It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 16


__ADS_3

đŸŒșHappy ReadingđŸŒș


Sore hari menjelang maghrib Hafa dan anak buahnya yang bernama Dimas baru saja menyelesaikan mengganti ban motor Ara yang berada di rumahnya.


“Makasih ya Dim, kamu bisa langsung pulang, ga usah ke bengkel lagi. Alatnya tinggal dini aja, besok saya bawa sekalian”


“Siap mas, saya langsung pulang ya”


“hmm, hati-hati” jawab Hafa setelah meletakkan alat yang di bawa Dimas di samping mobilnya.


Setelah mamasukan motor gadis pujaannya ke garasi, Hafa pun segera menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan pastinya akan segera menghubungi gadis pujaan hatinya.


Selepas ibadah maghrib, Hafa segera meraih ponselnya yang ia letakan di atas nakas, mencari nomor yang baru saja di save tadi siang, dan mendial nomornya untuk menghubungi.


“Kok ga di angkat sih?” gumam Hafa karena beberapa kali mencoba mengubungi nomor Ara namun tak di angkat si pemiliknya.


“apa lagi sibuk kali ya? apa masih di jalan?” gumamnya lagi membuatnya merasa cemas.


Setelah beberapa kali mencoba telpon dan tak mendapatkan jawaban, akhirnya Hafa hanya mengirimkan pesan.


‘Ra, ini Hafa
. motor kamu sudah jadi, sesuai dugaan ku, harus ganti ban, mau maghrib tadi baru jadi, motornya mau di ambil hari ini atau besok ?’


Setelah mengirimkan pesan, ia pun keluar kamar dan bergabung dengan kedua wanita kesayangannya untuk makan malam.


“Mas, motor mbak Ara sudah jadi?” tanya Rindi saat melihat sang kakak memasuki ruang makan.


“Sudah, motornya mas masukan garasi”


“aku kasih tau mbak Ara kalau gitu” tawar Rindi yang akan berdiri dan hendak mengambil ponselnya.


“Mas sudah kasih tau”


“Mas punya nomor mbak Ara?”


“Punya dong, tadi udah minta” jawab Hafa dengan cengirannya lalu duduk di hadapan sang adik.


“Wih, mantap!!!”


“motornya mau di ambil sekang Fa?” tanya mama Rindi yang bernama Hesti sembari meletakan lauk-pauk di atas meja.


“belum tau ma, Hafa telpon Ara nya ga angkat, udah Hafa chat, cuma belum di bales”


“hmm, ya sudah, di tunggu aja, kalau bisa biar besok aja ambilnya, udah malam juga”


“Iya ma, terserah Ara aja nanti gimana”


Ketiganya pun memulai makan malam sembari mengobrolkan banyak hal. Suasana hangat begitu terasa meskipun hanya ada mereka bertiga di rumah.

__ADS_1


“Oh ya mas, besok Jumat mbak Ara ambil cuti lho”


“emang kenapa?”


“ada saudaranya yang mau nikah”


***


Di tempat yang berbeda, Ara baru saja sampai di Toko saat maghrib. Ia tak memarkirkan mobilnya di area belakang karena masih melihat truk muatan sedang menurunkan barang.


Kondisi toko yang sudah tutup membuat Ara melangkahkan kakinya ke belakang untuk memasuki toko, dia pun melihat sang papa tengah memantau penurunan barang untuk di simpan di gudang.


Ia pun menghampiri sang papa, menyalaminya kemudian memasuki toko untuk menemui sang mama yang tengah bersiap untuk pulang.


“Assalamu’alaikum ma"


“Wa’alaikumusalam, sudah sampai Ra?”


“Iya ma, mau pulang sekarang?”


“Tunggu papa selesai dulu, bentar lagi selesai”


“oke, Ara shalat dulu kalau gitu ma”


mama Mira mengangguk dan membiarkan sang putri melaksanakan ibadahnya sementara ia yang sudah terlebih dulu ibadah, memilih menunggu dengan duduk serta merapikan buku recapnya.


“Waktu Ara berangkat belum ma, masih di jalan katanya”


“ya sudah, tadi mama telp ga dia angkat”


“daerahnya susah sinyal ma, mungkin masih di sekitar sana waktu mama telpon, Pesan Ara juga baru masuk pas Ara mau ke sini tadi, kebetulan langsung di bales, katanya udah di jalan pulang”


“hmm, ya sudah, ayuh pulang, papa sepertinya sudah selesai” ajak mama Mira dan berdiri untuk melangkah keluar ruangan.


Keduanya pun keluar dari toko lewat pintu belakang dan melihat sang papa telah mengunci gudang dan tak terlihat lagi truk terparkir di sana.


“Kita pulang sekarang pa?” tanya Ara saat sang papa mendekat ke arahnya.


“iya, sudah dikunci ma?” jawab sang papa kemudian bertanya pada sang istri.


“Sudah pa”


Ketiganya pun meninggalkan toko dengan Ara yang mengemudikan mobilnya, bergabung dengan kendaraan lain yang lalu lalang.


“Motor kamu mau di ambil malam ini Ra?” tanya sang papa memecah keheningan saat dalam perjalanan pulang.


“belum tau pa, mas Hafa belum kasih kabar motornya udah jadi atau belum”

__ADS_1


“Ambil besok aja sekalian, udah malam”


“lihat nanti dulu deh pa, kalau terlalau malam jadinya ya Ara ambil besok”


Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di rumah yang nampak sepi.


“Farhan sepertinya belum pulang” gumam papa Ilham saat akan membuka pintu depan yang masih terkunci sementara Ara memarkirkan mobilnya di garasi.


“Masih di jalan kata Ara” timpal mama.


Ketiganya pun masuk ke rumah di sambut dengan seekor kucing berbulu lebat berwarna Hitam putih yang mengeong manja. Binatang gembul dengan bulu yang lembut itu mendekat ke kaki Ara yang tengah menutup pintu, mengusapkan kepalanya sembari mengeong mencari perhatian.


“Amoy sudah kangen ya?” ucap Ara sembari menggendong kucing kesayangannya sembari berjalan menuju kamarnya.


Ia pun mengelus kepalanya sembari duduk di atas ranjang dan mengambil ponselnya yang tengah di charge di atas nakas samping ranjangnya.


“Eh mas Hafa telpon?” gumamnya sembari membenarkan posisinya untuk memangku kucing nya agar nyaman.


‘Maaf mas, Ara baru sampai rumah, tadi HP di charge ga aku bawa, jadi ga tau kalau mas telpon,’


‘wah, iya mas, gapapa, terimakasih banyak lho’


‘Ara ambil besok aja ya mas, Farhan belum pulang juga, ga ada yang anterin ke situ, gapapa kan?’


Setelah pesannya terkirim, ia pun kembali meletakan ponselnya kemudian keluar kamar dengan kucing yang sudah ia lepaskan berjalan mengekor di belakangnya.


Ara pun segera menyiapkan makan malam untuk kedua orang tuanya, setelah memberi makan Amoy kucing kesayangannya.


“Assalamu’alaikum!” teriak seseorang dari arah depan saat Ara tengah berkutat di ruang makan.


“Wa’alaikumusalam” jawab Ara yang begitu mengenal suara orang yang mengucapkan salam, tak lain adalah adik semata wayangnya.


“Kok sampai sore banget sih dek?” tanya Ara saat melihat sang adik memasuki dapur dengan wajah lelahnya.


“Iya kak, jauh banget lokasinya, mana terpencil lagi” keluhnya setelah meneguk segelas air yang Ara sodorkan padanya.


“Ya sudah mandi dulu biar segeran, sama shalat dulu sana, keburu habis waktunya”


“Udah shalat kok, tadi mampir masjid dulu”


“mandi dulu kalau gitu”


“iya” tanpa banyak protes Farhan pun segera bergegas ke kamarnya untuk membersihkan diri, bertepatan dengan kedua orang tuanya yang keluar kamar.


Sembari menunggu Farhan membersihkan dirinya, Ara dan kedua orang tuanya duduk mengitari meja makan sembari memakan cemilan yang sempat Ara buat sebelum menjemput kedua orang tuanya.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2