It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 37


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


Beberapa hari telah berlalu, Tak jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya, namun Ara tampak lebih sibuk selain karena pekerjaannya. Ara sudah diminta kedua orang tuanya untuk mengurus berkas-berkas dan persiapan pernikahan. Ara mulai di sibukan dengan beberapa pertemuan dengan pihak wedding organizer yang akan mengurus pernikahannya atas saran sang papa.


Meski pun Ara sendiri tak ingin menggelar pesta secara mewah, tapi semuanya tetep perlu di rencanakan agar teroganisir dengan baik. Dari pihak Hafa sendiri pun juga akan menggelar acara di kediamannya, setelah resepsi di kediaman Ara di gelar. Keduanya pun sama-sama di sibukan dengan segala persiapan, dan bertemu ketika ada waktu senggang, atau saat mengurus berkas ke KUA.


Hingga tanpa terasa, hari yang telah kedua keluarga rencanakan akan segera tiba. Kurang dari satu minggu agenda akad dan resepsi pernikahan di kediaman Ara akan di gelar, dan kini sang adik telah pulang setelah melaksanan tugas KKN nya.


“kak….” Rengak Farhan saat sang kakak tiba di rumah setelah seharian bekerja. Kebetulan hari ini ia harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum di tinggal cuti beberapa hari lagi.


“Ya Allah, adek kakak sudah pulang? Kok makin item sih?” pekik Ara senang sekaligus meledek sang adik, namun tak urung ia tetap memeluk erat sang adik. Lebih dari satu bulan sang adik tidak berada di rumah karena harus menjalankan KKN di daerah terpencil. Meski sang adik itu sering berbuat jahil, namun ada rasa rindu yang mengusiknya, rasanya ada yang kurang saat sang adik tak berada di rumah.


“Kakak kok makin rese sih?” jawab Farhan mencebikan bibirnya karena ledekan sang kakak, namun ia pun mengeratkan pelukannya.


Ara terkekeh, kemudan mengecup kening sang adik, “Kakak rindu adek”


“Adek juga rindu kak, di sana gak ada yang care seperti kakak” aku Farhan akhirnya, meskipun keduanya suka saling meledek, atau bahkan saling mengerjai, namun itu adalah bentuk kasing sayang mereka, dan mereka pun saling peduli satu sama lain.


Keduanya pun melepas pelukan mereka, lalu bersandar pada sofa dengan saling berhadapan.


“Kok makin kurus sih dek? Di sana ga makan?”


“ternyata selain terpencil, di sana juga makanannya tidak sesuai selera kak”


“Oh ya? waktu telpon kamu bilang kamu dan teman-teman makan dengan baik, tapi apa ini? Kurus begini?” kesal Ara saat teringat beberapa kali sang adik menelpon ke rumah dan mengatakan dirinya baik-baik saja, bahkan makan dengan baik.


“hehe, waktu itu emang pas makan dengan baik pak, Farhan kan lagi ke kota buat beli perlengkapan, dan bisa makan enak di kota”


Keduanya pun larut dalam obrolan, Farhan pun menceritakan pengalamannya selama tinggal di daerah terpencil, dan kegiatan apa saja yang ia lakukan dengan timnya.


“Alhamdulillah, bagus kalau gitu, semoga aja program yang kalian jalankan bisa berlanjut untuk mereka, dan bisa menambah sumber penghasilan mereka nantinya” jawab Ara saat Farhan menceritakan bagaimana dia dan timnya menjalankan program pelatihan untuk mengembangkan ternak dan budidaya tanaman pangan.

__ADS_1


“Iya kak, semoga saja, sebenarnya tinggal di sana enak, karena bener-bener masih asri, cuma ya itu kendalanya apapun serba terbatas, untung saja listrik sudah ada, tapi jaringan internet yang masih sulit”


“Ya sudah, kakak mau bersih-bersih dulu, udah malam ini, dan kamu segera istirahat, mulai besok harus makan banyak, buat pemulihan gizi”


“Siapp kak….”


Keduanya pun kembali ke kamar masing-masing, sementara kedua orang tuanya telah berisitirahat sejak tadi.


Ara pun memasuki kamar, meletakan tas kerjannya dan segera membersihkan diri. Tepat saat keluar dari kamar mandi, ponsel dalam tas Ara berdering menujukkan adanya panggilan masuk.


“Assalamu’alaikum mas” jawab Ara setelah mengetahui siapa yang menghubunginya.


“Wa’alaikumusalam….” Jawab Hafa merasa lega karena akhirnya panggilannya di jawab juga.


“Kenapa mas?”


“Kamu ini… mas telpon kok kenapa?” gemas Hafa saat sang kekasih bertanya dengan santainya, padahal sedari tadi ia sudah begitu khawatir, pasalnya ia tau sang kekasih berkerja lembur, dan pulang malam. “kenapa dari tadi telpon mas gak di angkat?”


“Baru sampai rumah? Kok baru mandi”


“udah dari tadi sih, cuma tadi ngobrol sama Farhan dulu”


“Farhan udah sampai di rumah?’” tanya Hafa yang memang mengetahui kalau calon adik iparnya akan pulang hari ini.


“Hmm, sudah, makanya tadi ketemu langsung ngobrol dulu, dia makin kurusan mas…” keluh Ara menceritakan kondisi sang adik. “Makin item juga” kemudian melihat sang adik yang terlihat lebih hitam.


Keduanya pun larut dalam obrolan, kali ini Ara yang mendominasi pembicaraan dengan menceritakan pengalaman Farhan selama KKN yang tadi di sampaikan adiknya.


Hingga malam semakin larut dan Ara pun tertidur tanpa mematikan sambungan telponnya.


“Dek…” panggil Hafa namun tak mendapatkan jawaban

__ADS_1


“Yang… sudah tidur kah?” panggil Hafa lagi, lalu ia pun melihat jam dinding yang berada di kamarnya, “hmm, pantes saja, udah jam segini ternyata” gumam Hafa kemudian mematikan sambungan telponnya. Keasyikan mengobrol hingga ia melupakan waktu, dan tak terasa mereka sudah berbicara sangat lama. Hingga pukul 00.30 saat Ara tak menjawab panggilannya, membuat Hafa baru menyadarinya.


***


Keesokan harinya, untuk pertama kalinya Ara dan keluarga berkumpul untuk sarapan dalam formasi lengkap setelah sekian minggu sang adik tak ikut sarapan bersama karena memang tak berada di rumah.


“Makan yang banyak dek, mama udah masakin banyak, harus di habiskan” titah sang mama yang menyiapkan makanan di piring Farhan dengan menu yang begitu banyak.


“Siap ma” pekik Farhan senang, karena akhirnya bisa menikmati masakan sang mama tercinta, di tambah suasana hangat dalam keluarganya. Meskipun di tepmpat KKN ia pun makan bersama-sama, namun kehangatan dalam keluarga tak ada yang bisa menandinginya, dan ia pun sangat merindukannya.


“Kamu mulai cuti kapan kak?” tanya papa Ilham di sela sarapan mereka,


“Lusa pa, hari ini sama besok masih masuk, H-1 baru bisa cuti”


Papa ilham hanya mengangguk, “berangkatnya hati-hati, ga usah mampir ke mana-mana kalau sudah pulang, atau kalau perlu biar Farhan yang mengantar jemput”


“oke pa, adek siap” celetuk Farhan sebelum sang kakak menjawab dengan penolakan usul sang papa.


“Iya pa, Ara nurut aja kalau gitu, adek ga capek?” tanya Arak arena khawatir adiknya masuh merasa kelelahan setelah kegiatan KKN kemarin.


“Ga kok, semalam udah tidur nyenyak, jadi badannya udah enakan, nanti habis antar kakak kan juga bisa istirahat lagi”


“Baiklah”


Tbc


Hallo semua 🤗🤗🤗


Terimakasih atas semua dukungannya 🤩🤩🤩


Love you All 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2