
🌺Happy Reading🌺
Keduanya hanya terdiam sesaat setelah Hafa mengemudikan mobilnya menyusuri jalan yang tampak lengang.
“Hmm, mas Hafa ga ada kegiatan lain setelah ini?” tanya Ara memecah keheningan.
“Hmm, ga ada sih, kalau minggu gini biasanya cuma di rumah aja, kalau ndak ya ke bengkel”
“Bengkel mas di mana?”
“Dekat Pasar Pinggiran”
“Oh ya? bengkel mobil dan motor HI itu?”
“Kamu tau?” Hafa begitu terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan Ara, pasalnya lokasi bengkel itu kalau dari rumah Ara manurutnya terlalu jauh.
“Jadi bener? HI itu punya mas?”
“Iya, pernah bengkel ku?” jawab Hafa sembari menggaruk pelipisnya yang tak gatal.
“Pernah, sekali doang sih, tapi papa yang sering ke situ mas, kalau service mobil ke situ”
“oh ya? udah jadi pelanggan di bengkel HI ya?”
“hmm, beberapa bulan terakhir kalau service ke situ”
“nama papa kamu siapa, mungkin aku kenal juga” tanya Hafa bertanya lebih detail, 'siapa tau kenal kan?, bisa deketin papanya buat minta restu,' Hafa terkikik dalam hati dengan niat terselubungnya,
“Ilham mas”
“Oh, Pak Ilham yang punya Toserba Humaira?” lanjut Hafa sembari mengingat nama pelanggannya yang bernama Ilham
“heem, itu papa mas”
“Owalah” Hafa pun melebarkan senyumnya “kalau Pak Ilham yang itu aku kenal, sering ngobrol, tapi mas ga tau kalau kamu anaknya pak ilham”
"tuhkan, untung aja kenal, semoga makin mudah nih deketin calon mertua, hehe'
Ara pun ikut tersenyum , kemudian keduanya larut dalam obrolan ringan, dan sesekali Ara pun menunjukkan arah menuju rumahnya.
“Jauh ya mas rumah Ara?”
“ga kok, tapi jalan ke rumah mu agak sepi ya? kalau pulang kerja juga sepi gini?”
“ya iya mas, tapi aman kok, Ara sering pulang malam kalau ada lembur”
“wah, berani bener kamu. ga minta di jemput aja?”
“Mau minta jemput siapa mas?” timpal Ara dengan nada santainya , terdengar seperti sudah begitu nyaman berbicara dengan Hafa.
“Ya kan kamu tadi bilang ada adik cowok yang udah kuliah, atau kalau ga cowok kamu kan juga bisa Ra”
“Cowok siapa sih mas?” ucap Ara sambil tertawa pelan,
“loh ya cowok kamu lah Ra, masa cowok ku sih? Di kira jeruk makan jeruk dong” kelakar Hafa ikut menimpali dengan tertawa,
__ADS_1
“Ara ga ada cowok mas, kalau adik dia udah mau kkn mas, udah sibuk sama kegiatan dia juga” jawab Ara dengan pandangan lurus ke depan.
Hafa pun tersenyum lebar saat Ara mengatakan tak mempunyai cowok, yang bisa di artikan Ara tak mempunyai kekasih alias single.
‘Yes!!! Berarti ada harapan ini, ya Allah, semoga saja gadis ini jodohku ya Allah”
“Masa sih Ara ga ada cowok?” jawab Hafa dengan gaya candaannya, padahal aslinya girang tak terkira.
“Iya…eh itu rumah Ara mas, yang pagar Abu-abu” jawab Ara kemudian menunjuk rumah yang pagar dengan tinggi sedang berwarna abu-abu.
Hafa pun segera menepikan mobilnya dan memasuki halaman yang agak luas. Rumah yang tak terlalu besar dengan cat tembok dominan warna putih itu terlihat asri dengan bebarapa tanaman yang berada di sekitarnya, dan ada taman kecil yang berada di sekeliling teras membuat kesan semakin sejuk.
“Kok sepi Ra?”
“iya, papa mama di Toko mas, kalau Farhan lagi survey lokasi kkn, jadi ga ada orang di rumah”
Keduanya turun setelah mobil terparkir di depan teras, namun tak menghalangi jalan menuju teras.
“Masuk dulu mas, Ara buatkan minum” tawar Ara sembari mempersilakan kakak dari teman kerjanya itu masuk ke rumah setelah membuka kunci pintu.
Ara membuka pintu depan lebar-lebar, kemudian mempersilakan tamunya itu untuk duduk.
Hafa duduk dengan santai kemudian mengamati dinding ruang tamu yang penuh dengan beberapa foto, yang ia yakini adalah foto-foto keluarga dari Ara. Ia pun mengenali foto Ilham yang merupakan salah satu pelanggannya terpajang bersanding dengan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.
Baru saja Ara akan melangkah ke dalam, ponsel dalam tasnya berdering dengan nyaringnya. Membuat Ara segera mengambilnya dan melihat id pemanggil yang tertera di layar.
“Assalamu’alaikum ma” jawab Ara sembari berjalan ke dapur untuk mengambilkan air minum untuk Hafa.
'Wa'alaikumualam, kamu sudsah pulang Ra?”
"mama minta tolong antarkan buku recap yang ada di nakas samping tempat tidur di kamar mama”
“aduh, harus sekarang ya ma?”
"iya, mama butuh bukunya buat rekap stock barang hari ini"
“masalahnya motor Ara bannya bocor ma, Ara tinggal di rumah Rindi. Ini aja Ara di antar sama kakaknya Rindi”
“Kakaknya Rindi masih di situ?”
“kakaknya Rindi masih di sini ma, ini baru mau Ara buatin minum”
“minta tolong anterin ke sini kalau gitu”
“Ya ga enak lah ma”
"mama juga repot ini, ga bisa pulang ambil"
“tunggu bentar deh ma, sekalian Ara ganti baju dulu, nanti Ara ke sana pakai Ojol”
“ya sudah, mama tunggu, Assalamu'alaikum”
“Iya ma, Wa’alaikumusalam”
Ara pun menutup panggilan telponnya dan segera menuangkan air dingin ke dalam gelas yang telah ia kasih sirup. Lalu keluar dari dapur untuk menyajikannya di depan tamunya.
__ADS_1
“Silakan mas”
“Makasih, malah jadi ngrepotin ini”
“Ga kok mas, cuma air doang mas, eh maaf mas Ara tinggal ganti baju dulu ya”
“Hmm” ucap Hafa sembari meletakan gelas setelah meneguk es sirup buatan Ara.
Tak berapa lama kemudian, Ara kembali dengan pakaian santainya dan duduk di depan Hafa yang memainkan ponselnya.
“Ehm, maaf mas, bukannya mau ngusir nih, Abis ini Ara harus ke Toko antar barangnya mama yang tertinggal di rumah, jadi…”
“Kamu mau naik apa ke toko?” ucap Hafa cepat, bukannya berpamitan pulang malah balik bertanya
“Mau naik ojol mas”
“Aku antar aja sekalian kalau gitu”
“Eh tapi mas”
“Gapapa, ayuh ambil barangnya”
Hafa pun berdiri kemudian melangkah keluar rumah dan menunggu teras tanpa mendengar jawaban dari Ara.
“Haduh kok malah gini sih” gumam Ara merasa tak enak, tak urung ia pun segera mengambil barang yang di maksud sang mama dan meletakannya di paper bag, kemudian mengambil tasnya dan menyusul Hafa yang terlihat mengamati suasana luar rumahnya.
“Mas Hafa ga capek antarin Ara?”
“ga kok, ayuh” Hafa pun mendahului masuk ke dalam mobil setelah melihat Ara kembali mengunci rumahnya.
Setelah memastikan Ara duduk nyaman, Hafa pun melajukan mobilnya sesuai arahan dari Ara untuk menuju tokonya.
“Oh iya, motor kamu mau di ambil nanti sore atau besok aja?” tanya Hafa di sela obrolan mereka.
“Lihat nanti dulu deh mas, kalau Farhan nanti pulangnya ga malam ya bisa Ara ambil nanti mas”
“Hmm, gitu, oke… save no kamu, nanti aku kabarin kalau motornya udah jadi” lanjut Hafa sembari menyerahkan poselnya
Tanpa rasa curiga Ara pun segera meraih ponsel yang di sodorkan kepadanya dan mengetikan beberapa digit nomor di layar.
“Udah nih mas, udah Ara save”
“oke” Hafa mengambil ponselnya dan meletakannya di dashboard sembari fokus melajukan mobilnya.
“sampai toko jangan langsung pulang ya mas, Ara traktir mas jajan di warung dekat toko sebagai ucapan makasih Arak arena udah anterin Ara”
“Eh kok gitu, aku anternya ikhlas lho, ga ngarep di traktir segala”
“gapapa mas, pokoknya harus mau ya, jajannya enak-enak kok, Ara jamin mas pasti suka”
“gini aja udah suka kok”
“eh”
Tbc
__ADS_1