It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 43


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


Hafa pun terkekeh kemudian melepas rangkulannya pada sang istri lalu beralih duduk di samping adik iparnnya,


"mas minta maaf juga ya?"


"eh..." Farhan pun menolah ke arah kakak iparnya. Melihat kakak iparnya yang menatapnya dengan senyum yang berbeda.


"Ya Allah kak,... gak asik banget sih” pekik Farhan yang kesal karena melihat kakak iparnya ini terlalu serius.


“Mas, sini aja sih, biarkan Farhan ngerjain tugasnya” timpal Ara yang menatap dua pria kesayangannya itu.


Hafa pun menoleh ke arah sang istri, kemudian kembali lagi mendekati sang istri yang kemudian terkikik karena berhasil membalas mengerjai sang adik.


“baru sehari di sini mas juga jadi ikutan jahil ya” celetuk Ara saat suaminya telah duduk di sampingnya.


“Abisnya kalian juga sih”


“Garing tau kak” timpal Farhan yang mendengar obrolan keduanya.


“Yang penting kamu kesel” Hafa dengan santainya menimpali sembari mengambil kacang di dalam toples yang tadi di bawa sang istri.


***


Kesokan harinya, kediaman Ara di penuhi kerabat dan beberapa tetangga yang akan mengantarkan pengantin baru itu ke kediaman Hafa. Setelah semua siap dan berkumpul, beberapa mobil akhirnya meninggalkan kediaman Ara yang masih terdapat tenda di depan rumah.


Setelah memasuki area perumahan Hafa, rombongan di arahkan untuk memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan, dan memasuki halaman kediaman Hafa yang telah di tata sedemikan rupa untuk menggelar acara. Tampak music berdendang menyambut kedatangan rombongan yang mengantarkan kedua mempelai, setelahnya Ara dan Hafa pun kembali duduk di pelaminan hingga acara berkahir.


“Selamat mas Hafa… aduh cantik banget sih istrinya, mbak ada saduara ga?” celetuk Dimas saat anak buah Hafa naik ke palaminan untuk foto bersama.


“Ada?” jawab Ara dengan senyum ramahnya, ini kali pertama ia bertemu seluruh karyawan Hafa. Dulu saat mengantarkan sang ayah ke bengkel jauh sebelum mengenal Hafa, ia tak memperhatikan ataupun berinteraksi dengan mereka.


“Wah, kenalin dong mbak”


“Itu cowok yang duduk paling depan pakai jas hitam” tunjuk Ara dengan dagunya.


“Lah, kok cowok sih mbak?” timpal Dimas lesu,


Sontak saja semua orang tertawa, mendengar keluhan Dimas.


“Udah deh Dim, jangan ganggu istri saya, siap-siap nih, jadi foto ndak?”

__ADS_1


“Ih, posesif amat sih mas.” Dimas pun mencebikan bibirnya, namun tak urung ia ikut mengatur posisi berdiri bergabung dengan yang lain yang lebih dulu memposisikan diri.


Berbagai pose mereka berhasil di abadikan oleh fotografer, kemudian mereka menyalami kedua mempelai sebelum turun dari pelaminan.


Setelah acara selesai yang di tutup dengan foto bersama dengan teman atau keluarga, keluarga Ara pun berpamitan meninggalkan lokasi acara.


“Katanya cuma montir, kok rumahnya gedhe gini sih pak?”


“Beruntung banget sih Ara dapat suami kaya gitu”


“Kompleks perumahan ini aja seperti perumahan besar, suaminya Ara itu kaya ya?”


Beberapa gumaman terdengar dari beberapa kerabat yang sebelumnya julid degan Ara yang tak kunjung menikah.


Namun papa Ilham beserta anak istrinya hanya membiarkan tanpa megklarifikasi pertanyaan dalam pikiran mereka. Biarkan mereka tau dengan sendirinya.


Farhan pun mendekati sang kakak yang masih menyalami para tamu yang hendak meninggalkan acara, membisikan sesuai di telinga dari belakang.


“Kenapa dek?” tanya Hafa yang melihat kakak beradik itu berbisik.


“Koper Ara mas, baju Ara kan masih di mobil”


“Oh… bentar, aku minta Rudy buat ambil dan simpan di kamar.”


Setelah semua tamu undangan dan keluarga Ara berpamitan, kini Hafa mengajak istrinya untuk berisitarahat.


“Capek dek?” tanya Hafa saat keduanya memasuki kamar Hafa yang berada di lantai dua.


“Hmm, iya mas, Mas mau mandi atau hanya ganti baju saja?”


“Mandi sekalian deh dek, abis itu kita jamaah dzuhur”


“hmm.. Ara siapin baju mas kalau gitu.”


“hmm… itu lemari yang kanan kosong, buat taruh baju mu dek, yang kiri punya mas”


Ara pun mengangguk, kemudian membuka lemari sang suami. Melihat pakaian yang tertata rapi pun Ara tersenyum senang, kemudian ia mengambil pakaian yang akan di kenakan sang suami, lalu melatakannya di atas ranjang.


Mata beningnya menyusuri setiap sudut kamar, memperhatikan tata letak kamar yang tertata rapi dengan sedikit barang. Ada satu meja rias yang nampaknya masih baru di salah satu sisi ruangan. Kemudian ia pun menarik kopernya ke dekat lemari, membuka perlahan dan mulai memasukan beberpa pakaiannya ke dalam lemari yang masih kosong. Setelahnya ia mengambil pakaian yang akan ia kenakan setelah membersihkan diri sang suami.


Cklek!

__ADS_1


Terdengan pintu kamar mandi terbuka, dan Ara melihat Hafa yang keluar hanya dengan handuk yang melilih di pinggangnya. Nampak wajahnya masih basah, dan bebrapa teter air menetes dari rambut depannya.


“pakaian mas di ranjang ya, Ara mau mandi juga” ucap Ara setelah membersihkan wajahnya dari make up yang menghiasi wajah ayunya.


Setelah keduanya selesai membersihkan diri dan beribadah, keduanya pun keluar kamar untuk makan siang, karena selama acara tadi tak sempat untuk makan.


“dek, makan dulu ya”


“Hmmm, iya mas, Ara juga lapar”


Tampak keluarga Hafa yang tak begitu banyak itu masih berkumpul di ruang keluarga. Mereka tengah berbincang sembari menunggu pihak WO membereskan perlengkapan acara yang berada di depan rumah.


“Cie.. pengantin barunya udah keluar nih” goda Rindi saat melihat pasangan pengantin baru tengah berjalan beririnhin ke arah mereka.


“ajak makan istri kamu mas, di ruang makan ada beberapa makanan” timpal mama Hesti, sebelum anak bungsunya itu menggoda putra dan menantunya.


“iya ma, kita juga laper nih. Ayuh dek” ajak Hafa sembari menggandeng sang istri menuju ruang makan yang berada di sebelah dapur.


“Gandeng terus Fa” kini om Radit yang menggoda, membuat keduanya tersipu malu.


Setelah sampai di ruang makan Ara pun langsung melayani sang suami dengan menyiapkan makanan di atas piring.


“Makasih sayang”


“sama-sama mas” jawab Ara yang kemudian mengambil untuk dirinya sendiri dan setelah meletakan piring Hafa di depannya.


“Kamu ambil cuti sampai hari apa dek?” tanya Hafa di sela makan mereka.


“Rabu mas, Kamis sudah masuk. Kenapa?’


“hmm…. Besok pagi mas harus tetap antar Rindi dulu”


“Ya gapapa mas, emang tiap hari kan mas antar jemput Rindi”


“Atau kamu ikut aja dek, habis itu kita jalan-jalan.”


“lihat besok dulu deh mas”


“Yach, kita bicarakan lagi nanti, habiskan makan mu dulu” Hafa pun tersenyum sembari mengusap kepala sang istri yang duduk di sampingnya.


“Mas ga mau nambah?”

__ADS_1


“cukup dek, udah kenyang”


Tbc


__ADS_2