It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 17


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


Melihat Farhan telah memasuki ruang makan, Ara pun segera bangkit dan mengambilkan nasi untuk semua orang untuk memulai makan malam.


“Gimana hasil surveynya Han?’ tanya papa Ilham memulai pembicaraan.


“Lokasinya mantap bener pa, terpencil banget, mana susah sinyal di sana”


“akses ke sananya juga susah?”


“lumayan pa, jalannya kecil, tadi mobil cuma bisa sampai kelurahan aja, untuk ke lokasi tempat tinggalnya harus pakai motor atau jalan kaki, ga bisa di lalui mobil”


“Wih, bagus dong, jadi bener-bener bisa belajar banyak hal di sana” sahut Ara menggoda sang adik.


“iya sih, bakal tau susahnya di sana kaya apa” celetuk Farhan dengan wajah lesunya, membuat ketiga orang yang tengah menikmati makan malam itu tersenyum sembari menggelengkan kepala.


“dinikmati aja, ga sampai 2 bulan ini kan, kakak dulu juga kaya gitu”


“Iya kak”


“semoga aja dengan adanya kalian nanti masyarakat di sana benar-benar terbantu”


“Aamiin” jawab ketiganya mengaminkan ucapan Ara.


Keempatnya melanjutkan menikmati makan malam seraya mengobrolkan banyak hal, termasuk perihal motor Ara yang tadi siang bocor dan di tinggal di rumah Rindi.


“Besok anterin kakak kerja ya dek”


“Motor kakak belum jadi?”


“Sudah, tapi udah jam segini, kalau mau di ambil emang kamu ga capek anterin kakak?”


“ya kalau mau di ambil sekarang juga gapapa kak, besok ke tempat teman kakak juga mau gimana kalau Farhan antar, besok sore Farhan ada acara di kampus”


“Ya bisa nebeng temen, atau naik ojol”


“ambil sekaranga aja deh kak, sekalian keluar cari Ronde” bujuk Farhan sembari menggerakan alisnya naik turun.


“Alah modus aja kamu, cuma pengen jajan ”


Farhan pun nyengir memperlihatkan gigi putihnya, “mumpung belum terlalu malam juga kak”


“Ya sudah, siap siap gih, kakak ambil jaket sama tas dulu”


“oke”


Tak berapa lama kemudian, keduanya berpamitan kepada kedua orang tuanya dan berboncengan menuju rumah Rindi yang agak jauh adi rumah mereka.


“Teman kakak di rumah kan?”

__ADS_1


“Ada kok, udah kakak telpon tadi sebelum berangkat”


“Oke”


“Eh dek, mampir beli martabak dulu, ga enak ke sana ga bawa apa-apa” lanjut Ara saat keduanya mulai memasuki jalan raya.


“Mau beli di mana kak?”


“depan situ aja, deket yang jual wedang Ronde yang pengen kamu beli”


“Oke”


Farhan pun memacu sepeda motornya kemudian mulai menepi saat melihat beberapa gerobak penjual aneka makanan berjejer di pinggir jalan.


Setelah memesan martabak Ara dan Farhan pun memilih menunggu sembari menikmati segelas wedang ronde yang tak jauh dari penjual martabak. Minuman khas dengan rasa jahe dan ada beberapa jenis isian di dalamnya itu masuk ke kerongkongan mereka secara perlahan.


“Kakak jadi ambil cuti buat nikahan mbak Desi?”


“jadi lah dek, ga enak kalau ga cuti, udah kakak ajuin minggu kemarin”


Farhan mengangguk, kemudian menghabiskan minuman dalam gelasnya. Setelah pesanan martabak mereka jadi dan minuman mereka habis, keduanya segera melanjutkan perjalanan mengingat waktu semakin larut.


“yang ini rumahnya kak?” tanya Farhan saat Ara memintanya untuk berhenti di depan sebuah rumah dengan pagar yang cukup tinggi.


“iya, itu orangnya udah keluar” timpal Ara seraya turun dari motor dan menurunkan ponsel dari sisi terlinganya saat melihat dua orang tampak keluar dan salah satunya terlihat memegang posel setelah menjawab telponnya.


Sementara Hafa yang menunggu mereka di teras rumah sembari menatap mereka setelah menyimpan ponselnya di dalam saku celananya.


Hafa merasa tak asing dengan motor yang kini mendekati teras, dan melihat postur tubuh pria yang mengemudikannya, membuatnya mengerutkan dahi.


‘cowok ini?’ gumam Hafa dalam hati mengingat bahwa cowok ini adalah cowok yang ia lihat berboncengan dengan Ara beberapa waktu lalu.


“Mas” sapa Ara ramah saat ketiganya sudah menaiki teras, membuat Hafa segera menoleh dan tersenyum dengan ramah.


“Dek salim dulu, ini Rindi teman kakak, sama mas Hafa kakaknya Rindi”


Farhan pun menurut dan menyalamai kedua teman kakaknya dengan menampilkan senyum ramahnya.


‘Jadi ini adiknya Ara, Alhamdulillah, jadi bener waktu itu adiknya’ ucap Hafa dengan girang dalam hatinya.


“Masuk dulu mbak” pinta Rindi setelah menyalami adik dari rekan kerjanya itu.


“Langsung aja deh Rin, udah malam”


“masuk dulu bentar Ra, kuncinya masih di dalam, aku ambilkan bentar” timpal Hafa yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, membuat ketiganya mau tak mau segera mengikuti.


Di ruang tamu tampak mama Hesti tengah duduk santai sembari memainkan ponselnya.


“malam tan” sapa Ara kemudian menyalami mama dari temannya diikuti Farhan yang melakukan hal yang sama.

__ADS_1


“ini?” ucap mama Hesti mengerutkan dahi karena merasa asing dengan pria yang datang bersama Ara,


“Farhan tante, adik Ara” jawab Ara melihat wajah kebingungan mama rekan kerjanya itu.


“oh, tante kira siapa? Ga mirip ya?” celetuk mama Hesti saat ketiganya telah duduk.


“hehe, iya tan, emang banyak yang bilang kalau ga mirip, Farhan lebih mirip ke mama, kalau Ara mirip papa”


Mama Hesti pun ikut tertawa pelan, “tante kira dia cowok kamu”


Farhan hanya tersenyum canggung, pasalnya bukan kali ini saja ia di kira cowok atau pacar sang kakak, setiap mereka berdua jalan apalagi di tempat orang yang tak mengenal mereka pasti akan mengira kalau mereka berdua itu sepasang kekasih.


“banyak yang ngira gitu tante, tapi ini adik kandung Ara”


“iya, kalau diperhatikan betul akan terlihat mirip, tapi kalau sekilas beda banget” jawab mama Hesti setelah mengamati wajah kakak beradik itu.


“Ini kunci motornya Ra, tapi motornya masih di garasi” ucap Hafa tiba-tiba membuat obrolan mereka terhenti.


“oh iya mas, terimakasih” ucap Ara serasa mengambil kunci yang di sodorkan Hafa padanya.


“Oh iya, ini sedikit cemilan tan” lanjut Ara sembari melatakan kantong berisi martabak yang sedari tadi di bawa Farhan di atas meja,


“Aduh repot-repot sih Ra” ucap mama Hesti merasa tak enak hati. “tapi terimakasih ya”


“Ga repot kok tan, Ara yang malah berterimakasih”


Setelah berbasa-basi sebentar Ara dan Farhan pun berpamitan agar tak sampai di rumah terlalu malam. Hafa dan Rindi pun mengantarkannya sampai garasi dan dengan sigap Hafa mengeluarkan motor Ara.


“Total semuanya berapa mas?”


“Kamu bawa aja Ra” ucap Hafa dengan santainya.


“Eh kok gitu, ya ga bisa dong, itu kan ganti ban baru mas”


“gapapa, bawa aja”


“yach, ya ga dong mas, itu kan ganti baru harus Ara bayar”


“ga usah, beneran, bawa gih," ucap Hafa dengan yakin menolak tangan Ara yang menyodorkan beberapa lembar uang, "dek, ajak kakakmu pulang udah larut ini” lanjutnya kemudian menoleh ke arah Farhan yang baru saja mengambil motornya,


“Loh mas…” rengek Ara saat Hafa tak menerima uang yang akan ia sodorkan.


“bawa pulang aje dek…”


Tbc


Mohon dukungannya 🤩🤩🤩


Love you All 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2