Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 53:Apa?


__ADS_3

SEBELUM BACA LIKE DULU YANG DIATAS BAGI YANG BELUM DAN JANGAN LUPA DUKUNGANNYA WALAUPUN AUTHOR YANG MASIH JUNIOR INI MENGARANG CERITA SESUKA HATI YANG MEMBUAT KALIAN BOSAN LANGSUNG AJA YA AUTHOR LAGI MALAS PAKE KATA-KATA


Pagi yang indah dan cerah tiba....


Andra meraba kasur sebelahnya dengan mata terpejam, alisnya bertaut ketika melihat Bintang menggulung tubuhnya dengan selimut rapat-rapat hingga anggota tubuhnya tidak ada yang kelihatan


"Bintang... Bin... Bintang..."Panggil Andra Sambil menepuk pundak istrinya, tidak ada jawaban dari Bintang "Sayang kamu baik-baik saja?"Tanya Andra mulai khawatir namun tetap saja Bintang tidak bergeming


Merasa tidak ada jawaban dari sang istri terpaksa ia membuka selimut yang menggulung tubuh Bintang dan betapa terkejutnya ia ketika melihat wajah istrinya pucat pasi dengan keringat dingin mengucur di wajah cantiknya


"Sayang! kamu kenapa?"Ucapnya panik menepuk pipi wanita yang sedang terlelap itu


"Kamu sakit?"Tanyanya merasa badan Bintang panas


Bintang menggeliat ia berusaha membuka matanya yang sangat amat berat untuk dibuka "Hmmm kepalaku pusing Lee"Keluhnya dengan suara parau dan melemah


"Yaudah kita kerumah sakit sekarang ya"Panik Andra yang mau mengangkat tubuh Bintang


"Gak usah dikasih obat juga nanti hilang"Cegah Bintang


Melihat wajah istrinya sangat pucat diiringi keringat dingin yang keluar dari pelipisnya membuat ia dikuasai oleh rasa khawatir "Tapi---"


"Udah aku gapapa,kamu ambilkan obat saja di laci sana"Bintang menunjuk laci yang berada di kamar mereka


Dengan berat hati Andra menurut mengambil obat penurun panas dan obat sakit kepala yang sudah tersedia di laci itu


"Makan dulu"Ucapnya sebelum menyerahkan obat,Bintang mengangguk lemah ia tersenyum samar melihat ekspresi sang suami khawatir padanya


kemudian Andra meraih ponselnya di nakas menempelkannya ke telinga menghubungi seseorang


"Kamu Telfon siapa Lee?"Tanya Bintang


"Telfon Bibi"Jawab Andra singkat


"Kan bibi ada di bawah,kenapa kamu harus repot-repot nelfon?"


"Shuut udah! kamu jangan bicara lagi! kamu cukup diam dan nanti bibi akan ngantar makanan buat kamu"


"Ya am---"


"Aku bilang diam ya diam Bintang!"Potong Andra kesal Istrinya yang satu ini memang tidak bisa diam lagi sakit aja kelakuan seperti biasanya terus mengoceh


Bintang mengerucutkan bibir menutup mulutnya rapat-rapat tapi bukan Bintang namanya kalau ia tidak bisa diam "Kamu gak kerja?"Tanya Bintang secepat kilat agar omongannya tidak di potong


Andra menghembuskan napas istrinya itu benar-benar keras kepala "Nggak"Jawabnya


"Kamu kerja aj---"Ucapan Bintang menggantung ketika melihat tatapan tajam dari suaminya,ia cepat-cepat menundukkan kepala


Tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu yang langsung dibuka oleh Andra,ia mengambil nampan yang di bawa oleh Bibi kemudian menutup pintu lagi dan menuju kearah Bintang

__ADS_1


"Hmmm makan dulu"Andra menyodorkan sendok yang berisi bubur ke arah mulut istrinya yang sedang cemberut itu


"Bisa sendiri"Ketus Bintang mengambil alih mangkok yang di pegang Andra


Andra hanya dapat menghembuskan napas melihat istrinya makan dengan lelet dan lama seperti siput, diaduk-aduklah,di main-mainkan lah,di tiup-tuiplah padahal tidak panas


Andra berdecak mengambil kembali mangkok itu "Jangan ngeyel!"Tekan Andra ketika Bintang membuka mulutnya untuk berbicara "Mau kemana?"Tanyanya melihat Bintang beranjak dari kasur


"Pipis"Jawab Bintang singkat namun ketika ia berdiri tatapannya kabur dan membayang kepalanya berdenyut hebat dan lama kelamaan pandangannya gelap


BRUKK!


Bintang jatuh pingsan dan untung ia jatuh di tangan kekar milik suaminya yang sigap menopang tubuhnya,saat Andra panik setengah mati.Andra mengangkat tubuh Bintang berjalan dengan tergesa-gesa menuju mobil membawa istrinya ke rumah sakit


...🍁🍁🍁...


Sementara itu di kediaman rumah Andika Pratama seseorang sedang memasak di dapur dengan celemek yang terpasang ditubuhnya dan rambut di biarkan terurai diiringi tetesan air dari rambutnya, masakannya hampir siap sehingga mengeluarkan aroma nasi goreng yang menyeruak masuk ke dalam hidung Pria yang sedang menyisir rambutnya sambil bersiul riang di depan cermin


Pria yang hatinya sedang berbunga-bunga itu turun dari tangga kemudian tersenyum melihat masa depannya yang sedang mencampur bumbu-bumbu masakan dengan telaten dan sangat ahli


"Selamat pagi"Sapa Dika yang tidak lupa menyunggingkan senyum diwajahnya


"Hai pagi"Sahut Netta tersenyum melihat Dika sekilas kemudian kembali menatap nasi goreng lalu mencicipinya,ia tersenyum sepertinya makanan yang ia buat enak dan bumbunya pas


Netta sibuk menata nasi goreng yang sudah dipindahkannya ke piring dengan telor mata sapi dan sueran ayam di atas nasi itu yang kelihatan sangat spesial dan tentunya untuk orang spesial juga,sesekali ia memotret makanan itu entah untuk apa dan pemandangan itu tidak luput dari perhatian Dika yang dari tadi memandangnya


"Nasi goreng dah siap!"Seru Netta meletakkan nasi goreng di atas meja makan


Pipi Netta bersemu merah ia mengulum senyumnya "Iya aku pakai sabun Bintang wangi banget"


Dika menaikan sebelah alisnya padahal ia hanya basa-basi tapi melihat Netta yang suka dengan aroma sabun itu ia mendekat kearah Netta menajamkan penciumannya "Bukannya ini bau apel?"Tanya Dika


"Iya,yang sabunnya warna hijau"Jawab Netta antusias memakai sabun itu


"Hah? warna hijau? jangan-jangan?"Batin Dika


"Warna hijau yang di botol sabun Lekboy itu?"Tanyanya yang mendapat anggukan dari Netta (Merek sabun sengaja di sensor entar jadi iklan lagi)


Dika menipuk jidatnya "Astaga Netta! itu bukan sabun tapi pembersih lantai"Decak Dika yang berhasil membulatkan mata Netta


"WHAT? seriusan?"


Dika mengangguk


"Kamu gak bercandakan?"


Dika menggeleng


"Oh Good! kenapa baru bilang sekarang?!"

__ADS_1


"Ya kar---"


"Ya ampun kulit gue! muka gue!"Sambil mengelus tangan dan mukanya


"Udah---"


"Omaygat! rambut aku juga aku kramas pake itu Dika!"


"Maa---"


"Tanggung jawab! kamu tau gak kulit aku itu perawatannya gak murah semuanya 350juta dan bisa-bisanya kamu bilang itu sabun pembersih lantai!"


"IYA AKU TANGGUNG JAWAB!"Bentak Dika kesal ucapannya selalu di potong oleh Netta


"INI DOMPET AKU! DISANA ADA KARTU KREDIT DAN INI UANG TUNAI BUAT KAMU TERSERAH MAU BELI APA! YANG PENTING AKU UDAH TANGGUNG JAWAB APA PERLU AKU NIKAH SAMA KAMU SEKARANG JUGA?"Memberikan dompetnya ke tangan Netta


"Kamu pikir nikah semudah buat roti bakar yang hanya di balik-balik udah jadi? aku gak mau nikah konyol juga kali! hanya karena gara-gara pembersih lantai sialan itu! bla bla bla bla bla"


"Gak mau tau besok kita nikah"


"Hmmm terserah"


"Seriusan?"Tiba-tiba berbinar


"Hmmm"


...🍁🍁🍁...


"Apa? hamil dok?"Kejut Andra sekaligus senang


"Iya pak selamat ya,Ibu Bintang hanya demam biasa dan untuk pusing di kepalanya saya akan kasi resep obat untuk itu bla bla bla (Penjelasan tentang ibu hamil)"


.


.


.


.


.


.


Catatan penulis!


Tenang-tenang reader author tau yang ada di pikiran kalian Ok,othor evakuasi kok eh apa ya? konfirmasi? Klarifikasi? ahh pokonya itulah ya


😑:Thor yang bener aja kapan buatnya? kok udah jadi aja?

__ADS_1


🙃: Maap-maap hahaha ya kali otak Othor yang polos ini bikin adegan yang itu ah tau lah ya kalian


...LIKE KOMEN DAN VOTE KASI KOPI BIAR AUTHOR NGGAK NGANTUK JANGAN KASI MAWAR ENTAR OTHOR BAPER...


__ADS_2