
"Ini Butik tempat kamu bekerja jika hasil desain kamu memuaskan pelanggan, maka Butik ini akan menjadi milik kamu"Ucap Andra pada Bintang yang sudah ada di butik Biantara,butik ini cukup luas di dalamnya banyak terdapat gaun pengantin,gaun pesta berserta dress wanita yang terpanjang di sana
Mata Bintang langsung berbinar mendengarnya "Kenapa di kasi ke aku Butiknya? aku tidak mungkin mengurus Butik sebesar ini apalagi aku tidak punya pengalaman dalam hal mengurus sesuatu"Tanya Bintang tak percaya
"Jika hasil desain kamu memuaskan jika tidak, Butik ini tidak akan menjadi milik kamu,kalau aku sudah bicara kalau butik ini jadi milik kamu berarti aku percayakan ini pada kamu tidak mungkin juga aku menyerahkan butik ini ke sembarang orang tanpa aku berpikir dulu pada siapa aku menyerahkannya"
"Oh... oke kalau gitu jadi kapan aku mulai kerjanya?"
"Mulai besok dan ruangan kamu ada di atas di sana sudah ada alat-alat untuk mendesain jadi kalau kamu butuh apa-apa tinggal panggil aja karyawan disini"
"Siap"Jawab Bintang antusias sambil tersenyum
"Kamu mau disini dulu atau mau ikut aku ke restoran makan siang?"
"Ikut aja"
Kemudian Bintang dan Andra melangkah pergi keluar dari butik lalu masuk ke mobil segera pergi menuju restoran,Tidak butuh waktu lama untuk sampai restoran karena jarak butik ke restoran hanya memakan waktu 15 menit untuk sampai kini mereka sedang berjalan masuk ke restoran
Di tengah mereka berjalan beriringan tampak sosok pria yang berada di kejauhan menuju ke arah mereka "Hai Bintang"Sapa Angga ramah yang membuat Bintang dan Andra berhenti melangkah
"Hai Angga"Sahut Bintang tersenyum mengeluarkan gigi rapinya
"Hmmm pak boleh saya pinjam dulu istrinya?"Tanya Angga ragu-ragu meminta izin pada Andra yang terlihat biasa saja
"Lo kira gue barang pake di pinjam-pinjam"Gerutu Bintang tidak terima
__ADS_1
Andra memandang Angga sejenak memperhatikan dari atas Sampai bahwa lalu ia mengangguk tanda memberikan izin
"Ya udah ayok!"Ajak Bintang menarik tangan Angga
Saking semangatnya ia berjalan ia tidak menyadari ada karyawan yang tengah mengepel lantai yang basah dan dengan tidak hati-hati dalam berjalan Bintang tergelincir hampir saja jatuh jika tidak ada yang menopang tubuhnya, seketika mata Bintang dan Angga saling pandang satu sama lain Andra yang melihat itu dari kejauhan menggeretakkan giginya kesal detik berikutnya Bintang kembali menegakkan tubuhnya
"Lo gimana sih jalan gak liat-liat"Angga kembali melanjutkan langkahnya hingga sampailah di halaman belakang restoran
"Iya maaf tadi aku gak liat lantainya basah"Sangkalnya
"Untung tadi ada gue kalau enggak gimana nasib lo sekarang pasti bokong lo udah sakit atau kalau lo jatuh telentang pala lo sakit terus gagal otak terus--"
"Eh... kok jadi panjang urusannya? lo mau apa tadi mau minjam-minjam gue segala?"Potong Bintang
"Eh iya gue lupa mau ngomong apa ya"Ucap Angga berusaha mengingat apa yang ingin bicarakan "Ah iya kemarin lo nelpon gue belum juga selesai ngomong udah di matiin aja telfonnya eh giliran gue mau telpon balik hp lo gak bisa dihubungin jadi lo kenapa nanya gue hari itu sibuk atau enggak?"Ucapnya panjang lebar
Masa ia dia hanya nanya aku sibuk atau enggak? itu kan bukan hal yang penting untuk di tanyakan emang aku siapanya dia? pikir Angga sebenarnya ia ingin bertanya lagi namun pertanyaan itu buatnya tidak penting jadi ia hanya menjawab "Oh..."Sambil mungut-mungut tanda mengerti
...🍁🍁🍁...
"Udah ngomongnya?"Tanya Andra yang mendapati Bintang yang baru duduk di depannya
Bintang mengangguk"Kamu udah pesan makanan?"Tanya Bintang
"Udah, tadi aku pesanin kamu sup iga gapapa kan? kalau gak suka ganti aja"
__ADS_1
"Sebenarnya aku udah makan tadi di rumah,tapi gapapa lah makan lagi"
"Kamu gak takut gemuk?"Tanya Andra dengan hati-hati takut Bintang marah kan biasanya cewek itu kalau bahas berat badan pasti langsung ngamuk di bilang 'Kenapa aku gemuk ya? badan aku jelek ya? ii jahatnya kamu jangan cari yang lebih kurus ya awas!' dan setelah itu memutuskan untuk diet agar pasangannya tidak berpaling
Bintang mengalihkan pandangannya dari hp kemudian menatap Andra dengan intens "Kenapa harus takut? bagus lah kalau aku gemuk kan sehat artinya aku banyak makan, kamu takut tubuh aku gemuk? malu punya istri gemuk? kamu maunya aku kaya itu?"Tanya Bintang menunjuk salah satu karyawan yang tubuhnya kurus "Kaya gitu selera kamu? apaan kaya ikan kering kaya begitu gepeng kaya tripleks,aku rasa kurang gizi tu orang ya"
Andra jadi menahan tawanya mendengarnya "Hmmm kurang protein"Tambahnya lagi, Bintang hanya mungut-mungut mengiyakan, seketika senyum Andra memudar teringat Istrinya yang hampir jatuh tadi "Kamu sedekat--"Belum sempat Andra meneruskan kata-katanya sudah di potong oleh kedatangan pelayan yang membawa makanan dan menatanya di meja
"Kenapa?"Tanya Bintang menyuruh Andra melanjutkan kata-katanya
"Nggak jadi"Andra mulai memasukkan makanan kedalam mulutnya, Bintang tersenyum menanggapinya
"Kamu gak bosan apa makannya Capcay mulu aku aja yang liatnya bosan"Bintang jadi sewot sambil memotong-motong daging kemudian memakannya
"Pantesan ni orang pinter makannya aja sayur,kol,jagung,jamur,udang,brokoli gitu"Batin Bintang yang baru mengetahui kandungan sayur-sayuran
"Aku yang makan kok jadi kamu yang bosan? ini enak lho kamu mau nyobain?"Andra menyodorkan makanan ke mulut Bintang
Bintang berfikir sejenak melihat makanan yang disuapkan oleh Andra,aneh penasaran sama rasanya itu yang di pikiran Bintang kemudian ia membuka mulutnya menerima suapan Andra dan mengunyahnya "Kok Krenyes-krenyes?"Tanya Bintang
Andra tersenyum"Ya memang gitu"Andra kembali menyuapkan makanan ke mulutnya
"Eh itu sendok bekas mulut aku?"
"Memangnya kenapa? ada virusnya?"
__ADS_1
"Ya enggak sih yaudahlah lupain"Bintang jadi salah tingkah
...LIKE KOMEN VOTE !...