
"Yah Dya tadi izin kemana?"Tanya Bintang pada Andra.
"Izin nongkrong bareng sama teman-temannya"Jawab Andra.
"Kenapa ayah izinin sih? nanti Dya kebiasaan, dikit-dikit nongkrong, dikit-dikit kerja kelompok taunya malah nyanyi di cafe"Cicit Bintang yang kesal pada suaminya yang selalu menuruti kemauan sang putri.
"Bunda tenang aja, Ayah udah suruh Zidan buat mengikuti kemanapun Dya pergi"
"Tap---"Belum sempat Bintang meneruskan kalimatnya sudah di potong oleh Dilandra.
"Ayah...."Seru Dilandra yang biasa di panggil Allan,ia langsung naik kepangkuan Ayahnya.
Iya,nama lengkapnya Dilandra Putra Biantara yang adalah anak kedua dari Andra dan Bintang.Dilandra adalah seorang anak kecil yang masih SD kelas 1 umurnya berjarak 13 tahun dari kakaknya yaitu Dya.Sekarang gadis cantik,anggun dan memiliki lesung pipi itu sedang meningkatkan kemampuannya di salah satu universitas kota Jakarta.
Bintang kesal dan seringkali marah-marah terhadap Andra karena dari Dya kecil suaminya itu selalu menuruti dan memanjakan Dya sesuka hatinya.Dya minta ini di beliin,Dya minta itu dibeliin juga seakan tidak peduli harga barang itu berapa yang penting anaknya senang,itu yang di pikirkan oleh Andra.Tidak hanya itu,Dya mempunyai hobi bernyanyi entah dari siapa bakat itu menurun,ia sering bernyanyi di cafe-cafe hingga pulang larut malam yang membuat Bintang khawatir tiap malam di buatnya.
Padahal Andra sudah membuat ruangan kedap suara untuk Dya bisa bernyanyi sepuasnya,Di ruangan itu juga banyak beragam jenis alat musik yang tersedia.Mulai dari piano, drummer, gitar dan sebagainya.
Pria yang memakai kacamata bulat yang bertengger di hidungnya itu tersenyum memangku anaknya, meskipun ia tak muda lagi ketampanan pria itu tetap permanen ditambah lagi ada bulu-bulu halus yang tumbuh di wajah tirusnya membuat sang istri sering mengejeknya 'Tua bangka'.Tentu saja ia tidak Terima di diejek seperti itu oleh istrinya yang masih muda seperti anak remaja bahkan wajah istrinya itu tidak pernah berubah sedikitpun,masih sama dengan wajah Bintang beberapa tahun silam.
"Iya..."Mencium pipi Allan sekilas.
"Kakak kemana Yah?"Tanya Allan.
Andra melihat Bintang yang seolah-olah tidak peduli "Kakak pergi sama temannya"Jawab Andra.
"Oh..."
...🌼🌼🌼...
Di sebuah cafe yang lumayan besar banyak pengunjung di sana yang berkumpul-kumpul Sambil bercengkrama ria dengan pengunjung lainnya.
"Tuk temani'ku yang terluka....."
"Hingga kau bahagia...."
Sebuah akhir kalimat lagu yang di nyanyikan oleh seorang gadis cantik dan anggun itu berhasil membuat para pengunjung cafe bertepuk tangan dengan meriah.
Gadis itu turun dari panggung dengan melempar senyum hangat pada pemuda yang juga tersenyum merangkul bahu gadis itu.
"Kok lagunya mellow banget sayang?"Tanya pemuda yang bernama Rendi itu membimbing pacarnya untuk duduk.
"Lagi pengen nyanyi lagu mellow aja"Jawab gadis itu.
Gadis tersebut adalah Dya dengan sang pacar yang belum beberapa lama menjalin hubungan, tentu saja Andra sudah tau bahwa putrinya sedang menjalin hubungan dengan pemuda yang jelas-jelas ia tau seluk-beluk keluarga pemuda yang berhubungan dengan putrinya.
"Oya gimana? keadaan adik kamu?"Tanya Dya sembari menyesap jus mangganya.
"Ya... begitulah keadaannya masih lemah"Jawab Randi dengan muka memelas.
__ADS_1
Hening sejenak....
Rendi meraih tangan Dya dan menggenggamnya erat "Sayang...."Menatap Dya dengan tatapan memohon.
"Hmm"Jawab Dya.
"Aku boleh minjem uang kamu gak? buat tebus obat adik aku"
"Loh kemarin bukannya udah ya?"
"Ke-kemarin itu buat ganti perban adik aku"
Dya menghela napas, pacarannya itu selalu meminjam uang dengan alasan mengobati adiknya "Rend.... Minggu lalu aja belum kamu bayar,kemarin kamu minjam juga,dan sekarang kamu minjam lagi? kamu pikir aku bank?"Berhenti sejenak sembari mengedarkan pandangannya ke sembarang arah "Aku belum kerja Rend... uang yang kamu pinjam itu,uang orang tua aku. Aku gak boleh memakainya secara berlebihan nanti ayahku akan menarik semua fasilitas yang aku pake"
Kini wajah Rendi semakin memelas "Ya udah kalau gitu aku kerja aja biar bisa dapetin duit buat tebus obat adik aku"Ucapnya melemah.
Lagi-lagi Dya menghela napas "Emangnya kamu mau minjem berapa?"Tanyanya.
Seketika mata Rendi menjadi segar mendengarnya "Kamu mau minjemin aku sayang?"Tanya Rendi yang mendapat anggukan kepala oleh Dya "Aku butuh sekitaran 10 juta sayang"
Mata Dya seketika menyipit mendengar perkataan pacarannya "Emang ada obat 10 juta?"
"Ad-ada dong sayang,kan obatnya di kirim dari luar negeri"
"Emmm oke nanti aku transfer ke rekening kamu"
Begitulah Dya,ia tidak bisa membedakan yang mana tulus dan yang mana yang tidak tulus dan juga ia tidak dapat membedakan yang mana jujur dan yang mana berbohong.Itu karena dari kecil ia selalu dimanja oleh sang Ayah,hingga Andra mengajarkan putrinya dengan sangat lembut.
Hari mulai larut malam dan hari sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.Dya di antar pulang oleh Rendi karena ia pergi ke cafe memakai ojek online.
Ceklek...
Dya membuka pintu utama yang sudah di kejutkan oleh wajah sang Bunda yang ingin menelan hidup-hidup dirinya,sambil berkacak pinggang Bintang Mendekat ke arah Dya.
"Dari mana?"Tanya Bintang penuh penekanan.
"Gak usah nanya,Bunda pasti tau jawabannya"Jawab Dya yang sudah biasa dengan Bintang yang mengomel-ngomel jika ia pulang larut malam.
"Tau gak ini jam berapa?"
"Jam setengah sebelas"
"Anak gadis itu gak boleh pulang larut malam kak! gimana terjadi apa-apa di jalan? Bunda udah bilang sama kakak jangan lagi nyanyi di cafe"Berhenti sejenak "Bunda sebenarnya gak larang kakak buat nyanyi di cafe,tapi kakak harus mengatur waktu dong jangan sampe larut gini jadinya kan Bunda khawatir sama kakak"
"Ada apa lagi ini Bund?"Tanya Andra yang baru saja datang ketika mendengar ribut-ribut.
"Lihat anaknya pulang jam berapa?"Menunjuk jam dinding.
"Eh,anak Ayah udah pulang"Memeluk Dya yang membalas pelukan Ayahnya.
__ADS_1
Bintang membuang napas kasar, bukannya marah sama anaknya atau kasi nasehat ini malah peluk-pelukkan, pikirnya.
"Terus! manjain terus!"Gerutu Bintang.
"Kenapa? Bunda mau juga?"Andra merentangkan tangannya.
Bintang membuang muka Sambil melipat tangannya depan dada "Gak lucu!"
"Ya udah sih Bund,kan Dya udah pulang dengan selamat dan utuh tanpa luka sedikitpun"
"Dya ke kamar dulu Yah,Bund muach... muach..."Mencium pipi keduanya kemudian berlalu pergi.
Bintang masih membuang mukanya.
"Gak mau Ayah peluk nih?"Goda Andra yang tidak mendapat jawaban apa-apa dari Bintang.
"Atau mau di cium juga sama ayah?"Semakin mendekat.
"Gak!"Ketus Bintang.
Andra mungut-mungut sambil tersenyum sinis "Okeh"Berlalu pergi.
"GAK NOLAK!"Teriak Bintang yang membuat Andra menghentikan langkahnya lalu berbalik.
Andra tersenyum kemudian menggendong tubuh Bintang ala bridal style
"Let's have fun baby!"Mengecup puncak kepala Bintang yang memukul kecil dada bidangnya.
Argh! suaminya itu bisa saja membuat hatinya meleleh hingga terbang ke langit ketujuh hingga tembus luar angkasa dan tersesat di planet Mars hingga Merkurius.
.
.
.
.
.
.
Catatan penulis!
Author berubah pikiran ges, karena tetangga misterius itu gak ada yang baca😠like aja secuil.Padahal udah promo tapi gak di baca sama yang punya komentar 😠dan Iseng-Iseng buka novel ISP ternyata ada pendatang baru dan yang memfavoritkan ini pun 100 lebih,jadi lanjut ajalah sampai eps 100 tapi tentang kehidupan Dya ya!
Lanjut gak nih?
...LIKE KOMEN MAWAR SAMA KOPINYA...
__ADS_1