Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 75: Putus


__ADS_3

Matahari mulai naik kembali bertugas untuk menyinari dunia dari kegelapan dengan membawa hari baru dan cerita baru yang akan di lewati mahkluk hidup di dunia.


Roti bakar selai nanas dan stroberi menjadi menu makanan di kediaman keluarga Andra pagi hari ini,Bintang mempersiapkan putranya untuk berangkat ke sekolah dengan seragam merah putihnya,tidak lupa juga dengan topi yang bertengger di kepalanya.


"Bocah tengik itu minjam uang lagi sama kakak?"Tanya Andra sambil menyuap roti bakarnya ke mulut dengan gaya santai.


"Bocah tengik? siapa itu Yah?"Tanya Dya balik.


"Pacar abal-abal kamu"


Deg!


"Mak-maksud Ayah Rendi?"Dya terkejut,Ayahnya mengetahui ia sedang berhubungan dengan Rendi.


"Siapa Rendi?"Sambung Bintang menatap sang putri penuh selidik.


"Ayah saranin jangan terlalu percaya sama bocah itu,dia gak baik"


"Namanya Rendi Yah"Membenarkan perkataan Ayahnya "Lagian Ayah tau darimana Rendi orang gak baik?"Tanyanya.


"Dia minjam uang ke kamu terus kan?"Tanya Andra yang di jawab anggukan cepat dari Dya.


"Semalam dia minjam uang 10 juta kan?"Tanyanya lagi yang membuat mata Dya melotot.


"Minjam uang? 10 juta? apa ini Kak?"Tanya Bintang minta penjelasan pada putrinya itu.


Dya menggeleng lemah "Ma-maaf Yah,Bund"Ucap Dya penuh rasa bersalah.


"Bocah itu gak hanya minjam 10 juta bund,50 juta juga pernah"Menimpal perkataan Istrinya.


"Ayah kok tau?"Tanya Dya menatap sang Ayah.


"Ayah tau semuanya kak,bahkan malam tadi Ayah tau kakak diantar pulang sama bocah tengik itu"Andra menyeruput sedikit secangkir kopi panasnya.


"Kak... bener kakak udah punya pacar?"Tanya Bintang yang di jawab anggukan kecil oleh anaknya "Pacar kakak minjam uang buat apa?"Tanyanya lagi.


"Buat pengobatan adiknya yang sakit usus buntu bund"Jawab Dya.


"Pengobatan apanya! orang dia gak punya adik"Celetuk Andra kembali memakan rotinya.


Tiba-tiba Dya berdiri hingga menimbulkan bunyi gesekan kursi yang lumayan keras,ia terkejut bukan main, apa benar yang dikatakan ayahnya? jadi selama ini Rendi berbohong?.Sial!


"Bener Yah?"Tanyanya tak percaya.


"Emang tampang Ayah,tampang muka pembohong?"Menunjukkan wajah serius.


"Terus uangnya buat apa Yah?"Merasa tidak perlu di ragukan lagi ucapan sang Ayah,karena ia tau siapa Ayahnya itu.Ayahnya bisa saja melempar jauh-jauh Rendi jika ia merasa Rendi telah menyakiti putrinya, Seperti beberapa tahun lalu ada seorang laki-laki yang ingin berniat jahat pada Dya hingga menyebabkan tangannya terkilir,dan tanpa ba bi bu lagi Andra langsung mengirim lelaki tersebut ke neraka.(Maksudnya tuh lenyap dari muka bumi ini)


"Buat bayar hutangnya pada rentenir karena dia itu main judi"Jawab Andra.

__ADS_1


"APA?"Tanpa sadar Dya menggrebak meja makan saking kesalnya.


"Yah.... jatoh! kakak sih!"Sewot Allan mengambil sosisnya yang jatuh di lantai akibat terkejut dengan grebakan sang kakak.


"Allan gak usah di ambil lagi,udah kotor"Cegah Bintang.


Allan mengerucutkan bibirnya,karena sosis itu adalah sosis yang paling besar yang ia tunggu-tunggu untuk memakannya "Kakak kenapa sih! kan sosis Allan jadi jatoh!"Kesal Allan.


"Maaf gak sengaja"Ketus Dya masih emosi.


"Kata Ibu Nurlin.... minta maaf itu.... yang ikhlas biar orangnya bisa maafin dengan ikhlas juga"Celoteh Allan.


Dya memutar bola matanya malas, Bisa-bisanya dia lagi emosi adiknya itu malah ceramah gak jelas sedangkan Andra dan Bintang hanya menahan tawanya melihat Allan menceramahi kakaknya.


"Allan adikku sayang.... kakak minta maaf yaaa"Ucap Dya dengan suara selembut mungkin sambil mencubit pipi Allan.


"Iya kakakku sayang.... Allan maafin"Sahut Allan tersenyum penuh kemenangan.


"Terus Yah,Dya harus gimana?"


"Tinggal putusin aja kak".


Dya berfikir sejenak, Sebenarnya ia suka gak si sama Rendi? atau dia cuman ingin merasakan seperti orang-orang yang mempunyai kekasih? tapi nyatanya ia seperti tidak mempunyai kekasih, Rendi selalu datang hanya perlu saja!


"OKEH! HARI INI DYA PUTUSIN BOCAH TENGIK ITU HARI INI JUGA!"Tegas Dya dengan lantang.


"Bukan!"Jawab Dya secepat kilat "Namanya Rendi si bocah tengik! ganteng doang tapi matre! dasar cowok kudit!"Gerutu Dya seakan orang yang di sebutnya bocah itu ada di depannya.


"Apa itu kudit?"Tanya Allan tidak mengerti.


"Kurang duit!"


...🖤🖤🖤...


Kampus


"Maaf,sepertinya hubungan kita hanya sampai sini Rend,aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini"Membuang napas seolah-olah tidak rela "Kita putus"Dya tersenyum menatap Rendi.


"Kamu ngomong apa sih Yang? kamu bercanda kan? kita belum lama pacaran lho"Ucap Rendi menahan tangan Dya yang ingin pergi.


Dya melepaskan tangannya dari cekalan Rendi "Kenapa? maksudnya kamu mau kita pacaran lama-lama? supaya aku bisa minjamin uang untuk pengobatan adik kamu? gitu?"Ucap Dya dengan nada mengejek.


"Ups... salah! buat bayar hutang kamu ya?"Sambungannya menatap melas pada Rendi.


PLAK!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus dan putih milik Dya.


"Mulut kamu di jaga ya! jangan ngomong sembarangan! aku itu minjam uang bener buat pengobatan adik aku!"Geretak Rendi menunjuk-nunjuk wajah Dya.

__ADS_1


Dya memegang pipinya yang sudah memerah akibat tamparan Rendi kemudian tersenyum "Benar kata Ayah,kalau kamu itu lelaki yang gak baik! buktinya kamu ringan tangan untuk menampar seorang wanita!"Menurunkan jari telunjuk Rendi dari mukanya kemudian berlalu pergi dengan memegang pipi sebelah kanannya yang terasa sakit.


"Eits..."Dya berbalik ke hadapan Rendi "Gak sah kalau aku gak balas"


PLAK!


Dya menampar Rendi yang kini geram dengan mantan kekasihnya.


Dya melangkah pergi,namun ia terjatuh akibat kaki Rendi yang sengaja menghadang jalannya hingga kepalanya terbentur meja hingga mengeluarkan darah segar yang menetes dari pelipisnya.


Tak tinggal diam,orang suruhan Andra yang selalu membuntuti Dya pun turun tangan,Zidan langsung menghadiahkan bogem mentah ke wajah tampan Rendi hingga pemuda itu terkulai lemah tak berdaya.


"Nona! nona tidak apa-apa?"Tanya Zidan khawatir dengan keadaan nona mudanya.


"Zidan?"Dya memegang bahu Zidan agar ia tidak tumbang sebab ia sedang kesulit bernapas dan kepalanya pun terasa pusing.


"Nona Dya? nona tidak apa-apa?"Zidan menahan pinggang Dya agar tidak terjatuh.


"Haaa,huftt,haaa,hufttt Zi-zidan dada a-aku s-akit"Ucap Dya dengan napas tersengal-sengal Sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


Gawat! asma Nona Dya kambuh!


Iya,Dya mempunyai riwayat penyakit asma yang kapan dan dimana saja bisa kambuh,Penyakit itu datang semenjak ia sekolah SMP.


Zidan merangkul Dya membawanya ke rumah sakit dan segera menghubungi bosnya,Namun langkahnya berhenti ketika mengingat hari ini ia tidak memakai mobil tapi memakai motor.


Zidan melihat sekeliling mencari bantuan dari orang-orang yang lewat, hingga ia menemukannya "Tuan,bolehkah saya minta tolong mengantar teman saya ke rumah sakit? tuan memakai mobil kan?"Ucap Zidan meminta tolong pada pemuda tampan yang lewat di taman belakang kampus.


Pemuda itu melotot "Tap---"


"Saya mohon tuan,teman saya sedang kesusahan bernapas"Potong Zidan memohon.


Pemuda itu tiba-tiba merasa iba melihat Dya yang kesulitan bernapas dan pelipisnya berdarah "Yaudah-yaudah ayo mas,om eh pak"Pemuda itu membimbing Zidan untuk mengikuti langkahnya.


.


.


.


.


.


Catatan penulis!


Kangen Cullen sama Dika gak? kalau kangen aku masukin.komeng ya!


...LIKE KOMEN DUKUNGANNYA??-?...

__ADS_1


__ADS_2