
Kejadian malam itu membuat Andra terkejut bukan main tidak disangka-sangka istrinya yang ia anggap polos itu bermain senjata, sampai dirumah ia menjaga jarak tidak lagi seperti waktu lalu yang selalu lembut terhadap istrinya
Bintang yang tau perubahan sikap Andra akhir-akhir ini paham kemudian ia menceritakan semuanya tentang senjata itu tidak ada isinya berserta kakaknya itu yang menyuruhnya membawa kemanapun ia pergi jika ada orang yang berniat jahat terhadapnya menggunakan senjata itu sebagai ancaman saja,Andra lega mendengarnya tapi kelegaannya itu belum bisa memperlakukan Bintang seperti hari sebelumnya
Satu Minggu berlalu hari-hari berjalan seperti biasa hubungan Andra dan Bintang sampai hari ini tidak ada kemajuan mereka seperti sepasang suami istri yang saling asing, mereka juga jarang berbicara jika itu tidak penting kecuali soal pekerjaan dan tidur juga saling menjaga jarak,dan semenjak kejadian malam itu Bintang selalu diantar jemput oleh pak Ali supir pribadi Laura
Hari ini Bintang sedang tidak bekerja karena desain gaunnya dua hari lagi akan selesai tinggal beberapa bunga-bunga dan hiasan kecil lagi yang mau ia tempel di gaun itu,ia pastikan Andra tidak kecewa dengan hasil desainnya yang susah payah ia buat selama seminggu ini, siang ini ia juga memutuskan ke kantor Andra mengantar makan siang untuk suaminya dan tidak lupa kakak tersayangnya
~Perusahaan Biantara crop~
"Selamat siang pak Andra"Sapa Dika masuk keruangan Andra yang sedang asik membaca laporan
"Siang"Jawab Andra dingin tanpa mengalihkan pandangannya ke benda tipis itu
"Sore ini ada Meating dengan perusahaan X pak dan ini laporan tentang perusahaannya"Dika meletakkan laporan itu di meja Andra
"Hmmm kau boleh pergi"
"Ndra lo kenapa sih? akhir-akhir ini jarang bicara? lo ada masalah sama Bintang?"Tanya Dika duduk di sofa
"Itu bukan urusan kamu"Ucap Andra datar
"Oke kalau lo gak mau cerita,ini udah jam makan siang lo gak makan? gue mau ke restoran nih"
"Nggak duluan aja"Dika mungut-mungut lalu melangkah pergi masuk keruangannya
Andra menghentikan kegiatannya melangkah menuju dinding yang transparan menampakan kota Jakarta yang padat merenungi yang ada dipikirannya memasukan tangan ke kantong celananya, tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang ia terkejut kemudian tersenyum ia kira itu istrinya
"Aku kangen sama kamu Ndra"Lirih seorang wanita yang sedang memeluk Andra
Dan detik itu juga Bintang masuk keruangan Andra "Selam...mat siang"Sapa Bintang sedikit terhenyak melihat pemandangan yang menakjubkan menurutnya
Andra berbalik dan terkejut ternyata yang memeluknya bukan Bintang refleks ia melepaskan pelukan wanita itu "Hai Bintang apa kabar?"Tanya Siska sok ramah
"Seperti yang kamu lihat aku sehat walafiyat"jawab Bintang santai
__ADS_1
"Baguslah kalau kamu sehat aku pikir lagi sakit hati"Celetuk Siska sambil bergelayut di lengan Andra
Bintang terkekeh kecil "Oh justru hati aku lagi senang.... banget pokoknya jauhlah dari kata sakit hati"Jawab Bintang yang membuat Andra menautkan alisnya dan berusaha melepas tangan Siska yang bergelayut dilengannya "Oh iya Lee ini aku masakin makan siang buat kamu,kalau gak mau kamu bisa kasi tukang parkir di depan"
"Yah... padahal aku mau ajak Andra makan siang"Akhirnya Siska melepaskan tangannya
"Letakan saja di meja aku akan memakannya"Ucap Andra kembali duduk di kursinya
Bintang tersenyum "Oke kalau gitu aku ke sebelah dulu"Bintang melangkah pergi
"Tunggu"Cegah Andra, Bintang berbalik "Yang tadi aku---"
"I'ts okay"Ucap Bintang kembali melangkah
"Tuhkan Ndra istri kamu aja gapapa kamu aku peluk,sini makanannya aku suapin ya"Ucap Siska yang tentu saja bisa di dengar oleh Bintang dari kejauhan
"Aku bisa sendiri"
...π΅οΈπ΅οΈπ΅οΈ...
Bintang berjalan menuju ruangan Dika dengan menahan rasa sesak di dadanya entah mengapa hati ini serasa di iris-iris dengan pisau tapi ia tetap memperlihatkan wajah santainya dengan langkah gontai Bintang masuk keruangan Dika
"Lo kebiasaan deh datang-datang bukannya Assalamualaikum dulu malah nyelonong masuk aja"Gerutu Dika dan melihat Bintang meletakkan rantang di mejanya Langung berbinar, "Wiihhh kebetulan banget gue lagi lapar"Dika langsung menyambar rantang tersebut lalu membukanya "Kamu kenapa? ada masalah?"Tanya Dika serius melihat Bintang mendengus
"Gapapa"Jawab Bintang,Dika mungut-mungut mulai memasukkan makanan ke mulutnya "Ya udah kak aku pergi dulu"Bintang beranjak dari duduknya
"Cepat amat"
"Ada janji"
"Oke hati-hati,makasih makanannya"
"Makasih-makasih gak gratis tau! mana uang jajan aku?"Pinta Bintang menadahkan tangannya
"Aish... punya suami kaya gak guna"Desis Dika merogoh kantong celananya lalu memberikan Bintang sejumlah uang 200rb
__ADS_1
"Cuma segini? katanya punya kartu tanpa batas sok gaya"Cibir Bintang
"Heh... apa lo bilang? sok gaya? emang gue punya kok saking kayanya gue gak punya uang tunai,itu hanya sisa di dompet gue 200rb,lagian laki lo kemana? gak di kasih jatah?"
"Dikasih kok bahkan dikasi 50jt satu bulan"
"Eh!"Dika mendaratkan pulpen ke arah Bintang yang refleks menangkapnya "Kalau lo dikasi jatah 50jt ngapain lo minta ke gue lagi kampret... gila ya gaji gue sebulan aja gak nyampe 50jt lah dia malah kurang"
"Gak kurang kak cuman aku gak mau makainya kebanyakan"
"Aish... bodo amatlah"
...πππ...
Hari ini Bintang juga ada janji dengan Netta di tempat pertama kali Mereka bertemu di Caffe My heart is broken dan ia juga mengajak Angga kesana untuk sekedar berbicara ringan lagian Angga juga telah lama tidak bertemu Bintang yang membuatnya rindu dengan nama yang pernah ada di hatinya,setelah seminggu bekerja yang membuat hari-harinya sibuk ia baru menyempatkan diri untuk refreshing
"Hai Bintang"Sapa Netta yang sedang menunggu kedatangannya
"Hai sorry aku telat"Sahut Bintang duduk di depan Netta
"Gapapa aku juga baru datang"
"Oiya kamu udah pesan makanan?"
"Udah sekalian aku pesanin kamu kaya biasa"Bintang dan Netta juga sering bertemu di Caffe ini karena dekat dengan butik tempat Bintang bekerja dan juga Netta yang punya Caffe itu
"Oh iya makasih"Netta mengangguk menanggapi
"Hai semua sorry telat"Sapa Angga tiba-tiba datang langsung duduk di kursi samping Bintang
Netta mengerutkan dahinya memperhatikan pria yang baru saja datang kemudian beralih pada Bintang seakan meminta penjelasan siapa pria itu "Hai Ngga lo gak telat kok,eh iya ini kenalin teman aku namanya Netta dan Netta ini teman aku juga namanya Angga"Ucap Bintang memperkenalkan Angga dan Netta keduanya saling mengulurkan tangan dan mengucapkan nama masing-masing
...πΌπΌπΌ...
Reader:Kok dikit-dikit pakai pak? dikit-dikit pake lo dikit-dikit pake nama?
__ADS_1
Author:Kan tergantung situasi dan kondisi kalau bicara serius ya pake bahasa formal kalau lagi bercanda pake lo gue ya gitu deh Dika kan profesional hehehe
...GAK ADA RUGINYA KALIAN KLIK TOMBOL LIKE DI BAWAH INI DAN KALAU KALIAN KASIAN SAMA AUTHOR YANG KURANG KOIN EH KURANG POINT INI TOLONG DISUMBANGKAN 5 POINT SANGAT BERHARGA BUAT AKU KALAU ENGGAK DIKASI LIKE GAK LANJUT NIH...