
Setelah beberapa hari berlalu Dya dan keluarganya baik-baik saja. Tidak ada yang berubah setelah mereka tinggal di kediaman baru, semua berjalan seperti biasa tidak kekurangan ataupun kelebihan. Hanya saja gaya hidup keluarga itu tidak seperti dulu yang selalu boros dan sekarang Dya sudah belajar berhemat pengeluaran uang seharinya.
Tentu Ravin akan selalu di samping Dya disaat senang maupun susah. Hal itu membuat Andra semakin yakin bahwa pemuda itu tidak bermain-main dengan putrinya. Begitu pula dengan sahabat-sahabat Dya yang selalu support sahabatnya untuk tidak patah semangat.
...🐓🐓🐓...
Bulan berlalu begitu saja tanpa terasa hubungan Ravin dan Dya sudah lima bulan lamanya. Ravin harus memantaskan diri dulu untuk meraih hati Ayah mertuanya, meskipun Andra sudah merestui. Tapi melihat dari sikap Andra yang acuh padanya membuat ia tidak yakin Andra akan merestuinya. Oleh karena itu ia memilih menyiapkan diri dan pekerjaan yang pantas.
Hari kemarin adalah hari yang telah dilalui, hari ini adalah hari yang harus disyukuri dan esok adalah hari misteri yang siapapun tidak tahu. Memang dunia itu penuh kejutan.
Dengan satu tarikan napas panjang Ravin berhasil menjadikan wanita di sebelahnya Istri dan Makmum dalam sholatnya. Ia menyematkan cincin kawin di jari manis wanita bernama panjang Kheysha Anindya Putri itu yang segera mencium tangan pria yang sudah sah menjadi suaminya kemudian Ravin mengecup kening Dya.
Air mata menetes membasahi pipi sang ibunda yang melihat putri semata wayangnya sudah menikah. Dya kecil nakal dan bandel itu sudah tumbuh dewasa pikirnya.
Bunda jangan pelgi lagi,kasian Ayah nungguin bunda telus....
Ayah Dya mau escim....
Ayah Dya mau beli gula-gula...
Ayah gaboleh malah-malah sama Bunda....
Andra menahan air mata yang nyaris saja menetes. Putri kecilnya yang selalu ia manja dan ia sayangi itu sudah menjadi milik orang lain. Tak rela rasanya melepas Dya begitu saja. Namun, apa boleh buat putrinya juga ingin merasakan hidup berumah tangga.
...💋💋💋...
Acara sakral itu sudah selesai, tamu yang datang tidak banyak.Acara akad hanya di hadiri keluarga, tetangga dan kerabat dekat. Mungkin di acara resepsi pernikahan malam nanti, para sahabat Ravin dan Dya datang.
Waktu istirahat kedua mempelai tiba, setelah makan dan minum. Keduanya masuk ke dalam kamar Ravin yang biasa-biasa saja, malah lebih terkesan minimalis dan elegan. Tidak ada kelopak bunga yang menghiasi tempat tidur tersebut atau bak mandi dengan lilin aromaterapinnya seperti malam pertama yang ada di film-film. Astaghfirullah! Dya kamu ini mikir apa sih!
"Istriku... bisakah batu aku melepas kancing baju ini?"Tanya Ravin yang sedang melepas dasinya.
__ADS_1
Istriku? oh iya aku baru saja menikah.
"Suamiku... tidak bisakah kamu lepas sendiri?"Ucap Dya meniru suara Ravin yang lebay.
Ravin tersenyum miring mendengarnya,ia menangkap tangan Dya yang melepas jepitan rambutnya kemudian menarik pinggang pengantinnya hingga tak ada jarak.
Tenang.... Dyaaa rileks.... Batin Dya dengan jantung berdegup kencang. Padahal ia sudah biasa tapi kenapa ini berbeda?
Ravin menyelipkan anak rambut istrinya yang terurai "Istriku cantik"Bisiknya menatap lekat manik legam milik Dya.
"Suami aku juga ganteng"Ucap Dya tersenyum menampakkan giginya yang langsung dibalas ciuman dari Ravin.
...😜😜😜😜...
Gedung besar dan dihiasi dekorasi yang Indah dan sangat elegan itu menjadi ramai di kunjungi tamu undangan. Resepsi pernikahan Dya dan Ravin memang di laksanakan di Gedung salah satu yang terkenal di Jakarta.
Alunan lagu yang syahdu dan berirama membuat suasana terkesan romantis. Ditambah lagi kedua mempelai pria dan wanita yang menjadi pusat perhatian itu berpose di depan kamera seperti model profesional. Senyum serta tawa tidak lepas dari bibir keduanya.
"Aku siapa?"Tanya Ravin.
"Ck... jangan main tebak-tebakan!"Mata Dya jadi melotot.
"Di jawab aja"
"Kamu Ravindra Marshel suamiku"
"Betul ! jadi mulai sekarang kamu harus manggil suami kamu dengan sopan, gak boleh pake nama"
"Iya Mas"Ucap Dya malas.Tinggal too the point aja sih, 'Mulai sekarang panggil Mas' gitu gak usah pake tebak-tebakan segala pikir Dya.
"Jangan Mas dong"
__ADS_1
"Iya Sayang"
"Jangan itu juga"
"Iya Baby"
"Geli tau"
Dya menghela napas kasar "Iya My baby hanny bunny baby swetty similikiti rihi rihi"Geram Dya.
Ravin jadi terkekeh "Kurang panjang istriku, seharunya begini 'My baby hanny bunny baby swetty similikiti rihi rihi acha acha nehi-nehi' "Kelakar Ravin dengan tawanya yang mendapat sikutan dari Dya.
"Suamiku.... yang ganteng dan baik hati. Boleh ambilkan istrimu yang cantik jelita ini air minum?"Pinta Dya dengan mengedip-ngedipkan matanya memohon. Malas sekali ngambil air minum di belakang, malah kakinya sakit lagi karena high heels 10 senti yang dipakainya.
"Baiklah istriku"
...********...
Langit malam hari ini terang benderang di tambah bintang berkelap-kelip di atas sana membuat mataku tak jenuh memandangnya. Seakan langit sedang menggambarkan suasana hatiku saat ini, walaupun gelap tapi tetap bercahaya. Aku mencintaimu, bukan hanya karena siapa kamu. Tapi juga karena menjadi apa diriku saat bersamamu. Aku janji kamu cinta pertama dan terakhirku.
Aku Anindya Putri akan menjadi istri seutuhnya untuk pria yang selama ini membuatku tersenyum, Ravindra Marshel.
**Jika harus memilih antara napas dan Cinta. Maka aku memilih napas terakhir untuk mengatakan "Aku lebih mencintaimu"
^^^~Ravindra Marshel**^^^
-TAMAT
Note :
Kaget kan tiba-tiba tamat? iya tau. Author lagi bad mood. Pengen cepat-cepat tamat. Mau rilis karya baru,NANTI lagian cerita ini lama-lama makin ngelatur menurut author sendiri 😅 jadi novel ini tetap di favorit kan ya. Nanti ada pengumuman karya baru yang insya Allah membuat kalian tertarik.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya 🙏