It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 28


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


Setelah menjawab salam Ara menutup panggilannya dengan wajah merona, tak menyangka akan merasakan hal seperti ini. Bahkan sisa perjalanannya ke rumah senyum merekah tak pernah luntur dari bibir tipisnya.


Kedua orang tau mereka menyambut di ruang tamu saat keduanya memasuki rumah, dengan perlahan Ara melangkah menyalami kedua orang tuanya kemudian di susul Farhan yang menenteng kantong berisi jajan yang tadi di belinya.


“bawa apa Han?”


“Jajannya kak Ara pa”


Papa Ilham pun mengangguk kemudian meminta kedua anaknya untuk segera beribadah sebelum waktu maghrib habis, setelahnya mengajak mereka makan malam bersama.


“Pa, Ma, Ara tadi sudah jawab lamaran mas Hafa kemarin” Ucap Ara sembari menikmati jajanan yang di belikan adiknya tadi setelah makan malam.


Keempatnya duduk bersantai di depan televisi setelah menjalankan ibadah isya berjamaah, dan mendengar ucapan serius dari Ara, ketiganya menoleh, menatap penuh tanya pada gadis yang masih menikmati cilok pedasnya.


“Kamu jawab gimana kak?” kini sang papa menanyakan dengan wajah seriusnya, sementara yang lain terdiam.


“Ara…. Ara jawab untuk membawa Mama nya Mas Hafa ke sini dan meminta Ara secara resmi pada papa mama” jawab Ara setelah mengatur nafasnya, dan di akhiri dengan senyum malu yang tersungging dari bibirnya.


“Jadi artinya kamu menerima Hafa?” tanya papa sekali lagi masih dengan tampang seriusnya, berbeda dengan mama Mira yang kini terseyum lebar,


“Iya pa” Ara mengangguk pasti “Apa papa mama merestuinya?”


“Alhamdulillah!!!” pekik Mama Mira senang kemudian berhambur memeluk putri sulungnya. “Mama merestuinya Kak, Akhirnya…..” tanpa terasa butiran bening mama Mira mengalir dari kedua matanya. “Anak mama akhirnya akan menikah”


Papa Ilham dan Farhan pun ikut tersenyum bahagia, merasa haru dengan ucapan sang mama, ada kelegaan yang mereka rasakan. Papa Ilham bukannya tak menyadari kesedihan dan kegundahan putrinya selama ini, tapi ia pun tak ingin terlalu menekan sang putri, biarkan ia mencari jodohnya sendiri, dan keresahan itu akhirnya terjawab dengan hadirnya sosok pria yang sebenarnya telah di kenalnya, pria yang ia nilai adalah pria yang bertanggung jawab, dan begitu menyayangi keluarganya. Ia yakin pria tersebut akan membahagiakan putrinya.


“Papa merestuinya kak” ucap papa Ilham akhirnya, “lalu kapan Hafa akan ke sini bersama keluarganya?”


“Ara belum tau pa” jawab Ara sembari mengusap air matanya, tanpa sadar ia ikut menangis saat mama Mira terisak karena rasa bahagianya.


“Tanyakan padanya, kapan siap ke sini, secepatnya lebih baik”


“Iya pa, tapi kalau boleh, setidaknya setelah kaki Ara sembuh dulu”


“Hmmm tentu saja, kak” jawab papa Ilham terkekeh dengan permintaan putrinya, mana mungkin ia membiarkan anaknya nanti kesusahan menyambut calon keluarga barunya karena kondisi kaki yang masih sakit.

__ADS_1


“Akhirnya kakak aku mau nikah juga, selamat ya kak, habis ini ga akan ada lagi yang omongin kakak” pekik Farhan girang yang ikut merangkul sang kakak,


“Makasih ya dek”


“Adek ikut seneng kak, pakdhe - budhe , paklik – bulik yang julid itu pasti akan bungkam denger kabar ini, dan lagi Mas Hafa lebih hebat di banding menantu mereka” celetuk Farhan meluapkan rasa bahaginya. Tawa bahagia menguar dari bibirnya, dan dalam hati terkikik senang, akhirnya bisa membungkam keluarga besarnya yang julid dan suka membicarakan sang kakak di belakang mereka.


***


Ara yang bersiap tidur pun mengambil ponselnya, melihat adanya panggilan tak terjawab dari sang kekasih membuatnya tersenyum. Ada rasa bahagia yang membuncah, impiannya memiliki kekasih yang akan menjadi suaminya kini terwujud, tidak akan ada lagi orang yang menggunjingnya karena belum menikah, tidak akan ada lagi yang membandingkannya dengan para sepupunya.


Ara melirik jam sudah menunjukan pukul 9 malam, sejenak ia ragu untuk menelpon balik sang kekasih, namun baru saja ia akan menelpon nama kontak sang kekasih muncul lebar di layar ponselnya. Jantung Ara berdegup kencang, kemudian segera menggeser tombol hijau agar sang kekasih tak menunggu lama.


“Assalamu’alaikum mas”


“Wa’alaikumusalam, udah tidur ya dek?”


“Ndak kok, maaf habis ngobrol sama papa mama, Hpnya Ara taruh kamar”


“Oh, mas kira udah tidur”


“Emang harus ada alasan ya mas telpon calon istri sendiri” ucap Hafa sembari terkekeh, membuat Ara tersipu menahan senyumnya.


“hmmm…. ya.. ga juga sih” jawab Ara pelan,


“Tadi ngobrol apa sama bapak ibu?”


“Soal jawaban yang Ara kasih ke mas.”


“Oh ya?, trus bapak ibu bilang gimana?” suara Hafa terdengar kepo dan antusias, meski dalam hatinya ketar-ketir, khawatir kedua orang tua gadis pujaannya tak merestui.


“papa nanya kapan mas ke sini sama tante”


“alhamdulillah, beneran bapak bilang gitu? Pengennya secepatnya dek…. Kalau bisa besok mas ajak mama ke sana” jawab Hafa dengan antusias, senyum lebarnya tak luntur dari bibinya,


“eh, ya jangan besok juga kali mas…” rengek Ara


Hafa pun terkekeh mendengar rengkan gadis pujaannya, andaikan sudah halal sudah pasti ia ingin segera mendekapnya, pasti wajahnya saat ini terlihat sangat menggemaskan.

__ADS_1


“Ya mas udah ga sabar segera halalin kamu dek”


Ara pun terkekeh meski tersipu malu, tak menyangka kekasihnya ini benar-benar bersikap manja, “tunggu Ara sembuh dulu ya mas”


“Ah iya, kaki dan tangan kamu masih sakit” Hafa menghela nafas panjang mengingat kekasihnya sedang terluka,


“Emangnya mas sudah bilang sama tante?”


“sudah dek… mama sudah mas kasih tau jawabab adek tadi pagi, dan kamu tau, mama juga gak sabar bawa kamu ke rumah ini dek”


Ah…. Ingin rasanya Ara menjerit, hatinya sungguh berbunga-bunga. Pria yang saat ini tengah menelponnya telah mengobrak-abrik hatinya, dia telah memberikan kebahagiaan yang tidak terkira.


“Kalau Rindi gimana mas? Ara tadi gak bilang apa-apa soal hubungan kita”


“Ah, kita emang beneran sehati dek” sekali lagi godaan kembali Hafa lontarkan untuk kekasihnya membuat Ara yang tadinya di landa rasa lelah dan kantuk kembali segar, “Mas juga belum kasih tau Rindi kalau adek udah mau jadi istri mas, tadi aja dia antusias banget ceritain kamu waktu jalan pulang, ya mas tanggepin biasa aja dong, ga tau aja mas udah hubungin kamu lebih dulu dan tau kondisi kamu”


Ara terkekeh membayangkan calon adik iparnyanya itu bercerita dengan antusian dengan sang kakak, pasti sangat heboh dan sedikit drama.


“Rencananya mas mau kasih surprise aja pas mas ajak mama dan Rindi ke rumah kamu buat lamar secara resmi dek, jadi untuk sementara jangan bicara dulu sama Rindi soal lamaran mas ya dek”


“Ma jahil banget sih?”


“Ya gapapa lah dek, sekali-kali jahilin dia, tapi mas bersyukur sih, berkat adek mas yang suka usil juga itu akhirnya kita ketemu”


Keduanya terkekeh dan larut dalam obrolan,Hafa pun tak segan melontarkan godaan dan gombalan recehnya, sungguh mereka seperti anak ABG yang baru menjalin hubungan.


“Besok mas jadi mau antar Ara pulang ke rumah?”


“Ya jadi dong sayang….”


Tbc


Hallo semua🤗🤗🤗🤗


Terimakasih atas like dan comentnya 🤩🤩🤩


Love you All 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2