It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 53


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


Terdengar ponsel berdering dari dalam tas yang Ara pangku. Setelah melihat Id pemanggil yang muncul di layar, Ara segera menggeser tombol hijau, hinga sambungan telepon terhubung.


“iya ma...” jawab Ara setelah menjawab salam dari seberang sana.


“sudah berangkat kerja kak?”


“iya ma, ini lagi di jalan, kenapa ma?”


“Besok jangan lupa ya, acara tujuh bulanannya Desi, kalau bisa nanti malam kamu menginap di sini saja”


“Iya ma, lihat nanti dulu deh ma, kalau gak besok Ara dan mas Hafa pagi-pagi ke rumah mama”


Setelah mengobrol basa-basi, mama Mira memutus panggilan telponya, membuat Ara kemudian menghela nafas.


“Kenapa dek?” tanya Hafa yang melihat istrinya begitu murung setelah menerima telpon dari sang mama.


“Mama minta kita nginep nanti malam mas, besok pagi ke tempat budhe Rosi.”


“emang mau ada acara apa?”


“tujuh bulanannya Desi mas” lirih Ara kemudian memandang ke arah luar, tak berani menatap sang suami yang sesekali menatapnya.


Rindi yang menyadari perubahan sikap kakak iparnya hanya terdiam, tak ingin ikut campur urusan kedua kakaknya.


Hingga ketiganya sampai di depa kantor, Ara pun segera menyalami sang suami dan turun bersama adik iparnya menuju ruang kerjanya.


Huff..


Hafa pun menghela nafas, menatap punggung istri dan adiknya yang tengah berjalan menuju gedung kantornya. Ia merasa sedih dengan kondisi istrinya saat ini, namun ia tak bisa berbuat apapun selain banyak berdoa agar segera di beri momongan.


Ia tau pastinya istrinya sedih, karena hingga kini belum bisa memberinya keturunan, sementara ia mendengar cibiran dari keluarga besarnya.


***


Sore hari, seperti biasa Hafa telah standby di depan kantor untuk menjemput kedua wanita kesayangannya.


“Mas mampir beli bakso dulu ya” pinta Ara tiba-tiba saat keduanya telah masuk ke dalam mobil.


“mau beli di mana?”


“depan aja, itu mas, deket supermarket.”


Hafa mengangguk, kemudian melajuka mobilnya bergabung dengan kendaraan lainnya.

__ADS_1


“Mbak sama mas jadi mau nginep di tempat orang tua mbak?” tanya Rindi yang duduk di belakang seorang diri pada kedua kakaknya.


“hmm... belum tau dek, mungkin besok pagi aja ke sananya.”


“Kalau mau nginep juga gapapa dek” timpal Hafa yang masih fokus dengan kemudinya.


“Besok aja mas, mama masih belum sembuh bener, gak enak kalau kita tinggal nginep”


“Kan ada Rindi di rumah mbak, gapapa kok” Rindi menimpali sementara Hafa tersenyum sembari mengusap kepala sang istri. Berterimakasih karena Ara begitu perhatian dengan orang tuanya, dan tak egois dengan mementingkan keinginannya.


Hafa pun menepikan mobil yang di kemudikannya saat mereka tiba di warung bakso yang Ara inginkan.


“Hmmmm bau nya enak bangte” Ara pun bergegas turun dan memesan bakso yang ingin di santapnya.


“Pak, Bakso jumbo nya 1 ya, gak usah pakai mie pak, kosongan aja” pesan Ara kemudian menoleh ke belakang ke arah suami dan adik iparnya yang masih berjalan.


Setelah menanyakan kepada keduanya, Ara kembali memesan dan menyusul duduk di tempat yang masih kosong.


“Tumben pesen yang jumbo mbak? Biasanya gak doyan?” celetuk Rindi saat pesanan mereka di sajikan di atas meja, dan melihat porsi yang Ara pesan tak seperti biasanya.


“Lagi pengen, udah ayuh makan” jawab Ara dengan santainya, kemudian segera menyantap baksonya yang menggugah seleranya.


Hafa yang melihat sang istri makan begitu lahap pun tersenyum, ia pun ikut menyantap mie ayam dalam mangkoknya, dan sesekali memperhatikan sang istri yang begitu menikmati suap demi suap bakso yang telah dipotongnya.


“Hmm” Ara mengangguk, kemudian berdiri dan membayar makanan mereka serta memesan 2 porsi lagi untuk di bawa pulang, 1 untuk sang mama mertua, 1 lagi untuknya.


“Kok pesen 2 dek?” tanya Hafa yang masih berdiri di samping sang istri, sementara Rindi telah kembali ke mobil.


“Buat Ara, nanti Ara makan di rumah”


“Katanya udah kenyang?”


“Nanti kalau laper lagi mas”


Hafa hanya menggelengkan kepala, kemudian mengambil kantong berisi 2 porsi bakso yang Ara pesan setelah pesanannya jadi. Lalu keduanya kembali ke mobil menyusul adik mereka yang telah duduk nyaman di dalam.


Saat mereka sampai di rumah, tampak mama Hesti tengah menonton acara tv di ruang keluarga. Ara pun segera menyerahkan bakso yang ia beli tadi kemudian mengajak sang mertua untuk makan malam.


“Ma, ini bakso buat mama”


“wah, tau aja kalau mama pengen yang seger-seger”


“Ayuh ke dapur ma, Ara siapkan untuk mama”


Keduanya melangkah ke ruang makan yang terhubung dengan dapur, kemudian Ara menyiapkan bakso untuk mertuanya.

__ADS_1


“Kok dua? Yang satu buat siapa?”


“Buat Ara nanti ma, hehe” jawab Ara malu-malu, pasalnya tadi dia suah menghabiskan 1 porsi jumbo, tapi masih membawa pulang 1 porsi lagi.


“hmm…. Makan bareng mama kalau gitu?”


“Nanti aja deh ma, Ara habis makan tadi, maaf ya ma, kami tadi makan di tempat dulu”


Mama Hesti pun tersenyum, kemudian menyantap bakso yang telah di hidangkan sementara Ara menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


“Dek, mandi dulu, keburu malam” pinta Hafa saat melihat sang istri masuk kamar.


“Iya…” tanpa banyak bicara Ara segera membersihkan dirinya.


***


“Kamu dari mana dek?” tanya Hafa yang tak melihat istrinya setelah mereka menjalankan ibadah isya.


“Habis dari ruang makan mas, makan bakso yang tadi” jawab Ara dengan cengirannya, kemudian menyusul sang suami yang tengah duduk di sofa kamar mereka. Ara pun tak segan bergelayut manja dan menyandarkan kepalanya di pundak Hafa yang kini mengotak-atik ponselnya.


“sudah laper lagi?”


Ara mengangguk, “tapi sekarang sudah kenyang”


Hafa pun meletakan ponselnya kemudian mengusap kepala sang istri, dan mengubah posisinya agar bersandar di dadanya dengan tangannya yang mendekap erat.


“Mas besok ambil libur gapapa?”


“Ya gak papa dek, tadi mas sudah bilang ke Dimas juga buat handle besok di bengkel.” Jawab Hafa dengan sesekali mengecup puncak kepala sang istri. “Besok mau berangkat jam berapa?


“Pagi ya mas, habis Ara siapin sarapan untuk mama kita berangkat ke rumah papa dulu”


“Pergi habis sarapan ya?”


Ara menggelengkan kepalanya membuat Hafa mengerutkan dahinya. ‘sudah buat sarapan kok ndak sekalian sarapan?’


“Kita sarapan di rumah papa ya mas, Ara pengen makan di rumah papa, tadi Ara sudah bilang Farhan buat beliin sarapan di pasar”


Hafa pun mengangguk dan paham pasar yang di maksud sang istri, pasalnya ia sudah beberapa kali di ajak Ara ke sana saat menginap di rumah mertuanya.


“ya sudah, mas ikut kamu aja dek”


“Terimakasih mas” Ara pun semakin memeluk erat sang suami, bersandar seperti ini membuatnya merasa nyaman dan tanpa sadar ia terlelap, padahal keduanya masih duduk di sofa.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2