Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 20


__ADS_3

Satu Minggu berlalu hari-hari bejalan seperti biasa bekerja mengikuti kemanapun Andra pergi bak dua bodyguard yang siap melaksanakan perintah tuannya yang sangat amat sibuk di dunia bisnis itu.


Andra POV


Hari-hari sudah kami lewati dimana dalam waktu selama kurang lebih satu Minggu itu aku sibuk dengan pekerjaanku semua canda,tawa,susah,senang telah ku lewati bersamanya dan hari ini adalah hari paling bersejarah buat aku dan Bintang dimana aku mengucapkan janji suciku kepadanya dan memasangkan cincin ke jari manisnya bukti bahwa dia istriku, makmumku dan ibu dari anak-anakku dan untuk pertama kalinya aku mengecup keningnya yang membuat jantungku berdebar tidak karuan sungguh rencanamu sangat sulit ditebak, kini aku sudah berganti status menjadi suami dan imam untuknya bawaklah aku kejalan yang benar tuhan,mungkin pernikahan ini hanya sementara tapi ku harap pernikahan ini akan bertahan karena waktu,waktu akan menjawab semuanya dan membantuku untuk belajar mencintainya kalau dia memang takdirku, aku sebenarnya tidak menyangka bahwa yang akan menjadi istriku adalah seorang wanita yang menolongku waktu itu dan parahnya aku mengatainya wanita gila aku menyesal tuhan, tolong maafkan aku...


Kini aku dan Bintang sudah duduk di pelaminan menyalami satu persatu tamu undangan yang hampir seribu orang yang kami salami,muka Bintang sudah kelihatan lelah sekali dari tadi aku lihat ia merasa gelisah Sambil menggerakkan kakinya aku tidak tau dia kenapa


"Kenapa?"Tanyaku yang melihat mukanya menahan sakit


"Kakiku pegal shittt aww"Ucapnya meringis kesakitan rupanya kakinya sakit gara-gara memakai heels yang sangat tinggi


"Bertahanlah dulu sebentar lagi acaranya selesai"Kulihat jam dipergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 22.25 tamu undangan pun mulai berpulangan tidak ramai seperti tadi lagi


Tak lama kemudian Siska naik keatas pelaminan lalu dia mengucapkan selamat pada Bintang dan menautkan pipinya lama terlihat sedang berbisik entah apa yang dikatakan perempuan itu aku jadi penasaran, kemudian dia menyalamiku dan mengucapkan selamat dia hampir saja mau memelukku untung aku menahan bahunya,


dia pun turun dengan raut wajah kesal sambil menghentak-hentakan kakinya aku bersyukur tidak menikahi perempuan seperti itu


"Apa yang dia katakan?"Bisikku ke telinga Bintang


"Dia bilang dia menunggu duda mu alias menunggu kita berpisah"Ucapnya yang membuatku terdiam


L


I


K


E


Author POV


"Mau kemana?"Tanya Andra melihat Bintang beranjak pergi berlawanan arah dengannya, kini acara sudah selesai Andra dan Bintang segera menuju pulang tetapi Bintang memilih pulang memakai taksi


"Mau pulang lah"Jawabnya santai


"Kamu sekarang siapa aku?"Tanya Andra


"Bos ak... istri kamu"Ucapnya malu-malu


"Sekarang kamu tinggal di rumah akulah"

__ADS_1


"Tapi baju aku masih dirumah kak Dika"


"Baju kamu sudah dipindahkan ke kamarku"


"Haa? ja-jadi aku tidur sekamar sama kamu?"Kejut Bintang


Andra tertawa kecil "Sejak kapan pengantin baru tidurnya pisah?"Kekeh Andra "Udah cepetan masuk"Andra menarik tangan Bintang


"Ish... pelan-pelan kenapa sih? sakit ni kaki"Ucap Bintang berjalan terbirit-birit


"Lama banget sih ah"Andra langsung menggendong Bintang menuju mobilnya


"Aaaa iihhh turunin gak!"Teriak Bintang meronta-ronta


"Diam! mau jatoh?"Seragah Andra, Bintang pun mau tidak mau harus diam melingkarkan tangannya ke leher Andra menatapnya lekat


30 menit perjalanan membuat Bintang tertidur pulas di mobil,Andra menghembuskan nafasnya dengan kasar ia melihat Bintang tertidur dengan tenang membuatnya ingin menatap Bintang lebih lama detik berikutnya ia pun tersadarkan bahwa ia masih dalam mobil


Merasa tidak tega membangunkan Bintang yang kelihatan kelelahan ia pun harus menggendongnya lagi menuju kamar


Merasa tubuhnya mengambang Bintang pun terbangun dan membuka matanya yang sudah terdapat wajah tampan Andra di depan matanya DEG DEG DEG jantung pun berdetak kencang membuat Andra bisa merasakan detak jantung Bintang


"Aku tahu aku tampan, jantungmu bahkan tidak tahan melihat wajahku yang seperti Verrel Bramasta ini"Ucapnya begitu percaya diri


"Kenyataan"


~Kamar Andra~


"Sebaiknya kau mandi dulu baru tidur"Ucap Andra yang selesai mandi sambil memainkan handphonenya


"Iya"Jawab Bintang membersihkan make upnya sambil bercermin "Aku menyesal tidak memikirkan hal ini waktu perjanjian"Ucapnya


"Memikirkan apa?"Tanya Andra


"Memikirkan bahwa aku harus tidur satu ranjang dengan mu,kalau saja waktu bisa di putar aku ingin membuat perjanjian kamu tidak boleh tidur satu ranjang denganku"Bintang kembali membersihkan mukanya dengan kapas


Andra mendengus "Untuk apa kau sesali hal yang sudah terjadi"Bintang tidak menjawab ucapan Andra ia pergi beranjak ke kamar mandi membersihkan dirinya,tak lama kemudian Bintang keluar dari kamar mandi dengan pyama panjang bergambar Doraemon


"Apa kamu tidak malu? kamu seperti anak kecil memakai pakaian itu mataku sakit melihatnya"Protes Andra


"Kalau gitu jangan dilihat! masih mending aku pake baju kaya gini dari pada aku gak pake baju itu lebih memalukan lagi"Celetuk Bintang

__ADS_1


Lagi-lagi Andra mendengus


"Apa disini tidak ada sofa?"Tanya Bintang


"Tidak ada"Jawab Andra singkat


"Ish..."Bintang hanya berdesis kemudian mengambil Badcaver bersama bantal juga di tempat tidur Andra dan membentangnya di bawah tempat tidur


"Kamu ngapain?"Tanya Andra


"Aku tidak mau tidur denganmu"Ketus Bintang


"Terserah"


Kemudian Bintang merebahkan tubuhnya ke lantai yang hanya beralaskan Badcaver,oleh karena dirinya sangat lelah beberapa menit ia pun tertidur sedangkan Andra sudah tidur pulas dari tadi


Beberapa jam kemudian Bintang merasa sedang ada yang merayap di bagian kakinya namun setengah sadar dia menepis benda itu dengan kakinya beberapa detik lagi-lagi benda itu merayap ke lehernya dan refleks Bintang memegang benda itu yang sedang bergerak-gerak ditangannya dengan malas Bintang membuka matanya dan betapa terkejutnya dia sedang memegang kecoa yang langsung dilemparnya ke dinding


"Aaaaa hiks... hiks..."Teriak Bintang diiringi tangisnya


Andra yang mendengarnya pun terbangun langsung melihat Binatang yang sedang menangis sambil memeluk lututnya "Kamu kenapa?"Tanya Andra dengan suara seraknya


namun Bintang tetap menangis sesenggukan


"Kenapa?"Tanya Andra mendekati Bintang


"Jleleeeb!" hening lampu mati


"Aaaaa hiks hiks hiks"Pekik Bintang terkejut langsung memeluk Andra yang didekatnya


"Kok bisa mati?"Gumam Andra sambil memegang bahu Bintang "Tidur di ranjang aja biar aku yang tidur disini"Ucap Andra berusaha menenangkan Bintang yang sedang menangis, Bintang pun menuruti kemauan Andra


"Tunggu sebentar aku cek dulu di luar siapa tau ada yang konslet"Ucap Andra beranjak dari ranjang melepaskan pelukan Bintang namun dengan cepat Bintang menarik tangan Andra


Reader:Kan orang tua Bintang gak ada thor terus nama ayah Bintang yang di sebut Andra di ijab Kabul siapa?


Author:Nama Almarhum ayah Dika dan semua itu sudah direncanakan olehnya karena ia tahu Bintang itu siapa oleh karena itu dia menjadi wali Bintang sebagai kakak kandungnya


...LIKE KOMEN VOTE!...


Like komen!

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2