
Kini mereka sedang berada di pintu gerbang menuju pasar malam yang banyak pengunjungnya disana terdapat banyak wahana yang bisa Bintang naiki tapi tampaknya ia tidak tertarik dengan wahana itu,mereka berjalan mengelilingi pasar malam melihat-lihat ke kiri dan ke kanan tidak ada satupun yang membuat mereka tertarik,tangan mereka masih tergenggam erat layaknya seperti orang pacaran
"Kamu beneran mau kesini?"Tanya Bintang ketika masuk gerbang sebenarnya tidak percaya dengan Andra yang mau di ajak ke pasar malam yang dikelilingi oleh banyak orang berdesak-desakan dan juga banyak debu ia tidak habis pikir saja seorang Andra Putra Biantara yang hidupnya penuh kemewahan datang ketempat seperti ini
"Emangnya kenapa? aku manusia biasa bukan malaikat bukan juga raja semua kemewahan yang aku miliki itu hanyalah titipan"Tutur Andra yang sudah tau isi kepala Bintang yang sedang bertanya-tanya
Bintang tersenyum mendengarnya ia semakin mempererat genggaman tangannya "Kamu tau gak? waktu pertama kali aku ketemu kamu,kamu itu sombong,dingin dan kejam tapi setelah aku kenal kamu lebih lama itu tidak seperti yang kubayangkan"Ucapnya mengayunkan tangan mereka
"Aku kaya gini karena kamu tapi kok ada kejamnya? emang aku pernah kejam sama kamu?"Tanya Andra
"Nggak sih tapi dulu kamu ngatain aku wanita gila dan mata tajam kamu saat liat aku menusuk disini"Ucap Bintang menunjuk dadanya yang artinya menusuk jantung melukaiku... (Eh kok malah nyanyi) "Dan saat itu ingin sekali rasanya mau aku colok mata kamu"Geramnya
Andra terkekeh "Udahlah jangan diingat"Ucapnya malu sendiri
"Aku mau kesana"Ucap Bintang menunjuk seperti toko kecil dan ternyata toko aksesoris
Andra mengangguk kemudian mereka berjalan kearah toko itu, Bintang memegang benda-benda yang ada di toko itu sayangnya ia tidak tertarik dengan gelang,cincin,kalung, ikat rambut DLL dan hanya satu benda yang membuatnya tertarik "Bagus gak Lee?"Tanya Bintang menunjukkan benda seperti gelang
"Bagus"Ucap Andra tersenyum
"Ini buat Loly lucu kan?"Tanya Bintang lagi,kali ini Andra mengangguk menanggapi,bukannya beli buat dia sendiri melainkan untuk si pemalas yang hobbynya rebahan pikir Andra
Andra berinisiatif memilih benda yang menurutnya bisa di pakai oleh Bintang matanya menelusuri aksesoris di depannya kemudian tertuju pada jepit rambut mutiara yang berbentuk bintang,diambilnya benda itu kemudian diselipkannya ke rambut Bintang
"Cantik"Pujinya
Bintang tersenyum mukanya memerah "Berapa mbak harganya?"Tanya Andra pada wanita penjaga toko itu
"45ribu mas sama kalung kucingnya"Jawab wanita itu,lalu Andra memberikan sejumlah uang 50ribu ke wanita itu yang mau mengembalikan sisanya,Andra menolak untuk mbak saja sisanya kata Andra
"Terimakasih"Ucap Bintang mendongak memandang wajah tampan suaminya yang tersenyum padanya
"Kamu mau makan apa?"Tanya Andra ketika mereka duduk di tepi air mancur
__ADS_1
"Emm apa ya?"Bintang menengok sekeliling melihat pedagang kaki lima yang berjejeran "aku mau makan kaya yang anak itu makan"Jawab Bintang menunjuk anak laki-laki yang sedang memakan benda berwarna pink itu
"Gula-gula? nanti gigi kamu sakit gimana?"
"Mau itu!"Ucapnya manja yang membuat Andra tidak bisa apa-apa selain menuruti kemauan Bintang,Andra hanya bilang 'Oke' kemudian ia membeli gula-gula itu dan menyerahkannya pada Bintang
Bintang memakan gula-gula itu sambil tersenyum hari ini ia benar-benar merasa hidupnya semanis gula-gula yang ia makan "Manis! kamu mau?"Tanya Bintang menawarkan menyodorkan gula-gula ke mulut Andra
Andra menggeleng memandang Bintang yang asik memakan benda pink itu "Untuk apa memakan makanan manis sedangkan yang ada di depan aku ada yang lebih manis"
Muka Bintang tiba-tiba merah malu "Makan ini makin tambah manis dong"Ucapnya
Andra menoyor kepala Bintang dengan telunjuknya yang membuat Bintang mengaduh mengusap dahinya"Narsis sekali"Cibir Andra "Di puji aja udah besar kepala"Batin Andra
"Kenyataan Lee! akukan memang manis semanis madu dan gula,mataku sebening kristal,bulu mataku selentik alis Syahrini, hidungku mancung seperti idolamu siapa namanya? nah Verrel Bramasta,bahkan jerawat saja tidak mau nempel di wajah mulus dan bersinarku ini dan hatiku lembut seperti kain sutra dan jantungku berhenti berdetak saat bersama mu"Cerocos Bintang tingkat percaya diri paling tinggi dan ujung-ujungnya menggombal juga
Andra menahan tawa mendengarnya bagaimana bisa istrinya sangat percaya diri sekali pikirnya ia mengusap kepala Bintang lalu tersenyum "Apa saat ini jantungmu baik-baik saja?"Tanya Andra
"Yhaaa saat ini dia baik-baik saja dia hanya tidak baik-baik saja kalau kamu berada dekat denganku"Ucapnya polos memasukan lagi gula-gula ke dalam mulutnya
Bintang memegang dadanya seperti menahan sakit tepatnya menahan desiran jantung yang ingin meledak "Apa masih baik-baik saja?"Tanya Andra pura-pura polos
Bintang menepuk-nepuk kedua pipinya tidak percaya "Jika ini mimpi aku gak akan bangun"Ucapnya
"Ini tidak mimpi sayang"Ucap Andra dengan nada menggoda
Muka Bintang semakin memerah seperti bukan kepiting rebus tapi Onta rebus yang saya juga tidak tahu Onta rebus seperti apa "Aku seperti pohon pisang Lee"Ucapnya
"Gak ada hati dong?"
"Iya cuman ada jantung hatinya gak ada"
"Kenapa bisa gak ada?"
__ADS_1
"Karena hatinya udah kamu ambil"Gombalnya yang mendapat sentilan Andra di telinganya
"Auh kenapa sih?"
"Sekarang kamu udah pintar gombal ya? kasih tau aku siapa yang ngajarin? biar aku kasih uang orangnya"
"Jangan dikasih uang"
"Kenapa? biar aku kasih mobil sekalian orangnya yang udah ngajarin Istri aku yang polos ini menggombal"
"Janganlah kasi hati aja orangnya juga seneng"
"Janganlah kan hati aku cuman buat kamu"Balas Andra ikut ketularan virus gombalnya Bintang
"Whaa serasa ingin terbang"Seru Bintang
"Jangan terbang kan kamu gak punya sayap,walaupun punya jangan terbang nanti aku rindu"Gombalnya lagi yang membuat Bintang mematung teringat ia adalah peri yang bisa terbang bebas,raut wajah Bintang berubah seketika mendengarnya "Kenapa? aku salah ngomong?"Tanya Andra yang melihat perubahan muka Bintang
Bintang tersenyum "Jangan rindu berat kata Dilan teh,tapi kalau berat ya jangan di pikul tapi di jinjing biar ke rasa beratnya"Ucapnya berusaha menutupi
Andra terkekeh geli walaupun maksud Bintang ngelawak setidaknya ia tertawa meski lawakannya garing kek bawang di goreng
.
.
.
.
.
...LIKE KOMEN VOTE GRATIS!...
__ADS_1
Bersambung