It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 38


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


Selama dua hari Ara selalu di antar jemput sang adik, dan sudah satu minggu ini Ara tak membuatkan bekal untuk calon suaminya. Karena memang Hafa yang meminta tidak di buatkan. Dan sejak kemarin rumah Ara sudah ramai dengan kedatangan kerabat, tetangga dan pihak WO yang akan membantu acara penikahan Ara dan Hafa. Bahkan para pegawai di Toko papa Ilham juga turut hadir di kediaman Ara.


Berbagai persiapan sudah hampir selesai, tinggal sentuhan akhir di bagian pelaminan yang masih di kerjakan pihak WO. Beberapa tamu undangan juga ada yang telah hadir, membuat Ara dan keluarga tak bisa istirahat karena menyambut mereka.


“Aduh, selamat ya Mir, akhirnya nyusul punya mantu juga” ucap salah satu teman mama Mira yang beberapa waktu lalu datang untuk acara reuni.


“Terimakasih Ran,”jawab mama Mira kemudian mempersilakan tamunya untuk masuk ke dalam dan menikmati hidanganyang telah di sediakan.


Mama Mira pun kembali duduk. Sementara teman mama Mira di temani sepupu mama Mira yang kebetulan beru saja mengantar salah satu tamu lainnya masuk ke dalam.


Mereka pun mengobrol sekedar basa-basi, dan Rani teman mama Mira pun menanyakan perihal calon menantu mama Mira.


“Ga nyangka lo mbak, saya bakal terima undangan secepat ini, belum ada 3 bulan kami reuni dan Mira tidak mengatakan apapun soal pernikahan Ara”


“Iya mbak, keluarga juga kaget mbak, tapi Alhamdulillah di usianya saat ini Ara sudah mau menikah” jawab kakak sepupu mama Mira menampilkan sosok baiknya,


“iya mbak, yang penting segera menikah”


“Benar mbak, tak perlu pilih-pilih lagi, meski calon suaminya hanya montir, yang penting keponakan saya itu punya suami”


“Jadi calon suaminya cuma montir mbak? Kasian Ara dong? Nanti malah besar Ara penghasilannya”


Keduanya asyik menghibah, meski besuara lirih, suara mereka masih terdengar para tamu lain, dan keluarga Ara yang berdiri menyambut tamu.


‘Astaghfirullah’ pekik mama Mira dalam hati dan keluarga lain yang mendengar. Termasuk Ara yang baru saja kembali dari kamar setelah membersihkan diri.


Mama Mira yang hendak menegur keduanya pun di cegah Ara yang tampak tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


***


Keesokan harinya sehabis subuh para MUA yang ditunjuk WO sudah datang di kediaman Ara dan mulai memoles wajah cantik Ara untuk acara Akad nikah yang akan di gelar pukul 7 pagi nanti.


Para sepupu perempuan Ara pun ikut menemani di kamar saat Ara di rias, mereka pun juga akan mendapat giliran untuk di rias sebagai pengiring yang akan menemani Ara saat acara resepsi nanti.


Hafa dan keluarga yang akan menjadi saksi saat prosesi akad pun sudah datang di kediaman Ara setengah jam sebelum acara.


Rindi yang sudah heboh pun meminta ijin menyapa calon kakak iparnya yang masih di rias.


“Mbak cantik banget!!” pekik Rindi saat mama Mira mengantarkannya ke kamar Ara.


“Rindi!!” pekik Ara yang semakin merasa gugup, keberadaan Rindi di sini menunjukan bahawa calon suaminya telah tiba, dan mungkin sebantar lagi acara akan di mulai.


Rindi pun menyapa beberapa sepupu Ara kemudian duduk di samping Ara yang sedang di beri sentuhan akhir pada jari-jarinya.


“Mas Hafa nanti pasti pangling lihat mbak” celetuk Rindi membuat para MUA yang merias Ara terkekeh, sementara Ara sendiri hanya tersenyum tipis.


“Mbak gugup dek”


Rindi yang gemas pun sebenarnya ingin memeluk calon kakak iparnya, namun ia takut merusak riasan yang telah di pasang.


“Tenang saja kak, Rindi kasih tau rahasia ya…” Rindi pun berbicara sembari berbisik, “Dari kemerin mas Hafa sudah uring-uringan karena gugup juga mbak”


Kedua perempuan itu pun terkekeh, “Semalam sampai curhat ke om Radit tau mbak, gara-gara ga bisa tidur” lanjut Rindi membisikan rahasia yang ia maksud.


“Kamu nguping mas mu ya?” balas Ara yang sudah terlihat lebih santai.


“hehe… dikit mbak, habisnya kapan lagi lihat mas Hafa gelisah kaya gitu, gugup kaya gitu” Rindi pun terkekeh.

__ADS_1


Keduanya mengobrol ringan hingga tanpa terasa waktu akad akan segera di dimulai. Para sepupu yang sudah selesai di rias pun segera mengantar Ara menuju kursi yang telah di sediakan di depan pelaminan.


Tampak seorang pria dengan balutan jas berwarna hitam telah duduk di sana dengan gagahnya. Papa Ilham telah duduk di samping penghulu di hadapan Hafa yang duduk seorang diri, dan di samping kanan kirinya juga duduk dua orang pria yang akan menjadi saksi.


Suasana hening begitu terasa membuat kedua mempelai semanin merasa gugup. Farhan yang melihat kakaknya sudah dekat dengan pelaminan, segera meyambutnya dan mengantarkan sang kakak untuk duduk di samping calon suaminya. Setelah memastikan sang kakak duduk dengan nyaman, Farhan pun segera duduk di samping sang ibu di kursi paling depan yang telah tertata di sebelah meja untuk Akad.


Setelah kedua mempelai duduk di depannya, Penghulu pun memulai acara, menyampaikan salam pembuka kemudian membuka berkas-berkas yang dia bawa.


“Jadi mas Hafa, benar ya? yang di samping mas Hafa ini adalah calon istrinya? Tidak tertukar ya?” kelakar Penghulu sebelum memulai menkonfirmasi identitas mereka.


Hafa pun menoleh dan tersenyum melihat Ara yang menunduk malu.


“Benar pak”


“Alhamdulillah” kemudian penghulu pun memulai mengkonfirmasi identitas, memberikan khutbah nikah kemudian di lanjutkan dengan Ijab Kabul yang di ucapkan papa Ilham dan Hafa sembari berjabat tangan.


“Saya terima nikah dan kawinnya Humaira Mentari binti Ilham Bagaskara dengan maskawin tersebut di bayar tunai” seru Hafa lantang dengan satu tarikan nafas.


“Bagaimana para saksi?”


“SAH….!!” Pekik para saksi bersamaan menggema di suasana hening nan sakral.


Setelahnya penghulu pun memimpin doa yang di aminkan semua yang hadir untuk menyaksikan proses Akad Nikah berlangsung. Di lanjutkan rangkaian acara selanjutnya dari penandatanganan buku nikah, penyerahan mahar, nasihat pernikahan, hingga penutup.


Ada rasa haru menyeruak dalam dada ketika Ara mencium tangan Hafa untuk pertama kalinya, dan Hafa pun mencium kening Ara dengan khidmat setelah membisikan doa di puncak kepalanya setelah keduanya di nyatakan sah sebagai suami istri.


Acara pun berlanjut hingga di tutup dengan foto bersama sebelum keduanya berganti pakaian untuk acara Resepsi yang akan di gelar 1 jam setelah acara Akad nikah selesai.


“Akhirnya kamu sudah jadi istri mas dek” bisik Hafa menggoda Ara yang kini berdiri merangkul lengannya saat berpose foto bersama keluarga. Keluarga besar Ara tampak berjejer di samping kedua mempelai dan ada pula yang setengah duduk di depan, agar bisa masuk dalam datu frame.

__ADS_1


“Mesra-mesranya nanti ya mas, kita foto dulu”


Tbc


__ADS_2