Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 48:Dunia Dua Tuyul


__ADS_3

Sunday


Lagi-lagi hari berganti tetesan demi tetesan embun pagi bercampur air hujan jatuh dari tangkai tumbuhan membuat pagi ini di awali dengan hembusan udara yang segar


Cullen dan Dika sebelumnya sudah berjanji bahwa pagi ini mereka akan joging (Lari pagi),dan kini Dika sudah berada di rumah Cullen untuk menjemputnya duluan


"Assalamualaikum tante"Sapa Dika ketika melihat Mami Cullen yang bernama Iyana itu menyiram tanaman di taman kecil dekat rumahnya


Iyana berbalik badan "Waalaikumsalam,eh Ika udah lama gak kesini?"Kejut Iyana melihat Dika tentu saja ia mengenal Dika yang dari kecil berteman dengan anaknya dan dia juga memanggil Dika dengan sebutan Ika biar kedengaran lebih akrab katanya


Dika nyengir-nyengir menggaruk lehernya yang tidak gatal "Hehehe iya Tan soalnya Ika akhir-akhir ini sibuk kerja"Ucapnya yang di jawab anggukan dan 'Oh...' dari Iyana "O iya Tan, Ika kesini mau jemput Cullen kami sudah janjian untuk lari pagi,dianya ada Tan?"Tanya Dika


"Ada sih tapi di masih molor kayanya,kamu masuk aja kekamar bangunin dia"Jawab Iyana sambil menyiram tanamannya


"Oke Tan"Dika melangkah pergi menuju kamar Cullen "Nahkan sudah kubilang ni anak gak bisa bangun pagi yaelah bikin repot aja sih ah"Batin Dika


Tiba di dekat kamar Cullen Dika membuka kamar dengan hati-hati berniat untuk mengerjai sahabatnya itu,ia mendekati Cullen yang saat ini tertidur tengkurap,rambutnya acak-acakan dan mulutnya sedikit terbuka bisa di bayangkan wajahnya yang maskulin itu sedang tertidur dan rambut acak-acakan auh pasti guanteng


Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling mencari sesuatu dan tersenyum karena mendapat brush sebenarnya ia bertanya dalam hati, untuk apa Cullen memakai ini? apa di memakai eyeshadow? ah bodo amat pikirnya


Dika mulai memencet hidung Cullen agar ia susah bernapas kemudian mengarahkan brush ke telinga Cullen yang membuatnya sedikit menggerakkan tubuhnya


"Gila ni orang tidur apa mayat hidup sih? kebo banget"Gumam Dika yang akhirnya melepaskan hidung Cullen dan seketika ia mendapat ide jahil dari otaknya


"KEBAKARAN..... KEBAKARAN..... KEBAKARAN WOOOIII TOLONG ADA YANG BUNUH DIRI"Teriak Dika panik yang langsung membuat Cullen berdiri tegak


"Anjim kebakaran... mana orang bunuh diri? mana? ha?"Teriaknya ikut piknik eh ralat panik


Dan Dika pun tertawa keras mendengarnya "Kurang ajar! lo ngerjain gue ya?"Seragah Cullen kesal langsung memiting kepala Dika


"Ampun Yo ampun... gue cuman mau bangunin lo"Ucap Dika memohon

__ADS_1


Cullen melepaskan kepala Dika dengan napas masih ngos-ngosan karena kaget "Bangunin orang itu yang lembut bukannya bilang kebakaran! kan gw jadi kaget gila!"


"Eh... eh... seharusnya yang marah itu gue kok jadi elu? yang ngajak lari pagi siapa? sok sokan mau lari pagi,bangun aja mau di siram dulu pake aer panas!"Gerutu Dika yang membuat Cullen jadi kesal sendiri menghentak-hentakan kakinya menuju kamar mandi.Gemes banget sih!


...🍁🍁🍁...


"Yo cepetan! keburu panas! nanti kulit gue terbakar!"Teriak Dika yang saat ini di teras rumah Cullen menunggunya bersiap-siap


"Gaya lu!"Sahut Cullen memasang Sepatunya "Ta sepatu sebelahnya kemana?"Tanya Cullen karena memang benar sepatu satunya tidak ada


"Mana gue tau! yang punya aja gak tau!"


Cullen memutar bola matanya lalu memandangi sekeliling mencari sepatunya yang hilang "Itu Ta! di deket lo di samping pot bunga"Ucapnya menunjuk pot bunga yang berada di samping Dika


Dika mengedarkan pandangannya dan mengambil sepatu itu kemudian melemparkannya dari belakang dan sialnya kena kepala Cullen "Anjir! sakit Ta!"Pekik Cullen


"Sorry gue sengaja"Ucap Dika tanpa rasa bersalah


Seketika Cullen melotot "Mampus gue!"Batin Cullen "Ta... gawat! janda bolong mami gue!"Ucapnya setengah berbisik


"Apa? mami lo janda? lah kapan cerenya bolong lagi"


"Bukan itu maksud gue bodoh!"Geram Cullen "Sebelum penyapu itu melayang ke kita mending kabur!"Cullen menunjuk penyapu lidi yang berada di sudut rumah kemudian langsung menarik tangan Dika tiba-tiba yang langsung menahannya


"Kenapa? sih? ha?"Tanya Dika di sela Cullen menarik tangannya


"Itu Ta"Cullen menunjuk pot bunga,dan mata Dika pun langsung melotot keduanya kabur sekencang-kencangnya dengan keadaan kaki kanan Cullen tidak memakai sepatu


Sementara itu...


"Lin... tadi kamu cari kaos ka..."Ucap Iyana menggantung melihat di teras tidak ada siapa-siapa "Kemana tu anak?"Gumamnya melihat sekitar dan langsung terkejut melihat pot bunga yang berisi tanaman janda bolong kesayangannya itu jatuh tumpah ke tanah

__ADS_1


"CULLEN!"Teriak Iyana histeris bak baru saja melihat kejadian orang bunuh diri "Janda bolongku.... oh tidak... maafkan aku... bener-bener tu anak durhakim!"Gerutunya kesal serta menyumpah serapah


...🍁🍁🍁...


"Xixixixixi"Tawa Dika yang melihat Cullen berjalan dengan satu sepatu merasa geli sendiri "Gembel dari mana lu?"Tanya Dika setengah meledek


"Dari jonggol! Aish! ini semua gara-gara lo tau gak!"


"Kok lo jadi nyalahin gue?"


"Ya kalau lo gak ngelak sepatu itu gak kena anak ketiga mami gue sekaligus barang paling berharga dari segala-galanya!"


"Bruutttppp"Kali ini Dika tertawa nyembur "Pantesan tadi pas gue liat mami lo nyiram tanamannya kaya mandiin bayi pake di elus-elus segala hahaha"


"Tanggung jawab!"


"Emangnya siapa yang gue hamilin? pake tanggung jawab segala"


"Balik dari joging lo ikut balik kerumah! gue gak mau sendiri ya kena penyapu sakti mami gue"


Seketika Dika menelan ludah ia tau kalau mami Cullen kalau marah itu gimana,dia aja pernah kena spatula ketika Iyana sedang memasak bakwan dia yang menumpahkan adonannya dan disitu Iyana langsung menipuk bokong Dika dengan spatula "Kita bawain martabak telur kesukaan mami lo ajalah biar dia luluh"Imbuh Dika


"Mami gue bukan kayak ibu-ibu rempong ya diikasih martabak langsung luluh gak gitu,kalau lo mau luluhin hati mami gue lo harus beliin high heels Chanel yang ia incar-incar tuh yang harganya dapat satu buah mobil dijamin langsung luluh gak cuman luluh luntur dah tu hati"


"Buset dah ya kali gue beliin sandal yang harganya 10 kali lipat dari gaji gue dan parahnya itu sandal buat diinjek doang yaelah"


Ke dua tuyul itu asik mengobrol sambil berlari-lari masih dengan keadaan kaki Cullen tanpa sepatu di kaki sebelah kanannya dan kebetulan di tempat yang mereka lewati ada tokoh sepatu yang buka, Cullen mampir membeli sepatu dengan meminjam uang Dika karena ia tidak sempat mengambil dompet dan handphonenya di atas meja Saking terburu-burunya


...❤️❤️❤️...


Mau lanjutin yang di atas atau tentang Bintang dan Andra? kalau Cullen dan Dika aku bikin ngakak kalau Andra dan Bintang aku bikin baper gimana? komeng lah reader, ngomong-ngomong itu dia atas garing ya?

__ADS_1


...LIKE KOMEN VOTE GRATIS GAK ADA RUGINYA!...


__ADS_2