It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 65


__ADS_3

đŸŒșHappy ReadingđŸŒș


Setelah mengambil foto dengan background kondisi dalam mobil , Ara pun segera mengirimkannya kepada sang suami, yang tanpa lama langsung berubah dengan centang biru, yang berarti fotonya telah di lihat.


“Terimakasih ya Ra” ucap mama Hesti setelah Ara memasukan ponselnya ke dalam tas yang di pangkunya.


“Makasih buat apa ma?”


“Terimakasih karena kamu sudah begitu sabar menghadapi anak mama”


Ara pun tersenyum menatap sang mama mertua, ia pun meraih lengan sang mama dan bergelayut manja, “sudah jadi kewajiban Ara dong ma, makasih juga mama sudah sayang banget sama Ara”


“Lagian mas Hafa yang lebih sabar hadepin Ara yang kadang kekanakan ma”


Mama Hesti tersenyum kemudian mengusap tangan Ara, selama ini ia tak melihat sikap kekanakan seperti yang di ucapkan menantunya itu, yang ada ia benar-benar merasakan di sayang seperti orang tua sendiri, dan sikap manja pada Hafa, putra sulungnya menurutnya wajar, bukan tingkah kekanakan.


“Mama tau kamu kadang bosan karena gak bisa ke mana-mana pakai motor, tapi tolong di maklumi ya, maksud anak mama baik untuk kamu sayang”


“Iya ma, Ara ngerti kok, mas Hafa udah cerita juga soal itu, jadi mama gak usah khawatir, kalau soal bosan ya Ara masih bisa mengatasinya” Ara ikut tersenyum kemudian menegakan kembali tubuhnya. “lagian kemana-mana mas Hafa malah yang anterin, kan malah romantis” ucap Ara terkekeh membuat mama Hesti tersenyum semakin lebar. Ia bahagia melihat rumah tangga putra sulungnya terlihat begitu rukun dan romantis.


Tak berapa lama kemudian, mereka telah sampai tempat tujuan.


“Bapak minta tolong tunggu dulu bisa? kami nanti minta di antarkan ke tempat lain, offline aja gitu pak?”


“Oh bisa bu”


“Oke, kalau gitu yang nanti saya bayar cash ya pak, tunggu kamu dulu”


“siap bu”


Setelah memastikan sopir taksinya mau menunggu, keduanya pun turun dan membeli kue yang sekiranya pantas untuk acara keluarga mbak Tuti.


“Brownies aja kali ma, lebih simple, banyak yang suka juga” usul Ara saat mamanya terlihat bingung dengan berbagai jenis kue yang tertata di etalase toko.


“iya juga sih, itu bisa atau bolu gulung, atau proll? Mana ya?”


“Keluarga mbak tuti banyak anak-analnya ga ma?” tanya Ara yang memang belum begitu mengenal keluarga dari asisten rumah tangganya.

__ADS_1


“lumayan sih,
”


“Ya sudah brownies aja ma, yang banyak toping coklatnya itu, pasti banyak yang suka”


“atau mau sama proll?”


“Ya sudah, dua jenis itu aja deh, minta di potongkan dari sini selalian”


“Iya ma” Ara pun meminta karyawan Toko menyiapkan masing-masing 5 box kue yang mama Hesti pesan. Setelahnya ia juga meminta di ambilan beberapa kue yang sedari tadi telihat menggoda untuk di cicipi.


“Mama gak ada pengen apa gitu?” tanya Ara saat melihat mertuanya tak memesan untuk diri sendiri,


“Sebentar,
” mama Hesti ternyata bingung dengan pilihan kue yang ada. Setelahnya di rasa ada yang cocok, ia pun menyebutkan pilihannya dan karyawan toko pun segera mengambilkan dan membungkusnya.


“Yang browies sama proll di pisah ya mbak” pinta Ara saat melihat karyawan Toko hendak mengemasnya dalam kantung


“Baik bu”


Setelah membayar pesanan mereka, keduanya segera menuju taksi yang mereka tumpangi tadi, lalu menuju kediaman mbak Tuti yang terletak tak jauh dari rumah mereka.


Mama Hesti pun mengucapkan salam dan meyaapa keluarga mbak Tuti yang tampak sibuk mempersiapkan acara mereka nanti siang.


“Ya Allah ibu, kok repot-repot sih” pekik mbak Tuti saat mama Hesti memberikan kue yang ia beli untuk mbak Tuti dan keluarga.


“gak repot kok, cuma buat cemilan aja”


Ara dan mertuanya pun dipersilakan duduk dan di jamu dengan makanan yang sudah jadi, mereka berbasa-basi sebentar sebelum berpamitan pulang.


“Tinggal di sini lebih lama bu, ikut acara nanti sekalian”


“Gak deh Tut, tau sendiri mantu ku lagi hamil kalau kelamaan keluar tau sendiri Hafa gimana” ucap mama Hesti di akhiri dengan kekehan.


“Oh iya, nanti saya yang di marahin mas Hafa bu” mbak Tuti ikut terkekeh, mengingat bagaimana protectnya majikannya itu pada istrinya.


“Ya sudah, kami pamit ya”


Keduanya pun meninggalkan rumah mbak Tuti setelah taksi yang Ara pesan telah tiba.

__ADS_1


“Loh ini kan bukan jalan pulang Ra?” tanya sang mama saat menyadari jalan yang mereka lalui berlawanan arah dengan rumah.


“Hehe iya ma, Ara pesen taksi nya ke bengkel mas Hafa, pengen ke sana ma”


Mama Hesti menggelengkan kepalanya seraya tersenyum pada menantunya,


‘baru di tinggal bentar aja kangen’ tentu saja mama hanya mengatakannya dalam hati, merasa senang juga karena menantunya begitu menyayangi putra sulungnya.


“Kamu gak capek?” lanjutnya saat melihat binar bahagia dari wajah Ara.


“Gak ma, kita nanti di sana juga bisa istirahat, kata mas Hafa, ada ruang istirahat di sana”


“Hmm.. ya sudah, nanti kalau capek jangan sungkan bilang ajak pulang ya, mama gak mau kamu kecapean”


“Iya ma”


Setelah 30 menit akhirnya mereka tiba di bengkel cabang yang Hafa buat. Tampak aktivitas di bengkel sudah mulai terlihat ramai, beberapa pelanggan juga sudah mulai mengantri untuk mendapatkan penanganan.


“Sudah mulai ramai ya Ra” gumam mama Hesti saat melihat aktivitas yang ada di bengkel, pasalnya baru kali ini sang mama berkujung. Selama ini ia hanya mendengar cerita dari sang anak mengenai perkembangan bengkal cabang yang belum lama ini beroperasi.


“Iya ma, Alhamdulillah” jawab Ara yang ikut memandang ke seluruh sudut bengkel.


Saat mengedarkan padangannya, matanya berbinar di salah satu sisi, senyum lebarnya langsung tersunggung dari bibir tipisnya. Tampak seorang pria dengan postur tinggi tegapnya tengah berkutat dengan mesin mobil dengan kap mesin yang terbuka, raut wajahnya nampak serius, matanya begitu fokus hingga tak menyadari keadaan sekitarnya. Terlihat begitu cool dan keren bagi siapa saja yang memandangnya.


“Ma, mama duduk dulu ya, Ara mau samperin mas Hafa”


Mama Hesti yang juga telah melihat putra sulungnya pun akhirnya mengangguk dan meminta kantong kue yang di bawa menantunya, ia akan menunggu sembari duduk di ruang tunggu pelanggan.


Grep!


Ara yang melangkah perlahan langsung merangkul lengan sang suami yang tengah berdiri tegak dengan berkacak pinggang sembari mengamati mesin mobil di depannya.


“Astaghfirullah
.” Pekik Hafa kaget, hendak mengipatkan lengan yang merengkuhnya, namun ia urungkan begitu ia melihat siapa pelakunya.


“Ya Allah Yang, bikin kaget tau” ucap Hafa gemas, sementara sang pelaku hanya nyengir memperlihatkan gigi putihnya, tangannya masih bergelayut manja, tak ingin melepas rengkuhannya.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2