Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 52:Izinkan Aku Menghalalkanmu


__ADS_3

Setelah mengantar Andra dan Bintang pulang ke rumah mereka. Dika melanjutkan perjalanannya menuju tempat tinggal tinggalnya, diperjalanan tiba-tiba Dika memperlambat kendaraannya ketika melihat seorang wanita yang sedang duduk di halte sendirian sambil menutup mukanya dengan tangan.Tampaknya wanita itu sedang menangis terlihat jelas bahunya naik turun


Dika turun dari mobil mendatangi wanita itu, tidak baik perempuan malam-malam begini keluyuran kalau terjadi apa-apa gimana pikirnya


"Mbak... Mbak kenapa?"Tanya Dika dengan hati-hati bukan karena takut wanita itu orang jahat melainkan takut kalau yang dilihatnya bukan orang


Wanita itu mendongak melihat wajah Dika dengan berderai air mata


"Netta?"Kejut Dika yang ternyata wanita itu temannya sendiri,Dika duduk disamping wanita yang sedang menangis itu


"Kamu kenapa?"Tanya Dika


"A-aku...."Tangis Netta pecah dan semakin kencang


Dika jadi bingung harus melakukan apa ia tidak tau membujuk seorang wanita yang sedang menangis apalagi ia tidak berpengalaman dalam hal itu,dengan ragu-ragu ia menepuk bahu Netta membawa kedekapannya,Netta tidak menolak saat ini ia memang butuh sandaran ia menumpahkan semua air matanya sehingga baju kaos yang di pakai Dika basah terkena air mata


Dika memejamkan mata hatinya ikut sakit melihat wanita yang ia cintai itu menangis.ia membiarkan Netta menumpahkan kesedihan padanya sampai tangis wanita itu berhenti


Netta menyeka air mata lalu menarik sudut bibirnya walaupun senyuman itu tidak tulus "Kalau kamu mau cerita aku siap mendengarkannya"Ucap Dika ia tau saat ini Netta butuh teman untuk berbagi keluh kesahnya


Dengan menahan sesak di dadanya dan menahan air mata untuk tidak keluar lagi ia mulai berbicara "Ayah... ayah meninggal kemarin Dika... dia tiba-tiba terkena serangan jantung dan aku diusir ibu tiriku setelah kematian ayah... Dan tadi aku dirampok barang-barangku diambil semua..."Air mata yang sempat ditahan kini bergenang di kantong matanya rasa sesak di dadanya benar-benar sakit


"Aku tidak mempunyai apa-apa lagi Dika... hidupku hancur,aku kehilangan pahlawanku yang selalu memperlakukanku layaknya seorang tuan putri,dia yang selalu menyayangiku kini sudah meninggalkanku... aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi didunia ini hiks..."Tanpa sadar bulir bening jatuh lagi dari mata bening Netta namun Dika menadahnya dengan tangan


"Jangan nangis,air mata ini terlalu berharga hanya karena kamu menangisi hidup kamu,dengan menangis tidak dapat merubah apapun dan kamu tidak sendirian ada aku dan ada Tuhan, manusia itu tidak ada yang sempurna ajal,maut dan kematian siapa yang tau, kita diciptakan oleh-NYA dan tentu akan kembali pada-NYA lagi jadi kamu tidak perlu merasa sendiri cukup doakan saja ayah kamu disana"Mata mereka saling tatap menyalurkan rasa luka dan semangat yang ada di mata mereka


"Sudah malam tidak baik perempuan malam-malam di luar rumah,ikutlah denganku"Dika menarik lembut tangan Netta


"Kemana?"


"Untuk sementara waktu kamu tinggal dirumah aku saja"

__ADS_1


"Tapi..."Ucapnya menggantung


"Kamu tenang saja aku tidak akan ngapa-ngapain kamu"Dika seakan tau pikiran Netta


Tidak ada pilihan lain Netta menurut ikut masuk ke dalam mobil, diperjalanan ia hanya melamun merenungi kehidupannya ke depan bagaimana sedangkan sekarang ia tidak memiliki apa-apa lagi semuanya hilang dalam hitungan detik


...🍁🍁🍁...


Tiba di rumah Dika,Netta tampak ragu-ragu untuk naik ke rumah yang lumayan besar itu "Dika..."Panggilnya dengan suara sedikit parau


"Loh kok masih disitu?"Dika menghampiri Netta yang tertinggal jauh di belakangnya


"Dika kita ini cuma teman tidak ada hubungan darah sama sekali gimana warga disini tau kalau kita tinggal satu atap tanpa hubungan apapun? kitakan bukan muhrim"


Dika tersenyum kemudian meraih tangan Netta menatap dalam mata teduh wanita itu "Kalau gitu izinkan aku menghalalkanmu"Ucap Dika dengan mata penuh harap


"Kita bangun rumah tangga sama-sama,kita susah senang sama-sama,malam ini bulan dan bintang akan jadi saksi keseriusanku"Dika menatap ke langit sekilas kemudian bertekuk lutut di hadapan Netta "Jadilah istriku, jadilah teman hidupku selamanya dan jadi makmumku sampai akhir hayat, kamu mau?"Ucapnya tulus dari hati


Netta menjawabnya dengan anggukan kepala yang membuat Dika tersenyum menegakkan tubuhnya


"Aku mau jadi teman hidupmu selamanya"Ucap Netta yang mendapat rentangan tangan dari Dika yang buru-buru di tahannya "Halalin dulu baru boleh peluk"Ketus Netta berlari masuk ke dalam rumah


Dika tersenyum malu-malu kambing mengejar Netta masuk dalam rumah "Kita---"


"Shuttt besok aja ngomongnya,ngantuk"Potong Netta sambil menguap yang membuat Dika gemas


"Ya udah kamu mau tidur di kamar tamu atau di kamar Bintang? Atau... mau tidur sama aku?"Goda Dika yang mendapat pukulan kecil dilengannya


"Di kamar Bintang aja"


"Oke"

__ADS_1


Dika mengantar Netta kekamar Bintang yang berada di lantai atas kebetulan bersebelahan juga dengan kamarnya


"Kalau kamu mau ganti baju di lemari ada pakaian Bintang kamu pilih aja yang mana yang mau kamu pakai"


"Oke"Netta menutup pintu


"Netta!"Panggil Dika membuat Netta tidak jadi menutup pintunya


"Iya?"


Dika menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Gak jadi"Ucapnya plin-plan


Netta mengangguk dan ber'Oh' kemudian kembali menutup pintu "Emm Netta?"Panggil Dika lagi yang sebenarnya mau mengucapkan sesuatu tapi malu-malu serigala


Lagi-lagi Netta tidak jadi menutup pintu untung kesabarannya masih banyak,jika tidak ia sudah emosi "Kenapa?"Tanyanya mulai kesal


"I-itu"Dika menggigit bawah bibir menahan rasa gugup yang menguasai dirinya"Selamat malam sayang"Ucapnya kaku


BUUGG!


Netta langsung menutup pintu dengan keras sehingga Dika yang ada di depan pintu terperanjat,namun dibalik pintu itu Netta sedang mengulum senyum rasa sedih dihatinya tiba-tiba saja hilang.


Netta mengusap wajahnya kasar senyum yang terus terukir di bibirnya,apa ini mimpi? kenapa jantungku berdetak tidak karuan? perasaan apa ini? dan itu tadi apa? dia panggil aku sayang? pikirnya tidak percaya


(Ciee yang baca senyum-senyum)


...🍁🍁🍁...


"Ya Allah ini berasa mimpi buruk yang membuatku senang,rencanamu sangat sulit di tebak bahkan tadi aku melamarnya? dan sekarang dia calon istriku? terimakasih Ya Allah kau telah mengabulkan permintaanku,aku berjanji akan menjaga dan membuatnya bahagia, jujur aku mulai tertarik padanya semenjak kami liburan di Bali,membakar jagung bersamanya,bermain bersama dan pulangnya aku seperti mendapat durian runtuh dia tidur di bahuku hahaha aku masih tidak percaya kalau nanti dia akan tidur disampingku dan setiap aku membuka mata wajahnyalah yang ada dihadapanku"


^^^-Andika ^^^

__ADS_1


...LIKE KOMEN VOTE!...


__ADS_2