
LANGSUNG AJA YA GUYS AUTHOR LAGI KEHABISAN KATA-KATA,YANG ADA DI OTAK CUMAN RUMUS TABUNG,JAJARGENJANG DAN TRAPESIUM....MAAP UPNYA TELAT KARENA TUGAS NUMPUK, OKE LANJUT.
..........
Di tempat yang terang dikelilingi dinding cat berwarna putih seorang wanita yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan penuh perjuangan untuk melahirkan seorang anak.
Sang suami tiada henti-hentinya mengecup singkat dahi sang istri yang kini tengah berjuang melahirkan benih cinta mereka yang sebentar lagi akan melihat dunia.Keringat dingin mengucur deras di pelipis Istrinya kala itu, tetesan demi tetesan mengalir dari matanya menahan rasa sakit yang teramat dalam.
Setelah setengah jam diruang operasi yang penuh perjuangan dan rasa sakit yang tidak pernah terlupakan oleh Bintang kini suara isak tangis terdengar di telinga mereka.Andra menghadiahi ciuman bertubi-tubi di wajah Bintang yang kini tersenyum lemah.
Hoek.... hoek..... hoek.....
"Mari ikut saya pak bayinya segera bapak azankan dulu"Ucap salah satu suster yang sedang menggendong bayi Bintang.
Andra tersenyum air mata penuh keharuan keluar dari matanya ia tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya lagi,Dengan mengecup puncak kepala sang istri untuk kesekian kalinya Andra tersenyum kearah Bintang "Aku keluar dulu ya"Ucap Andra melepaskan genggaman tangannya yang dari tadi menggenggam erat, Bintang menjawab dengan anggukan kepala ia benar-benar tidak ada tenaga lagi hanya untuk sekedar berbicara.
Andra mengazan putrinya di ruangan ICU sementara Bintang sedang di urus oleh dokter memindahkan Bintang dari ruang operasi ke ruangan khusus VIP.
Di ruangan itu Bintang memejamkan matanya mencoba untuk beristirahat ia benar-benar sangat lelah,selang infus tetap tertempel di punggung tangannya.
Baru saja ia terjun ke dunia mimpi Bintang dikejutkan dengan segerombolan orang yang tidak lain adalah keluarga Andra yaitu Niel, Neissa dan Laura beserta Dika,Cullen juga Netta.
"Ow! sepertinya kita mengganggu istirahatnya kakak ipar"Ucap Laura sembari melangkah menuju ranjang Bintang
"Tidak apa-apa"Jawab Bintang lemah juga tidak melupakan senyumnya.
"Kalau kamu mau tidur,tidur saja kami disini tidak akan ganggu"Ucap Neissa yang melihat wajah menantunya pucat dan kelelahan.
Bintang tersenyum menganggukkan kepala saat ini ia memang butuh istirahat, Bintang melirik Niel dan juga lainnya yang menganggukkan kepala tanda mengizinkan Bintang untuk istirahat.
Bintang membenarkan posisi tubuhnya mulai memejamkan mata,semua orang yang ada disana hanya duduk di sofa dan juga ada yang duduk dilantai karena sofa telah diduduki oleh Niel, Neissa dan Laura.
Tak lama kemudian Andra datang dengan membawa suster yang mendorong ranjang bayi.Bayi sehat pipi merah, rambut lebat dan hidungnya mungil itu menjadi pusat perhatian semua orang yang ada diruangan tersebut.
"Waaah! ponakan gue!"Seru Laura mencubit pipi bayi yang baru lahir itu.
"Shutttt!"Desis Andra,Cullen dan Dika bersamaan karena takut Bintang terbangun.
__ADS_1
"Eh main nyerocos aja! lu liat tuh kakak ipar lo lagi istirahat"Ucap Cullen dengan suara pelan tapi nyolot.
"Iya-iya habisnya terlalu bersemangat"Sungut Laura
"Ini tangan juga! dia itu masih bayi jadi jangan di cubit-cubit"Andra menepuk pelan tangan Laura yang tidak bisa di kendalikan itu,Laura langsung mengelus tangannya bahkan menutup-nutupi seolah ada noda di tangannya
"Ish...."Desis Laura sembari memutar bola matanya kesal.
"Boleh mamah gendong?"Tanya Neissa pada Andra yang menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Neissa mengambil bayi yang ada di ranjang kecil itu dan menggendongnya.
"Cantik banget babynya kira-kira siapa ya namanya?"Tanya Netta seraya menyentuh hidung mungil bayi itu.
"Iya nih selamat ya tenyata udah jadi bapake"Ucap Cullen menyenggol bahu sepupunya.
"Wiih iya lupa kasih selamat, ternyata bos gue yang paling ganteng ini udah jadi bapak selamat ya"Sambung Dika menepuk bahu Andra yang kini tersenyum.
"Iya kamu belum kasih tau papah nama anak kamu,jadi siapa namanya?"Tanya Niel.
"Namanya Keysha Anindya Biantara yang artinya Lautan dan Air dipanggil Dya"Jawab Andra.
"Ide siapa tuh?"Tanya Cullen penasaran.
"Itu ide kami berdua"Jawab Andra melirik Bintang sekilas.
...🍁🍁🍁...
Satu Minggu kemudian Bintang dan bayinya sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit kini mereka segera menuju pulang ke rumah.
"Yang!"Panggil Bintang yang kini sedang memegang botol susu di mulut Dya.
Ya,Dya meminum susu formula mengingat Istrinya yang tidak akan lama lagi akan pergi, Andra memutuskan Dya untuk memakai susu formula saja agar dia terbiasa memakai dot.
Andra yang sedang membereskan baju Dya pun menoleh "Iya?"Sahut Andra
"Emmm gak jadi"
Andra mengerutkan keningnya dengan jawaban Bintang yang ragu-ragu untuk mengatakan,ia mendekati Bintang kemudian duduk di tepi ranjang sambil mengelus rambut istrinya "Kenapa? kalau mau ngomong, ngomong aja gak usah di pendam"Andra seakan tau Istrinya ingin berbicara sesuatu.
__ADS_1
Bintang berfikir sejenak "Kalau aku per---"Belum sempat Bintang meneruskan kalimatnya tubuh Bintang sudah direngkuh oleh Andra seolah tidak mau Bintang berkata seperti itu.
"Kamu gak akan pergi"Hanya kata itu yang keluar dari mulut Andra ia juga tidak tau harus berkata apa.Sebenarnya ia juga memikirkan hal yang sama namun setiap ia berfikir hal itu malah terus terbayang-bayang di benaknya Bintang akan pergi meninggalkannya yang hanya membuat dia sakit hati.
Bintang membalas pelukan Andra membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu "Aku takut"Lirih Bintang
"Apapun yang terjadi itu semua takdir, meskipun aku juga tidak mau ditakdirkan seperti ini tapi kita harus menerima kenyataannya"Ucap Andra berhenti sejenak menarik napas panjang "Aku yakin di balik itu semua tuhan sudah merencanakan hal yang luar biasa yang bahkan bisa di luar dugaan kita"
"Tapi---"
"Shutttt"Desis Andra menghentikan ucapan Bintang ia benar-benar tidak sanggup mendengar perkataan yang menyakitkan hatinya "Kita nikmati saja waktu yang ada"Kembali mengecup singkat kepala Istrinya.
Bintang memejamkan matanya dalam-dalam menahan rasa air matanya yang ingin turun,bukan gimana-gimana waktu Bintang tidak banyak hanya tersisa beberapa bulan lagi.
...🍁🍁🍁...
.
.
.
.
.
Semoga keajaiban itu ada
^^^-Andra Putra Biantara^^^
Dari pertemuan, pertengkaran, pernikahan, berbuah manis dan berakhir perpisahan.Apa ini yang di namakan 'Semua yang berawal dari manis akan berakhir tragis?'
^^^-Bintang^^^
Catatan penulis!
Maaf kurang lebihnya author juga gak tau arti nama bayi Bintang pastinya itu sembarangan hahaha maap banget dan juga author tidak tahu menahu tentang melahirkan karena belum berpengalaman itu hanya khayalan othor semata jangan di bawa serius ok lanjut besok.
__ADS_1