
Langit biru serta awan putihnya memudar meninggalkan warna jingga kemerahan yang artinya hari mulai malam. Hembusan angin membuat surai hitam seorang gadis berterbangan menyapu wajahnya yang cantik dan ayu itu.
Ravin menghentikan motornya ketika sampai di depan gerbang rumah Andra "Sampaiii"Serunya menurunkan Allan dari motornya.
"Yeay sampai, nanti kita jalan-jalan lagi ya Uncle"Seru Allan meloncat kegirangan. Setelah bermain di taman mereka memutuskan untuk tidak langsung Pulang karena waktu masih banyak dan memilih berkeliling kota sambil bercerita dan bernyanyi riang.
"Siap !"Balas Ravin yang di jawab senyuman oleh Allan kemudian anak itu berlari menuju masuk begitu saja.
Dya menggeleng melihat tingkah Allan kemudian tersenyum pada Ravin "Terimakasih"Ucapnya.
"Untuk ?"Tanya Ravin.
"Untuk hari ini, makasih lo udah mau ajak Allan bermain dan membuatnya ceria lagi"
"Sama-sama, emm tapi cuma Allan yang seneng? kakaknya gak seneng?"
"Gue seneng liat Allan seneng"
Ravin tersenyum diiringi anggukan.
"Kalau gitu gue masuk dulu ya"Pamit Dya melangkah pergi.
"Nin !"Panggil Ravin yang membuat Dya menghentikan langkahnya.
"Ya?"
"Waktu lo tinggal 12 jam lagi"Ucap Ravin memperlihatkan jam tangannya.
Dya tersenyum, hampir saja dirinya lupa dengan janji itu. Ia kembali melangkah ke arah Ravin kemudian mendekatkan wajahnya "I want to be your boyfriend" Bisik Dya pada telinga Ravin yang kini membelalakkan matanya kaget dengan perkataan gadis itu.
"Seriously?"Tanyanya tak percaya dengan mata penuh harap. Dya menjawabnya dengan anggukan kepala kemudian melangkah pergi meninggalkan Ravin yang masih tak percaya.
"Good night my boyfriend !!"Teriak Ravin di sela-sela Dya berjalan. Entah terlalu senang atau gimana Dya kembali membuka gerbang dan menampakkan kepalanya.
"Good night for you too"Ucapnya dengan sunggingan senyum yang dalam.
Sesaat Ravin terpaku dengan senyum itu yang membuatnya candu ingin melihatnya setiap waktu "I love you"Ucapnya pelan yang dijawab senyuman tipis dari Dya.
Hatinya sedikit kecewa Dya tidak membalas perkataannya.
Ting !
bunyi ponsel mengalihkan perhatiannya,ia langsung membuka ponselnya.
Anin
I love You Too
Ravin tersenyum menengok ke arah pintu gerbang lagi, tenyata Anin yang sudah menjadi jadi pacarnya itu sudah pergi dari sana. Ia pun lagi-lagi tersenyum perasaannya saat ini tidak bisa gambarkan seberapa senang dirinya.
...πππ...
Langit biru serta matahari kembali menyapa dunia dengan cahaya hangatnya. Sayang, matahari tertutup awan hitam yang sepertinya hari menumpahkan kesedihannya hari ini.
__ADS_1
"Perasaan hari ini cuaca mendung, kok wajah kamu cerah gitu? ada apa ini? cerita dong sama Eonni"Goda Laura yang sedang sarapan pagi bersama Dya,Allan dan suaminya Angga.
Ya, jodoh memang gak kemana. Kini suami Laura adik semata wayangnya Andra merupakan suami Angga yang dulu pernah menjadi Koki restoran Biantara. Walaupun umur mereka berjarak lima tahun, itu tak masalah selagi keduanya cocok. Dan selama kurang lebih empat tahun umur pernikahan Laura dan Angga keduanya belum di karuniai seorang anak, nama juga manusia mana ada yang sempurna. Hal itu pun tak jadi masalah buat Angga selagi ia bersama istrinya bahagia.
"Gak ada apa"Jawab Dya dengan santainya.
"Ahh masa sih? malam tadi kata Mas Angga kamu di antar cowok, siapa itu?"Tanya Laura lagi, sebab suaminya Angga pulang kerja setelah magrib sehingga ia melihat Ravin dan Dya berbicara dari kejauhan.
Dya memblalakkan matanya menoleh Angga yang sedang makan nasi goreng dengan tenang seperti tidak ada beban di hidupnya.Tapi memang benar ia tidak ada beban selain Istrinya "Iya, aku lihat kalian. Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan sampai berbisik-bisik, aku hanya mendengar pria itu mengucapkan 'Good night my boyfriend' dan Dya membalasnya"Melihat muka keponakan Istrinya Seperti meminta penjelasan,ia jelaskan saja apa yang telah di lihatnya.
Laura menatap Dya dengan tatapan menelisik, yang di tatap tak berkutik "Benarkah? kamu udah punya pacar?"Tanya Laura antusias.
Dya menghela napas, sebenarnya ia tidak berniat memberi tahu paman dan bibinya "Iya, namanya Ravin"Jelas Dya.
"Orangnya ganteng gak? tinggi gak? cool gak? kaya gak?"Sederetan pertanyaan itu keluar dari mulut Laura yang super kepo dengan pacar keponakannya.
Angga yang mendengarnya hanya diam,ia tak heran dengan sifat Istrinya yang suka kepo, penasaran dan apa-apa di bawa heboh. Sifat yang begitulah yang Angga sukai dari Laura. Sementara Allan hanya menjadi pendengar yang baik, jika di tanya ya jawab.Kalau penasaran ya nanya, pikirnya masa bodoh.
Dya membayangkan Ravin di benaknya "Ravin gak ganteng-ganteng juga sih,dia cukup tinggi,kalau di bilang Cool gak cocok karena anaknya suka ngelawak hahaha"Dya jadi ketawa sendiri membayangkan Ravin ngelawak.
"Bagus dong berarti orangnya humoris, gak kaya ini ni. Romantis,tapi cuma di awal doang. Eh pas udah nikah hilang sudah"Sindir Laura melirik suaminya yang hanya biasa saja dan mengangguk-angguk membenarkan perkataan Istrinya.
"Apa itu romantis?"Tanya Allan ikut berkomentar.
Dya dan Laura saling pandang "Romantis itu kaya gini Allan" Ucap Angga mencium pipi Laura secara mendadak yang membuat orangnya mematung.
Astagfirullah
"Elu kan gak jomblo !"Ucap Angga dan Laura serentak.
"Oh iya lupa"Pura-pura linglung dia.
"Kalau mau,bisa minta sama Ravin ya gak Yank"Angga meminta persetujuan Istrinya.
"Nggak boleh, meskipun pacaran tetap gak boleh cium-ciuman. Kecuali pas udah halal. Dulu kak Andra suka ngomong kaya gitu kalau aku pacaran. Dan sampai ketemu sama Koki restoran bikin Keki"Celoteh Laura.
"Walau bikin kesel tapi bikin ngangenin kan?"Godanya menatap lekat wajah istrinya.
Ayahhh nikahin akuuuu
Rasanya tak mampu lagi melihat keuwuwann bibi bersama pamannya akhirnya Dya pamit pergi ke kampus. Bikin iri saja! padahal'kan Ayah sama Bunda sering gitu tapi aku merasa biasa aja. Arghh sudalah !
"Nona, apa mau saya antar?"Tawar Zidan ketika melihat Dya pergi menuju keluar.
"Nggak usah,gue udah di jemput Ravin. Dan jangan lupa Allan-nya di antar ke sekolah"Balas Dya kembali melangkah.
***
"Pagi !"Sapa Ravin tersenyum seperti biasa yang tidak pernah lepas dari bibirnya.
"Udah pagi ya?"Tanyanya pura-pura bodoh.
"Mungkin"Jawab Ravin.
__ADS_1
"Aku kira masih malam"
"Kenapa bisa gitu"
"Yaa habisnya semalaman aku mimpiin kamu"
"Dih..."Delik Ravin mengacak-acak rambut Dya yang saat ini wajahnya bersemu merah. "Mimpinya gimana?"Tanya Ravin, meskipun tau Dya hanya ingin menggombalnya.
"Mimpinya kita boncengan pake sepeda terus kamu kehilangan keseimbangan terus nyungsep deh ke selokan hahaha"Canda Dya diiringi gelak ketawanya.
Sekali lagi Ravin benar-benar tertarik pada Dya.Melihat Dya tertawa seperti ini membuatnya untuk mengenali Anindya lebih dalam. Selain itu Dya mempunyai kepribadian yang berbeda dari wanita-wanita lain. Sangat menarik !
"Kalau liat kamu ketawa gini, aku jadi pengen ngubah lagu"Ucap Ravin.
"Lagu apa?"
"Sejak saat pertama melihat senyumannya
Jantung berdebar-debar inikah pertanda
Namun ternyata salah harapanku pun musnah
Sejak aku melihat kau selalu dengannya. Namun ternyata ku salah, aku lega mendengarnya saat kau bilang kita akan bersama"
Blush !
Kali ini tidak seperti kedelai,udang,kepiting ataupun unta rebus melainkan babi rebus yang sebenarnya penulis juga gak tau babi rebus seperti apa.
...πππ...
.
.
.
.
.
.
"Author juga ingin mengubah lagu,
Sejak saat pertama melihat matanya...
jantungku berdebar-debar inikah pertanda...
bahwa aku hidup."
Saya tidak memaksa kalian utk menunggu,karena saya tau menunggu itu sangatlah tidak menyenangkan. Saya hanya memaksa kalian untuk Like dan Komen Bab ini.
...Saya Author Sarwinda mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA bagi yang merayakanππ...
__ADS_1