Istriku Seorang Peri

Istriku Seorang Peri
BAB 22


__ADS_3

Andra langsung menggantungkan binatang itu ke depan muka Bintang lalu tertawa lepas, Bintang pun teriak dan refleks memegang binatang itu dan melemparkannya ke arah muka Andra lebih tepatnya masuk ke mulut Andra yang sedang tertawa


"Brutttt cuihh wleekkk"Andra membuang kecoa itu dari mulutnya "Sial"Umpatnya melihat Bintang tertawa


"Hahaha ini baru namanya senjata makan tuan, senjatanya dimakan tuannya"Seloroh Bintang "Makan tuh kecoa laucknat"Cibir Bintang, sebenarnya ia sudah tau Andra ingin mengerjainya ia sempat mengintip Andra mengambil kecoa itu dengan hati-hati saat matanya ditutup oleh tangannya


"BINTANG!"Seragah Andra kesal, Bintang pun cepat-cepat melarikan diri dari ocehan suaminya


...🍁🍁🍁...


"Pah,Mah denger gak? tadi kak Andra teriak kenapa ya?"Tanya Laura yang sedang sarapan pagi dengan orang tuanya di meja makan


"Gak tau, tadi papa denger Andra ketawa kok jadi teriak? anak kita jarang-jarang loh Ma ketawa terus teriak kencang gitu"Ucap Sang papa ke istrinya


"Mama juga gak tau pah, mungkin gara-gara menantu tidak tahu diri itu bikin ulah"Cibir Neissa


"Mah... gak boleh ngomong kaya gitu bagaimana pun juga Bintang sudah menjadi menantu kita"Ucap Niel yang langsung menerima putaran bola mata istrinya


Tok.. tok... tok... Suara langkah kaki yang menuruni tangga memecahkan obrolan suami istri tersebut diiringi pria yang berwajah kesal di belakangnya


"Pagi Pah... Mah... pagi adik Ipar"Sapa Bintang ramah yang langsung disahut Laura dan Niel secara bersamaan tetapi tidak dengan Neissa yang menatap Bintang dengan tatapan tidak suka, kemudian Andra dan Bintang duduk dimeja makan mulai menyantap makanan


"Kak kenapa mukanya ditekuk gitu?"Tanya Laura pada Andra sembari menyuap nasi


"Enggak kenapa-napa"Jawab Andra masih dengan wajah kesalnya


"Tadi papa dengar kamu ketawa Ndra? sekarang kok mukanya kaya lagi kesel gitu?"Tanya Niel ikut menimpali


"Emang kesel pah,kesel banget masa aku dilempari kecoa?"Batin Andra


Mata Andra langsung tertuju pada Bintang yang dengan santainya memakan ayam dengan begitu rakus, Bintang yang merasa di pelototi oleh Andra langsung memperhatikan Ayah mertuanya sejenak lalu berhenti makan


"Jadi gini pah,Lee itu tadi mau ngerjain aku,niatnya mau nakutin aku pake nyodorin kecoa depan muka aku eh akunya kaget langsung refleks lempar kecoanya kemuka dia dan beruntungnya kecoa itu masuk ke mulutnya Lee yang sedang tertawa liat aku kaget"Jelas Bintang yang langsung ditatap Andra dengan mata tajamnya namun Bintang tidak perduli, Niel tertawa kecil mendengarnya


"Nah jadi kualat lo kak"Celetuk Laura diiringi ketawa kecilnya,Andra kembali menatap adiknya tajam


Bintang memang cukup akrab dengan Niel dan Laura karena selama seminggu ini mereka sering bertemu mengobrol dan bertukar cerita tapi tidak dengan Neissa yang selalu menghindari Bintang ia selalu berpergian bersama kaum sosialitanya

__ADS_1


...🍁🍁🍁...


14.35


"Masih ngambek ya?"Tanya Bintang yang melihat Andra dari tadi pagi mendiamkan dirinya,Andra tidak menggubris perkataan Bintang dengan muka santainya tetap memainkan ponselnya yang dari tadi seperti mengetik sesuatu


"Kamu lucu deh kalau ngambek gitu"Bintang mendekati Andra yang bersandar di kepala tempat tidur "Sayang... udahan dong ngambeknya"Rengek Bintang dengan rayuan mautnya


Andra sempat tertegun mendengar perkataan Bintang yang menyebut dirinya sayang, mungkin itu hanya akal-akalannya saja untuk merayuku pikirnya,Andra tetap tidak bergeming


"Oke Bintang rayuan mu tidak berhasil, sekarang keluarkan rayuan mautmu yang level tingkat atas"Batin Bintang


Bintang mulai melingkarkan tangannya ke lengan Andra lalu meletakkan kepalanya ke bahu yang sudah sah menjadi suaminya itu "Lee..."Lirih Bintang menusuk-nusuk pipi Andra "Jalan yuk"Ajak Bintang


"Jalan aja sendiri"Ketus Andra tetap tidak mengalihkan pandangannya dari benda persegi itu


"Wah bagus dong aku bisa pergi jalan sama Angga kayanya lebih seru dari pada sama kamu seperti bawa patung hidup bisa berjalan tapi tidak bisa berbicara"Cerocos Bintang melepaskan tangannya lalu mengambil handphone di nakas kemudian menempelkannya ke telinga


"Hello Ngga?"Sapa Bintang


"Lo hari ini sibuk gak?"


"Nggak sih lagi santai aja emang kenapa?"


"Emm aku mau aj---"Ucap Bintang terpotong oleh seseorang yang menarik ponselnya


Bintang tersenyum seolah tau siapa yang menarik ponselnya "Kamu kenapa sih?"Tanya Bintang berusaha menahan senyumnya


"Kamu gak boleh jalan sama dia"Tegas Andra


"Emangnya kenapa? itu urusan aku mau jalan sama siapa pun, kamu gak ingat? kita udah buat janji jangan ikut cam---"


"Oke aku ikut kamu jalan"Potong Andra pasrah


"Aku kan gak ajak kamu"


"Tadikan kam--"

__ADS_1


"Itu tadi bukan sekarang"Potong Bintang beranjak pergi


"Aku mau jalan ke kebun binatang sama Laura kamu mau ikut? atau mau milih jalan sama si songong itu?"


Seketika mata Bintang berbinar mendengarnya "Beneran?" Andra mengangguk "Mau,mau aku mau ikut"Ucap Bintang antusias seperti anak kecil yang mendapat permen dari orangtuanya


"Bersiaplah"Ucap Andra


......🍁🍁🍁......


Kini mereka sedang berada di halaman rumah siap-siap pergi menuju tempat wisata kebun binatang, sebenarnya Andra kesana ada alasan yaitu menemani adiknya yang sedang ada tugas dari gurunya mendeskripsikan tentang kebun binatang oleh karena tempatnya jauh dari rumah Andra tidak memperbolehkan Laura pergi sendirian


Detik itu juga mereka di kejutkan datangnya mobil asing berwarna hitam dengan atap mobilnya yang terbuka tiga pasang mata tertuju pada pria yang mengendarainya yang memakai kacamata hitam,kaos polos berwarna hitam dan celana jeans yang senada dengan bajunya berjalan dengan menggenggam kunci mobil dan ponsel ditangan sebelah kanannya membuat jiwa maskulinnya meronta-ronta


"Hai bro"Sapanya pada Andra


"Maaf siapa ya?"Tanya Andra bingung dengan laki-laki yang tidak ia kenal


Pria itu menurunkan sedikit kacamatanya memperhatikan ketiganya secara bergantian "Tebak siapa aku"Ucapnya melepaskan kacamata


"Cullen?"Ucap Andra baru menyadari pria itu adalah sepupunya


"Dua juta rupiah selamat kau benar"Ucap Cullen menyodorkan kartu black card yang tidak semua orang punya


"Aish... kau ini tidak berubah"Andra juga tidak mau kalah ia justru mengeluarkan dompetnya dari saku celananya "Emang kau saja yang punya aku juga kali"Andra memamerkan sekaligus lima kartu kreditnya yang berisi miliaran rupiah


"Wah dia siapa? lucu sekali"Ucap Cullen mencubit pipi Bintang gemas,yang cubit hanya tersenyum nyengir


"Hey lepaskan tanganmu! Istriku jangan di sentuh-sentuh dia milikku"Seragah Andra melepaskan tangan Cullen dari pipi istrinya


"Istriku? Milikku?"Batin Bintang menelisik


"Kak Lin kau ini main nyosor aja! nanti yang punya marah tau"Celetuk Laura


Welcome to pemain baru! penjelasannya next BAB ya


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2