It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 24


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


“Loh mas Hafa?” pekik Farhan ikut terkejut saat melihat sosok pria yang kini duduk di samping sang kakak.


“Iya…”


“Mas kok di sini?” tanya Farhan merasa heran, sepagi ini pria yang ia gadang akan menjadi kakak iparnya itu sudah berada di sini, apakah kak Ara yang memberi tau kalau kak Ara sedang periksa di sini?


“Saudari Humaira Mentari!!”


Belum jadi Hafa menjawab pertanyaan dari calon adik iparnya, perawat telah memanggil gadis pujaannya untuk memasuki ruang pemeriksaan.


Farhan pun dengan sigap langsung memapah sang kakak, dan meminta Hafa untuk menunggu.


Setelah beberapa menit di periksa akhirnya Farhan keluar dengan sang kakak yang masih dalam papahannya.


“gimana hasil pemeriksaan?” tanya Hafa sembari ikut membantu Ara duduk kembali,


“Gapapa kok, hanya luka luar yang akan sembuh dalam beberapa hari” jawab Ara,


“Adek ambil obat kakak dulu ya, kakak di sini dulu” ucap Farhan tanpa mendengar jawaban dari sang kakak, meninggalkan sepasang pria dan wanita itu di kursi tunggu bersama dengan pengunjung lainnya.


Hafa pun melihat lutut dan telapak tangan Ara yang telah di balut dengan perban baru, “sakit banget ya dek?”


“Kalau buat gerak aja mas”


“istirahat dulu aja hari ini, itu tangan kamu agak bengkak lho, emang bisa di pakai buat kerja? Hmm?” pinta Hafa dengan lembut berharap gadis pujaannya ini akan menurutinya.


“Masih bisa mas, insya Allah”


Hafa pun menghela nafas kasar mendengar jawaban yang Ara lontarkan, “Mas hanya khawatir dek, bukannya mas melarangmu untuk ini itu, tapi untuk saat ini ada baiknya kamu istirahat dulu.”


“Terimakasih telah mengkhawatirkan Ara mas, dan terimakasih atas perhatian dari mas, Ara akan baik-baik saja, nanti di kantor kan juga ada temen-temen, ada Rindi juga yang bisa bantu Ara kalau memang Ara tak kuat” jawab Ara dengan tatapan teduhnya, meyakinkan sosok pria tampan yang kini masih menatapnya dengan penuh rasa khawatir.


“nah karena masih ada yang lainnya itu, istirahat untuk hari ini” lanjut Hafa sebenarnya tak ingin di bantah.


“ada yang harus Ara kerjakan hari ini mas, dan hanya Ara yang bisa” ucap Ara meminta pengertian dari pria yang kini menatapnya dengan lembut,


“apakah lebih penting dari kesehatannmu?”


Huff


Ara pun menghela nafas kasar, bagaimana menjelaskan tanggung jawab akan pekerjaannya pada pria yang telah meminangnya ini.


“Bukan begitu mas, oke gini, Ada yang harus Ara kerjakan hari ini, setelah itu selesai Ara akan ijin pulang, apakah mas mengijinkan?” putus Ara akhirnya,

__ADS_1


Deg!


Hafa tersentuh dengan ucapan yang ia dengar barusan, Ara meminta ijinnya? Benarkah? Apa ini berarti Ara sudah memandang penting keinginannya?


“Dek….”


“Tolong pengertiannya mas, Ara meminta ijin mas saat ini”


“Dek….” Hafa pun tak bisa berkata-kata, akhirnya mengangguk pelan, bertepatan dengan Farhan yang telah kembali dengan membawa kantung berisi obat yang harus Ara minum.


“Kak, udah nih, jadi ke kantor ga?”


“jadi dek, antar kakak ke kantor"


“tapi sarapan dulu ya kak? Tidak terlalu siang kan?”


“hmm, kita sarapan dulu,” Ara pun bersiap untuk berdiri dan dengan sigap Hafa membantunya. “mas Hafa sudah sarapan?”


“Sudah, tapi mas ikut kalian sarapan. Ayuh hati-hati” Kini Hafa lah yang membantu Ara untuk berjalan, sementara Farhan mengiringi mereka dari belakang.


Setelah memastikan Ara duduk dengan nyaman, Hafa pun menutup pintu mobil dan bergegas menuju mobilnya yang berada tak jauh dari sana, ia pun mengemudikan mengikuti mobil yang di kemudikan Farhan menuju warung soto yang tak jauh dari sana.


“Mas mau pesan apa?” tanya Ara saat ketiganya tengah duduk di salah satu meja setelah masuk ke dalam warung.


Farhan yang ikut mendengar pun langsung berdiri dan memesan menu pilihan mereka.


Suasana ramai warung menjadi pemandangan ketiganya menunggu makanan mereka, sesekali Farhan maupun Hafa mencomot gorongan yang tersaji di depan mereka, sementara Ara lebih memilih memainkan ponselnya dengan tangan kirinya, membalas pesan dari rekan kerjanya yang bertanya akan kondisinya.


“Makan dulu dek” pinta Hafa saat dua mangkok soto telah tersaji di atas meja, sementara Ara masih membalas pesan demi pesan yang masuk kedalam aplikasi chatnya.


“Iya mas” Ara pun memasukan ponselnya ke dalam tasnya lalu mengambil sendok dengan tangan kanannya dan berusaha menggenggamnya, “sssstts” desisnya saat melipat jari-jarinya.


Hafa yang melihat gadis pujannya kesulitan pun langsung mengambil alih sendok yang gagal di genggam Ara, kemudian menyodorkanya setelah terisi soto dalam mangkoknya.


“Mas suapin, aaa…” ucap Hafa dengan santainya,


Ara pun menatap pria tampan itu tanpa berucap, ia merasa tak enak, tapi tangannya memang sulit untuk menggenggam, mau mencoba menggunakan tangan kiri sepertinya juga akan sama saja, tetep kesulitan karena dia bukanlah kidal, jadi pasti akan terasa berbeda.


Ara pun mengalah dan menerima suapan demi suapan yang di sodorkan Hafa untuknya, sementara Farhan tetap melanjutkan makan paginya dengan sesekali mencuri pandang pada pasangan yang duduk di depannya ini, terlihat begitu perhatian dan romantis.


Di tengah acara makan pagi mereka, terdengar ponsel berdering menandakan adanya panggilan masuk. Yang teryata berasal dari ponsel Farhan yang berada di sakunya. Farhan pun segera mengambilnya dan melihat ID pemanggil yang tertera di layar ponselnya.


“Iya Syad?”


“…..”

__ADS_1


“Harus sekarang ya?”


“….”


“agak telat dikit ya, aku masih antar kakak ku ini, gimana?”


“….”


“tolong usahakan ya, secepatnya aku ke situ nanti”


“….”


“makasih ya, kabarin juga kalau anak-anak sudah kumpul semua”


Ara yang menyimak pembicaraan sang adik pun bertanya-tanya, ia tak mendengar ucapan yang menghubungi adiknya, tapi dari apa yang diucapkan sang adik sepertinya Farhan harus segera pergi ke suatu tempat.


“Kenapa dek?”


“Arsyad di hubungi dosbing kak, kita suruh kumpul”


“ya sudah, segera selesaikan makan mu trus kita berangkat”


“Biar Ara mas yang antar dek, kamu ke kampus aja gapapa” timpal Hafa cepat, sebelum Farhan mengiyakan ucapan sang kakak, ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bersama dengan gadis pujaanya lebih lama.


“Tapi mas,…”


“Gapapa, selesaikan makanmu dan pergilah ke kampus, mas pastikan kakakmu aman bersama kakak”


“Gimana Kak?” Farhan pun melirik ke arah sang kakak meminta pendapat,


“ya sudah, gapapa, kakak sama mas Hafa, kamu bisa ke kampus dek” putus Ara akhirnya, tak ingin gara-gara dirinya sang adik mendapat nilai buruk atau hal lainnya yang mempersulit proses kelulusannya nanti.


“Beneran gapapa kak?” Farhan masih merasa ragu meninggalkan sang kakak bersama orang lain, meski ia yakin pria yang akan mengantar sang kakak adalah orang yang bertanggung jawab.


“Iya dek, segera selesaikan makanmu dan pergi ke kampusmu, jangan sampai kamu nanti dapat nilai jelek karena terlambat datang” jawan Ara sembari tersenyum.


Farhan pun mengangguk, dan bergegas menghabiskan sarapannya dan pergi berangkat ke kampusnnya.


Tbc


Hallo semua 🤗🤗🤗


Mohon dukungannya 🤩🤩🤩


Love you All 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2