Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 49:Cacingan


__ADS_3

Masih dengan Cullen dan Dika hampir satu jam mereka mengitari kota Jakarta dengan berjalan kaki sesekali mereka berlomba lari dan yang kalah akan di gendong sampai 10 langkah kaki,entah permainan macam apa yang mereka buat


"Ta laper..."Keluh Cullen memegang perutnya, itu karena ia belum sarapan pagi dan saat ini jam sudah menunjukkan pukul 08.30 jadi wajar saja perutnya sudah minta jatah


"Sama gue juga laper"Jawab Dika yang kini juga menahan lapar di perutnya


Cullen mungut-mungut "Sarapan dulu yuk! kita singgah ke restoran bentar"Ajaknya


Dika membuang napas kasar "Lo pikir bayar makanannya pake apa? pake daon? ngutang?"Jawab Dika menggebu-gebu sambil mengsejajarkan posisinya di samping Cullen


"Emang duit lo yang banyak itu kemana?"


"Ya gue tinggal dirumahlah masa iya cuman joging bawa duit banyak-banyak?,kan udah gue bilang beli Sepatunya yang KW aja, eh dia malah milih yang ORI ya tentu abis dong duit gue cuman beli sepatu lo!"Gerutu Dika kesal


"Ya habis gimana kaki gue gak cocok pake barang KW bawaannya gatel terus"


Dika menghentikan langkahnya dan refleks Cullen juga menghentikan langkahnya,Dika memandang wajah tampan Cullen yang sedang bercucuran keringat itu dengan pandangan yang sulit diartikan


"Udah minjam! banyak tingkah lagi!"Gerutunya kembali melangkah


Cullen mengangkat kedua alisnya sambil mencebikkan bibir bawahnya "Kenapa hari ini sial sekali! bahkan aku bisa membayar hutangku lebih dari itu!"Gumamnya menggerutu kesal kemudian mengejar Dika yang asik berlari


"Hey bro santai"Ucap Cullen "Eh tunggu!"Cullen menarik tangan Dika menyuruhnya untuk berhenti "Bukannya ini kompleks rumah Andra ya?"Tanya Cullen menunjuk jalan yang bernama 'Kompleks Taman Indah' itu


Dika mendengus "Iya memangnya kenapa?"Tanyanya


"Mampir yuk!"Ajaknya


"Aish... ngapain?"Tanya Dika malas kemudian Cullen membisikkan sesuatu di telinga Dika yang kini tersenyum licik "Terus alasan kita kesana apa?"


Cullen nampak berfikir sejenak "Bilang aja silahturahmi"Jawabnya yang mendapat toyoran di kepalanya


"Lo O'on jangan melebihi batas! yakali gue bilang silahturahmi sedangkan gue malah setiap hari kerumahnya!"Geram Dika


"Iya juga ya,terus alasannya apa dong?"


"Silahturahmi"Jawab Dika yang membuat Cullen ingin sekali mencakar-cakar muka Nobita sialan itu


Dengan menarik napas dan tersenyum paksa Cullen menjawab "Yaudah hayuk!"Ucapnya melangkah pergi menuju rumah Andra yang berjarak 20 meter dari tempat mereka berada


...🍁🍁🍁...


Sesampai dirumah Andra mereka di sambut dengan wajah datar sang pemilik rumah,mereka merasa tamu tidak diundang walaupun memang tak diundang

__ADS_1


"Ngapain kalian kesini?"Tanya Andra dengan suara berat khasnya


Kedua tuyul itu tersenyum "Silahturahmi"Jawab mereka serentak yang kemudian mereka saling pandang dan mengedipkan sebelah mata mereka bersamaan yang hanya bisa diartikan oleh keduanya


Andra menautkan kedua alisnya seperti ada yang tidak beres dengan dua tuyul ini pikirnya oleh karena ia malas berbicara Andra membiarkan keduanya masuk "Hmm masuklah"Jawab Andra singkat,Cullen dan Dika tersenyum lalu melangkah masuk


"Kakak!"Teriak Bintang melihat sang kakak dari lantai atas lalu turun kebawah "Elu?"Bintang menunjuk Cullen yang mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum


"Lo ngapain kesini?"Tanya Bintang seperti tidak suka dengan kehadiran Cullen


"Cuman gue yang di tanya? dia enggak?"Cullen menunjuk Dika


"Ya dia kan kakak gue jadi wajar dong dia jenguk adiknya"Bintang bergelayut dilengan Dika yang mengusap kepalanya dan tersenyum penuh kemenangan, setidaknya ia mempunyai alasan untuk kesini yaitu menemui adiknya meskipun tidak berniat menemui Bintang


"I-iya gu-gue kesini karena ada sepupu gue jadi wajar dong gue kesini,gue kan keluarganya"Ucap Cullen tak mau kalah ia hampir ingin bergelayut di lengan Andra


"Apa? mau apa lu?"Ucap Andra menahan kepala Cullen yang ingin mendekatinya


Cullen jadi salting "Hehehe gak mau apa-apa cuman mau duduk"Ucapnya seraya duduk diruang tamu,Dika dan Bintang terkekeh melihat kelakuan Cullen


Cukup lama Dika dan Cullen duduk diruang tamu mereka diabaikan Bintang dan Andra yang kini hanya memainkan ponsel mereka masing-masing sesekali suami istri itu memamerkan kemesraan mereka di depan Cullen dan Dika yang saat ini menahan lapar


"Ekhem... aduh... panas banget hari ini ya Ta"Ucap Cullen mulai mendrama sambil mengibas-ngibaskan tangannya seolah diruangan itu panas padahal sedingin-dinginnya


Andra menaikan satu alisnya tidak peka, Bintang yang peka memutar bola matanya lalu pergi ke dapur dan kembali membawa dua gelas yang berisi air putih dan biskuit roma kelapa


Cullen dan Dika langsung melotot bagaimana tidak? rumah sebesar ini pelayan banyak tamu yang jauh-jauh dari rumah ke sini jalan kaki lagi hanya di sediakan air putih? apa ini yang dinamakan orang kaya pelit? pikir mereka


"Ta lo denger gak tadi itu suara apa?"Tanya Cullen mulai mendrama lagi padahal tidak ada suara apa-apa selain suara mereka


Dika mengerutkan dahi tidak mengerti dan detik berikutnya baru mengerti "Ketut?"Selidik Dika dengan mata menyipit,Cullen menggeleng "Ouh.... itu suara cacing yang ada di perut lo kan?"


"Iyhaaa bener!"Seru Cullen sengaja mengeraskan suaranya di depan sepasang suami istri yang asik sendiri itu


"Iya! kayanya cacing di perut gue juga pada kelaparan!"Seru Dika tak kalah kencangnya seakan dua orang di depannya itu tuli


Andra mengalihkan pandangannya pada Cullen dan Dika "Pantesan lo bedua gak bisa diem ternyata cacingan semua!"Seloroh Andra membuat Cullen dan Dika tersenyum menampakan deretan gigi putihnya "Aish... ya udah ayo makan!"Ajak Andra berdiri menuju meja makan diikuti oleh istrinya


Kedua tuyul itu menyatukan tangan mereka (Tos) kemudian juga melangkah menuju meja makan yang telah disajikan berbagai jenis makanan


Cullen dan Dika menelan ludah serentak langsung menyambar piring dan mengambil nasi seperti orang kelaparan tidak makan tiga bulan,Andra dan Bintang hanya menggelengkan kepala melihat dua tuyul itu makan dengan lahap


"Jadi ceritanya tujuan kalian kesini numpang makan atau Silahturahmi?"Tanya Andra disela mereka sedang makan dengan lahapnya sambil memakan sup ayam dengan gaya yang sangat sopan dan elegan

__ADS_1


"Numpang makan"Jawab Cullen dan Dika tanpa sadar


"Oh... gitu"Ucap Andra mungut-mungut,dan seketika Cullen dan Dika pun sadar apa yang telah mereka katakan keduanya saling tatap membiarkan mulut mereka mengulum nasi


"Memangnya kalian habis dari mana sampai kelaparan gitu?"Sambung Bintang


"Dari...."Cullen.


"Dari...."Dika


"Dari...."Cullen


"Dari mana?"Tanya Andra menyela


"Dari rumah Cullen!"Jawab Dika cepat


"Terus kenapa sampai kalian kelaparan gini? numpang makan lagi?"Tanya Bintang


"Ceritanya...."Ucap Cullen menggantung menelan nasi sejenak


"Panjang"Sambung Dika "Kalau gue ceritain sampai pagi lagi gak habis-habis"Ucapnya tidak masuk akal padahal dia aja yang tidak mau bercerita


"Oiya Ndra besok bukannya kita berangkat ke Kalimantan untuk rapat di perusahaan X ya?"Tanya Dika melihat Andra yang melirik istrinya


Bintang menoleh Andra"Kamu besok ke Kalimantan Lee?"Tanya Bintang yang sebenarnya terkejut tidak rela di tinggal oleh suaminya


"Iya... sebenarnya nanti malam aku kasih tau kamu tapi keburuan Dika yang ngomong,maaf ya..."Lirihnya mengelus kepala Bintang


"Iya gapapa"Bintang tersenyum walaupun hatinya berat untuk ditinggalkan sang suami pergi bekerja jauh tapi ia tidak boleh egois pekerjaan juga hal yang penting "Berapa hari?"Tanyanya


"Tiga hari"Jawab Andra membuat Bintang semakin berat melepas sang suami pergi


"Wah bakalan ada yang rindu berat nih"Ledek Cullen


...🍁🍁🍁...


Catatan penulis!


Sabar-sabar semua butuh proses! btw othor ingin berbagi cerita tentang kata-kata Dika yang ini "Udah minjam! banyak tingkah lagi!" dan kata-kata itu mengajarkan kita untuk 'Tahu Diri' bisa juga katanya gini "Udah minta! banyak lagi!" dan itu pas banget buat temen aku yang suka minta makanan apalagi pentol kuah dibilang ambil satu aja dia malah ambil tiga kan kesel jadinya dan sama halnya dengan minuman di bilang jangan sampe kena mulut,tetep aja kena si teman aku bilang "Gimana mau minumnya kalau gak kena mulut" dan di situ aku langsung kasih semua minumannya ke dia yang merasa tidak enak.


Sekian terimakasih


...JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA YA!...

__ADS_1


__ADS_2