
🌺Happy Reading🌺
Pagi yang sedikit mendung menyambut setiap insan beraktivitas, namun tak mengurungkan seorang gadis yang tengah berbahagia itu melakukan aktivitasnya, bahkan suasana hatinya sangat cerah tak seperti dengan cuaca mendung yang menemaninya.
“Kok bawa 2 bekal sik kak?” tanya Farhan yang penasaran saat sang kakak tengah menyiapkan bekal yang akan di bawanya ke kantor.
“Satunya buat mas Hafa, semalam minta di buatkan bekal”
“cie.. cie…. “ goda sang adik membuat Ara tersenyum,
“kenapa? kamu juga mau?”
“Ga ah ka, adek gak mau ke mana-mana hari in, mau istirahat aja, lusa kan adek udah berangkat KKN”
“Oh iya, wah rumah bakal sepi nih” gantian Ara yang menggoda,
“halah, sok sokan, aslinya seneng kan adek ga di rumah, ga ada yang jahilin kakak nanti”
“hehe” Ara nyengir mendengar ucapan sang adik, “siapain mental aja ya dek, siapkan amunisi tinggal di tempat terpencil”
“Hmm….” Farhan pun segera duduk, lalu mencomot tempe mendhoan yang maish hangat.
“Besok bawakan bekal makanan yang banyak ya kak” pinta Farhan dengan raut seriusnya, tak seperti tadi saat bisa menggoda sang kakak.
“Lah emang kalian nanti ga ada yang masakin?”
“Ya ada, cuma ga tau nanti masakannya enak atau ndak”
“Pengen di bawain apa?” tanya Ara ikut berbicara serius,
“Yang awet sih kak, sama yang bisa di angetin di sana juga gapapa.”
“hmm… nanti kakak belanja bahannya dulu”
“Oke, makasih kak”
***
Saat Ara hampir tiba di kantor, ia melihat mobil calon suaminya yang telah terparkir agak jauh dari gerbang, ia pun menghentikan motornya di belakang mobil, dan mengetuk kaca pintu samping kemudi.
“Assalamu’alaikum mas” sapa Ara saat Hafa membuka kacanya. Tak terlihat calon adik iparnya di dalam mobil, yang artinya Rindi sudah masuk ke dalam gedung terlebih dulu.
“Wa’alaikumusalam sayang” Hafa pun hendak membuka pintu dan keluar dari dalam mobil, namun Ara menghentikannya.
“Dari sini aja mas, Ara mau langsung masuk”
“yach… mas masih kangen lho dek” rengek Hafa dengan memelas,
“hehe, maaf mas, ini bekalnya mas” ucap Ara seraya menyerahkan kotak bekal berwarna biru dalam papar bag.
“makasih dek, besok lagi ya.”
__ADS_1
“hmm. Ara masuk dulu ya mas”
“Hmm, semangat kerjanya”
“Makasih mas, mas juga, semoga kerjaan hari lancar”
Keduanya pun berpisah dan Ara segera mengemudukan motornya untuk memasuki area parkir. Setelah sang kekasih tak telihat, Hafa baru menyalakan mesin mobilnya meninggalkan area kantor Ara dan mengemudikannya menuju menuju bengkelnya.
Saat memasuki bengkel kondisi Bengkel masih sepi karena baru buka, terlihat beberapa karyawan tengah bersiap mempersiapkan alat-alat yang akan mereka pakai dan ada pula yang menyiapkan kendaraan yang sudah menginap di bengkel untuk di perbaiki.
Hafa pun menyapa sempari menenteng paper bag berisi bekal makan siangnya membuat beberapa karyawan yang melihat mengerutkan dahinya heran, tak biasanya Hafa membawa paper ke bengkel.
“Widih bawa apaan mas?” tanya salah satu karyawan yang penasaran.
“ada deh” ucap Hafa menggoda agar karyawannya semakin penasaran,
“eh tunggu mas” karyawan yang cukup dekat dengan Hafa itu pun mendekati Hafa, dan memperhatikan jari manis di tangan kiri bos nya itu.
“Wih kok udah pakai cincin aja sih? cie… cie” goda karyawan yang tak lain adalah Dimas,
Ucapan Dimas yang begitu keras di hari yang masih pagi membuat semua karyawan menoleh ke arah mereka.
Hafa pun tersenyum malu, pasalnya memang acara pertunangannya kemarin tak ada yang tau.
“wah bentar lagi bakal ada bu bos nih” celetuk karyawan lain yang mengerti arti cincin yang di kenakan bosnya itu.
Semua karyawan pun akhirnya memberikan ucapan selamat kepada Hafa yang masih berdiri dengan paper bag di tangannya.
“Terimakasih semuanya, doakan saja semuanya di lancarkan”
“Hmm,,, berhubung saya sedang bahagia, sebagai rasa syukur, makan siang hari ini saya traktir, Dimas pesankan semuanya nanti di resto depan itu”
“wah….. siap mas!!!” pekik Dimas girang, lumayan makan siang gratis, hehe
“Mas Hafa juga?”
“Kalian saja, saya sudah ada” ucap Hafa sembari mengangkat paper bag di tangannya.
“Cie……” goda semua karyawan,
“ceilah, udah ada calon istri, makan siang sekarang di bekalin”
“Mau dong pak”
“bagi dong pak”
Cuitan karyawan bersahutan menggoda sang bos yang kini tersenyum lebar, kemudian ia pun menuju ruangannya meninggalkan karyawannya yang masih menggodanya.
***
Kondisi tak jauh berbeda di rasakan Ara di ruangannya.
__ADS_1
“Mbak Ara!!!” pekik Rindi senang kemudian memeluk calon kakak iparnya, saat Ara memasuki ruangan.
“Berisik banget sih Rin, masih pagi juga” celetuk Bang Ghani yang ternyata sudah duduk di meja kerjanya. Rizal yang sudah datang pun menggelengkan kepala melihat tingkah gadis yang diam-diam sukai itu.
“Ih, Rindi kan lagi seneng bang, hehe”
Bang Ghani pun memperhatikan kedua gadis dalam satu timnya itu, dan ia menyadai ada yang berbeda dari bawahan seniornya itu.
“Ra, kamu habis tunangan ya?” celetuknya tiba-tiba, menyadari cincin di jari manis Ara yang terlihat berbeda dengan cincin yang Rindi kenakan, dan lagi Ara tak biasanya memakai cicin kalau ke kantor.
“Wah iya kah? Kok kita ga di kasih tau sih mbak?” celetuk Rizal yang kemudian menoleh dan memperhatikan jari Ara.
“Jangankan kalian, aku aja juga ga di kasih tau” timpal Rindi dengan mencebikan bibirnya.
“Jadi bener kamu habis tunangan Ra?” tanya bang Ghani sekali lagi
Ara pun akhirnya mengangguk dengan menampilkan senyum manisnya.
“Alhamdulillah” pekik kedua pria beda usia teman kerja Ara secara serempak.
“Wih, syukurannya dong mbak” celetuk Rizal yang ikut berbahagia,
“besok pas resepsi ya…” goda Ara mengerjai rekan kerja yang sering membantunya itu.
“Yah, masih lama dong”
“Ga sampai dua bulan kok Zal” timpal Rindi keceplosan dan langsung menutup mulut dengan kedua telapak tangannya.
“Wah yang bener Ra?”
“Do’akan saja bang”
“Aamiin, semoga di lancarkan sampai hari H ya, dan jangan lupa kita-kita di undang” pinta Bang Ghani dan pura-pura kesal saat mengucapkan kalimat terakhirnya.
“Hehe, iya bang”
“Traktiran nya berlaku sekarang juga boleh lho” lanjut bang Ghani yang mendukung Rizal meminta pajak.
Ara pun tertawa pelan, “Besok deh bang, Ara udah bawa bekal nih, sayang dong kalau ga di makan”
“Nanti sore juga boleh lho”
Sekali lagi Ara tertawa, “oke deh, nanti pulang kerja kita mampir? Pengen di mana?”
“Wih, bener ya? D’lima Café & Resto oke tuh”
“Oke, yang penting kita ga sampai lembur ya, pulang on time” pinta Ara pada senior sekaligus leader di timnya.
“Siaap…..!!!” jawab bang Ghani dengan mengacungkan jempol kirinya.
Tbc
__ADS_1
Mohon terus dukunganya🤩🤩🤩
Love you All 😍😍😍