Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 83: Bingung euy


__ADS_3

Hari terus berganti....


"Nona...."Zidan mencekal tangan Dya yang ingin pergi ketika ia menghampiri gadis itu.


Dya menepis tangan Zidan, menatap tajam wajah pria itu "Apa?"Ketus Dya.


Zidan menarik tangan Dya menyuruhnya duduk kemudian iapun juga ikutan duduk di depan Dya yang hanya di batasi meja bulat di tengah-tengahnya "Katakan pada saya,apa yang membuat Nona Seperti ini? apa saya ada salah pada Nona? kalaupun begitu saya minta maaf. Tolong jangan bersifat kekanakan,apa Nona lupa? Nona telah berjanji pada saya?"


Ya,Zidan menyadari sikap Nona mudanya yang berubah terhadapnya. Setiap kali berpapasan Dya selalu membuang muka dan selalu menatap tajam dirinya dengan penuh kebencian.


"Aku tidak lupa"Jawab Dya acuh.


Zidan menghela napas, sebenarnya dia ada salah apa? sehingga membuat gadis itu seperti ini? "Apa ada yang ingin Nona tanyakan? barangkali bisa mengurangi rasa kesal Nona terhadap saya?"Sepertinya Zidan tahu bahwa gadis itu sedang marah padanya,jika tidak marah, apalagi?


Dya yang tadinya membuang muka,kini menoleh pada Zidan "Kamu punya pacar?"Pertanyaan polos itu keluar begitu saja dari mulut Dya.


"Tidak ada"Jawab Zidan singkat,namun dalam hatinya bertanya-tanya. Untuk apa Nona-nya bertanya tentang itu? apa karena ini Nona-nya marah-marah tidak jelas terhadapnya?


Mata Dya menyipit, berusaha menelisik kebohongan di mata pria itu,namun hasilnya nihil ia hanya mendapat ekspresi tidak terbaca dari Zidan. Jadi, kemarin itu siapa kalau bukan pacarnya? apa itu adiknya? apa itu orang tuanya?. Ah! tidak mungkin sama orang tua bicara semestra itu! kalau pun adik, emang dia punya adik? pikir Dya.


"Kamu punya adik?"Tanya Dya lagi.


"Punya"Jawab Zidan apa adanya.


"Laki-laki atau perempuan?"


"Perempuan"


Ah! rasanya senang sekali, ternyata Dya salah sangka bahwa Zidan sudah mempunyai pacar. Ia mengulum senyum sambil menatap Zidan yang terlihat risih dengan Nona-nya yang tiba-tiba bersikap aneh, Senyum sambil memperhatikan dirinya.Iya aku tau,aku ini tampan!

__ADS_1


"Udah'kan? kalau gitu,mari kita latihan lagi"Ucap Zidan seraya berdiri.


Dya tersenyum kemudian naik atas kursi yang didudukinya "Gendong!"Rengek Dya dengan tatapan memohon.


"Nona...."Lirih Zidan seakan menolak permintaan Dya.


"Zidan...."Lirih Dya mulai mengeluarkan pupy eyes andalannya yang membuat Zidan mau tidak mau harus menggendongnya sampai ke ruang Gym (ruangan khusus olahraga)


*


*


Sementara itu di dapur yang elegan dan minimalis yang sudah ada berbagai macam alat untuk memasak dengan rempah-rempah yang lengkap disana. Namun dapur yang awalnya elegan dan rapi itu menjadi kapal pecah ketika seorang pemuda bertempur dengan alat masak tersebut.


"Tante! minyaknya meletup-letup!"Pekik Ravin yang sedang menggoreng ikan.


"Balikinnya teh bisa atuh Tan! cumen minyakna meletus-letus"Balas Ravin,yang memang berasal dari orang Sunda,walaupun hanya sedikit-sedikit bisa berbahasa itu.


"Sok masukin lagi ikannya!"Titah Bintang.


"I-iya Tan"Ucap Ravin patuh. Ia memasukan ikan lagi ke dalam wajan yang berisi minyak panas.


Bum !!


"Tante !!"


"Oh My Good !!"


...🤧🤧🤧...

__ADS_1


Meja Makan....


Andra yang sedang duduk di tengah-tengah meja melirik istrinya yang santai kemudian beralih pada Ravin yang memperhatikan putrinya.


"Kenapa ikannya sampai gosong begini?"Tanya Andra menatap Bintang penuh tanya.


"Ravin"Bintang.


"Tante"Ravin.


Ucap keduanya serempak yang membuat Andra menginyit detik berikutnya ia memasukkan nasi ke dalam mulutnya karena tak mau ambil pusing.


.


.


.


.


.


Catatan penulis!


Tenang! aku tau babnya dikit karena aku kehabisan kata-kata.Udah buntu otak ku ini huft... jadi aku lanjut Bab selanjutnya yang udah aku rancang di otak OKE?


😚:Jangan lama-lama Upnya Thor


SIAP👍

__ADS_1


__ADS_2