It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 63


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


Setelah kejahilan Farhan beberapa saat yang lalu, semuanya kini duduk santai sembari berbincang dengan menikmati cemilan yang ada.


“Besok beneran udah masuk Ra?” tanya bang Ghani yang mulai berbicara mengenai pekerjaan mereka.


“Iya bang, Ara besok masuk, tapi Ara sekalian masukin surat resign ya”


“Yach…. Beneran mau resign ya” jawab bang Ghani dengan nada lesunya.


“hehe,… iya bang, maafkan Ara ya….”


“Ruangan bakal sepi mbak” timpal Rizal yang akan sangat kehilangan senior yang sudah mengajarinya banyak hal.


“Masih ada Rindi Zal, bang Ghani pengen recrut anak baru buat gantiin aku ndak?”


“Ya harus recrut Ra, seminggu kamu tinggal aja udah kuwalahan, apalagi kalau lagi full job”


“Ara nanti ajarin dulu anak barunya bang, kalau udah siap di tinggal baru Ara bener-bener keluar”


“Hmmm… ya harus gitu, lihat kualifikasi anaknya dulu nanti, kerjaanmu bisa di handle Rizal ke depannya, biarin yang baru nanti handle kerjaan Rizal”


“atur nanti gimana enaknya bang, maaf banget karena Ara bener-bener gak bisa lanjut kerja lagi”


“Iya, kami ngerti kok, moga ponakan kami sehat ya, baby sama sama mamanya sehat-sehat terus”


“Aaamiin” semua orang meng-amin-kan doa yang baru saja bang Ghani lontarkan.


Mereka berbincang hingga seorang tukang ojek online mengetuk pintu rumah yang terbuka sembari menenteng 2 kantung besar berisi nasi box yang Hafa pesan selepas ibadah maghrib tadi.


Hafa pun mengambil pesanannya kemudian meminta adik iparnya untuk membantu membagikan pada semua orang yang duduk di sana.


“Waduh, kok malah repotin gini sih mas” celetuk bang Ghani yang telah menerima nasi box dari Farhan.


“Gak repot kok bang, silakan di nikmati, seadanya ya bang, karena gak sempat masak sendiri”

__ADS_1


“kaya gini kok seadanya mas, bakal kenyang ini mah” kelakarnya lagi,


Semua orang menikmati makanan mereka, sementara Hafa dengan penuh perhatian menyuapi sang istri yang duduk di sampingnya.


“Aduh… mbak Ara ini bikin iri aja sih, jiwa jomblo Rizal meronta nih” celetuk Rizal yang sedari tadi melihat tingkah mesra pasangan suami istri di depannya.


“Minta sama Rindi dong Zal” ceplos Ara dengan santainya, membuat Hafa tersedak saat menelan makanan yang berada di mulutnya.


Hafa pun menatap adik dan juga rekan kerja istrinya itu kemudian menatap kembali istrinya yang tengah menikmati makanan yang baru saja ia suapkan.


“Apa maksumu dek?”


Ara yang di tatap sang suami pun menelan makanannya kemudian tersenyum riang, lalu berbisik pada telinga suaminya.


“Rizal itu suka sama Rindi mas”


Seketika Hafa melotot kemudian menatap tajam Rizal yang tersenyum kikuk sembari menelan makanannya, dirinya merutuki kebodohan dirinya yang asal nyletuk hingga membuat Ara bilang seperti itu.


‘Aduh, niatnya cuma mau ledekin, kok malah di jawab gitu sih mb, mana matanya tajam bener sih mas,... belum juga nyatain suka sama adiknya’


Beberapa hari terakhir memang Ara terlihat sangat manja, dan hanya ingin makan jika di suapi olehnya, bahkan selama di rumah sakit, dirinya akan menolak makan saat di tinggal Hafa pulang ke rumah dan hanya di jaga oleh mama atau adiknya.


Kedua orang tua maupun adik Ara pun tak terkejut dengan sikap manja yang Ara tunjukan, karena sudah melihatnya selama di rumah sakit, sementara mama Hesti dan Rindi apalagi bang Ghani cukup terkejut dengan perubahan sikap yang Ara tunjukan.


“Manja bener sih Ra” kini bang Ghani yang menimpali


“Manja sama suami sendiri kan gak papa bang”


Bang Ghani hanya menghela nafas, kemudian membenarkan ucapan rekan kerja yang sebentar lagi akan resign tersebut.


“Bawaan bayinya bang, gak usah di protes” bisik Farhan yang memang duduk di samping Bang Ghani.


Bang Ghani hanya mengangguk, kemudian melanjutkan makan malamnya, tak ingin meledek rekannya lagi. Ia hanya terkejut dengan tingkah manja yang tak biasa di tunjukan Ara pada mereka, namun kalau penyebabnya karena kehamilannya, ia tak akan lanjut berkomentar lagi. Ia pernah menghadapi istrinya yang seperti itu, dan pernah di buat kerepotan karenanya, jadi ia tak ingin membuat masalah dengan bumil satu ini. Ia tak tau mood bumil di depannya ini akan cepat berubah atau tidak, jadi dari pada nanti kena amukan hanya karena ledekannya, lebih baik diam saja agar aman.


***

__ADS_1


Setelah ibadah isya, Hafa dan Ara kembali ke kamar agar Ara bisa segera beristirahat setelah tadi menyambut keluarga dan rekannya yang datang menjenguknya.


Hafa pun meminta istrinya untuk berbaring agak kondisinya segera pulih, sementara ia duduk menemeni dengan mengusap lembut kapala sang istri.


“Mas… ikut tiduran sini” ucap Ara sembari menepuk pelan ranjang di sisinya. “mau peluk”


Hafa tersenyum kemudian membaringkan tubuhnya di samping sang istri, ia pun memeluk sang istri yang sudah terlihat memejamkan matanya,


“kamu capek banget ya dek” gumam Hafa sembari mengecup kening Ara lalu mengusap lembut perut rata istrinya.


‘terimakasih ya Allah, Engkau telah hadirkan mereka untuk ku ya Allah, berilah kesehatan untuknya, berikanlan kemudahan hamba dalam menjaga mereka ya Allah’ gumam Hafa seraya menatap wajah istrinya yang kini telah terlelap dalam dekapannya.


Tak hentinya ia mengucap syukur karena istri, calon anaknya dan adiknya selamat dalam kecelakaan beruntun tempo hari. Ia sempat takut akan kembali terpuruk dengan kasus kecelakaan yang menimpa orang-orang tersayangnya.


“Sehat-sehat ya baby, papa tunggu kamu lahir sayang” ucap Hafa lembut, tangannya tak ia pindahkan dari perut sang istri, lalu setelahnya ia memejamkan matanya, bergabung dengan sang istri kea lam mimpi.


Keesokan harinya, Ara tampak bersemangat bersiap untuk berangkat kerja, sementara Hafa kan mengantar kedua wanita kesayangannya sebelum ke bengkel cabang. Selama Ara di rumah sakit, ia belum sempat mengunjungi bengkelnya lagi, dan hanya meminta karyawannya untuk mengawasi proses renovasi.


“Jangan terlalu lelah ya dek, ingat ada baby yang harus di jaga, jangan terlalu memaksakan diri, dan ini juga belum sepenuhnya pulih” ucap Hafa sembari mendekap erat sang istri lalu mengusap kening sang istri yang masih tertutup plaster.


“Iya mas… Ara akan banyak istirahat nanti”


“Makan siang nanti mau gimana? Bisa makan tanpa mas suapi kan?”


Ara mengangguk, kemudian tersenyum menatap suaminya yang memasang wajah khawatir. “Ara coba ya mas, lagian sebelum kecelakaan kemarin kan Ara juga biasa aja makannya, hehe Ara baru sadar sebelum tau kalau Ara hamil ternyata porsi makan Ara begitu banyak”


Hafa pun terkekeh, kemudian mengecup pipi chuby istrinya, “mas seneng kamu makin berisi gini dek, jadi tambah gemesin”


Tbc


Hallo semua reader 🤗🤗🤗


mohon dukungannya 🤩🤩🤩


Love you All 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2