Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 29 Aku mau kau mati!


__ADS_3

Mungkin Bintang tidak pandai dalam hal membela diri atau baku hantam untuk menghindari preman yang berniat jahat terhadapnya tapi ia memiliki kecerdikan yang bisa mengelabui preman itu menggunakan caranya sendiri


"Ayolah sayang ikut aku"Ucap Preman itu ingin membekap mulut Bintang yang meminta tolong tapi sebelum ia membekapnya Bintang berkata


"Oke-oke aku ikut kalian tapi tanpa paksaan"Bintang berusaha mengelabui dua preman itu


"Tidak semudah itu cantik... nanti kamu akan kabur bagaimana aku bisa percaya"Ucap Si gondrong


"Kalian cukup pegang tangan aku saja aku janji tidak akan kabur"Bintang berusaha meyakinkan kedua preman itu,bahkan ia bisa saja menginjak kaki preman itu dan menggigit tangannya tapi ia ingin tahu sejauh mana preman itu memperlakukannya


Kedua preman itu tercengang baru kali ini ia mendapat seorang gadis yang sama sekali tidak takut kepadanya namun ia tidak ambil pusing,ini akan mempermudah melakukanya pikir preman itu "Oke kalau gitu ayo ikut aku"


kemudian mereka berjalan membawa Bintang ke base camp tempat biasa ia membawa gadis yang diculiknya


"Aduh... pak perut saya mules mau BAB kayanya boleh saya ketoilet gak pak?"Keluh Bintang berpura-pura perutnya sakit ketika hendak masuk ke basecamp


"Halah itu alasan kamu doang mau kabur kan?"Ucap Si gondrong tidak percaya


"Aduh... pak saya gak boong ini mules banget pak kalau saya BAB disini gimana? nanti rumah bapak bisa bau saya abis makan pete lho ini terus kalau---"


"Iya-iya,Krakata antar dia ketoilet dan tunggu dia"Potongnya menyuruh anak buahnya mengantar Bintang ke toilet "Eh tunggu"Ucapnya ketika Bintang melangkah "Sini tas kamu takut kamu menghubungi seseorang"Ternyata preman itu cukup pintar tapi tidak sepintar Bintang


Bintang menyerahkan tasnya "Takut amat pak lagian saya juga tidak punya HP"Bintang kembali melangkah mengikuti anak buah preman itu


"Preman bodoh"Umpat Bintang yang sudah berada di dalam toilet kemudian membuka sepatu yang ia pakai rupanya ia sempat memindahkan ponselnya ke dalam sepatu ketika preman itu sibuk menarik tangannya "Uhhh selamat untung tidak pecah"Ucapnya berbicara kecil sambil mengelus-elus ponselnya lalu ia mengirim pesan ke Andra yang berisi "Lee tolong aku" kemudian ia mengshare lokasi tempat ia berada lalu memasukkan kembali ponselnya ke sepatu


Kemudian anak buah preman itu mengantar Bintang ke bos mereka "Udah?"Tanya Preman gondrong itu


"Bapak gak liat saya udah disini? ya pasti udah selesai lah pak"Sewot Bintang


Preman itu mengangguk "Jangan Panggil aku bapak aku bukan bapak kamu"Ucapnya


"Iya Om"

__ADS_1


"Aku bukan Om kamu"


"Terus Om mau saya panggil apa?"


"Abang"


Bintang menahan tawanya kemudian membuang mukanya mengeluarkan lidah seolah ingin muntah "Lo juga bukan abang gue"Umpatnya kembali menoleh ke preman itu "Iya Pak,Om eh Bang"


Kemudian Preman itu membawa Bintang ke sebuah kamar dan Bintang mengikuti saja permainan yang preman itu buat sebenarnya ada rasa takut juga ia yang berada disana tapi keberaniannya lebih menguasai dirinya dari pada ketakutannya


"Eh abang mau ngapain?"Tanya Bintang sedikit panik ketika preman itu membuka kancing celananya


"Ya pake nanya lagi ya mau..."Preman itu kembali melihat Bintang dengan intens


Bintang yang tau maksud preman itu mencari alasan "Bang gimana kita pemanasan dulu itu akan lebih bagus kita melakukannya akan lebih semangat dan rileks"Ucap Bintang tidak masuk akal dan berusaha tenang


Dan bodohnya preman itu makin semangat "Ide bagus! ayo kita lakukan gimana caranya?"Seru preman itu menutup kembali kancing celananya


"Abang ikutin aku ya gini caranya"Bintang memutar pinggangnya ke kiri dan kanan secara terus-menerus memutar kepalanya secara bergantian dan preman itu mengikuti gerakan Bintang "Encok-encoklah tu pinggang"Umpat Bintang menahan tawanya


"Bruukk"


"Brengsek!"Ucap Andra yang langsung melayangkan pukulan pada preman itu habis-habisan sampai preman itu terkulai lemah tak berdaya sedangkan Bintang yang melihat itu bergidik ngeri ketika melihat Andra memukul lelaki berambut gondrong itu tanpa ampun


Setelah puas menghantam muka preman itu Andra melihat Bintang yang kelihatan biasa saja bahkan ia tersenyum tak ada sedikitpun ketakutan di wajahnya lalu memeluk Bintang dengan rasa khawatir "Kamu gak apa-apa kan? ha? bilang sama aku dia melakukan apa sama kamu?"Desaknya khawatir


Bintang mengerjap"Dia belum melakukan apa-apa tapi tadi kalau kamu gak datang pasti udah melakukan apa-apa"Ucap Bintang santai


Andra tersenyum kembali memeluk Bintang "Maafkan aku tidak bisa menjemput kamu,mungkin kalau aku jemput kejadian ini tidak akan terjadi"Andra menjadi merasa bersalah


Bintang mengangguk "Udah gapapa lagian aku baik baik aja kan?"Ucapnya meyakinkan


"Udah kita pulang"Ajak Andra

__ADS_1


"Bentar-bentar"Bintang mendekati preman itu yang terkulai di lantai "Makanya lain kali kalau lo mau cari cewek buat muasin nafsu lo itu pilih-pilih dan kalau lo salah pilih kan jadi gini akibatnya, lo salah orang milih gue hahaha babay abang gondrong yang otaknya gak ketulungan"Gerutu Bintang mencaci maki preman itu yang tentu saja tidak mendengar ocehannya


Lagi-lagi Andra menggelengkan kepala melihat kelakuan istrinya yang selalu membuatnya tersenyum "Ayo"Ajaknya mengusap kepala Bintang penuh kelembutan


Dan baru saja kedua pasang suami itu keluar dari basecamp tersebut tiba-tiba mereka di kepung oleh anak buah preman gondrong itu yang berjumlahkan 10 orang mengelilingi mereka,Andra dan Bintang was-was membelakangi satu sama lain


"Kalian mau apa? uang? saya akan berikan berapapun yang kalian mau"Ucap Andra


"Hahaha kami tidak menginginkan uang, kami menginginkan kalian seperti bos kami yang telah kalian pukul sehingga dia tidak berdaya"Ucap salah satu preman tersenyum sinis,makin panas dingin saja Andra di buatnya sedangkan Bintang berusaha tenang


"Kalian pilih bubar atau kalian memilih untuk tidak melihat matahari lagi besok"Tantang Bintang


"Hahaha emangnya kamu mau apa gadis cantik"Ucap preman yang sama menyenggol dagu Bintang


"Cuih singkirkan tangan kotormu itu!"Ucap Bintang mengambil sesuatu yang ada di dalam tasnya yang selalu ia bawa kemudian mengancungkannya ke kepala preman itu


Satu hal yang tidak kalian ketahui Bintang selalu membawa senjata api itu kemana-mana tapi senjata itu tidak ada isinya,semua itu di suruh oleh Dika ia takut jika suatu saat Bintang di jahati oleh orang maka dari itu Dika menyuruh membawa senjata itu sebagai ancaman saja,balik ke laptop


Kejadian tidak terduga itu membuat semua preman mundur dan juga preman yang di hadapan Bintang mematung mengangkat tangannya "Kau bertanya mau aku apa? ha? AKU MAU KAU MATI!"Ucap Bintang penuh penekanan "Kau bawa semua temanmu yang berewokan semua ini atau aku akan membunuh mereka semua"Ancam Bintang


Andra yang melihat itu menelan ludahnya dengan susah payah tidak percaya apa yang dilakukan istrinya, kemudian preman itu menyuruh anak buahnya bubar memberi jalan untuk Andra dan Bintang, tapi Bintang tetap mengancungkan senjatanya sampai ia masuk mobil


~Tanya jawab~


Reader :Bintang bar-bar juga ya thor?


Author :Iyalah kan dia peri bar-bar


Reader :O iya thor dari sekian banyak nama di dunia ini kenapa nama premannya Krakata Thor?


Author :Iya ya kenapa gak sekalian Preman Krakatau hahaha dikira gunung dong premannya,biar unik aja gitu


Reader :Gunung Anak Krakatau itu dimana ya thor

__ADS_1


Author :CARI DI GOOGLE


__ADS_2