
Waktu begitu cepat sekali berputar pagi hari sudah terdengar suara rintik-rintik hujan yang menggema di telinga karena akhir tahun membuat cuaca tidak menentu akan turun hujan atau tidak,hujan kali ini sangat lebat diiringi suara petir yang menggelar di telinga hingga dua insan yang tertidur nyenyak tidak sadar bahwa hari semakin siang
Bintang merasa bagian kakinya sedikit gatal dan refleks menggaruk kakinya dengan mata terpejam kemudian ia sedikit membuka matanya melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 08.15 ia terkejut dan refleks terduduk lalu memperhatikan Andra yang di sebelahnya "Lee bangun! kita kesiangan!"Bintang panik karena seharusnya pagi ini ia bekerja apalagi baru pertama masuk
"Hmm"Jawab Andra masih dengan mata terpejam
"Ini udah jam 08.17 Lee kamu kesiangan!"
"Oh kesiangan"Dengan entengnya dia menjawab
"Iiih kamu telat nanti berangkat kerjanya"
Andra duduk kemudian menyadarkan tubuhnya ke kepala ranjang "Akukan bosnya lagian siapa sih yang marah? kalau aku telat ke kantor?"Lirihnya dengan suara melemah
"I-iya juga sih"Bintang jadi bingung menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Tapi gimana pekerjaanku? hari inikan hari pertama aku kerja masa udah terlambat?"
"Kamu juga siapa yang marah kalau kamu telat? toh aku juga yang bosnya"Andra merapikan rambutnya yang berantakan "Ini masih hujan,deras lagi mending lanjut tidur"Andra kembali merebahkan tubuhnya memeluk guling memejamkan matanya
Bintang memutar bola matanya kesal kemudian beranjak dari ranjang, belum sempat ia menurunkan kaki tangannya sudah ditarik oleh Andra dan alhasil Bintang langsung terbaring kembali "Kamu kenapa sih?"Tanyanya kesal
Andra memperhatikan Bintang dari samping lalu tersenyum samar "Di sini aja ya temenin aku tidur"Ucapnya dengan wajah memelas
"Gak mau aku mau mandi"Bintang beranjak duduk dan kembali terbaring lagi oleh tarikan tangan Andra "Lepas!"
"Please"Ucap Andra dengan mata yang memohon
Bintang berfikir sejenak jika ia mandi dengan cuaca hujan gini pasti dingin di tambah lagi AC dikamar makin beku pikirnya "Iya-iya"Ucapnya membenarkan posisinya kemudian memainkan ponselnya
__ADS_1
Andra menatap Bintang yang sedang mengutak-atik HPnya sesekali ia tersenyum "Aku boleh peluk kamu gak?"Tanya Andra penuh harap karena ia tidak mau membuat Bintang terpaksa maka dari itu ia meminta izin terlebih dahulu
Bintang menaruh ponselnya di samping bantal kemudian berbalik menghadap Andra yang sedang menatapnya,ia memperhatikan mata Andra yang penuh harap ada rasa kasihan melihatnya lalu ia mengangguk "Peluk aja jangan macam-macam"Ancamnya penuh penekanan kemudian berbalik badan menandakan ia siap dipeluk
Andra tersenyum kemudian memeluk Bintang membenamkan wajahnya di leher istrinya "Kok panas?"Batin Bintang yang merasa tubuhnya panas bukan karena pelukan Andra melainkan tangannya lalu ia memegang tangan Andra "Kamu sakit?"Tanya Bintang namun tidak ada jawaban dari Andra,lalu ia berbalik menghadap Andra yang memejamkan matanya kemudian memegang pipi dan lehernya dan ternyata benar tubuhnya panas, Bintang menghela napas "Kamu kenapa sih? gak bilang kalau sakit?"Batin Bintang
Bintang mengangkat tangan Andra yang melingkar ditubuhnya dengan hati-hati agar tidak terbangun, Bintang hendak pergi ke dapur membuat bubur ayam untuk Andra namun gerakan ranjang membuat Andra terbangun juga "Mau kemana?"Tanya Andra dengan suara seraknya ia kira Bintang menghindarinya setelah ia tidur
Bintang mendengus "Kamu kenapa gak bilang kalau kamu demam?"Tanya Bintang
"Kalau aku bilang 'Aku demam' terus kamu mau apa? kamu percaya? emang kamu peduli sama aku? aku tau batasan aku bukankah pernikahan ini hanya sementara jadi untuk apa kamu menghawatirkan aku? aku meluk kamu tadi hanya---"
"Stop!"Seragah Bintang mengangkat tangannya "Iya aku tau pernikahan ini hanya sementara setelah enam bulan pernikahan dan aku tidak lagi di butuhkan tapi aku mohon setidaknya selama aku jadi istri kamu,aku ingin menjadi istri yang memenuhi kewajibannya kecuali kewajiban---"
"Aku tau"Potong Andra
"Aku ke dapur"Ucapnya berlalu pergi
"Ceklek..."Bintang membuka pintu dengan membawa nampan yang berisi bubur,minuman serta obat penurun panas "Makan dulu"Ucapnya
"Gak laper"Ketus Andra tanpa melihat Bintang
"Lee... makan dulu aku udah buatin bubur ayam"Andra menggeleng "Kalau gitu aku suapin aja aaaa"Bintang menyodorkan sesendok bubur ke arah suaminya,Andra berfikir sejenak memperhatikan sendok dan beralih ke Bintang yang tampak tersenyum kemudian ia memakannya "Kalau kamu habiskan semua bubur ini aku kasi kamu hadiah"Ujarnya
Andra mengerutkan dahinya "Hadiah apa?"Tanya Andra penasaran dan kembali melahap makanan yang Bintang sodorkan
"Ada deh"Ucapnya yang semakin membuat Andra penasaran
__ADS_1
"Apa aku harus sakit agar bisa di perhatiin kaya gini?"Tanya Andra dalam hati sambil memperhatikan Bintang yang menyuapinya
Suapan demi suapan yang Bintang berikan kini bubur yang ada di mangkok sudah kandas tidak tersisa lalu ia menyuruh Andra meminum obat dan Andra tidak menolak "Sudah habis mana hadiahnya?"Tanya Andra tidak sabaran
Bintang tersenyum kemudian berdiri sambil membawa nampan di tangannya "Sini"Bintang menyuruh Andra mendekat dan
"Cup..."Sebuah ciuman mendarat di pipi mulus Andra,lalu Bintang tersenyum kemudian berlalu pergi untuk mengantar mangkok ke dapur
Bagaimana keadaan Andra? ya gitu deh hehehe terkejot dan mematung tidak percaya lanjut...
...❤️❤️❤️...
Sore ini Dika sudah berjanji untuk menemui Cullen di salah satu Caffe sebenarnya ia malas pasti sahabatnya itu akan menjodoh-jodohkan dirinya dengan wanita yang sama sekali tidak ia kenal seperti yang waktu lalu Cullen bahkan menjodohkan dirinya dengan nenek-nenek yang sudah bercucu 12 dan kali ini ia tidak mau di jodohkan lagi, Emang gue segitu gak lakunya sampe Suneo kampret itu jodoh-jodohin gue pikir Dika
"Mau apa lo?"Tanya Dika yang sudah ada di Caffe tersebut dengan Cullen berada disampingnya yang sedang merogoh saku celananya "Buat apa?"Tanya Dika melihat Cullen mengeluarkan cermin
"Jadi kita melihat cewek pake ini Ta,gini caranya"Cullen mengarahkan cermin ke arah salah satu wanita yang duduk sendirian untungnya Cullen memilih tempat yang tertutup supaya orang tidak melihat mereka tengah mengintai wanita lewat cermin "Kali ini gue gak jodohin lo gue cuman mau lo kenalan dengan cewek di Caffe ini"Jelasnya,
Memang Caffe tersebut banyak pelanggan perempuan dari pada laki-laki karena tempat ini terbuka suasananya bagus makanan juga enak dan terlebih lagi Caffenya di hiasi payung-payung bergantungan membuat para wanita nyaman dengan tempatnya
Dika hanya mungut-mungut menanggapi "Ini gimana Ta?"Cullen mengarahkan cermin ke wanita berambut panjang berkulit putih sambil tertawa
"Nggak level"Ucap Dika
"Helleh gaya lu"Cullen menoyor kepala Dika lalu mengarahkan kembali cermin
Hai para pembaca "Istri Seorang Peri" selamat tahun baru terimakasih telah mengikuti dari awal meskipun likenya sedikit tapi aku bikinnya hanya lagi gabut
__ADS_1
...JADI TOLONG LIKE BAB INI GRATIS! GAK BAYAR! GAK BUAT HIDUP KALIAN SUSAH! 1 LIKEKAN SUDAH MEMBUAT HATIKU SENANG LANJUT BESOK......
Bersambung...