It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 14


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


Keduanya pun melangkahkan kakinya ke warung lotek yang terlihat berada di seberang jalan, dengan sigap Hafa pun membantu Ara untuk menyebrang jalan yang kebetulan jalan di depan toko terlihat cukup ramai karena berada di dekat pasar.


“Hati-hati Ra” ucap Hafa reflek menggandeng lengan Ara dan menuntunnya ke seberang jalan.


“Makasih mas” Ucap Ara yang merasa canggung karena di gandeng Hafa saat membantunya.


“sama-sama” Hafa melepas lengan Ara kemudian tersenyum dengan canggung merasa tak enak, karena sudah bersikap lancang. “maaf ya”


“Gapapa kok, ayuh” Ara pun tersenyum kemudian tampak salah tingkah dan melangkahkan kakinya mendahalui menuju warung lotek yang sudah terlihat lengang.


“Bu.. loteknya masih?” tanya Ara saat dirinya sudah sampai di samping gerobak penjual lotek.


“Eh mbak Ara, masih mbak, mau berapa?”


“dua aja bu, makan sini”


“seperti biasa?”


“yang satu seperti biasa buat saya bu, lontongnya dikit aja, yang satu…” Ara pun menjawab lalu menoleh ke samping dimana Hafa baru saja sampai dan berdiri di sampingnya “Mas suka pedas ga?”


“Sedeng aja”


“yang satu porsi biasa pedesnya sedang bu”


Ibu penjual lotek pun mengangguk, kemudian tersenyum menggoda Ara yang nampak kembali menanyakan minum pada pria yang berdiri di sampingnya.


“Bu minumnya es jeruk 2 ya” tambah Ara menatap Bu Parti yang tersenyum penuh arti padanya.


“Siap mbak….., tumben mbak Ara ga sama mas Farhan? Mas ganteng pacarnya mbak Ara ya?”


“eh, teman bu” Ara menjawab dengan cepat, sementara Hafa hanya tersenyum.


“Ara tunggu di dalam ya bu” lanjutnya agar tak di tanya lagi sama si pejual lotek langganannya.


“siap mbak," jawan si penjual dengan semangat, lalu menoleh pada Hafa yang hendak melangkah "di tunggu ya mas”


Hafa pun kembali tersenyum dengan sedikit menundukan kepala lalu menyusul Ara yang telah duduk di salah satu meja tepat di bawah kipas angin yang menyala.


“Kamu sepertinya sering ke sini Ra?” tanya Hafa mencairkan suasana canggung akibat pertanyaan ibu penjual tadi.


“Hmm, iya mas, kalau lagi ke Toko sering mampir ke sini” jawab Ara sembari mengambil krupuk yang terbungkus plastik di depannya.


“Mas ga ada masalah kan makan di warung ginian?” tanya Ara yang tiba-tiba merasa tak enak


‘Aduh Ara, harusnya sebelum ajak ke sini tadi tanya dulu, kok baru tanya sekarang sih’


“Ga masalah kok, udah biasa juga”


Ara menganggukkan kepala merasa lega,

__ADS_1


“Ara kira mas pemilih soal makanan, apalagi tempat pinggir jalan gini”


Hafa tersenyum melihat tingkah Ara yang dengan santainya membuka bungkus kerupuk kemudian memakannya dengan lahap.


'ternyata dia suka ngemil ' batin Hafa yang sedari tadi memperhatikan.


“ga masalah kok, aku bukan pemilih makanan Ra, semuanya asal halal, masuk semua, kalau soal tempat asal ga di tengah jalan Ra” lanjut Hafa di akhir dengan candaan yang membuat Ara tersenyum lebar,


“ya kali mas, makan di tengah jalan”


“Lha iya, makanya itu, kalau warung ya di pinggir jalan Ra, ga mungkin kan warung makan di tengah jalan”


Keduanya tertawa pelan dengan gurauan mereka, membuat keduanya terlihat semakin akrab dan nyaman.


Tak berapa lama kemudian, Bu Parti datang dengan 2 piring lotek di tanggannya dan menyajikannya di atas meja.


“Silakan mbak, mas”


“Terimakasih bu” jawab keduanya bersamaan.


“Ih, kompak bener, beneran jodoh ini, ibu tunggu undangannya ya mbak” goda bu Parti sebelum berlalu pergi.


“haish… maaf ya mas, jadi di godain bu Parti kaya gitu” ucap Ara merasa tak enak dengan kakak dari teman kerjanya ini.


“Gapapa kok, santai aja sih”


“Ga enak aja mas”


“gapapa kok”


Keduanya pun memakan lotek yang telah berada di hadapan mereka dengan lahap,


“Bener katamu Ra, ini enak” ucap Hafa saat lotek di piringnya sudah hampir habis, tampaknya ia begitu menikmati makanan campuran sayur dan lontong dengan saus sambal kacang yang agak pedas, di tambah potongan gorengan yang memberikan rasa gurih saat menggigitnya.


“iya, makanya Ara ajak mas ke sini, mau nambah lagi?”


“di bungkus aja deh Ra, buat Rindi sama mama, mama suka banget sayuran hijau kaya gini”


“ehm, boleh deh, Ara pesankan lagi”


“Tante suka pedes ga mas?” lanjutnya setelah meneguk es jeruknya.


“Jangan terlalu pedes”


“oke, habis kan dulu mas, Ara tinggal bentar”


Hafa hanya mengangguk kemudian melanjutkan menyantap lotek yang masih tersisa di piringnya.


Setelah memesan beberapa bungkus Ara pun kembali duduk di tempat semula, bersamaan dengan Hafa yang telah menyelesaikan makannya.


“Kenyang belum mas?”

__ADS_1


“Sudah, porsinya lumayan banyak ini” jawab Hafa setelah meneguk es jeruknya.


“iya, porsi standarnya sini ya seperti punya mas tadi, kalau Ara ga habis segitu” jawab Ara sambil terkekeh melihat cowok yang duduk di depannya mengusap perutnya yang kekenyangan.


Hafa pun ikut terkekeh kemudian beranjak mengikuti Ara yang telah melangkah terlebih dulu.


“Ini mbak, makasih ya” ucap ibu Parti seraya menyerahkan 2 kantong plastic berisi lotek yang ia pesan sebelumnya.


“sama-sama bu”


“Ke sini lagi ya mas ganteng, saya tunggu undangannya beneran lho, kalian berdua cocok”


Ara hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum kemudian berpamitan pada bu Parti, di ikuti Hafa yang hanya tersenyum lebar kemudian mengucapkan terimakasih.


“Mas mau langsung pulang?”


“kamu masih mau di sini?” Hafa berbalik bertanya,


Kini keduanya telah berada di depan Toko, menepi di tempat yang teduh dan terhindar dari teriknya matahari.


“Ara juga akan pulang mas, mau masuk dulu ambil kunci papa”


“Mau aku antar sekalian lagi?”


“Ga usah mas, Ara bawa mobil papa aja, nanti mas terlalu jauh bolak-balik kalau antar Ara lagi. “


“Sebenarnya sih gapapa, mumpung akunya lagi free juga”


“Ga usah mas, Ara beneran ngucapin makasih karena udah di anter ke rumah, bahkan sampai sini juga, malah merepotkan mas Hafa”


“Ga repot kok”


“Mas Hafa bisa langsung pulang, ini loteknya buat tante dan Rindi” lanjut Ara seraya menyerahkan salah satu kantong yang ia bawa.


“loh kok 3 porsi?!” seru Hafa saat melihat ada 3 bungkus di dalam kantong,


“1 nya buat mas Hafa lagi kalau nanti sampai rumah laper lagi”


“Kamu ini, emangnya segitu kelihatan rakusnya ya aku?”


Ara pun tertawa pelan, “ya ga juga sih mas, soalnya adik Ara si Farhan juga suka lebih cepet laper, Ara pikir cowok kaya gitu, masih muat nanti kalau di isi lagi”


“Haha… oke deh nanti aku makan lagi, makasih banyak lho, beneran ga nyesel makan di situ”


“iya, Ara bilang kan pasti mas suka, ga mengecewakan rasanya”


“iya, di tambah sama kamu makannya, jadi tambah suka”


“eh”


Tbc

__ADS_1


Mohon dukungannya 🤩🤩🤩


Love you All


__ADS_2