
Beberapa menit kemudian Bintang keluar dengan memakai hoodie warna pinknya yang bertulisan Those who read this article I love you dan memakai legging hitam ia kira Andra hanya mengajaknya jalan-jalan keliling kota, jadi ia memilih memakai pakaian biasa saja lagipula ia juga malas berpakaian yang ribet toh Andra juga menyuruhnya cepat-cepat tidak lupa juga ia memoles wajahnya dengan bedak tipis dan pewarna bibir pink hanya untuk menghilangkan bibirnya yang pucat
"Naik motor?"Tanya Bintang melihat Andra yang menghidupkan motor
"Iya,ayo naik"Ucap Andra menyuruh Bintang naik ke atas motor yang tidak terlalu tinggi seperti motor Angga, motornya berwarna merah tempat duduknya hampir sejajar Dika sengaja memilih warna yang ia suka lagian Andra menyuruhnya hanya menyebutkan merek bukan warna
"Oke"Bintang menaiki motor memasukkan tangannya ke kantong hoodienya
Andra mulai melajukan motornya dengan kecepatan sedang,ia sedikit kecewa Bintang tidak memeluknya padahal yang ia harapkan menaiki motor adalah bisa berdekatan dengan Bintang ia juga berharap Bintang memeluknya seperti adegan film sinetron waktu lalu yang ia tonton,terdengar sedikit konyol sih Andra yang menjuluki sahabatnya Dika korban sinetron ternyata ia juga tidak ada bedanya
beberapa menit ketika sudah mengelilingi kota Jakarta Bintang tidak juga memeluk Andra atau sekedar bicara saja tidak mau ia tetap terdiam menikmati angin sepoi-sepoi yang membawa terbang rambutnya, seketika muncul ide jahil di pikiran Andra ia tersenyum miring merencanakan sesuatu
Ia menurunkan kecepatannya yang tadinya 40Km menjadi 20Km dan kebetulan jalanan sepi ia segera melajukan motornya secara mendadak sehingga kecepatan menjadi 65Km, sontak saja Bintang terkejut hampir saja dirinya terbang tertiup angin jika tidak menarik baju Andra
Bintang mencubit perut Andra "Gila lo ya! lo kalau mau mati jangan ngajak gue! gue masih pengen hidup kali"Gerutu Bintang hingga mengeluarkan kata lo gue di sela-sela Andra mengendarai motor dengan kecepatan tinggi
"Makanya pegangan"Ucap Andra nyaris tidak terdengar oleh Bintang
"HA?"Ucap Bintang menajamkan pendengarannya
"Pegangan!"Kali ini Andra sedikit teriak
"APA?"Pekik Bintang masih tidak terdengar
"BUDEG!"Teriak Andra langsung mengambil tangan Bintang yang melekat di bajunya, menempelkannya pada perutnya
Bintang tersenyum malu "Bilang dong kalau mau dipeluk gitu aja susah!"Ucap Bintang dengan suara mengeras seakan Andra yang ada di depannya itu tuli,Kemudian Bintang menautkan kedua tangannya memeluk Andra erat
Andra tersenyum senang hatinya lagi-lagi terbang "Aku mencintaimu Bintang"Lirihnya dalam hati sambil mengusap tangan Bintang yang ada di perutnya lalu menurunkan sedikit kecepatan motornya
Mereka berdua menikmati pemandangan hutan hijau hingga menaiki jembatan melihat air sungai yang mengalir dengan tenang entah kemana Andra membawa Bintang pastinya untuk jalan-jalan
__ADS_1
Hingga sampailah di sebuah tempat yang sangat indah bukan pantai,bukan mall,bukan juga Danau tempat itu Indah dengan adanya taman kecil dihiasi tanaman yang beranekaragam membuat mata langsung berbinar di tambah lagi di depan taman itu ada sungai yang langsung memancarkan sinar matahari yang mau tenggelam ke arah taman itu membuat suasana menjadi damai
Bintang yang baru pertama kali melihat pemandangan itu tersenyum kegirangan, sebenarnya bukan pertama kali hanya saja di dunia peri dan di dunia manusia pemandangannya berbenda "Kamu suka?"Tanya Andra
Bintang mengangguk antusias "Suka"Ucapnya
Kemudian Andra menarik tangan Bintang membawanya ke bawah yang sudah ada perahu yang dihiasi bunga yang berbentuk love dan juga ada alat untuk memancing ikan tidak lupa juga ada meja dan kursi di sana
"Kita naik ini?"Tanya Bintang tak percaya
"Iya"Ucap Andra tersenyum lalu menaiki perahu kemudian membantu Bintang menaikinya
"Are you ready?"Tanya Andra
"Ready!"Teriak Bintang antusias
"Jalan Pak"Lalu bapak yang bertugas menjalankan perahu itu menghidupkan mesinnya
Perahu itu berjalan mengitari sungai yang luas, dengan perasaan senang Bintang dan Andra memandang satu sama lain lalu tersenyum serempak hingga mereka tertawa padahal tidak ada yang lucu
"Boleh"Jawab Bintang
Mereka pun larut dalam kesenangan di perahu itu Bintang tidak henti-hentinya tersenyum begitu juga dengan Andra sesekali Andra tertawa melihat Bintang kesal karena tidak mendapat ikan sementara ia selalu mendapatkannya dalam jumlah yang banyak, bagaimana tidak dapat ikan? dari tadi Bintang sama sekali tidak mengangkat pancingnya karena umpan yang di pancing itu habis di makan ikan
Hingga senja mengantarkan mereka untuk segera naik ke atas menyudahi acara romantis di perahu itu,kini mereka duduk di antara sungai dan taman sambil menggenggam erat tangan satu sama lain, Bintang menjatuhkan kepalanya ke bahu Andra menikmati cakrawala yang mau membenamkan cahayanya yang sesaat lagi akan berganti cahaya bulan
"Indah banget ya Lee aku jadi pengen menjadi senja deh"Ucap Bintang memandang indahnya senja
"Jangan jadi senja"Ucapnya
"Kenapa?"
__ADS_1
"Karena senja itu indahnya hanya sementara,aku gak mau kamu jadi senja kamu cukup jadi awannya yang selalu ada ketika pergantian malam dan siang aku gak mau kamu hanya sementara maunya selamanya"Lirih Andra memandang Bintang yang juga memandangnya lalu tersenyum
"Aku gak janji"Ucap Bintang dengan suara mengecil
"Kenapa?"Tanyanya
Bintang menggeleng lemah lalu langsung memeluk Andra tanpa sadar meneteskan air mata "Aku gak tau Lee aku harus apa? jika suatu hari nanti aku akan pergi,aku gak mau kamu kecewa,aku gak mau kehilangan kamu Lee,aku sudah terlanjur jatuh cinta sama kamu Lee,aku berusaha mengusir perasaan ini tapi semakin aku menghindar semakin membuat perasaan ini menjadi besar"Lirih Bintang dalam hati air matanya mengalir deras begitu saja tanpa seizinnya
Andra membalas pelukan Bintang mengusap rambut istrinya mencoba menenangkan,ia tidak tahu apa yang membuatnya istrinya itu menangis ia sengaja tidak bertanya, membiarkan Bintang melampiaskan kesedihannya membuat bajunya menjadi basa terkena air mata
"Jangan nangis entar cantiknya hilang"Ucap Andra berusaha menghibur sambil mengusap air matanya
Bintang tersenyum kemudian mengangguk "Yaudah kita pulang yuk"Ajak Andra
Sebelum menuju pulang mereka menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu di mushola terdekat walaupun jauh dari kata taat Andra tidak melupakan kewajibannya sebagai umat muslim meskipun dunianya sibuk dengan urusan pekerjaan kalau ada waktu ia melaksanakan kewajibannya
Setelah sholat Andra melanjutkan perjalanan menuju pulang kini mereka tengah berada di pertengahan kota yang mulai di padati sepeda motor yang berlalu lintas
"Mau ke pasar malam nggak?"Tanya Andra ketika melihat pasar malam
"Boleh"Jawab Bintang
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
...LIKE KOMEN VOTE GRATIS!...