Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 86:Gue mau lo ??


__ADS_3

"Lo jahat sama gue Dan! lo jahat! jadi perhatian lo ke gue selama ini itu apa? apa maksudnya?!"Gerutu Dya menunjuk-nunjuk foto dia dan Zidan di ponselnya. Ia melempar ponselnya ke sembarang arah dan menangis sejadi-jadinya di bawah selimut, Sungguh ini sangat menyakitkan hatinya. Ia kira Zidan juga mempunyai perasaan yang sama.Namun perhatian yang Zidan berikan hanya menganggap dia sebagai seorang Adik. Ya Zidan memang menganggap Dya sebagai adiknya tidak lebih.


Hingga ia tertidur lelap dengan air mata yang mengering di pipinya....


***


~Meja Makan~


"Kak, kakak kenapa? matanya sebab gitu? habis nangis?"Tanya Bintang sambil mengunyah makanannya, menatap wajah Dya Seperti tak biasanya.


Hal itu juga di alami oleh sang Ayah yang juga menatap bingung pada putrinya "Ada masalah apa?"Tanya Andra yang juga melahap sandwich-nya.


"Gak ada masalah"Jawab Dya tersenyum hangat pada kedua orangtuanya. Tidak mungkin juga ia mengatakan bahwa ia menangis semalaman hanya karena patah hati mengetahui orang kepercayaan Ayahnya sudah memiliki tunangan.


Bintang dan Andra saling pandang, keduanya tahu ada yang sedang di sembunyikan oleh putrinya tapi keduanya tidak memaksa Dya untuk bercerita "Oya Kak, besok Ayah sama Bunda berangkat ke Malaysia selama Kurang lebih 1 Minggu. Allan bakal tinggal disini karena dia harus sekolah, jadi kakak harus menjaganya"


"Ha? kok mendadak sekali Yah?"Kejut Dya.


Andra mengangguk "Ayah harus ngurus perusahaan Papa disana untuk di pindahkan ke Indonesia,mungkin itu memerlukan waktu cukup lama makanya Ayah bawa Bunda"Lanjut Andra menoleh Istrinya yang tersenyum.


Dya menghela napas, pasti dia akan kesepian jika tidak ada kedua orangtuanya. Di tambah lagi dia harus menjaga adiknya "Hmm, tapi pulangnya jangan lama-lama ya Yah..."Pinta Dya dengan muka mendamba.


Andra terkekeh mengusap kepala putrinya "Iya, Ayah usahain"


"Adiknya jangan lupa di kasih makan,nanti minta sama bibi. Kakak juga jangan lupa makan,awas kalau Bunda balik liat kakak kurus!"Ucap Bintang karena kebiasaan sang putri makan harus diingatkan,jika tidak diingatkan, sampai besoknya pun tidak akan kelaparan meskipun perutnya kosong.


"Oke"Balas Dya diiringi anggukan "Yah... kunci mobil Dya ada di Ayah kan?"Tanyanya kemudian.


"Iya, kenapa emangnya?"Jawab Andra, karena tidak biasanya gadis itu memakai mobil sendiri mengingat putrinya itu malas menyetir mobil oleh karena itu ia memilih untuk di antar jemput oleh Zidan.


"Dya mau pakai mobil sendiri"


"Tumben, biasanya diantar sama Zidan"


Deg! ahh kenapa Ayahnya menyebut nama dia? itu membuat moodnya hancur!, Dya meletakkan garpu dan sendoknya secara spontan hingga menimbulkan bunyi detingan sedikit mengilukan telinga.


Dya tersenyum kemudian berdiri "Dya harus berangkat Yah Bund,Dya pergi dulu.Kunci mobilnya dimana Yah?"Tanya Dya sembari menyalami keduanya.


"Di gantungan garasi"Jawab Andra yang melihat Dya sudah berlalu pergi. Kenapa dia? tidak biasanya


🤸🤸🤸


Mobil mewah berwarna kuning itu menjadi pusat perhatian para Mahasiswa di kampus X pasalnya dari sekian banyak mobil di area parkir hanya satu yang mencolok dan berkilau dari pada mobil lainnya yaitu mobil kuning milik gadis yang bernama Anindya.

__ADS_1


Dengan gaya yang elegan Dya menurunkan kaki jenjangnya, ia memakai rok di bawah lutut dan baju kaos hitam dan sepatu putih les biru. Terlihat anggun dan cantik, dengan gaya gontai ia berjalan seakan melupakan apa yang telah terjadi pada dirinya semalam.Kemudian ia memasang kacamata photocoromic-nya yang bisa menyesuaikan cahaya,jika terkena matahari otomatis ia akan menghitam dan sebaliknya.


Kenapa ia memakai kacamata? jawabnya untuk mengurangi penglihatan seseorang yang melihat matanya sedikit sembab, sebenarnya juga menghindari pertanyaan dari para sahabat-sahabatnya yang tentu paling kepo.


Dya bingung, biasanya Lara dan Echi menunggunya di sini,tapi mereka tidak ada? kemana dua cencucuk itu? atau dia yang datang ke awalan?. Akhirnya Dya memutuskan untuk mengecek ponselnya,dan ternyata dua cencucuk itu menunggunya di kantin.


Setelah memasukan ponselnya ke dalam tas,Dya kembali melangkah. Dan sialnya malah bertemu dengan trio sebleng, ia menoleh Ravin yang tidak memperdulikan dirinya atau bahkan menyapanya. Ada rasa rindu di hatinya melihat pemuda tampan itu.


"Haiii Dya..."Cio yang centil itu menyapanya sambil melambaikan tangan dan mengedip sebelah matanya. Menggelikan!


Dya hanya membalas dengan senyuman, kemudian pandangannya kembali kearah Ravin yang menunjukkan raut biasa saja sementara Sandy tersenyum tipis padanya.


"Dua kelinci itu kemana?"Tanya Cio basa-basi yang membuat Dya menginyit bingung.


"Lara dan Echi"Ralat Sandy membenarkan perkataan Cio.


"Oh, ada di kantin"Jawab Dya,tapi pandangannya masih pada Ravin yang membuang muka.Cio mungut-mungut menanggapi.


Tanpa pamit atau sekedar berbicara Ravin meninggalkan kedua sahabatnya dan Dya.


"Loh Vin !"Cio berusaha mengejar langkah pemuda itu diikuti juga oleh Sandy.


"Tunggu !"Teriak Dya yang membuat langkah ketiga pemuda itu berhenti.Kemudian ia menyusul lalu menatap Cio dan Sandy bergantian mengisyaratkan mereka agar meninggalkan dirinya dan Ravin.


"Cuma segitu perjuangan lo?"Ucap Dya yang lagi-lagi mengentikan langkah Ravin "Mana yang katanya cinta sama gue,yang katanya tulus! mana! jangan manis di mulut doang! tapi buktiin gak bisa!"Ucap Dya memasang wajah remeh.


Ravin yang mendengarnya pun tersenyum sinis kemudian berbalik melangkah ke arah Dya yang refleks mundur karena tubuh Ravin yang terus maju.


"Maksud lo apa?"Tanya Ravin menatap lekat wajah gadis yang sangat amat ia rindukan.


Dya terkekeh menegakan badannya kemudian maju yang membuat Ravin memundurkan dirinya "Gue minta maaf"Ucap Dya secepat kilat.


"Cih... minta maaf gak ada tulus-tulusnya sama sekali"Cibir Ravin tersenyum sinis.


"Ravindra Marshel gue minta maaf,ucapan gue kemarin tidak bermaksud nyakitin lo.Jujur gue lagi emosi makanya gue jadi marah-marah sama lo, lagian lo bercanda gak tau tempat.Masa orang lagi berduka malah lo bercandain?"Tutur Dya.


"Jadi?"


"Jadi gue mau lo maafin gue, dan jadi teman lagi kaya dulu,gue gak suka lo kaya gini seolah lo orang asing yang gue gak kenal"


Kali ini tubuh Ravin merensek maju hingga tubuh Dya mentok menempel dinding,untungnya tidak ada orang disana "Kalau gue gak mau gimana?"Tanya Ravin.


"Ka-kalau lo gak mau juga gapapa"Ucap Dya, kini jantungnya berdegup kencang melihat netra orange terang milik Ravin.

__ADS_1


"Gue gak mau kalau cuma jadi teman"


DEG... DEG... DEG...


"Gue mau lo---"


"Shutttt!"Desis Dya memotong ucapan Ravin dengan telunjuknya "Jangan lanjutin,kasi gue waktu buat balas perasaan lo"Ucapnya yang kemudian mendorong tubuh Ravin dan berlalu pergi dengan muka yang memanas dan merah.


Sementara Ravin tersenyum penuh kemenangan "Padahal gue mau dia jadi babu"Gumam Ravin terkekeh pelan "Ck... ahhh senangnya oh... senangnya... pujaan hati telah tiba..."Ucap Ravin menyanyikan lirik lagu.


"Perasaan liriknya gak gitu deh"Sambung Cio yang tiba-tiba muncul bersama Sandy.Ternyata dua prajurit itu menguping pembicaraan antara Dya dan Ravin.


"Senangnya oh senangnya.... hari libur telah tiba... gitu kan?"Cio menepuk bahu Sandy meminta dukungan yang hanya di jawab deheman oleh pemuda dingin itu "Ishh lo kaku amat sih jadi orang"Merasa bersemangat sendiri.


Ravin tidak menggubris perkataan sahabatnya, sungguh ia sebenarnya sangat merindukan gadis itu. Ingin sekali rasanya ia peluk-peluk hingga mencium-cium pipi rona Dya. Tapi apa lah daya, ia bukan siapa-siapa.


Tapi akan menjadi siapa-siapa nantinya.


"Apa ini yang dinamakan minta jantung di kasih hati?"Ucap Ravin.


"Bodoh! Dikasih hati minta jantung! bukan malah sebaliknya!"Seragah Cio, entah kenapa pemuda itu merasa kesal sendiri mendengar Ravin berbicara terbalik.


"Ck... kalian ini kenapa sih, masalah gitu aja di besar-besarkan. kecuali 'Minta nasi malah dikasih Padi' itu baru di permasalahkan"Sambung Sandy ikut berkomentar.


"Bukan masalah itu! menurut UUG pasal 148 ayat 756 jantung itu lebih---"


"Ya Ya Ya Cio memang ahlinya"Ucap Ravin dan Sandy bersamaan.


.


.


.


.


.


Catatan penulis!


Sory ges upnya lama, pasalnya author lagi Ujian plus lagi nonton drakor jadi gak sempat nulis.Jadi gimana-gimana? eps ini? garing ya?


...LIKE KOMEN END BUNGANYA...

__ADS_1


__ADS_2