
🌺Happy Reading🌺
“Hmmm….. maaf pak, sebenarnya kami tidak ada hubungan apa-apa, tapi kalau bapak dan ibu mengijinkan saya ingin menjalin hubungan yang serius dengan putri bapak dan Ibu” ucap Hafa akhirnya membuat sepasang paruh baya yang duduk di depannya itu menampilkan senyum lebarnya.
Brak!!!
Terdengar suara gaduh membuat ketiga orang yang tengah dalam pembicaraan serius itu menoleh ke sumber suara.
“Astaghfirullah....!! Adek, gimana sih?” pekik Ara saat tak sengaja sang adik menabarak pot yang berada di samping teras, dan keduanya jatuh tersungkur di atas tanah.
“Maaf kak, itu ayam tiba-tiba lewat aja, jadinya oleng” ucap Farhan dengan jantung berdegup kencang karena menghindari menabrak tembok teras. Ia pun terduduk di atas tanah dan melihat motornya ambruk dengan berang belanjaan sang kakak berserakan keluar dari tas belanja.
Ara pun segera bangkit dan dengan tertatih, lutut dan telapak tangannya terasa perih.
Ketiga orang yang tadinya berbicara serius tadi pun bergegas keluar rumah setelah mendengar pekikan dari Ara, dan benar saja saat mereka keluar, langsung di suguhkan dengan pemandangan yang mengkhawatirkan.
“Astaghfirullah!!!” pekik mama Mira yang melihat kedua anaknya duduk di atas tanah dengan motor yang ambruk dengan kondisi mesin masih menyala.
Papa Ilham dan Hafa pun bergegas turun dan membantu kakak beradik itu berdiri,
“Ya Allah dek…” pekik Hafa lirih saat melihat baju gadis pujaan hatinya kotor, dan terlihat ada darah di telapak tangannya.
Papa Ilham pun tak banyak bicara dan segera membantu putranya berdiri, lalu mebantu Hafa yang sedang mendirikan motor Farhan yang ambruk.
“Ada yang sakit Dek?” tanya mama Mira kemudian saat mendekati kedua anaknya.
“ga ma, kaget aja” ujar Farhan yang telah berdiri dan menepukan telapak tangannya di atas bajunya yang terlihat kotor.
“bawa Ara masuk ma, itu berdarah itu, bersihkan dulu lukanya” pinta sang papa saat melihat Hafa membantu Ara membersihkan tanah yeng menempel di celana dan telapak tangan sang putri.
Mama Mira mengangguk dan mendekati sang putri yang sepertinya tengah menahan perih.
“ke dalam dulu Kak, obati di dalam”
“iya ma” ucap Ara pelan dan mencoba untuk melangkah, namun lututnya terasa perih, ia pun menunduk dan menaikan celana kulotnya hingga terpampang lututnya yang tergores lebar dan mengeluarkan darah. “ssstttt” desis Ara pelan saat menurunkan kembali celananya.
__ADS_1
“Bisa buat jalan?” tanya Hafa yang ikut panik,
“hmmm” gumam Ara pelan kemudian melangkah perlahan.
Hafa pun dengan sigap memapahnya sementara mama Mira terlebih dulu masuk ke dalam rumah untuk mengambil kokak P3K.
Hafa pun membantu Ara duduk di sofa ruang tamu, kemudian di susul Farhan dan papa Ilham yang masuk ke ruang tamu dengan membawa barang belanjaan.
Mama Mira pun segera duduk di samping sang putri dan membersihkan lukanya, diiringi desisan Ara yang menahan perih.
“Kok bisa nabrak gitu sih dek?” tanya papa Ilham yang telah duduk di sofa berseberangan dengan sang putri.
“ada ayam tiba-tiba lewat pa, adek kaget, mau nabrak teras depan trus banting setir eh malah ambruk nabrak pot bunganya kakak,” jelas Farhan yang masih memperhatikan kakaknya yang tengah di obati oleh sang mama.
“Sakit banget ya kak?” tanya Farhan merasa tak enak, karena dirinya sang kakak terluka.
“udah gapapa” ucap Ara menenangkan sang adik.
“Ganti baju dulu deh kak, itu kotor bajunya” pinta sang mama setelah selesai mengobati tangan dan kaki putri sulungnya.
“Mas Hafa udah dari tadi?” tanya Farhan yang baru menyadari ada pria asing di dalam rumahnya.
“ndak, baru juga Han”
“hmmm, mau ngapelin Kak Ara?” tanya Farhan to the point, membuat Hafa seketika memperlihatkan senyum tipisnya.
“Mas Hafa suka sama kak Ara?” tanya Farhan sekali lagi, yang di jawab di jawab Hafa dengan anggukan,
“Mas Hafa serius sama kak Ara? Ga usah deketin kak Ara kalau cuma mau main-main mas” ancam Farhan seketika sebelum Hafa menjawab pertanyaan yang di tujukannya.
“Ya saya serius lah dek, makanya saya ke sini” celetuk Hafa akhirnya menjawab wajah tak bersahabat Farhan yang di tujukan padanya.
“Really?” Farhan masih belum mempercayai apa yang baru saja di lontarkan pria asing yang kini duduk di depannya.
“iya…” jawab Hafa berusaha tenang, sepertinya dirinya akan sulit mendapat restu dari keluarga Ara terutama dari adiknya.
__ADS_1
Papa Ilham hanya menyimak obrolan kedua pria yang beranjak dewasa itu sembari tersenyum tipis, sementara mama Mira masih di kamar Ara setelah mengembalikan kotak P3K.
Papa Ilham merasa senang karena anak putranya dapat di andalkan dalam melindungi sang kakak, anak yang biasanya hanya bisa menjahili sang kakak, nyatanya kini bisa menjadi tameng untuk menjaga gadis kesayangannya.
“Farhan pegang omongan mas, kalau mas Hafa hanya mempermainkan kak Ara, jangan salahkan Farhan menghajar kakak nantinya”
“saya pastikan itu tak terjadi” ucap Hafa dengan mantap.
Farhan menganggukan kepalanya, bersamaan dengan itu, Ara kembali ke ruang tamu bersama sang mama.
“maaf ya mas, sampai di sini malah di sambut insident kaya gini” ucap Ara yang kini duduk kembali di samping Hafa setelah mengganti pakaiannya.
“Iya… ada luka lain ga?”
“Ga kok, hanya di telapak tangan sama lutut ini aja”
Hafa pun mengangguk, memandang ketiga orang di hadapannya dengan senyum canggung saat mata mereka menatap memperhatikan sikap yang ia tujukan pada Ara.
“Dek, ganti baju mu dulu” ucap papa Ilham yang sepertinya mengusir sang adik, karena ingin bericara serius pada tamunya kali ini.
“Iya pa” jawab Farhan tanpa membantah dan berpamitan pada tamunya itu untuk mengganti pakaiannya yang kotor.
Sejenak suasana hening menyelimuti ruang tamu yang tak begitu luas itu, hari masih pagi namun sepertinya suasana panas sudah terasa.
Papa Ilham pun berdehem sebelum memulai ucapannya mambuat Hafa yang awalnya sudah bersikap biasa kini kembali menjadi gugup dengan detak jantung yang berdebar kencang.
“Jadi nak Hafa, mengenai permintaan mu yang kamu sampaikan tadi….” Papa Ilham menghela nafasnya dan menatap mata sang putri dan tamunya bergantian. “coba tanyakan terlebih dulu dengan putri bapak”
Ara yang merasa menjadi topik dari ini pembicaraan mengerutkan dahinya, karena tak mengerti dengan apa yang di maksud papanya. Apa yang mas Hafa minta tadi? Kenapa harus bertanya padaku dulu?
Tbc
Mohon dukungannya 🤩🤩🤩
Love you All 😍😍😍
__ADS_1