Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 93 :Ulat bulu


__ADS_3

Akhirnya gadis yang baru saja berumur 23 tahun itu mengangguk sebagai jawaban bahwa ia menerima lamaran pemuda sebleng yang segera menerbitkan senyum kelegaan itu.


Ravin memasangkan cincin ke jari manis kekasihnya kemudian ia cium dengan penuh kelembutan.


Setelah itu mereka makan malam romantis bersama di tempat yang sudah di sediakan Ravin, tentu Ravin tidak menyiapkan ini sendiri.Ia meminta bantuan pada kedua prajuritnya yang kini sedang grasak-grusuk di semak-semak belukar.


"Sialan si Ravin! dia enak-enakan makan kita malah kaya bengkek, malah nyamuk lagi"


Tap !


Tap !


Keluh Cio sembari menampar nyamuk yang dari tadi bernyanyi ria di telinganya.


Sandy tidak menggubris perkataan sahabatnya,ia hanya mengusir nyamuk dengan napasnya. Mungkin Sandy kasihan pada nyamuk karena nyamuk makhluk hidup yang ingin hidup juga.


"San! San! lo ngerasa ada yang ngerayap gak?"Tanya Cio dengan raut wajah tegang, karena saat ini ia merasa kakinya seperti di gelitiki sesuatu.


"Nggak"Jawab Sandy.


Dengan penuh keberanian, Cio melihat kakinya yang ternyata membuat matanya terbelalak lebar "Anjing! ulat buluuuu!"Ia segera melepaskan sepatunya dan berlari terbirit-birit di ikuti juga oleh Sandy yang terkejut bukan main.


"San! San! tolong ambilin sepatu gue"Ucap Cio dengan napas terengah-engah.


"Apaan sih?! lo bikin orang kaget aja!"Sewot Sandy menepis tangan Cio yang berada di pundaknya.


"Ada ulat bulu San"Delik Cio bergidik.


"Lah, sebenarnya anjing atau ulat bulu?"


Plaakk!


"Kalau anjing udah maraton gue bodoh!"


"Ngaku juga lo bodoh"


"Saiton !"


...💞💞💞...

__ADS_1


Malam yang bersejarah yang tidak pernah terlupakan oleh Dya dan Ravin berlalu begitu saja. Langit biru yang cerah kini berganti dengan awan hitam yang menutupi cahaya matahari. Musim penghujan di pertengahan tahun membuat cuaca tidak menentu akan turun hujan atau hanya sekedar angin lalu.


Waktu sudah menunjukan pukul setengah dua siang, Seperti biasa jam seperti ini Dya dan Ravin sudah pulang dari kampus. Gadis pemilik lesung pipi itu turun dari motor Ravin kemudian melepas helmnya.


"Mau mampir dulu? atau mau langsung pulang?"Tanyanya sebelum masuk.


"Langsung pulang aja, papah nyuruh pulang cepat katanya"Ucap Ravin.


Dya mengangguk-angguk "Yaudah kalau gitu aku masuk duluan ya"Ucapnya sembari tersenyum manis.


Ravin tersenyum miring kemudian mengacak-acak rambut Dya gemas "Iya"Jawabnya.


Setelah kepergian Ravin, Dya melangkah menuju pintu utama. Namun, ada satu hal yang membuatnya terkejut. Andra,Bintang,Zidan dan Allan sudah menunggunya di ambang pintu.


Tanpa Tralalala Dya langsung memeluk sang Ayah yang sangat amat ia rindukan kemudian berlalih pada bundanya yang sedang menggendong Allan yang bermanja-manja pada Bintang.


"Kalian kapan datang?"Tanya Dya gembira. Namun, wajahnya berubah ketika melihat wajah kedua orangtuanya tidak segembira dirinya. Lebih terkesan lesu dan biasa saja "Dan ini kenapa di keluarkan Yah, Bun?"Tanya Dya bingung melihat lima koper besar yang salah satu dari koper itu miliknya.


Andra memandang Bintang sejenak yang di balas anggukan oleh istrinya. Bintang memberikan Allan pada Andra kemudian memeluk putrinya kesayangannya erat dan menangis di bahu gadis itu.


"Kenapa Bun?"Tanya Dya semakin heran.


Dya refleks melepaskan pelukan Bintang "Nggak mungkin!"Ucapnya tak percaya "Yah, tolong bilang yang dikatakan Bunda gak bener Yah!"Desak Dya menggoyang tubuh Andra yang hanya terdiam.


"Maafkan Ayah kak"Lirih Andra.


Bulir bening jatuh dari pelupuk mata Dya, ketika mendengar perusahaan yang Ayahnya bimbing seumur hidupnya kini bangkrut. Jadi aku tidak mempunyai apa-apa lagi? aku tidak tinggal di rumah ini lagi? pikirnya bermonolog sendiri.


Brukkk!


Dya tak sadarkan diri yang langsung di tangkap oleh Zidan.


...🌞🌞🌞...


Tentu Dya sangat syok dengan kenyataan bahwa perusahaan Ayahnya bangkrut. Dengan begitu ia makan apa? apakah akan jadi gelandangan dan tinggal di kontrakan yang kecil dan pengap Seperti yang ada di film-film?


tidak! tidak akan ia biarkan. Lalu bagaimana dengan kuliahnya? bagaimana dengan Ravin? apakah pemuda itu menjauhinya?


Hidup dari kecil dengan penuh kasih sayang dan harta berlimpah tentu membuat Dya sangat senang dan merasa di sayangi. Siapapun yang berada di posisi dirinya akan merasa bahagia, namun siapa sangka di masa yang akan datang semua yang ia miliki selama ini hilang dalam hitungan detik.

__ADS_1


Andra dan Bintang awalnya juga syok dengan kabar buruk ini sampai-sampai, ia dan istrinya memutuskan sambungan telepon dari Dya beberapa hari sampai keduanya benar-benar siap. Sebab perusahaan Andra bangkrut ternyata armahum Ayahnya -Niel tidak mengurus perusahaan di Malaysia karena penyakit -Niel sebenarnya sudah lama dari sebelum Allan melahirkan lambat laun penyakit Niel semakin parah sampai beberapa bulan lalu menghembuskan napas terakhirnya. Oleh karena itu Neissa dan Niel jarang pulang ke tanah air karena pergi pengobatan -Niel di Malaysia,tentu hal tersebut tidak diketahui oleh Andra dan Laura, Niel dan Neissa tidak mau membuat anaknya khawatir. Dan sampailah perusahaan tersebut bangkrut, banyak pegawai disana menagih gaji serta uang pesangon yang telah lama tidak dibayar oleh Niel dan hal itu berdampak buruk pada perusahaan Andra yang berada di Indonesia.Banyak para pengusaha mengambil kembali saham yang pengusahaan itu tanam di perusahaan Biantara.


"Ayah... Dya mau tinggal disini, Dya gak mau kemana-mana"Rengek Dya pada Andra yang sedang menarik tangan putrinya dari pintu gerbang rumah yang tidak lagi menjadi miliknya itu. Di jual Tulisan yang tertampang nyata di pintu gerbang tersebut yang sudah di gembok membuat Dya meneteskan air mata.


"Ayo... Dya"Lirih Andra.


Akhirnya Dya menyerah, mau menangis sampai besok pun tidak ada gunanya. Semuanya habis dalam sekejap.


...🌞🌞🌞...


Hingga sampai di halaman rumah yang sederhana, lumayan besar, memiliki taman dan kolam renang kecil meskipun tidak sebesar di rumah Andra yang dulu,bisa di katakan rumah mewah tapi lumayan sederhana. Bintang memandang Andra heran, kenapa suaminya itu memilih rumah yang jelas-jelas sewaannya mahal? pikirnya.


"Mulai hari ini kita akan tinggal disini, rumah ini udah Ayah beli sebelum kalian lahir"Andra melihat Dya dan Allan. Bintang jadi melotot mendengarnya "Jangan tanya Ayah mendapatkan ini semua dari mana. Kalian cukup tinggal disini dengan aman dan tidak kepanasan ataupun kehujanan"Ucap Andra ketika Istrinya membuka mulut untuk berbicara.


Dya yang tadinya lesu dan tidak bersemangat pun jadi tersenyum. Ternyata ini tidak seburuk yang ia pikirkan,Ayah Andra baginya adalah Ayah yang paling sempurna. Ia memeluk Ayahnya dan mengucapkan terimakasih.


Sebagai seorang Ayah sekaligus suami, tentu Andra tidak membiarkan keluarganya hidup dalam kesusahan. Ia tau hal seperti ini akan terjadi tanpa di duga, oleh karena itu ia persiapkan sebelum itu terjadi. Dan untuk penghasilannya sehari-hari pun sudah ia pikirkan.


Restoran Biantara, itu adalah aset satu-satunya yang ia miliki. Kenapa Restoran Biantara tidak disita? sebab restoran tersebut berdiri dengan sendirinya tanpa bantuan atau campur tangan dari uang perusahaan. Sehingga bank tidak memiliki hak untuk menyitanya walaupun atas nama 'Biantara'


.


.


.


.


.


Aku pernah kehilangan seorang yang paling berharga di dunia ini. Dan aku tidak mau sampai itu terulang kembali, aku ikhlaskan semuanya. Aku yakin di balik semua ini ada hikmahnya,mungkin Tuhan menukarnya dengan sesuatu yang jauh lebih indah.


^^^~Andra^^^


Tuhan memang maha adil,tidak semua yang kita miliki akan bertahan selamanya. Bahkan Tuhan masih baik memberi kami tempat yang nyaman untuk berteduh.


^^^~Bintang^^^


Catatan penulis!

__ADS_1


Ohiya maap Kata-kata Cio sedikit kasar, karna gak mungkin latah Cio "Eh kodok melompat!" atau "Copot mak aji" Awokakwokak 🤣


__ADS_2