Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 37: Perdebatan


__ADS_3

Malam Harinya


"Sayang"Panggil Andra yang melihat Bintang asik memainkan ponselnya sambil rebahan di sofa


"Apa?"Ketus Bintang menoleh pada Andra yang memonyongkan bibirnya minta di cium


"Kiss dulu"Ucapnya manja,di balik sikapnya yang dingin dan tegas hanya pada Bintang saja ia bersikap manja dan manis seperti itu


Bintang memasang wajah menelisik mata menyipit memandang Andra merasa geli sendiri melihatnya "Ga ada"Ucapnya diiringi gelengan kepala


"Oke kalau---"


"Kalau gitu liburannya gak jadi, lebih baik ngantor dari pada liburan gak penting"Potong Bintang meniru kata-kata Andra yang sudah ia hapal


Andra mendekati Bintang kemudian mengusap kepalanya "Bagus! hapalkan terus dialognya"Ucapnya duduk di samping Bintang


"Bagus-bagus kamu pikir aku artis disuruh menghapal dialog?"Gerutu Bintang tidak terima


Andra terkekeh memonyongkan bibirnya lagi ke arah Bintang yang buru-buru menahan bibir Andra dengan telapak tangannya "Kamu lupa? ini bukan dirumah kita udah liburan,jadi gak ada lagi cium-ciuman, manja-manjaan gak ada semuanya udah lunas!"Cerocos Bintang berpindah ke ranjang


"Oh ya? jadi kamu pikir kita udah liburan,jadi kamu bisa lepas gitu aja? kamu lupa villa ini milik siapa? aku bisa saja membawa mereka pulang ke Jakarta lagi malam ini juga,lagian mereka liburan aku yang membiayainya"Debat Andra tak mau kalah


"Oh ya? kamu pikir mereka akan nurut begitu saja? lagian tanpa kamu membiayai mereka pun,mereka sanggup kali biar kamu usir sekalipun dari Villamu ini mereka akan cari hotel atau Villa yang lain"Gerutu Bintang "Lagian kamu mau bawa mereka ke Jakarta lagi pun pasti mereka gak mau karena mereka belum puas,ya kalau kamu mau ke Jakarta sendirian aja aku juga ada kak Dika yang nemenin aku"Tambahnya lagi


"Oh ya? kamu lupa? kak Dikamu itu siapa? dia itu Sekretaris aku dan aku bisa saja menyuruhnya untuk pulang ke Jakarta sekarang juga secarakan aku bosnya"Perdebatan makin sengit diantara mereka tidak ada yang mau mengalah


Kini Bintang beralih duduk ke sofa yang lain kemudian melipat kakinya tinggi-tinggi lalu membuka toples yang ada di meja dengan gaya yang menantang,kemudian mengambil satu biji kacang dan melambungkannya ke udara dan masuk kedalam mulutnya gaya yang sangat elegan bukan?


"Oh ya? kamu lupa? kak Dika itu sedang cuti akhir tahun? jadi kamu gak bisa dong menyuruhnya yang sedang tidak bekerja? ckckck kan kasihan masa bosnya menyuruh sekretarisnya bekerja saat cuti? itu namanya bos yang tidak profesional"Cibir Bintang dan untungnya ia bisa menyebut kata 'Profesional' dengan benar jika tidak ia akan malu seumur hidup apalagi gayanya yang sok menantang Andra, apa jadinya jika ia menyebut kata 'Profesional' jadi 'Profetinoal' seperti waktu lalu


Kali ini Andra bergeming ia benar-benar kehabisan kata-kata "Kalau gitu kamu yang aku usir dari Villa ini"Ucapnya berharap Bintang luluh


"Oh... dengan senang hati Tuan Biantara,asal jangan menyesal saja istrimu yang cantik jelita,putih,mulus bersinar dan membahana ini akan di ambil orang lain dan kamu sayang sekali menyia-nyiakan istri sepintar dan secerdas diriku"Keluar deh Narsisnya, lalu Bintang beranjak dari duduknya membuka lemari dan memasukan baju ke kopernya

__ADS_1


"Mati aku mati"Batin Andra gelabakkan tidak tahu harus berkata apa "Aaaa tidak! no, dia gak boleh pergi"Teriak Andra dalam hati


Bintang menarik kopernya menuju keluar kamar dan buru-buru Andra menahan tangannya "Ja-janganlah sayang aku cuman bercanda kok"Ucapnya lembut membawa Bintang duduk kembali


Sungguh saat ini Bintang tidak mampu menahan tawanya kini Bintang mengulum senyumnya dan berpura-pura acuh di depan Andra "Kenapa? bukannya tadi kamu ngusir aku?"Masih pura-pura jutek


"I-itu aku bercanda sayang masa sih aku menyia-nyiakan istriku yang cantik,putih,mulus kulitnya bersinar bak matahari di siang bolong yang menyilaukan mata,kamu itu bagaikan berlian yang berharga buat aku"Rayunya,kali Bintang berhasil menjatuhkan harga diri Andra haha


Bintang tidak bisa menahan senyumnya lagi hatinya luntur seketika mendengar penuturan Andra "Oke-oke aku gak akan pergi"Ucapnya yang langsung membuat Andra tersenyum dan...


"Prok... prok... prok..."Munculah dua orang pria yang bertepuk tangan masuk ke kamar mereka karena pintu terbuka bekas drama Bintang tadi dan pria itu tak lain ada tuyul


"Hahahaha bagus Bintang bagus!"Celetuk Dika menepuk bahu Bintang bangga


"Ini Andra kan Ta?"Tanya Cullen tak percaya,Dika mengangguk "Hahaha baru kali ini gue liat lo mati gaya Ndra"Seloroh Cullen yang mendapat tatapan tajam Andra


"Habis sudah harga diriku"Batin Andra


"Sejak kapan kalian menguping?"Tanya Andra dengan ekspresi datarnya,ia tau dua tuyul itu menguping pembicaraan antara dirinya dan Bintang


"Berarti lo hantu dong kalau disebut namanya langsung kepanggil"Ucap Cullen


"Bukan"


"Terus?"


"Dedemit"Dan seluruh ruangan itu pun di penuhi suara gelak tertawa mereka,Andra pun juga ikut tertawa saat ini ia tidak mementingkan harga dirinya lagi


#Flashback On


Percakapan Cullen dan Dika ketika lagi rebahan di ranjang


"Ta... laper..."Lirih Cullen

__ADS_1


"Makan"Ucap Dika tanpa mengalihkan pandangannya dari benda persegi itu


"Gue gak tau letak makanan di Villa ini dimana"


"Cari aja"


"Males"


"Tanya Andra"


"Temenin"


"Aish... sendiri bisa kan?"


"Gak bisa"


Dan mau tidak mau Dika menemani Cullen bertanya pada Andra di mana ia harus mengisi perutnya


Tiba di depan kamar Andra dan Bintang


"Bentar-bentar"Langkah Cullen berhenti mengangkat tangannya menyuruh Dika berhenti melangkah lalu ia mendengar 'Sendirian aja aku juga ada kak Dika yang nemenin aku' "Mereka lagi bertengkar"Bisik Cullen pada Dika


Dika mungut-mungut "Ya udah ayo,lo bilang mau nanya"


"Kita nguping dulu gak sah kalau gak nguping,perut gue udah kenyang makan obrolan mereka"


"Eh jangan!"Cegah Dika "Entar Andra potong gaji gue kalau sampai tau gue nguping pembicaraannya sama Bintang"


"Ya elah gaji lo emang berapa? bahkan upil gue aja di jual lebih mahal dari gaji lo,nanti gue ganti lo tenang aja"Mereka masih berbisik-bisik riang


"Astaga jangan-jangan lo kaya gara-gara lo jual upil lagi"


"Shuutt diam lagi seru nih" Dika mulai mendekatkan kupingnya ke arah pintu dan juga menikmati pertengkaran sengit antara suami istri tersebut yang membuat mereka kesenangan karena Andra lah yang kalah dan mereka harus menahan tawa ketika Andra menyebut kulit Bintang bersinar bak matahari di siang bolong yang menyilaukan mata dan juga Berlian berharga

__ADS_1


#Flashback Off


...LIKE KOMEN VOTE BONUS DOBEL UP...


__ADS_2