Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 73: Akhir dari sebuah kisah


__ADS_3

Dua Tahun Kemudian....


"Ayah...."Panggil Dya sembari naik kepangkuan Ayahnya yang sedang bekerja.


"Iya"Mengecup puncak kepala putrinya kemudian sibuk lagi pada laptopnya.


"Bunda kapan pulangnya Yah?"


Ya,anak kecil itu hampir setiap hari menanyakan hal yang sama dengan Ayahnya, sehingga Andra bingung harus menjawab apa setiap kali putrinya bertanya tentang bundanya.


"Ayah juga gak tau Dya,kita sabar aja Ayah yakin bunda pasti akan pulang"Jawab Andra tanpa mengalihkan pandangannya.


Sudah tiga tahun ia menuggu cintanya kembali bahkan ia sempat menyerah menunggu seseorang yang tidak mungkin akan kembali namun ia tidak menyerah begitu saja karena ia percaya di dunia ini 'Tidak Ada Yang Tidak Mungkin' jika tidak dengan usaha, dengan doa ia yakin tuhan akan mengabulkannya.


Dya mencebikkan bibirnya kesal dengan jawaban Ayahnya yang selalu sama "Hari ini Ayah sibuk ya?"Tanyanya menatap wajah tampan sang Ayah, meskipun umur pria itu sudah tidak muda lagi tapi ketampanannya tetap permanen.


"Hmmm"Jawab Andra singkat.


Dya turun dari pangkuan Ayahnya kemudian menghentak-hentakan kaki kesal dengan sang Ayah karena tidak ada waktu untuk bermain dengannya "Ayah jahat! ayah telalu sibuk telus,Dya juga mau main Yah..."Ucap Dya dengan berbicara sedikit cadel hanya tidak bisa menyebut S dan R dengan benar "Coba ada bunda,Dya pasti ada teman main dan gak kecepian kaya gini"Kesal Dya dengan mata yang menggenang menatap sang Ayah.


Seketika Andra mengentikan kegiatannya mendengar perkataan Dya yang membuat hatinya luluh,Andra memegang tangan Dya kemudian menjatuhkan lututnya ke lantai mengsejajarkan posisinya dengan tinggi anak itu.


"Maafkan Ayah Dya...."Mendekap tubuh kecil mungil itu ke dalam pelukannya "Ayah gak sibuk lagi"Melepas pelukannya "Sekarang Dya mau apa?"Tanyanya.


"Dya mau escrem yang ada di taman"Jawab Dya dengan mata yang berbinar.


"Oke tunggu dulu ya"Meraih telpon seluler di mejanya "Dik, belikan Dya es Cream yang ada di taman dua"Ucapnya pada penelepon yang adalah Dika.


Andra meletakkan kembali teleponnya kemudian melihat Dya yang memasang muka masam "Kenapa lagi?"Tanya Andra.


"Dya itu mau beli esclimnya sama Ayah bukan dibeliin cama om Ika"Ketus Dya menatap tajam Ayahnya, Sepertinya mata tajam Andra mengalir pada Dya kalau sedang marah maka akan menatap tajam orang itu setajam silet.


Andra menghembuskan napas dengan permintaan putrinya yang cerewet itu "Ya udah ayo"Menarik tangan Dya yang tersenyum senang.


...🍁🍁🍁...


~Taman Ceria~


"Dya mau rasa apa?"Tanya Andra pada Dya yang berada di gendongannya.

__ADS_1


"Lasa tobeli"Jawab Dya dengan senyum manisnya.


"Rasa stroberi satu"Ucap Andra pada penjual eskrim.


Ini sudah kebiasaan Dya yang selalu meminta eskrim di taman, padahal Ayahnya bisa saja membeli eskrim yang lebih enak dan sangat banyak di restoran eskrim yang mahal ketimbang di taman yang hanya mengunakan freezer mini,itu karena dari kecil Andra selalu mengajarkan putrinya tentang kesederhanaan tapi enak dan nyaman.


"Dya mau duduk dicana Yah..."Tunjuk Dya pada kursi taman yang agak jauh dari tempat parkiran mobil Andra.


"Disini aja Dya,disana jauh"Cegah Andra dengan lembut.


"Gak mau Yah... dicini itu bau,Dya pengen muntah ciumnya"Ucap Dya menutup hidungnya dengan tangan, tampaknya sifat yang satu ini berada di Bintang yang bawel dan cerewet persis anaknya.


Andra mengerutkan dahinya perasaan hidungnya baik-baik saja tapi kenapa kata Dya disini bau?,ia menoleh sekitar Dya dan benar saja ada tong sampah kecil di dekat Dya yang tumpah sehingga menimbulkan bau busuk.


Dengan hati yang pasrah Andra mengikuti kemauan Dya,kini mereka sudah berpindah tempat,Dya sibuk menjilati es krimnya sementara Andra sibuk mengutak-atik ponselnya.


"Ayah mau?"Tanya Dya sambil menyodorkan eskrim pada Andra.


Andra menggeleng sebagai Jawaban.


Dya melihat sekitar banyak orang yang berkunjung sebagian ada yang berolahraga, sebagian ada yang sedang berfoto dan juga ada yang duduk seperti dirinya juga.


"Yah..."Menepuk paha Andra yang di jawab deheman "Itu bunda bukan ya?"Tanya Dya menatap serius orang itu.


Andra mengerutkan dahi, pikirnya Dya sedang halusinasi namun ia tetap menoleh yang di tunjuk Dya juga "Mana?"Tanya Andra.


"Itu Yah... yang lagi duduk dikuci sendilian"Tunjuk Dya lagi.


Benar saja dari belakang wanita itu mirip dengan Bintang tapi Andra berfikir mungkin itu hanya mirip saja "Perasaan Dya aja kali"Ucap Andra kembali bersandar.


"Enggak Yah.... itu milip banget cama di poto"Sangkal Dya "Ayo Yah datengin......"Rengek Dya menarik tangan Ayahnya yang hanya bisa mengikuti langkah Dya.


Sampai di dekat wanita itu Dya ragu-ragu untuk memanggilnya sementara Andra tidak peduli karena masih berfikir itu orang lain.


"Hello Tante..."Sapa Dya pada wanita itu.


Wanita itu menoleh Dya dengan senyum hangatnya "Iya kenapa?"Tanya wanita itu sembari menyelipkan rambutnya ke telinga.


Mata Andra langsung melebar mendengar suara yang telah lama ia rindukan dan ia nantikan,Andra melihat wanita itu dan benar saja wanita cantik rambut panjang dan dress berwarna ungu muda itu adalah Bintang perempuan yang selama ini ia rindu-rindukan.

__ADS_1


"Bu,bunda Bintang!"Seru Dya menghambur pelukannya pada wanita itu yang tiada lain adalah Bintang.


Ya Allah! jika saja ini bukan tempat umum ia sudah memeluk,mencium-cium Istrinya yang sudah lama tidak bertemu itu sampai ia lelah, bahkan sampai guling-guling pun ia lakukan demi melampiaskan kesenangannya dan tentu saja seorang Andra Putra Biantara tidak mungkin melakukan hal itu semua.


Untuk sesaat Andra menatap lekat mata teduh wanita itu yang juga menatap matanya.Masing-masing di mata mereka ada sorot kerinduan yang teramat dalam, keharuan dan kebahagiaan yang kini terbalaskan.


"Bi, Bintang?"Ucapnya tergagap karena terkejut bukan main.


Bintang mengangguk mengiyakan "Ayah...."Lirih Bintang,matanya kini menggenang menahan air mata kebahagiaan.


Tanpa ba bi bu lagi Andra menarik tangan Bintang yang hanya bisa mengikuti langkah kaki pria yang sangat-sangat ia cintai itu,tidak peduli dengan orang sekitar yang melihat mereka berlari seperti di kejar setan.


Andra membawa Bintang masuk dalam mobil keduanya berada di dudukan tengah mobil agar lebih leluasa bergerak "Bunda....." memeluk Bintang erat dan lama, akhirnya panggilan yang sudah lama ia pendam sudah keluar dari mulutnya sendiri dan di depan orang yang mempunyai panggilan.


Bintang menangis sejadi-jadinya di bahu pria itu yang masih memeluknya menyalurkan rasa rindu yang tidak dapat di ucapkan dengan Kata-kata.


Setelah lama berpelukan hampir lima menit, mereka melepaskan pelukannya kini Andra mendaratkan ciuman di dahi Bintang yang memejamkan mata.


"Kenapa bunda perginya lama sekali? Ayah sampai menyerah menunggu bunda,bunda tau? ayah sangat merindukan bunda,ayah selalu menunggu setiap tahunnya sampai-sampai----"Cerocos Andra menggantung ketika ada seseorang yang mengetuk jendela mobil mereka.


Andra membuka jendela mobil menampilkan wajah pria paruh baya dengan kumis tebalnya "Ada apa pak?"Tanya Andra pada pria paruh baya itu.


"Apa kalian kehilangan seorang anak?"Tanyanya.


Andra berfikir sejenak seakan lupa ia kesini membawa anak Kuaci itu yang kemudian ia langsung melotot ketika mengingat putrinya, ia menoleh Bintang yang juga ikut membelalakkan matanya "DYA!"Ucap keduanya bersamaan.


...TAMAT...


Langit malam kemarin terasa hampa dan kelam tapi langit malam ini terasa cerah dan bersinar karena ada bulan dan bintang yang menghiasinya,tapi di antara beribu bintang hanya kamulah yang paling terang di antara bintang-bintang yang lain,cuma kamu dan hanya kamu yang selalu ada untukku -Andra Putra Biantara


Setelah sekian lama aku pergi kini aku kembali dengan membawa kebahagiaan untuk kalian, benar kata orang, semua indah pada waktunya... -Bintang


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2