Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 24 :Air Suci


__ADS_3

Mentari tampak malu-malu memancarkan sinarnya pagi hari ini,karena ditutupi oleh awan hitam yang membuat cuaca hari ini sedikit mendung dan juga membuat orang-orang menunggu kepastian akan turun hujan atau hanya awan hitam yang menebeng dan setelah itu pergi


Andra yang sedang tertidur nyenyak dikejutkan oleh kakinya yang sedikit keram ia membuka mata dan ternyata yang membuat kakinya keram itu adalah Bintang yang menjadikan kakinya bantal


"Ni anak tidur apa gimana sih?"Batin Andra membenarkan posisi kepala Bintang yang tidur di bawah kakinya kemudian mendelik geli melihat air terjun yang keluar dari mulut Bintang menetes ke kasur kesayangannya


"Bintang..."Panggilnya "Bintang.... Bintang!"Andra sedikit menaikkan suaranya


"Hmmm apaan?"Tanya Bintang dengan mata terpejam


"Bangun,kasurnya kamu cuci aku gak mau tidur di kasur bekas air liur kamu"


Bintang refleks memegang pipinya kemudian mengelap pipinya dengan baju yang dipakainya,Andra yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala "Bikinin aku roti bakar sama Copucino"Titah Andra yang tidak mendapat jawaban apa-apa dari Bintang "Kamu denger gak? mau aku cium? ha?"


"Cium aja"Jawab Bintang santai sambil bergelayut manja dengan guling


"Oh gitu oke"Andra mulai mendekatkan diri pada Bintang


"Eiitss"Bintang menahan muka Andra yang mendekat ke arahnya "Kamu mau cium pipi aku yang sudah dilumuri air suci yang keluar tadi?"Tanya Bintang


"Air suci?"Batin Andra mencoba berfikir sejenak detik berikutnya dia sadar apa yang di maksud Bintang ia refleks menjauh "Bangun gak kalau gak mau bangun aku seret juga nih ke kamar mandi"


"Iya-iya"Bintang bangun dari tidurnya kemudian beranjak ke kamar mandi


...🍁🍁🍁...


Bintang yang sedang membakar roti buat sang suami sedang berada di dapur mengoleskan selai coklat dan stroberi kemudian membakarnya


"Udah belum?"Tanya Andra tiba-tiba datang


"Bentar lagi"Jawab Bintang


Kali ini mereka sarapan tanpa orang tua Andra Niel dan Neissa sedang ada tugas di luar kota yang sudah mengabari Andra lewat WhatsApp bahwa mereka berangkat sejak subuh


"Pagi pengantin baru"Sapa Laura yang memakai seragam sekolahnya,Andra memutar bola matanya malas sedangkan Bintang membalas sapaan Laura


"Kak aku nebeng yah"Ucap Laura sambil mengunyah roti selainya


"Emang Pak Ali kemana?"Tanya Andra,Pak Ali itu supir pribadinya Laura


"Ada tapi aku pengen diantar sama kak Andra,boleh ya... plis"Mohon Laura mengatupkan kedua tangannya,Andra mengangguk


Setelah sarapan Bintang mengantar Laura dan suaminya itu ke depan


Andra menyodorkan tangannya ke Bintang sementara ia bingung apa maksud Andra menyodorkan tangannya "Apa?"Tanya Bintang

__ADS_1


"Kamu mau jadi istri Solehah gak?"Tanya Andra yang membuat Bintang semakin Bingung "Salim"Ucapnya


Bintang yang baru mengerti pun langsung mencium punggung tangan suaminya canggung "Bilang gitu salim gak usah pake bahasa isyarat segala aku gak ngerti"Ucapnya


"Sini!"Suruh Andra menyuruhnya mendekat kemudian mendaratkan kecupan di kening Bintang "Aku tunggu di kantor ya"Ucapnya tersenyum lalu pergi


Bintang yang dicium hanya biasa saja tidak merasa terkejut menurutnya itu hanya sementara ia bersikeras tidak melibatkan hatinya ke dalam pernikahan ini maka dari itu ia harus bersikap biasa saja, namun suatu saat dia terjebak dalam permainan yang ia buat sendiri


Dan malam kemarin Andra memutuskan memberi pekerjaan pada Bintang menjadi desainer jika Bintang berbakat dalam hal itu,hari ini ia menyuruh Bintang datang kantornya pada jam makan siang untuk membawanya ke cabang salah satu Butik miliknya


...🍁🍁🍁...


~Perusahaan Biantara Crop~


"Bos ini laporan dari pabrik kacang kedelai yang lahannya sudah resmi milik perusahaan dan sekarang lagi masa pendirian pabrik"Jelas Dika memberikan map berwarna biru pada Andra


"Bagus! kau urus semua alat-alatnya"Titah Andra


"Siap"Jawab Dika berlalu pergi dan saat membuka handle pintu ia mendapati Adiknya yang sedang menuju kemari


"Kaaakkk Dikaaaa!"Teriak Bintang langsung memeluk tubuh Kakaknya melepas kerinduan pada pria itu


"Bintang!"Ucap Dika membalas pelukan adiknya, tanpa mereka sadari Andra yang melihat itu menatap tajam ke arah Dika yang membalas pelukan Bintang, Bagaimanapun juga Bintang itu adik angkatnya tidak sedarah apalagi mereka selama ini tinggal satu rumah pikir Andra,tapi kenyataannya hubungan mereka memang sedekat itu


"Aku kangen tau sama kakak"Lirih Bintang melepaskan pelukannya


"Ish... jahat"


"Ekhem... udah? kangen-kangenannya?"Ucap Andra yang berdiri dekat mereka melipat kedua tangannya depan dada


"Udah"Jawab Bintang


"Masuk"


"Kayanya ada roma-roma api cemburu"Goda Dika yang tau sahabatnya sedang cemburu


"Cemburu? siapa yang cemburu?"Tanya Bintang,belum sempat Dika menjawab ia sudah mendapat mata yang hampir keluar dari tempatnya oleh Andra


"Ah iya itu yang cemburu sinetron 'Ternyata ibuku istri ayahku' nah anak nya cemburu ayahnya dekat ibunya"Jawab Dika ngasal


Dengan polosnya Bintang menjawab "Oh... kasian ya anaknya"Dika hanya menahan tawanya


"Ya udah kalau gitu aku balik kerja dulu ya,daa Bintang muach..."Dika memberi ciuman jarak jauh pada Bintang yang ingin melihat Andra semakin kesal padanya, Lalu melangkah pergi menghindari pulpen yang sudah melayang ke arahnya


"Dasar korban sinetron"Umpat Andra kesal

__ADS_1


"Kamu tunggu dulu sebentar aku masih ada kerjaan"Ucap Andra pada Bintang yang dijawab deheman serta anggukkan dari Bintang


...🍁🍁🍁...


Cullen siang ini memutuskan pergi ke perusahaan Andra untuk menemui sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu,kini ia sedang di lobby perusahaan menuju ruangan Dika seperti biasa saat dia lewat semua karyawan memandangnya tidak berkedip satu kali pun hingga ia sampai di ruangan Dika


"Nobitaaaa!"Seru Cullen menghampiri Dika


"Suneooo!"Teriak Dika dan mereka saling berpelukan melepas rindu yang telah lama dikubur detik berikutnya mereka baru sadar apa yang tlah mereka lakukan melepas pelukan masing-masing merasa jijik sendiri membersihkan baju mereka seolah sedang kotor sambil mendelik geli


"Iiiii geli gue"Ucap Cullen geli sendiri


"Yeee elu yang mulai,Eh btw kapan lu pulang?"Tanya Dika


"Tiga hari yang lalu kayaknya"Ucap Cullen "Oh iya gimana lo? sampe sekarang gak nikah-nikah temen lo aja udah nikah aja gak undang gue lagi"Celetuk Cullen


"Yeee boro-boro mau nikah punya pacar aja kagak ada"


"Hmmm besok ada waktu gak? atau lo sibuk gak?"Tanya Cullen seperti merencanakan sesuatu


"Ya sibuk sih hari ini aja tugas aku numpuk tuh"Dika menunjuk berkas yang numpuk dimejanya "kenapa lo nanya kaya gitu? pasti lo mau ajak gue kencan lagi? ha?"Cullen tersenyum menapakkan gigi rapinya membuktikan kalau perkataan Dika benar


"Enggak,nggak gue gak mau"Tolak Dika


"Ayolah kali ini aja,caranya beda bukan seperti yang dulu"


"Enggak! entar lo kasi yang nenek-nenek lagi"


"Nggak Nobita sayangku... gue nggak kasi yang nenek-nenek lagi tapi yang tante-tante mau? atau mau yang janda?"Seloroh Cullen


Dika mendelik geli mendengar kata 'Sayangku' "Gue udah bilang kerjaan gue numpuk"Tolaknya lagi


"Gue tau biar tugas lo gak numpuk"


Dika memutar bola matanya malas"Gimana?"


Cullen mendekati berkas yang tertumpuk di atas meja kemudian menatanya satu-satu di atas meja "Nah selesai kan gak numpuk lagi"


"Ya sama aja O'on"Dika menoyor kepala Cullen biar otaknya encer dikit hehehe


Nobita adalah nama panggilan Dika semenjak ia kecil,lalu siapa yang memberi gelar Nobita itu? tidak lain adalah Cullen teman kecilnya karena dulu Dika selalu memakai kacamata kesekolah dan di sekolah ia selalu tidur pada jam pelajaran ia juga sering tidak mengerjakan PR maka dari itu Cullen memanggilnya Nobita


Lalu kenapa Dika memanggil Cullen Suneo? karena ia tidak terima ia di panggil Nobita jadilah ia memanggil Cullen Suneo


Btw aku kasi judul BABnya mulai sekarang hehehe

__ADS_1


...LlKE KOMEN VOTE!...


__ADS_2