Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 76: Kenalan


__ADS_3

Rumah sakit X


"Tuan---"


"Panggil aja Ravin"Potong pemuda yang bernama Ravin itu.


Zidan tersenyum mengangguk kecil "Ravin,bisa jaga nona Dya dulu? saya ingin mengurus administrasi"Ucap Zidan.


Ravin melihat Dya yang sedang terbaring lemah di ranjang dengan selang infus di tangan sebelah kanannya kemudian mengangguk mengiyakan.


"Terimakasih"Ucap Zidan berlalu pergi.


Ravin mendekati ranjang yang di tempati oleh Dya menatap wajah cantik dan pucat gadis itu sejenak,ia mengulas senyum kemudian duduk di sofa mulai mengutak-atik ponselnya.


Beberapa menit kemudian Ravin di kejutkan oleh gebrakan pintu yang sangat keras hingga membuatnya refleks berdiri.


"Putriku!"Seru Andra yang baru saja datang bersama sang istri,ia langsung mengecup dahi putri kesayangannya kemudian mengelus kepala Dya dengan penuh kasih sayang.


"Kenapa Dya sampai seperti ini Yah?"Tanya Bintang khawatir mengelus pipi Dya yang pucat, tiba-tiba bola matanya menangkap sosok Ravin yang sedang kebingungan,tak ayal Bintang pun langsung menipuk tubuh Ravin dengan tas mahalnya "Pasti kamu'kan bocah tengik itu! berani-beraninya kamu menyakiti putriku! dasar pria gak tau diri!"


Bugh!..... bugh!.... bugh!....


Bintang terus memukul tubuh Ravin hingga menyumpah serapah pemuda yang tidak bersalahnya itu.Sementara Ravin berusaha menghindari tas keras miliknya yang begitu terasa sakit terkena dada bidang Ravin.


"Bund dia bukan bocah tengik itu!"Ucap Andra menenangkan sang istri yang terus meronta-ronta.


Dengan amarah yang masih membara Bintang duduk sambil mengatur napas yang tadi ia buang dengan emosi.


"Kamu siapa?"Tanya Andra pada Ravin yang masih meringis kesakitan di dadanya hingga punggung.


"Saya Ravin,yang mengantar dia kesini"Ravin menunjuk Dya.


Andra menghela napas, Istrinya itu bertindak sesuka hatinya hingga ia salah orang "Maafkan istri saya,dia salah orang"Menjeda omongannya "Kemana Zidan?"Tanya Andra pada Ravin yang ingin menjawab namun tidak jadi karena orang yang di cari Andra sudah datang.


"Sa-saya disini Tuan"Sambar Zidan dengan tubuh sedikit gemetar karena takut akan kemarahan Tuannya.


"Kenapa sampai seperti ini?"Tanya Andra dengan tegas.


"Maaf Tuan,saya tidak mengira kalau Bocah Tengil itu menampar dan menghadang jalan nona hingga terjatuh"Tutur Zidan menundukkan kepalanya.


"Namanya Bocah tengik bukan Tengil!"Sangkal Andra masih sempat membenarkan perkataan Zidan "Dan apa katamu?! menampar? berani sekali dia menampar putriku! bahkan aku saja tidak pernah bermain kasar pada putriku! bisa-bisanya dia bermain kasar!"Gerutu Andra menggebu-gebu.


"Zidan!"Bentak Andra hingga membuat Bintang dan Ravin terperanjat.


"I-iya Tuan"Sahut Zidan.

__ADS_1


"Kamu tau'kan apa yang harus kamu lakukan pada Bocah tengik itu?!"


"Iya Tuan"Jawab Zidan kemudian berlalu pergi melakukan perintah dari Tuannya yang pasti Andra dan Zidan'lah yang tau.


Glek!


Ravin menelan ludahnya, bisakah ia pergi dari tempat menyeramkan ini?.Ingin sekali rasanya ia berlari tapi entah kenapa kakinya tidak mau bergerak dari sana,seolah kakinya itu melekat pada lantai hingga ia tidak bisa melangkah sedikit pun.


Dya yang merasa terganggu oleh teriakkan sang Ayah pun terbangun dari tidurnya "Ayah....."Lirih Dya lemah.


"Iya sayang"Andra duduk di bibir ranjang kembali mengelus kepala putrinya.


"Dan kau kenapa masih ada disini?"Ketus Bintang menatap tajam Ravin.


"Eeee itu... sa-saya permisi"Barulah ia bisa melangkahkan kaki dari tempat yang mengerikan baginya itu.


Ravin berlari tunggang langgang seakan ia sedang di kejar oleh setan,ia berharap tidak akan bertemu lagi dengan orang seperti Bintang yang membuat badannya babak belur.


...🧡🧡🧡...


Pagi-pagi buta Dya sudah ingin pulang karena hari ini ia ada presentasi penting di kampusnya, Dokter pun memperbolehkan Dya pulang lagian tidak ada luka yang serius hanya saja Dya kurang oksigen hingga Dya menginap semalam di rumah sakit.


"Kakak yakin mau kuliah hari ini?"Tanya Andra yang mengantar anak gadisnya depan kampus.


"Baiklah,pulang dari kampus kakak minta jemput pak Agus aja ya"Ucap Andra yang di jawab anggukan oleh Dya.


Dya menyalami sang Ayah "Daaa Ayah..."Melambaikan tangannya.


"Oii gue ini lo anggap apa?"Celetuk Dika yang mengemudi mobil sambil menyodorkan tangannya ke arah Dya yang ingin pergi.


"Maaf anda siapa ya?"Canda Dya yang kemudian menyalami Dika yang sudah dianggapnya paman.


"Anak baik"Dika mengacak-acak rambut Dya.


Kemudian mobil Alphard hitam itu melesat jauh menuju keluar kampus.


"Huft..."Dya membuang napas lega sembari melangkah dengan lesu.


BRUKKKK


"Hellowwww mata lo kema---"Teriakan Dya menggantung ketika melihat wajah tampan pemuda yang menabraknya "Gue kaya pernah liat lo,dimana ya?"Dya berusaha mengingat pemuda itu yang hanya berwajah santai.


"Rumah sakit"Ucap pemuda itu yang adalah Ravin pemuda tampan,tinggi,kulit hitam manis dan beralis tebal.


"Bener! lo yang antar gue kerumah sakit kan?"

__ADS_1


"Hmm"


"Gue gak tau aslinya lo baik atau enggak, tapi menurut gue lo baik"Dya Mengulurkan tangannya ke arah Ravin bermaksud untuk kenalan "Kheysha Anindya"Ucapnya Memperkenalkan diri.


Ravin menaikan alisnya sebelah melihat uluran tangan Dya,Netra orange Pemuda itu menatap wajah Dya yang tersenyum padanya "Ravindra"Ucapnya tanpa menerima uluran tangan Dya kemudian berlalu pergi diikuti oleh dua teman yang mengekor di belakangnya.


"What?!"Pekik Dya kaget karena uluran tangannya tidak di terima, seumur-umur hidupnya baru kali ini ada pria yang tidak mau berkenalan dengannya.


"Haiiii Dyaaa"Seru Echi yang merupakan sahabat Dya tiba-tiba datang.


"Sorry Ya kita gak bisa jenguk lo kemarin"Sambung Lara yang juga sahabat Dya.


Mereka bertiga sahabatan sejak mereka SMA hingga sampai sekarang persahabatan ketiganya tetap berjalan dengan baik.Dya bukan tipe gadis yang hanya mau berteman dengan teman selaras atau sepadan dengannya,Echi dan Lara bukan'lah berasal dari orang berada bahkan Echi bisa masuk Universitas terkenal ini karena beasiswa.Sedangkan Lara dibiayai oleh Ayah Dya meskipun begitu Lara tetap menolak jika ia masih mampu membayar uang keperluan kuliahnya sendiri,kecuali ia sedang tidak mempunyai uang.


"Gapapa lagian aku baik-baik aja kok"Dya tersenyum meyakinkan bahwa ia baik-baik saja.


"Oya tadi gue liat lo bicara sama cowok,siapa dia?"Tanya Echi melihat sekeliling mencari cowok yang berbicara pada sahabatnya.


"Oh tadi? namanya Ravindra,gue kesel tau sama dia!"Dya membimbing kedua sahabatnya berjalan sambil bercerita.


"Kenapa?"Tanya Lara.


"Gue mau kenalan tapi dia gak balas uluran tangan gue"Lanjut Dya dengan kesal.


"Aigooo"Lara si penonton drakor terkejut mendengar perkataan Dya.


"Lagian elu kenapa mau aja kenalan sama dia? emangnya dia cakep apa sampai elu mau kenalan?"


Dya menceritakan semuanya yang terjadi kemarin, dimana ia memutuskan Rendi dan diantar oleh Ravin kerumah sakit.


"Kalau gue tau kalau dia sombong,mana mungkin gue mau kenalan sama dia! iiihhh kesel!"Kesal Dya mencoret-coret buku,sebab mereka sudah sampai di kelas.


.


.


.


.


Catatan penulis!


Mungkin up agak lambat karena Author sedang ulangan semester jadi, tunggu aja ya kisahnya.menulis ini pun di sempat-sempatin,mohon maaf jika ada kesamaan nama atau kata itu semua unsur ketidak kesengajaan tidak bermaksud untuk mengikut-ngikut atau plagiat dari novel lain.


...LIKE KOMEN DUKUNGANNYA...

__ADS_1


__ADS_2