersenyum,sesekali ia mengecup singkat pipi gembul bayi yang bernama Dya itu.Semakin hari ia semakin tidak rela jika ia meninggalkan anaknya yang cantik dan selalu membuat hari-harinya dengan sang suami berwarna.
Pagi,siang,malam bahkan sampai dini hari dirinya tidak bisa tidur karena Dya yang terus berjaga, begitu pun dengan suaminya yang siap siaga jika ia butuh pertolongan.
"Yah... susunya Dya mana ya?"Tanya Bintang melihat sekitar kamar tidak ada botol susu anaknya.
Ya, semenjak ia menjadi seorang ibu Bintang sudah mulai berfikir dewasa, pikirnya yang seperti anak kecil pun tidak ada lagi bahkan ia merubah panggilannya dengan sang suami sebelumnya 'Yang' menjadi 'Ayah dan Bunda'.
Andra yang sedang sibuk mengutak-atik laptopnya menoleh Bintang "Di bawah, tadi Ayah lupa bawa kesini"Jawab Andra lalu kembali lagi pada kegiatannya.
"Ayah lagi sibuk ya?"
"Iya"Tanpa mengalihkan pandangannya pada benda persegi itu.
Bintang yang melihat suaminya itu sibuk memilih meletakan anaknya ke boks bayi melangkah menuju dapur untuk mengambil botol susu sekaligus membuat susunya.
"Liatin Dya Yah"Ucap Bintang sebelum ia menutup pintu,Andra mengangguk menoleh sekilas boks bayi lalu melanjutkan kegiatannya lagi.
Tak lama kemudian Bintang datang dengan membawa botol susu yang sudah diisi.
"Kok di bawah sepi banget? Laura sama bibi kemana?"Tanya Bintang sembari meletakkan botol susu satu persatu di meja.
"Laura tadi bilang katanya ada kerja kelompok jadi dia pulang agak malam,kalau bibi dia izin jenguk menantunya yang melahirkan"Sembari melangkah melihat anaknya di boks bayi,ia mengulas senyum melihat Dya tidur dengan tenang.
"Bunda liat di bawah gak ada makanan bibi gak masak ya?.Kalau gitu bunda aja yang masak pasti ayah laper"Bintang ingin beranjak dari duduknya namun bahunya di tahan oleh Andra menyuruhnya untuk duduk kembali.
"Gak usah bunda pasti capek udah jagain Dya seharian,makan malam nanti kita ke restoran aja"
Bintang langsung berbinar mendengarnya setelah sekian lama ia tidak pernah ke restoran tempat pertama kali ia belajar seluk beluk dunia manusia,ia tersenyum kegirangan "Benarkah?"Tanya Bintang tak percaya yang di jawab anggukan oleh suaminya "Aku jadi kangen"Sambil menatap dinding polos kamar.
Andra mengerutkan dahinya "Kangen apa?"Selidik Andra menatap istrinya dengan tatapan menelisik.
"Kangen masakannya"Jawab Bintang seraya tersenyum.
__ADS_1
Senyum Andra pudar seketika "Kangen masakannya atau kangen orang yang masaknya?"Sembari duduk di samping Bintang
"Orang yang masaknya?"Bintang berfikir sejenak kemudian tersenyum penuh arti "Ya ampun bunda sampai lupa sama teman bunda yang satu itu,Angga pasti marah karena bunda lupa sama dia"Seru Bintang menepuk jidatnya "Eh tapi bunda juga kangen sih sama Angga udah lama banget gak ketemu gimana ya nasib dia sekarang? emangnya dia masih kerja di sana Yah?"
"Mang gue pikirin"Batin Andra
"Hmmm"Jawab Andra singkat mengeluarkan ponsel dari saku celananya kemudian pura-pura menelpon seseorang.
Bintang tersenyum melihat tingkah suaminya yang masih cemburu terhadap Angga.
"Iya,pastikan semuanya berjalan dengan baik"Ucap Andra pada penelepon yang sebenarnya tidak sedang menelpon.Andra memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku kemudian menatap Bintang yang juga menatapnya.
"Kata pak Rudi restoran sedang di renovasi jadi kita makan di resto yang lain aja"Andra tersenyum mengelus kepala Istrinya.
Mata Bintang menyipit memandang wajah Andra kemudian menangkap tangan Andra yang berada di kepalanya "Ayah kalau mau bohong itu pinter-pinter dikit, jelas-jelas di layar ponsel ayah cuman ada wallpaper poto Dya"
...🍁🍁🍁...
RESTORAN BIANTARA
"Bintang!"Seru Angga langsung menghampiri orang yang pernah mengisi hatinya.
"Hai!"Sapa Bintang antusias juga memamerkan deretan giginya, sementara Andra yang di belakang Bintang hanya memasang wajah datar tanpa ekspresinya.
"Lo jahat Bin! lo lupa sama gue! bahkan sampai lo punya anak lo gak pernah kesini"Gerutu Angga sembari berjongkok melihat Dya yang sedang mengigit mainannya.
"Ya maaf, masih mending gue kesini bawa anak bagaimana kalau gue kesini bawa cucu?"Kelakar Bintang yang di sambut ketawa kecil dari Angga.
"Kalau lo kesini bawa cucu,rambut gue udah bercabang jadi warna putih dong"Seloroh Angga menanggapi Kelakar Bintang.
Bintang terkekeh kecil "Btw lo udah nikah belum?"Nampaknya Bintang lupa bahwa ia membawa bayi besar berada di belakangnya yang sudah memasang wajah kesal campur cemburu.
"Hehehe belum"Kekeh Angga menggaruk tengkuknya "Gagal move on nih gue"
"Dih! jangan sampai ada yang viral 'Koki tampan gagal move on satu tahun dan sekarang dia jadi jomblo lumutan' hahaha"Sepertinya ia benar-benar lupa kalau dua orang yang sedang memperhatikannya,yang satu cemburu dan satunya lagi terlihat bengong melihat bundanya tertawa lepas.
__ADS_1
"Wahaha jangan sampe,btw lo juga makin cantik sekarang"Puji Angga melihat Bintang dari atas sampai bawah.
"Itu sih udah dari dulu"Ternyata narsisnya masih melekat.
Andra tidak bisa menahan emosinya lagi, Istrinya itu benar-benar kelewatan masa Istrinya memuji koki songong itu tampan? yang tampan itu aku doang gak ada yang lain! pikir Andra,di tambah lagi Angga memuji Bintang makin cantik huaah makin meledak-ledak hati Andra mendengarnya.
"Ekhemmm"Dehem Andra panjang dan keras,ia berusaha bersikap senormal mungkin di tempat terbuka seperti ini kalau tidak di tempat seperti ini mungkin ia sudah smake dwon itu koki songong "Anak ayah lapar ya? pengen makan ya? ayok kita makan!"Andra langsung mendorong kereta bayi itu dan meninggalkan Bintang yang mematung.
"Emangnya bayi sekecil itu bisa makan? kan dia masih minum susu, gigi aja gak punya"Ucap Bintang pada Angga yang mengangkat kedua bahunya tidak tahu "Yaudah kalau gitu gue kesana dulu ya"Bintang menepuk bahu Angga dan berlalu pergi.
"Yah... kok ninggalin bunda?"Bintang duduk di depan suaminya yang asik bermain dengan Dya.
"Bunda kenapa nak?"Tanya Andra pada anaknya sambil menempelkan telinganya dekat wajah Dya "Katanya bunda jahat"Sambung Andra seolah-olah anaknya yang polos itu bisa berbicara.
Bintang mengerutkan dahinya tidak mengerti "Ngomong yang jelas Yah..."
"Oh... apa? bunda bilang om itu tampan ya? padahal masih tampan ayah kan nak?"Sambil mencium-cium pipi anaknya.
Bintang mengulum senyumnya ia tahu penyebab suaminya jadi begini "Tapi om itu benar tampan kan Dya?"Bintang mengambil alih Dya dari tangan Andra "Udah tampan wangi lagi"Mengelus-elus kepala anaknya sambil melirik sang suami.
Andra yang mendengar itu pun tidak terima,ia refleks mencium bau badannya hingga ketiak "Wangi"Batin Andra menatap tajam istrinya.
.
.
.
.
.
Catatan penulis!
Maaf kurang lebihnya,ini detik-detik menuju ending ya! tinggal beberapa eps lagi di tunggu aja
__ADS_1
...LIKE AJA GRATIS!...