
Tiga hari berlalu semua berjalan baik-baik saja,dalam tiga hari ini Bintang selalu makan makanan berlebihan dia tidak meminta yang aneh-aneh hanya saja berat badannya jadi bertambah akibat makan berlebihan dan suaminya bersyukur istrinya itu tidak mengidam yang aneh-aneh seperti ibu hamil pada umumnya
Andra sudah mengabari kesemua keluarga bahwa Istrinya hamil termasuk Dika dan Cullen hal itu mendapat respon positif dari sang papa dan mama yang sangat antusias ingin sekali menimang cucu,ya sepertinya sang ibu mertua sudah mulai menerima Bintang sebagai menantunya.
Sedangkan respon dari Loly ia hanya memberi nasihat pada Perinya "Siapa yang menanam dia yang menuai aku harap kau bisa mengendalikan diri dan menerima konsekuensinya"Begitu kata Loly menasihati Bintang
~Perusahaan Biantara Crop~
Ceklek...
"Bisa gak kalau masuk itu ketuk pintu dulu!"Kejut Andra ketika si tuyul berambut hitam itu nyelonong masuk keruangannya bagaimana tidak terkejut? Dia yang lagi serius-seriusnya memandang laptop tiba-tiba ada yang masuk begitu saja seperti setan
"Sorry bos lupa"Ucapnya tanpa rasa bersalah
"Emmm pak!"Panggil Dika ragu-ragu
"Apa?"Ketus Andra masih sibuk membaca berkas dan menandatanganinya
"Apa bapak ada waktu?"Tanya Dika
Andra menghentikan kegiatannya kemudian menoleh Dika yang nampaknya mau berbicara hal serius "Bicara yang benar! jangan sok formal seperti itu macam bicara sama siapa aja, biasanya pake lo gue"Sewot Andra
Dika tersenyum menghampiri Andra"Hari ini lo ada jadwal kosong gak? Gue mau bicara empat mata sama lo Cullen dan juga Bintang"Ucap Dika sambil memutar-mutar kursi yang diduduki oleh Andra dengan gaya menggoda
PLETAK....
Andra menjitak kening Dika "Di beri kebebasan malah ngelunjak lo ya!"Seragahnya sambil menepis tangan Dika yang bermain nakal di bahu dan rahangnya,jujur saja hanya Dika dan istrinya yang berani melakukan hal itu
"Dan tadi apa lo bilang? Mau bicara empat mata Sama Cullen,gue dan Bintang? Itu namanya bukan empat mata O'on!"Gerutunya kesal sendiri, akhir-akhir ini dia memang sedikit emosian ditambah lagi dengan Bintang yang sangat posesif padanya
"Iya juga ya"Ucap Dika menggaruk tengkuknya "Itu Ndra gue mau ngomong sama lo, Bintang dan Cullen sore ini di restoran Biantara ya kita juga gak ada jadwal lembur hari ini kan"Ucapnya dengan nada serius
Andra memicingkan matanya ke arah Dika, mau ngomong apa ni tuyul kayanya serius amat? pikir Andra "Hemm"Jawab Andra singkat yang membuat Dika tersenyum
Tok... Tok... Tok...
Mereka di kejutkan dengan suara ketukan pintu yang langsung disahut Andra menyuruhnya masuk
"Selamat Siang Pak Andra"Sapa wanita cantik yang merupakan rekan bisnis Andra dari kota Jogja
__ADS_1
Andra merapikan pakaiannya menampilkan wajah datarnya "Siang"Sahut Andra mempersilahkan wanita itu duduk di sofa
"Dika ambilkan datanya"Titah Andra dengan suara berat khasnya
"Baik"Ucap Dika berlalu pergi keruangannya untuk mengambil data,selang beberapa menit Dika kembali dengan membawa data perusahaan
Dua puluh menit sudah berlalu kini Andra,Dika dan wanita itu sudah selesai berbicara tentang kerjasama mereka
"Baik, terimakasih pak Andra sudah mau berkerja sama dengan perusahaan kami semoga kedepannya kerjasama kita akan lebih baik dan berlanjut kalau gitu saya permisi dulu"Ucap wanita itu sambil mengatup kedua tangannya ke arah Andra dan Dika yang di balas anggukan dari mereka
Wanita itu beranjak berdiri dan mulai melangkah namun ia tidak sengaja menabrak kabel hitam di lantai sehingga high heels yang ia pakai kehilangan keseimbangan dan alhasil wanita itu jatuh di pangkuan Andra
Dan detik itu juga seorang wanita masuk keruangan Andra tanpa permisi terlebih dahulu
"Lee kam---"Deg! jantungnya tiba-tiba berhenti ketika melihat wanita di pangkuan suaminya
Wanita itu cepat-cepat menegakkan tubuhnya kemudian menatap ke arah Bintang "Maaf Pak Bu saya tidak sengaja tersandung kabel hitam ini jadi saya kehilangan keseimbangan maaf sekali lagi,saya permisi"Ucapnya merasa tidak enak kemudian melangkah pergi menundukkan kepalanya sedikit saat berlalu di hadapan Bintang yang menatap wanita itu sangat tajam bak hewan yang siap memakan mangsanya
Setelah wanita itu pergi Bintang mengalihkan pandangannya ke Andra dengan menatap sinis kearahnya,Glek! Andra menelan ludah sedangkan Dika sudah berlalu pergi tanpa pamit soal yang seperti ini dia tidak mau ikut campur jadi ia memilih kabur saja
"Kamu jangan salah paham dulu---"
"Kamu tadikan dengar dia udah minta maaf,dan dia juga gak sengaja kok"
"Terus?"
"Kamu jangan marah"
"Siapa yang marah?"
"Oh..."Andra jadi salah tingkah
"Sini!"Suruh Bintang menyuruh Andra duduk disebelahnya
Andra menurut duduk di samping istrinya sambil merangkul bahu Bintang yang saat ini meletakkan kepalanya ke dada bidang suaminya mencium aroma maskulin sang suami sambil menulis-nulis di baju kemeja Andra dengan tangannya
"Manja banget istri aku"Gemasnya mencubit pipi Bintang "Oya tumben kamu gak marah?"Tanya Andra pasalnya istrinya itu semenjak hamil sangat posesif
"Hmmm sebenarnya aku mau marah,mau banget teriak-teriak,mau banget jambak-jambak rambut tu cewek yang beraninya deketin suami aku,tapi aku percaya kok sama kamu"Lirih Bintang sendu yang mendapat hadiah kecupan di puncak kepalanya
__ADS_1
"Sebenarnya sebesar apa sih cinta kamu ke aku?"Tanya Bintang
Andra tersenyum "Tidak ada yang sebesar apapun dan tidak ada yang seluas apapun Cinta aku ke kamu itu tidak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata yang artinya tidak terhingga"Ucap Andra mengelus rambut istrinya
...🍁🍁🍁...
"Nobita lama banget sih! seharusnya dia dulu yang datang,kok malah kita yang nungguin dia"Protes Cullen yang sejak tadi menunggu kedatangan Dika bersama Andra dan Bintang
"Tunggu bentar lagi kali aja macet di jalan"Sambung Bintang "Nah tu dia!"Serunya ketika melihat Kakaknya
Cullen menoleh kebelakang "Uuhuuk uuhukk"Ia jadi tersedak kentang goreng yang sudah masuk ke mulutnya terpaksa keluar lagi ketika melihat Nobitanya itu bejalan bergandengan tangan dengan sang mantan kekasih
"Minum-minum"Andra menyodorkan jus jeruknya ke arah Cullen yang mau menerimanya tapi malah ia tarik lagi "Inikan punya gue!"Ucapnya meminum jus itu dengan gaya santai
"Sialan"Umpat Cullen,Jika saja orang ini Dika sudah ia piting kepalanya
"Hai semuanya"Sapa Netta girang duduk di samping Bintang sementara Dika duduk disamping Cullen yang kini sedang meminum jus miliknya
"Hai"Sahut Bintang memeluk singkat sahabatnya yang beberapa hari ini tidak bertemu
Netta tersenyum "Selamat atas kehamilan kamu ya"Ucap Netta yang di balas anggukan dari Bintang
"Besok aku mau nikah"Ucap Dika to the point, singkat pada dan jelas
Dan untuk keduakalinya Cullen tersedak air minumnya karena perkataan Dika yang tiba-tiba besok mau nikah kenapa jadi mendadak begini! pikirnya,Cullen mengarahkan tangannya ke muka Dika merasa badan sahabatnya sehat atau tidak "Lo sehat Ta?"Pertanyaan konyol yang keluar dari mulut Cullen
"Ya sehat lah!"Sewotnya menepis tangan Cullen
"Lo ngehamilin anak orang ya?"Selidik Cullen dengan tatapan menelisik
TIL! Dika menyentil kuping Cullen yang fikiranya kejauhan itu "Astaghfirullah kamu ini berdosa banget!"
Cullen mengusap kupingnya yang memerah itu akibat sentilan dari Dika "Lo suka apa gimana? sama kuping gue yang sering-sering lo sentil ini lama-lama kuping gue jadi kue putu lagi,gue tanya! lo punya dendam pribadi apa sama kuping gue?"Gerutu Cullen
"Bukan dendam sama kupingnya tapi sama orangnya!"
Sementara Andra dan Netta hanya menggelengkan kepala melihat kedua tuyul itu bertengkar tidak jelas sedangkan Bintang senyum-senyum sendiri menikmati pertengkaran dua tuyul itu sambil bertepuk tangan entah apa yang membuatnya lucu melihatnya
...LIKE KOMEN VOTE DAN DUKUNGANNYA...
__ADS_1